My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Suasana Tempat Tinggal Baru


__ADS_3

Devino benar-benar tertidur anteng di sofa.


Sementara Anjani sedang mencari makanan karena ia merasa sangat lapar.


Membuka kulkas yang ada di ruangan ini.


Terdapat bahan-bahan makanan mentah di situ,dari pada ia tidak memiliki kegiatan, lebih baik ia beraktifitas dan memasak.


"Kira-kira aku mau masak apa ya..?"


Bingung, sambil memilih dan melihat-lihat seluruh bahan makanan yang ada di dalam kulkas itu.


Setelah lama berpikir, ia segera mengeluarkan bahan-bahan makanan yang ia pilih dan menaruhnya di atas meja.


Berulah ia mulai memasak,


Memasak adalah kegiatannya di rumah,ini juga termasuk aktifitas sehari-harinya selama ibu pergi kerja sebelum ia berangkat kuliah saat di rumahnya waktu itu.


*****


Terdapat kedua orang yang sedang saling berhadapan membicarakan hal penting yang sedang ia bahas.


"Anjani keguguran?, baguslah..!,ini adalah hal yang paling aku tunggu-tunggu dari kemaren!"


Nyonya Besar terseyum penuh dengan kegembiraan menatap salah satu anak buahnya yang bertugas sebagai mata-mata itu.


"Kau pergilah!, selalu pantau aktivitas putraku bersama istrinya dimana pun ia berada!,tapi ingatlah!,hati-hati dengan lelaki yang bernama Erik, karena jika kau ketahuan,kau bisa saja di penggal olehnya!"


"Tenang saja Nyonya!, semuanya akan aman!"


"Baiklah!,aku percayakan semuanya kepadamu!'


Menganggukan kepalanya dan pergi meninggalkan ruangan itu.


Tuan Besar sudah duduk di ruangan keluarga,ia terlihat begitu serius tanpa bergeming dari mimik wajahnya yang datar itu.


Terdapat putra dan putrinya di sana yang sedang duduk di raungan itu juga.


Tak lama Nyonya Besar datang dan bergabung dengan mereka yang masih terdiam duduk itu.


"Daniel!, persiapan dirimu untuk segera memimpin perusahaan!,"


"Hah..?"Deniel yang merasa belum siap untuk itu.


"karena kakakmu sudah pergi meninggalkan rumah!, tidak ada kata penolakan untukmu di sini,siap tidak siap kau harus siap, karena kau adalah putra kedua disini..!,kau harus bisa mengurus perusahaan sehebat Devino!, jangan sampai mengecewakan Papah!, Presentasi bulan lalu kau kalah tanding dengan kakakmu!, untuk itu kau harus berusaha keras untuk memimpin perusahaan!"


Ini adalah impianku untuk memimpin perusahaan.


Aku tidak menyangka secepat ini aku bisa memimpin perusahaan,


bahkan aku tidak perlu repot-repot untuk menyingkirkan kakak,


karena dia sudah menyingkirkan dengan sendirinya,


tapi bukan secepat ini kan,aku bahkan belum mempersiapkan diri sama sekali,


"kenapa kau terdiam?, apa kau menolak?"Tanya Tuan Besar yang tidak ingin bertele-tele dengan putra keduanya.


"Tentu saja Deniel siap Pah!, Daniel akan tunjukkan kepada Papah kalau Daniel lebih hebat dari Devino!"


Berbicara serius dan bergitu percaya diri,ia merasa kalau ia pasti dapat mengalahkan kehebatan kakaknya dalam memimpin perusahaan nantinya.


"Jangan cuma berbicara!, Papah butuh bukti!, bukan omong kosong!, jangan sampai ada kabar buruk tentang perusahaan yang masuk ke telinga Papah setelah kau memimpin perusahaan nantinya"


"Dan...jika kau tidak bisa memimpin perusahaan dengan baik maka kau akan menerima akibatnya nanti!"


Perkataan Tuan Besar membuat Daniel putranya itu menelan ludah,ia merasa begitu ragu dengan dirinya sendiri.


Kelihatan Tuan Besar begitu serius membicarakan ini, bahkan setelah selesai berbicara dengan Daniel ia langsung mengalihkan pandangan ke arah istrinya.


"Untuk kamu Natara! ,kau telah gagal mendidik putramu dengan baik!, kembalikan putraku ke rumah ini untuk memimpin perusahaan kembali apabila Daniel tidak bisa memimpin perusahaan nantinya..!, terserah apa yang akan kau lakukan!,aku hanya ingin putraku kembali!"


"Maafkan Mamah Pah!, Mamah pasti akan berusaha untuk membawa Devino kembali ke rumah ini!"


Tidak ada sahutan dari suaminya,ia langsung beranjak pergi meninggalkan ruangan dan kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Sial,


begitu sayangnya Papah pada Devino,


sampai-sampai ia tidak mempercayaiku sama sekali,


Daniel merasa begitu kesal dengan Papahnya,karena ia selalu membandingkan ia dengan Devino.


Tuan Besar yang memang meragukan putra keduanya, karena yang paling ia yakini dan percayai selama ini adalah putra pertamanya yaitu Devino.


Ia adalah kepercayaan sekaligus kebanggaan Tuan Besar,mulai dari prestasi, kecerdasan, ketrampilan maupun puluhan piala yang ia raih selama ini membuat Tuan Besar begitu bangga.


Gayanya dalam memimpin perusahaan juga sangat hebat dan jenius!,


ia selalu berpegang teguh pada komitmen perusahaan.


Selain mengutamakan perusahaannya,ia juga juga selalu mementingkan perasaan para karyawan kantor dan kenyamanannya.


Namun hal buruk terjadi, membuat Tuan Besar begitu kecewa dan marah kepadanya,ia bahkan seperti orang asing saat ini, karena mengasingkan diri dan pergi meninggalkan rumah begitu saja hanya demi wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


Setelah Tuan Besar pergi dari duduknya,mereka semua langsung berunding mengutarakan pikirannya masing-masing.


"Kau dengar itu!,Papah mu selalu mengomel dan sering marah-marah kepada Mamah sekarang!, semua itu karena Pelayan itu,apa yang harus mamah lakukan?"


menatap ke-dua anaknya dengan kesal dan masam.


"Ah Terserah!, Daniel pusing!, kenapa Papah selalu tidak mempercayaiku!"


Daniel pun merasa begitu kesal dan beranjak pergi meninggalkan ruangan.


"Kenapa Mamah tidak menyuruh Kak Dev pulang kesini saja!,aku ingin kak Dev pulang mah!"


"Mamah juga ingin kakakmu pulang Diva!, tapi bagaimana lagi?, dia lebih memilih wanita itu dari pada keluarganya,apa dia benar-benar tidak waras?, hanya demi membela pelayan itu ia pergi meninggalkan rumah?"


Nyonya Besar sambil berpikir bagaimana caranya agar putranya pulang ke rumah dan melepaskan wanita itu dengan segera.


*****


Masakan sudah siap dan tertata rapi di meja makan,


Setelah itu ia langsung masuk ke dalam kamar barunya untuk membersihkan badan.


Menghirup bau masakan yang sangat enak dan sedap itu membuat Devino mendengus,ia baru terbangun dari tidurnya, merasakan aroma masakan itu membuatnya begitu lapar dan menelan ludah.


Ia langsung beranjak berdiri menuju dapur dan meja makan.


"Apa dia yang masak semua ini?, kenapa terlihat enak sekali?, aku jadi lapar!"


melihat makanan itu dan menutupnya kembali, karena ia ingin mencuci mukanya menghilangkan rasa ngantuk, setelah itu baru berniat untuk makan.


"Kemana dia?, kenapa tidak ada di dalam kamar?"


berkeliling ke seluruh penjuru ruangan kamarnya karena ia tidak melihat kehadiran istrinya saat ini.


lalu berjalan ke arah pintu kamar mandi yang tertutup.


"krekkk.. "Pintu terkunci


"Kau mau ngapain?"Teriak Anjani di dalam yang sedang tegang dan gemetaran menatap kecoa yang mendekat ke arah kakinya.


"Kau di dalam?, kenapa sunyi sekali?"Jawabannya sambil meninggalkan pintu kamar mandi.


Kecoa itu mendekat ke arah Anjani dan naik ke atas kakinya.


"Aaa......"Teriaknya yang menjerit dan langsung keluar dari dalam kamar mandi memeluk erat suaminya, bahkan ia sudah menggelantung di tubuh suaminya.


Membuat suaminya kaget dan kebingungan.


"Kecoa...kecoa... kecoa..,dia naik ke atas kakiku tolong aku?,...ada kecoa... aku geli...ada kecoa...matiin!"Terlihat begitu takut,ia gemetaran sambil memeluk erat leher suaminya yang masih menggelantung itu.


"Apa yang kau lakukan..?"Sambil menahan tubuhnya yang begitu berat, karena ia baru saja terbangun dari tidurnya otomatis tenaganya belum terkumpul sepenuhnya.


"Itu...itu ada kecoa!,ada di dekat pintu...itu gede banget,aku takut... lihat itu!,aku takut!"mempererat pelukannya dan membuat Devino kewalahan mengatasinya, karena ia tidak mau turun dari gendongannya.


Melihat istrinya yang hanya memakai handuk saja membuatnya terbelalak, terlebih tubuhnya yang begitu menempel dengan dirinya, bahkan penampilan Anjani yang hanya memakai handuk itu terlihat seksi dan menamakan sedikit area dadanya yang terlihat indah di mata.

__ADS_1


Dia berpenampilan seperti ini di hadapanku,


berani sekali,


Tak sengaja melihat pemandangan yang indah itu.


huh... lebih baik aku jangan melihatnya,


Tapi mata itu masih ingat melihat ke arah itu karena tergoda.


"Kenapa kau diam saja?,matiin!, itu kecoannya mendekat, matiin!.."sambil menjambak rambut suaminya.


"Aw....apa kau bisa turun!, turun sekarang!"Tidak bisa menahan matanya yang terus memandang ke arah itu yang menampakan-nya sedikit.


Anjani baru menyadari kalau ia sedang berada di gendongan suaminya, kemudian langsung turun dan menyuruh suaminya untuk mematikan kecoa itu.


"Matiin!...aku takut, matiin...!"Terlihat begitu takut sambil memeluk erat handuk yang melingkar itu.


"Ini kah dirimu?, kemaren Cicak!, sekarang kecoa, besok apa lagi?, merepotkan!"


menatap kesal istrinya yang hanya memakai handuk itu.


"Ih kan aku takut...!"Manyun, membalas perkataan suaminya.


kayanya enak kalau aku kerjain,


Sambil menangkap kecoa itu dan berpikiran tentang sesuatu untuk mengerjainya yang selalu bersikap galak kepadanya, karena Devino pikir ini pasti akan terasa seru, sekaligus memberikan pelajaran untuk istrinya yang galak itu.


"Kecoa...!"setelah menangkap kecoa itu ia langsung mengarahkannya ke pada istrinya, bahkan Devino sengaja memberikan pelajaran dan mengerjainya sekaligus.


"Aaa..., jangan... jangan...aku mohon.. aku takut!,buang...buang..buang!"Menghentak-hentakan kakinya kerena merasa takut sambil menutup matanya.


Gayanya yang sangat imut saat ketakutan itu membuat Devino merasa sangat senang dan terhibur.


"Kau takut, akan ku lempar kecoa ini ke tubuhmu!"Ancamannya.


Anjani langsung panik,ia mulai bertingkah dan Menghentak-hentakan kakinya kembali ke lantai, bahkan ia mengusap-usap seluruh tubuhnya untuk menyingkirkan kecoa itu.


Devino terbengong melihat tingkahnya yang begitu panik, bahkan handuk yang ia pakai semakin melorot karena terlepas dari pelukannya.


"Jangan... jangan..mana...mana?,aku geli!, jangan di lempar ke tubuhku...ih mana?,kau sudah melemparkannya?, dimana..?.... dimana?..."Bertanya kepada suaminya,ia merasa semakin panik dan,


"ssrrt..."


Handuk ini melorot begitu saja,namun Anjani menangkapnya begitu cepat, sebelum sepenuhnya turun dan menampakkan seluruh anggota tubuhnya yang polos itu,


namun sayang, separuh tubuhnya sudah terlihat dan menampakkan area dadanya yang begitu indah.


Membuat Devino terbengong menatap keduanya yang terlihat indah itu.


"klub..."menelan ludahnya, tidak percaya hal ini akan terjadi di depan matanya, bahkan ia belum sempat melempar kecoannya itu,ia masih memegang di tangannya dengan tisu.


"Iihhh.....apa yang kau lakukan?,tutup mata!.. tutup mata"Teriak Anjani,


Dengan cepat ia membalikkan badannya dan menutup tubuhnya kembali.


"keluar!... keluar!... keluar... keluar sekarang!"Merasa begitu kesal sekaligus malu dengan kejadian ini,ia langsung mendorong tubuh suaminya yang masih menutup mata itu keluar dari ruangan kamar dan menutup pintu.


Aku pasti sudah gila,


Anjani merasa begitu kesal dan malu sendiri sambil meratapi dirinya di baik pintu kamar, karena ia tidak sengaja menampakkan sebagai tubuhnya yang indah itu kepada suaminya di siang bolong yang begitu cerah ini,


membuat suasana semakin indah saja Anjani.


Aku benar-benar tidak ada niatan untuk melakukan ini,


lagian aku belum melempar kecoannya kan,dia saja yang lebay... ketakutan begitu...


Tapi aku benar-benar sudah menatap kedua ****** itu tadi,


kenapa putih sekali,


Menelan ludahnya,


lalu menggelengkan kepalanya sendiri terbayang-bayang akan pemandangan yang indah itu melintas di kepalanya lagi.

__ADS_1


__ADS_2