My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Dokter Datang


__ADS_3

Terlihat Erik yang sudah keluar dari dalam kamarnya dengan tergesa-gesa menuju ke ruangan belakang.


Kenapa Tita badannya panas sekali,aku tidak pernah melihatnya sakit dan terlihat pucat begitu sebelumnya..


Semakin khawatir, kemudian ia mempersiapkan peralatan kompresan untuk Istrinya dengan segera sambil menunggu dokter yang belum datang ke rumah juga.


Lindungi istriku yang Tuhan.. sehatkan lah Tita istriku... maafkan aku karena belum bisa menjaganya dan memperhatikannya dengan baik..


Melihatnya seperti itu membuat Anjani penaras dan terus menatap Erik lekat yang berjalan tergesa-gesa itu.


"Ada apa dengan Erik?, kenapa dia terlihat terburu-buru sekali?,apa ada sesuatu yang terjadi?.."


Penasaran, membuat suaminya ikut menatap Erik juga dari kejauhan.


"Kenapa dia membawa alat kompresan?,apa keadaan Tita semakin parah Dev...?"


Langsung berdiri dari duduknya dan menggandeng tangan suaminya begitu saja untuk segera mengikutinya menuju ke kamar Erik.


"Ayo kita lihat keadaan Tita sayang,aku takut dia kenapa-kenapa.....!"Melangkahkan kakinya begitu saja, Anjani terlihat tidak sabar dan begitu gelisah dengan keadaan Tita.


Bahkan ia menarik tangan suaminya yang sedang istirahat itu untuk memaksanya agar segera mengikutinya pergi ke kamar Erik.


"Tunggu sayang!, jangan cepat-cepat jalannya!, tidak baik kalau kau jalan tergesa-gesa begini....!"


"Tapi Tita Dev..!"


"Iya...iya aku tahu..!,tapi tenganlah!, tidak baik kau jalan tergesa-gesa!,kau harus ingat sayang!,kau sedang hamil...!"


"Iya sayang maaf,aku terlalu khawatir...!"


"Percayalah!,Tita akan baik-baik saja..,kau sangat menyayanginya?"


"Iya..!,aku menyayangi Tita seperti adikku sendiri!,ia begitu baik kepadaku,aku tidak bisa membalas kebaikannya selain menganggapnya seperti adikku sendiri Dev,dia selalu menemaniku...dia juga yang selalu membelaku di saat aku terpuruk tak berdaya...!"


Hatimu begitu mulia sekali Anjani,aku sangat beruntung memiliki istri sepertimu,dan aku juga sangat beruntung karena telah di pertemuan denganmu di dunia ini..


Terimakasih ya Tuhan., aku benar-benar berterimakasih, mungkin engkau telah membenciku saat ini,tapi aku tahu kau maha pemaaf..., maafkan segala kesalahan yang telah aku perbuat selama ini..ya Tuhan maaf.. maafkan aku yang telah menodai Anjani dulu,


Tersenyum kecil menatap istrinya dan terus mengikuti langkahnya yang mendekati pintu kamar,


Ia merasa bersyukur sekali sekaligus merasa berdosa besar atas tindakannya kepada Anjani dulu.


Keduanya langsung masuk ke dalam kamar, lalu melihat Erik yang sedang mengompres istrinya yang sedang pingsan itu dengan air dingin.


"Tita kenapa Erik?,apa dia semakin panas badannya?, kenapa kau sampai mengompresnya segala?..."Tanya Anjani yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar begitu saja dengan Devino.


"Tita pingsan Nona!, suhu tubuhnya panas tinggi, aku harus segera mengompresnya agar panasnya segera turun..!"


"Kau mengompresnya dengan air dingin kan?".

__ADS_1


"Tentu saja Nona..!"


"Iya ampun Tita..!"Mencoba duduk di samping ranjang dimana Tita terbaring."Dia terlihat pucat sekali...!"


"Kau sudah memanggil dokter kan Erik?"


"Sudah Nona!,hanya saja.. dia bilang akan datang terlambat..!"


"Kenapa begitu..!, suruh dia datang sekarang dan bayar seberapa pun maunya!.., sekarang Erik!"Tuan Muda ikut merasa tidak tega melihat Erik yang terlihat begitu pucat juga karena merasa khawatir.


"Iya..iya aku tahu Tuan Muda!,aku sudah mencoba berbicara lagi dengannya tadi,tapi aku tidak tahu ia akan segera kesini atau tidak...!"


****


Tuan Besar sedang duduk termenung sambil memegangi kepalanya.


Terlihat juga Zen yang sedang menyiapkan obat dan vitamin yang harus di konsumsinya secara rutin.


"Anda jangan terlalu banyak pikiran Tuan!,ini tidak baik untuk kesehatan anda!"


"Mungkin hidupku tidak lama lagi!,aku takut jika aku tidak bisa melihat cucu-cucu ku nantinya!"


"Jangan bilang begitu Tuan..!,aku yakin Tuan akan semakin sehat kedepannya!"


"Aku hanya minta satu hal darimu Zen..!, hanya kau satu-satunya orang yang mengetahui semua ini!, jangan beritahu hal ini kepada siapapun, terutama putra pertama ku!,aku yakin ini akan menambahi beban pikirannya dalam mengurus urusan kantor nantinya...!"


"Menurutku apa salahnya berbicara jujur Tuan!,jika semuanya mengetahui hal ini maka akan lebih baik semestinya..!"


"Baiklah Tuan!,aku akan menyimpan hal ini rapat-rapat!"


Sebenarnya apa yang di sembunyikan oleh keduanya?, apakah ada masalah yang begitu besar yang terjadi pada diri Tuan besar, sehingga ia tidak sanggup untuk berbicara jujur kepada putra-putri nya?, entah... semuanya pasti akan terbongkar dengan sendirinya di saat waktu yang tepat nantinya.


*****


Sebuah mobil mewah milik Daniel terparkir tak jauh dari lingkungan rumah baru milik kakaknya itu.


Ia datang ke tempat ini dengan seorang supir andalannya dengan sengaja karena ingin mencari tahu dan penasaran.


Entah apa yang ia cari sehingga ia sampai meninggalkan pekerjaannya dan pergi ke tempat ini.


"Inikah rumah baru mereka sekarang...?"


Menatap rumah yang berdiri megah dengan kedua bola matanya yang tampak naik turun menatap ke seluruh penjuru lingkungan rumah mewah itu.


kenapa mereka tidak tinggal di Apartemen saja,apa toko roti kecil milik mereka juga ia buang begitu saja?..


Masih terdiam menatap rumah itu,ia benar-benar tidak mempunyai kerjaan untuk melakukan hal yang gak jelas ini.


Seharusnya aku merasa senang mereka pergi dari rumah bukan?,

__ADS_1


tapi kenapa...aku merasa tidak rela begini jauh dari kakak ipar yang cantik itu yah..


Tersenyum sinis, Entah apa yang sedang ia pikirkan,lalu menyuruh supir pribadinya untuk segera melajukan mobilnya keluar dari komplek meninggalkan perumahan rumah ini.


Kakak benar-benar sudah mendapatkan segalanya,


selain ia pindah ke posisinya...ia juga mendapatkan perhatian penuh dari Ayahnya yang begitu besar!,


Selain itu ia juga mendapatkan istri yang sangat cantik dan manis sekali seperti Anjani.., kenapa nasibnya begitu baik, sedangkan aku..ahh...apa yang aku dapatkan?.. dasar menyebalkan...


Daniel saat ini sedang merasa begitu iri, terlihat ia sudah mulai tertarik dengan kakak iparnya yang semakin hari terlihat semakin cantik itu.


Mungkin Daniel dulu membencinya karena melihatnya yang berpenampilan kumuh dan Kumal hanya karena seorang pelayan.


Tapi semua wanita bisa menjadi cantik jika berdandan dan bisa mengurus diri.


Bahkan yang terlihat biasa saja akan terlihat sangat cantik jika ia berpenampilan berbeda dan merias dirinya dengan benar.


"Ting.. tong..!"Bunyi bel berbunyi tak lama setelah mereka menunggu dari tadi.


Sementara pelayan yang ada di rumah ini langsung bergerak dan bergegas untuk membukakan pintu.


Terlihat Dokter yang sangat ganteng berpenampilan dengan baju putih dan atribut yang ia kenakan, terdapat tanda pengenal dan identitas titelnya sebagai seorang dokter di sebuah rumah sakit di kota ini.


"Silahkan masuk Dok!"


"Terimakasih..!"masuk ke ruangan." dimana kamar pak Erik?.."


"Mari saya antar Dok!"


"Baiklah...!"


"Thok.. thok.. thok!"ketukan pintu berbunyi, membuat semua orang yang ada di dalam kamar langsung terdiam menatap ke arah pintu kamarnya.


Seorang pelayan langsung terlihat dan membukakan pintu untuk sang dokter.


"Terimakasih...!"Masuk keruangan, sementara pelayan rumah itu langsung pergi meninggalkan tempat.


"Syukurlah...kau segera datang Dok!, segera periksa istriku dan berikan penanganan yang terbaik untuknya...!"


"Baik!, tenanglah pak Erik...!,saya akan segera memeriksanya!"


Anjani dan Devino langsung keluar ruangan untuk mempersilahkan Dokter agar segera memeriksa istri Erik, sementara Erik langsung duduk di sudut sofa menatap istrinya yang terbaring pucat.


Kamu kenapa Tita..


kau tidak papa kan,


kau baik-baik saja kan,

__ADS_1


Merasa pusing sendiri jadinya, bahkan Erik terlihat duduk termenung sambil menyanggahkan tangan kanannya yang menyatu dengan kepalanya itu.


Terlihat juga dokter yang fokus mengecek kesana kemari dengan alat medis yang nyantol di telinga itu dan terus memeriksa Tita yang belum juga siuman.


__ADS_2