
Setelah mengadakan promosi tokonya beberapa hari,toko ini lumayan meningkat dari mulai uang pendapat penjualan dan peningkatan Customer yang terus bertambah di setiap harinya.
Membuat mereka semua lebih bersemangat dalam bekerja sama untuk pengembangan toko ini kedepannya.
Memang belum bisa terlihat dari bentuk hasilnya sedekat ini,
tapi terlihat dari para Customer yang mulai berdatangan dan menambah di setiap harinya membuat mereka yakin toko ini pasti akan sukses dan semakin maju nantinya.
Aktifitas yang akan biasa dan terbiasa mereka lakukan di setiap harinya saat ini adalah mengurus toko roti.
Baik Tuan Muda, Anjani, maupun Erik sedang fokus mendirikan usaha ini untuk menunjukkan pada keluarganya yang kaya itu, terutama Tuan Muda, ia ingin sekali menunjukkan bahwa ia bisa mandiri dan bisa sukses tanpa bantuan dari mereka.
Hanya tekatnya yang ingin bertanggung jawab dalam sebuah kesalahan yang telah ia lakukan kepada seorang perempuan membuatnya seperti ini.
Tapi ia bangga pada dirinya sendiri, setidaknya ia ingin menghapus rasa kesalahannya dan dosanya kepada gadis ini, tapi takdir berkehendak lain, ia sudah memiliki perasaan terhadap gadis itu dan tidak bisa melepaskannya karena ia sudah terlanjur jatuh cinta kepadanya.
Jadi apapun ia akan lakukan demi mempertahankan Anjani, istri yang menurutnya membencinya selama ini.
*****
Hari ini adalah hari dimana jadwal Anjani pergi kuliah,ia kuliah pagi dan meninggalkan toko sebentar.
Setelah urusan kuliahnya selesai ia akan segera pulang dan mengurus toko bersama suaminya seperti biasanya.
Erik terlihat sibuk sedang berdampingan dengan Tuan mudanya yang membuat adonan roti, sementara karyawan yang lain juga sibuk melayani para customer yang berdatangan dan memesan roti di toko ini.
Yang tahu resep dan bahan-bahan roti disini adalah Anjani, Devino,Tita dan Erik, selainnya hanya bagian membantu dan membentuk adonan yang sudah jadi saja,baik mereka membantu memanggang dan membuat toping.
Tak lama Anjani sudah datang ke toko dan berganti pakaian, melihat istrinya yang sudah datang membuat Tuan Muda merasa senang.
Sementara Erik tampak keluar dari ruangan toko untuk menerima panggilan masuk di ponselnya.
"Kau sudah pulang?, bagaimana kuliahmu hari ini apa menyenangkan?..."Devino bertanya sambil sibuk menimbang adonannya.
Lihatlah... rajin sekali dia, lebih rajin dari diriku...,
"Tidak!, biasa saja!,sama seperti hari-hari sebelumnya, bagaimana keadaan toko hari ini?,apa rame?"Tanya Anjani balik yang sudah mengambil tepung di sebelahnya.
"Tidak terlalu, mungkin karena waktu promonya sudah habis, tadi pagi sedikit reme, siang ini tampak sepi...!"
"Yang namanya toko itu tidak selamanya rame,rame ataupun sepi memang sudah biasa, inilah kehidupan toko yang sesungguhnya, yang harus kita hadapi baik rame maupun sepi!"
Devino yang mendengar perkataan Anjani tentunya mengerti dan terseyum menatap istrinya yang tampak tetap semangat.
__ADS_1
"Oh iya... aku sudah menemukan resep baru untuk membuat Donat, kali ini aku akan membuatnya khusus untukmu!,apa kau mau..?"
Anjani yang berbicara begitu manis dengan penuh senyuman menatap suaminya, tentunya membuat Devino tidak bisa menolak tawarannya ini.
"Tentu saja aku mau, buatkan untukku!"sambil tersenyum juga menatap Anjani.
Membuat Anjani langsung bersemangat dan segera membuatkan donat untuknya.
Terlihat Erik yang kembali ke ruangan dan tergesa-gesa masuk ke dalam,
Membuat Tuan Muda dan Anjani bingung menatapnya.
"Maaf Tuan Muda,Nona, saya minta izin mau pergi keluar, karena ada urusan keluarga yang begitu mendesak!"
"Iya!, pergilah Erik!,tak usah berpikir lama jika ini urusan keluarga mu maka pergilah!"
Tuan Muda yang selalu mempercayai Erik dan selalu memberikan kemudahan untuknya dalam bekerja, hingga membuat Erik begitu setia dan ingin selalu bekerja di sampingnya walaupun keadaannya begitu buruk seperti ini sekarang.
"Baik Tuan Muda!"Erik yang tampak begitu terburu-buru meninggalkan ruangan itu.
Kenapa Erik terburu-buru sekali,Jika ini urusan keluarganya kenapa dia tidak mengajak Tita juga untuk ikut dengannya?,
bukankah Tita ada di lantai atas?, kenapa ia tidak mengajaknya..?
Devino juga sibuk sendiri membuat adonan roti yang biasa ia buat sebelumnya.
Sekitar satu jam lebih Anjani membuat adonan donat itu, karena memang membutuhkan proses yang lama dalam pembuatan donat ini.
Seperti mendiamkan adonannya terlebih dahulu sambil melakukan pekerjaan yang lain yang membuatnya begitu lama prosesnya.
Kemudian ia segera memasak donat-donat itu,lalu setelah matang ia langsung tiriskan dan memberinya toping coklat-kacang berserta taburan keju yang di balut di atasnya,
membuatnya terlihat begitu nikmat dan menarik lidah untuk menari-nari mengunyahnya.
Kali ini ia khusus menbuat donat untuk suaminya yang sedang bekerja itu, entah kenapa hatinya ingin sekali menyenangkannya hari ini.
"Kau masih sibuk?,aku sudah selesai membuat donatnya?,apa kau mau mencicipinya sekarang...?"
membawa piring cantiknya dan menunjukkan beberapa donat yang ada di atas piring kepada suaminya yang sedang sibuk menggulung adonan.
"Waw... cantik sekali!,tapi tanganku sedang kotor..!"menunjukkan kedua tangannya yang kotor akibat memegang adonan.
"Aku yang akan menyuapi mu...!,tapi jika kau mau?"merasa malu untuk mengatakannya.
__ADS_1
Mendengar perkataan istrinya membuat Devino sedikit terbelalak dan terseyum di dalam hatinya.
"Aku mau,tapi apa isinya kenapa menarik sekali...?"
melihat taburan keju yang begitu menggoda di salah satu donat yang di pegang oleh tangan Anjani ,membuatnya ingin segera mencicipinya.
"Isinya Coklat-kacang dan taburan keju,kau mau kan?"
"Hah...?, Kacang?..."Devino yang terlihat sedikit kaget menatap Anjani.
Tidak mungkin aku menolak tawarannya, bukankah ini pertama kalinya ia akan menyuapiku begini...
"Iyah, kenapa?, kau tidak mau mencicipinya?,kau tidak doyan?.."Anjani yang sudah terlihat kecewa dan menurunkan tangannya yang telah menunjukkan donat itu ke arah mulutnya.
"Tidak, tidak,aku suka!,berikan saja kepadaku...!"Membuka mulutnya untuk segera menerima suapa dari Anjani, Anjani pun mulai terseyum dan menyuapinya.
"Bagaimana rasa dan teksturnya?, apa memenuhi standar di toko ini?"Anjani yang terlihat begitu penasaran melihat Tuan Muda yang terus mengunyah dan merasakannya.
"Ini sangat enak..., lembut dan empuk,kau benar-benar pandai membuatnya, tidak bisa di ragukan lagi jika kau membuat roti apapun...!"
Terseyum menatap istrinya sambil memakan donat itu kembali.
Anjani juga tersenyum mendengar perkataannya, entah kenapa ia merasa begitu senang melihatnya memakan donat buatnya begitu lahap.
Jika bukan kau yang memberikannya maka aku tidak akan memakannya Anjani...,
Setelah satu donat itu sudah habis, Anjani langsung keluar dari ruangan ini meninggalkan suaminya untuk membantu para karyawannya di depan yang terlihat sedang melayani beberapa customer yang baru datang itu.
Sekitar sepuluh menit berlalu,Badan Tuan Muda yang nampak terlihat itu sudah tampak memerah dan membintik seperti bagian tangan dan lengannya.
Bahkan ia sudah merasa batuk dan gatal di tenggorokannya.
Namun ia masih mencoba untuk menahannya, tapi karena pengaruh alergi kacang yang begitu besar membuatnya sulit untuk mengendalikan dirinya yang mulai merasa gatal dan panas dingin.
bisakah untuk kali ini saja aku tidak alergi seperti ini,aku mohon,
aku tidak mungkin menolak suapan istriku hanya karena kacang...
Aku tidak bisa, dia baru bersikap seperti ini untuk pertama kalinya kepadaku,
dan aku tidak mungkin menolaknya hanya karena kacang, terlebih ia sudah capek-capek dan membuatkan donat itu khusus untukku...
Masih terus mencoba menahan rasa gatalnya dan efek akibat alergi dari kacang itu.
__ADS_1
Demi menjaga perasaan istrinya, ia rela melakukan ini, karena suapannya kali ini adalah hal yang paling di harapkan dan paling indah yang baru ia rasakan selama ini.