
Diva,kenapa kau melakukan ini?,kau ingin membuat ibumu di marahin Papah
Nyonya besar tampak begitu pias menahan rasa gemetar serta gelisah yang sedang ia rasakan saat ini.
"Diva sayang.., kemarilah!"Tuan besar memanggil putrinya dengan lembut dengan senyumannya itu lalu merangkulnya dengan erat.
Terlihat juga Diva yang sangat takut akan kemarahan nyonya besar nantinya karena ia telah memberitahu semuanya kepada Papahnya itu.
Mereka semua terdiam, tidak ada yang berani berbicara sedikitpun saat ini.
Devino juga memilih terdiam,ia tidak tahu permasalahan ini,ia hanya ingin fokus untuk menyuapi istrinya.
Sebenarnya ada apa?, kenapa Papah terlihat serius sekali,sikap mereka baik kok,cuma memang Daniel saja yang kurang menghormati ku,
"Mah,apa kau tidak lagi mencintaiku?"Tanya Tuan besar tiba-tiba setelah larut beberapa saat keheningan di ruangan ini.
Apa yang Papah katakan?, kenapa dia bertanya seperti ini,
Merasa takut sendiri Nyonya besar, sepertinya ia begitu takut jika akan di tinggal oleh Tuan besar dan keluarganya yang di penuhi dengan kelebihan ini.
"Apa yang Papah katakan?,aku sangat mencintaimu Pah, sangat mencintaimu..,"
"Benarkah?,kau lebih mencintaiku atau hartaku?"Tidak percaya dengan ucapan istrinya setelah beberapa lama ia mengetahui sifat istrinya yang seperti ini.
Selama ini ia memang diam dan membiarkannya, namun untuk hari ini tidak, mumpung semuanya sedang berkumpul lebih baik di bahas dan di runding kan bersama.
Ia mungkin akan memberikan kesempatan juga untuk istrinya ini jika ia mau mengaku bersalah dan mau merubah sifat buruknya.
"Apa yang Papah katakan?,aku lebih mencintai Papah lah.."
"Lalu kenapa kau bersikap seperti ini,kau sudah membesarkan Devino setelah sekian lama, seharusnya kau tulus bukan...?, kenapa kau masih membandingkan keduanya?"
"Maafkan aku Pah.., justru karena aku rasa Papah lebih mementingkan Devino, Papah tidak pernah memperhatikan Daniel, segala yang Papah punyai selalu di berikan kepada Devino, Papah juga selalu membandingkan antara keduanya, Papah juga lebih sering memarahi Daniel ketimbang Devino,ini membuat hati mamah sakit hati,aku juga ingin rasa sayang Papah kepada Daniel setara dengan Devino .."
"Maka dengarkan aku baik-baik Natara,jika kau benar-benar mencintaiku...!"
Semakin membuat suasana di ruangan ini semakin menegangkan, Tuan besar begitu serius saat berbicara.
"Untuk Daniel,hak waris perusahaan adalah milik Devino sepenuhnya,kau tahu perusahaan itu bukanlah milik Papah,tapi milik Almarhumah Diang, ibu kandung kakakmu, jadi berhak lah ia yang sepantasnya memimpin perusahaan"
Apah, perusahaan itu bukan milik Papah,
Daniel terbelalak mendengarnya, sementara Nyonya besar juga terdiam karena kaget mengetahui hal yang sebenarnya.
Apa?, jadi semuanya milik Devino,
"Sudah sepantasnya kau berterimakasih, perusahaan cabang yang kau pegang sekarang ini adalah perusahaan asli milik Papah sendiri,ini pun di didukung dan di kembangkan oleh perusahaan kakakmu, dan itu semua yang Papah miliki juga untukmu Daniel,dan untuk segalanya yang mensponsori perusahaan mu adalah perusahaanya, jadi seharusnya kau berterimakasih atas semua ini kepada kakakmu..."
__ADS_1
"Tapi kenapa Papah tidak bilang sejak awal...?"
"Karena Papah tahu kau lebih mencintai hartaku kan Natara?..."
"Tidak Pah..."Merasa bersalah,ia juga merasa takut jika kehilangan suaminya.
Untung saja perdebatan ini jauh dari ranjang baby yang sedang tidur tenang itu, memang satu ruangan, tapi jaraknya lumayan jauh.
"Jika kalian tidak percaya juga dengan perkataanku ini, maka aku akan tunjukkan seluruh bukti bahwa Perusahaan ini bukanlah milik Papah,tapi milik ibu Devino..,dan kau Daniel,apa kau masih tetap akan bersikap seperti ini kepada Papah nantinya?"
"Tidak Pah, Daniel...memang serakah, Daniel memang selalu merasa iri dengan kak Devino,aku kira Papah lebih sayang Devino pada awalnya,tapi ternyata kenyataannya tidak,masalah perusahaan memang bukanlah milik Papah, Daniel mengerti itu..., maafkan sikap Daniel Pah.."
"Aku ingin kau tumbuh lebih hebat dari kakakmu Daniel, makanya Papah ingin merasa kau iri dan berjuang keras seperti kakakmu untuk perusahaan...,ini demi kebaikanmu, kemarahan Papah selama ini untuk membimbing dan membujuk mu, udah hanya itu saja Daniel, agar kau bisa memajukan dan memperbesar perusahaan Papah dengan tanganmu sendiri nantinya..."
Devino sedang tersenyum di ujung sudut yang ada di ruangan ini.
Ia berharap adiknya akan mengerti dan dapat membuka pikirannya.
"Iyah Pah, maaf.., Karena Daniel baru mengerti sekarang"
"Lalu bagaimana denganmu Natara?,kau sudah tahu hal yang sebenarnya sekarang?"
Menundukkan kepalanya, mungkin Nyonya besar tidak bisa berkata-kata lagi dengan perkataan ini.
ia juga tampak berkaca-kaca.
"Untuk itu baguslah jika kau sudah menyadarinya, sekarang tinggal pilih, jika kau ingin pergi dan bosan maka Pergilah...!"
Deg,
Apa ini,Papah mengusirku?, dia akan menceraikan ku..,
Terbengong,
Seolah-olah jiwanya langsung bergetar karena takut akan kepergian suaminya,ia juga sangat takut Jika Tuan besar akan menceraikannya dan membuatnya menjadi janda.
"Tidak Pah, mamah tidak ingin pergi, maafkan mamah, Mamah tidak mau, mamah tahu kalau mamah bersalah, mamah yang serakah dan itu bukan kesalahan Daniel..,ini semua atas kesalahan ku.."Derai air mata langsung muncul begitu saja,ia terlihat begitu Panik dan gelisah sampai menangis karena takut.
"Dan kau Daniel,jika kau ingin pergi ikut dengan ibumu maka pergilah!, papah tidak keberatan.."
"Pah,apa maksud Papah, maafkan mamah dan Daniel Pah.."
"Tapi Papah benar-benar sudah merasa kecewa Mah, Papah tidak bisa memaafkanmu untuk kali ini, pergilah Papah juga tidak ke beratan .."
"Tapi Pah, maafkan Mamah Pah, mamah mohon maafkan Mamah,ini semua memang salah mamah, Anjani... maafkan mamah, mamah mohon, Devino... maafkan mamah, mamah mohon..."
Bergantian memeluk keduanya,ia terlihat begitu sedih dan menangis karena takut di buang oleh suaminya.
__ADS_1
"Kau meminta maaf dengan tulus?,atau hanya sedang mencari muka saja Natara?"Bicara sengit Tuan besar sambil mencibir.
"Aku meminta maaf dengan tulus Pah, apakah aku harus mencium kaki mereka agar Papah dapat percaya,dan Daniel, minta maaflah kepada kedua kakakmu sekarang..!"
"Iya mah"
Di dalam hati ini begitu merasa bimbang, sebagian hatinya merasa bersalah dan sebagian hatinya merasa begitu bodoh karena telah menyukai kakak iparnya sendiri.
Ini membuat Daniel benar-benar terdiam tak bersuara, ia bahkan jadi bersalah sesekali menatap istrinya yang sedang hamil besar saat ini
apa yang telah aku lakukan,
Daniel terlihat begitu bingung,ia terlihat begitu bersalah kepada kakaknya selama ini.
Sudah menunduk Nyonya besar,ia benar-benar tidak peduli apa yang akan ia lakukan untuk mendapatkan maaf dari suaminya ini.
Agar ia tidak akan di usir dan menjadi janda sesuai apa yang terlintas di pikirannya.
Ini benar-benar membuatnya merasa takut dan gelisah sendiri jadinya.
"Apa yang mamah lakukan?"Devino dengan begitu lembut memegang kedua bahu Nyonya besar agar berdiri dari tingkahnya yang bertekuk lutut itu.
"Jangan sampai mamah melakukan hal ini, karena ini adalah hal paling rendah yang akan Devino sesali seumur hidupku.."Mengusap air mata Nyonya besar dengan begitu lembut, Anjani juga tersenyum menahan haru air matanya di suasana seperti ini.
"Maafkan Mamah Dev..."
"Apa yang mamah katakan?,Mamah sudah membesarkan Devino selama ini, Mamah juga selalu menemani Devino selama ini, mamah membesarkan Devino dengan sangat baik sampai sedewasa ini, terimakasih atas ke hadiranmu mah.."memeluk Nyonya besar dengan lembut dan hangat.
Membuat Nyonya besar semakin menyesali atas perbuatannya selama ini, Sampai ia mewek dan berderailah air mata jadinya.
Apa yang telah aku lakukan, ternyata putra ku Devino sebaik ini,
ia tidak pernah menyimpan dendam sama sekali di dalam dirinya,ia benar-benar mirip sekali dengan Diang, maafkan atas segala sikapku Diang..,
"Aku akan memaafkanmu Natara,tapi berkat Devino,ia sangat menyayangi mu..., karena ia tidak ingin kau pergi setelah kau merawatnya selama ini..."
"Devino, terimakasih sayang.."Pelukan Nyonya besar yang tulus kepada putranya ini.
"Jangan berterimakasih Mah, kita itu keluarga,aku ingin keluarga kita selalu utuh dan tak terpisahkan"
"Kakak maafkan Daniel"Daniel juga tiba-tiba memeluk Devino, mungkin ia sudah menyadarinya.
"Jadikan kebanggaan untuk keluarga ini Daniel,kau harus bisa menunjukan kehebatan mu.."Daniel terseyum mendengarkan bicara Devino ini.
"Kakak ipar maafkan Daniel juga"Hanya mengulurkan tangannya, ia juga tidak berani menatap kakak iparnya karena merasa bersalah.
Semua orang yang ada di ruangan ini nampak terseyum bahagia hingga terharu, terlebih Diva juga tidak bisa menahan tangisnya sambil memeluk sang Ayah.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Pah.."Menangis sambil membenamkan wajahnya di dada sang Ayah,ia merasa tenang dan damai hatinya setelah keluarganya bersatu kembali.