My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Tingkah Emely


__ADS_3

Kedua orang ini tampak asik duduk di meja makan, terlihat Emely dan Natara yang sedang memakan cemilan dan buah-buahan bersama di ruang makan.


keadaan rumah ini juga tampak sepi.


Diva sedang sibuk keluar dan jalan-jalan bersamaan teman-temannya seperti biasanya.


Sedangkan Anjani dan Tita sedang mengurung diri di dalam kamar dan malas untuk keluar dari ruangan kamarnya itu.


Sementara kedua putra yang tinggal di rumah ini sedang mengurus urusannya masing-masing di kantor.


Dimana Tuan Besar?,ia juga tidak terlihat sejak tadi, urusannya sangat banyak,selain usahanya yang ada dimana-mana,ia juga harus memantau dan mengawasi para Anak buahnya yang di tugaskan untuk bekerjasama dengannya di berbagai bidang.


"kau sudah mengatur seluruh rencananya?"


"Sudah Tuan!, semaunya sudah terselesaikan, dari berbagai penjuru yang saya pantau...saya harap semuanya akan berjalan dengan lancar tanpa halangan...!"


"Baiklah,kau yang tahu tentang semuanya,aku akan serahkan semuanya kepadamu Zen!"


Apa yang sedang mereka bicarakan?, entahlah.. sepertinya ini adalah sebuah rahasia tersembunyi.


"jangan lupa mampir ke toko oleh-oleh Zen!,aku akan belikan sesuatu untuk Anjani,ia sedang hamil, siapa tahu ia mau makanan kue-kue tradisional yang ada disini..."


"Siap Tuan!'


Mengarahkan mobilnya ke deretan toko kue oleh-oleh yang ada di kota ini.


Mengingat menantunya yang sadang hamil membuatnya ingin menyenangkannya.


Kembali ke maja makan,


"Mamah belikan pitza untukmu Emely..!,kau sangat suka sekali dengan keju kan?, makanya mamah belikan pitza keju untukmu...!"


"Wah... thanks you mah..!"Tampak Emely yang sangat senang mendapat perhatian penuh dari ibu mertuanya ini.Lidah ini tampak menari-nari terlebih dahulu karena ingin sekali memakannya.


Air liurnya tampak mengalir begitu saja karena merasa tergoda dengan bau dan aroma pitza ini.


"Mah...makan sekarang boleh gak?"


"Boleh lah!,ini kan untukmu..!, makan saja sayang...!"


"Wah.....asik.."langsung mengambil box itu dan mencoba untuk membukanya.


Tampak lapisan pitza warna kuning dan merah dengan balutan sosis dan toping lainnya yang tampak menarik mewarnai kesempurnaan rasanya.


Membuat Emely langsung mengambil sepotong tanpa basa-basi lagi, kemudian memakannya dengan lahap seperti orang yang sedang sangat lapar..


"Eemm..., enak sekali mah...,makasih!"


Kunyah-kuyah dan merasa nikmat, setiap gigitan ia rasakan dengan sangat menikmati.


"Aneh..,kau seperti tidak pernah makan pitza itu saja...!"


"hehe... habisnya enak mah,mamah mau gak..?"mengambil sepotong untuk menyuapi ibu mertuanya yang tampak sibuk memakan anggur.

__ADS_1


"Tidak!, makanlah..!,mamah sedang tidak berselera untuk memakannya..!"


menggelengkan kepalanya dan terus menikmati buah anggur yang ada di depannya itu.


"Ini tiba-tiba rasanya itu enak banget mah,kaya ada bedanya gitu...?, terus kaya nagih terus gitu di lidah..."


"maksudnya..?"


"Intinya ini enak sekali deh.....!'


Melanjutkan makannya kembali, hampir dua potong pitza yang akan ia habiskan.


"Mah....?"Terdiam,ia tampak Menghentikan kunyahan-nya, matanya tiba-tiba membuat sempurna, merasakan dorongan dari dalam perutnya yang merasa mual sambil menatap mertuanya.


"Huek....huek..!"


"Kau kenapa sayang..?,kau tidak keracunan kan?, pelan-pelan makanya ya..?"merasa panik dengan tingkah menantunya ini.


"Aku merasa enek sekali mah!,tadi perasaan sangat enak...!, kenapa sekarang jadi enek dan terasa gak enak sih mah...!"


"Huek.. Huek..."Semakin melonjak rasa yang ia rasakan di dalam tubuhnya, kemudian Emely beranjak berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Ibu mertuanya ke kamar mandi.


"Huek....huek..?"Terus mual.


"Apa kau telat makan lagi?, apa asam lambung mu naik...?"


"Tidak juga kok Mah!,aku teratur makan sekarang, lagian aku makan asam-asam aja tidak.....!"


"Apa kau tidak papa..?"Sambil mijat-mijat leher menantunya.


"Iya sudah ayo kita kembali ke kamar...!,aku akan telvon Daniel agar ia segera pulang dan menghubungi dan dokter...!"


"Iya Mah!"


Menuntun menantunya dengan lembut dan penuh perhatian ke dalam kamarnya untuk segera Istirahat.


Andai saja sikap seperti ini ia berikan kepada Anjani, pastinya apa salahnya kan?,apa karena ia istri Devino sang pewaris harta keluarga ini sehingga ia membencinya.


Ternyata manusia tak luput dari kata dosa dan tamak terhadap harta yah.., karena orang yang tidak bersifat seperti ini itu sangat antik dan langka.


*****


Daniel sedang sibuk mengurus urusannya,ia juga sedang sibuk mempersiapkan diri untuk memimpin kantornya yang baru, walaupun dilihat dari saham perusahaan yang ia miliki tidak ada bandingannya dengan milik Devino,ya....beda ibu tentunya beda pendapatan dan haknya yah.


Kecuali... ini milik Tuan besar,pastinya ia akan bersikap adil terhadap putra-putranya.


Kenapa belum memimpin perusahaan saja aku sudah merasa kesal dan lelah..,


Dan Sekarang aku harus berjuang mati-matian untuk menegakkan perusahaan ku sendiri begitu..,


Perusahaan apa ini...,aku harus berjuang di bidang pemasaran periklanan begitu, bagiamana kondisinya terpuruk seperti ini..?


Apa papah sedang bermain-main denganku sekarang..,

__ADS_1


Kondisi kantor ini memanglah sedang terpuruk,ini tugas Daniel untuk memimpinnya agar bangkit,


Membaca dari berbagai laporan dan analisa data-data perusahaan membuatnya semakin emosi.


Mungkin ini termasuk rencana Tuan besar juga yang ingin membuat anaknya itu mengerti tentang bagaimana usaha keras dan susahnya dalam mengembangkan perusahaan.


Ini termasuk caranya juga untuk membimbing kedua putranya,hal ini juga sama ia berikan kepada putra pertamanya dulu,di mana Devino harus berjuang keras untuk mengembalikan cicilan uang Bank yang tertunda akibat kondisi perkantorannya yang hampir bangkrut.


Tapi ternyata semuanya hanya rekayasa,entah kali ini Tuan besar benar-benar mengunakan cara yang sama atau tidak.


Tidak waras!,siapa yang memimpin perusahaan ini sebelumnya si..., kenapa sampai terpuruk begini...


Melihat grafik pendapat perbulanan di data-data leptopnya membuatnya semakin geram dan kesal.


Papah sedang menguji ku sekarang..., lihat saja aku pasti akan menyukseskan perusahaan ini...


"Drettt... Drettt.."Panggilan masuk dari Nyonya besar.


"Huh... kenapa lagi si Mamah..?" merasa kesal


sambil mengangkat panggilan itu.


"Apa kau sibuk?, pulanglah ke rumah!, Emely sakit!"


"Apa..?, sakit..?"


"Pulang!"Panggilan berakhir.


Apa lagi si ini.., benar-benar memusingkan!,


Menggerutu sambil membereskan barang-barangnya untuk segera pulang ke rumah.


Suhu badannya tinggi,ada rasa pusing juga di kepalanya,ia juga tak berhenti merasa mual.


Kini ia sedang berusaha untuk menghilangkan rasa mual-nya dengan menghirup aroma minyak kayu putih.


Wajah Emely juga sangat pucat dan tak berwarna, sepertinya ia sedang menahan sesuatu yang membuatnya merasa tidak enak badan.


"Kau makan apa tadi?,apa kau salah makan?"


Masih merasa cemas melihat menantunya yang sangat pucat.


Emely hanya menggelengkan kepalanya dan mencoba untuk menangkan dirinya.


Kenapa aku merasa enek banget yah..., tidak sepertinya aku seperti ini, perutku juga tidak sakit sebenarnya....,


"Huek... Huek..."menunduk dan berusaha menguasai dirinya.


"Kau mau muntah...?"


"Sepertinya mah..!, kenapa kejunya terasa nyangkut di tenggorakan begini sih..!"memegang tenggorokannya sendiri,ia benar-benar merasa enak dan ingin sekali muntah.


"Suhu badanmu tinggi sayang!, tunggu sebentar yah!, Daniel dalam perjalanan pulang,ia juga akan segera kemari dengan dokter untuk segera memeriksa mu..!"Membelai kepala menantunya dengan lembut untuk menenangkannya.

__ADS_1


"Iya Mah...!"


"Tiduran dulu sayang!,biar rasa sakit pusing mu mereda!"


__ADS_2