My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Tita Di Kurung


__ADS_3

Hari sudah semakin gelap,


Tita pergi dari ruangan kamar Nona mudanya untuk membersihkan diri.


Sementara Anjani juga bersiap-siap untuk membersihkan diri.


Hanya mengerjakan pekerjaan seperti itu saja pinggang ku sudah terasa sangat pegal,


Berdiri dari duduknya sambil memegangi pinggangnya untuk mengambil baju ganti.


Ia sudah mempersiapkan peralatan mandinya lengkap.


Berdiri bersandar di meja yang ada di kamarnya,ia sedang membuka ponselnya untuk melihat kabar dari suaminya.


Dia tidak mengabariku sama sekali,


apa dia sangat sibuk?,


dia benar-benar pulang besok atau lebih lama lagi lusa?


Anjani merasa begitu kesepian tanpa kehadirannya,entah kenapa jika anda dirinya di rumah ini ia merasa lebih hidup dan tenang.


Namun belum ada kabar darinya juga, dengan rasa kecewa Anjani meletakan kembali ponselnya di atas meja.


Kenapa aku menunggunya, jelas-jelas dia sudah bilang kalau ia akan pulang besok atau lusa.


kenapa aku jadi menunggu si...


Merasa begitu kesal sambil berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Selesai membersihkan badan dan berpenampilan rapi,Tita langsung ke luar dari kamarnya menuju dapur untuk mengambil air minum.


Rasanya sangat enak jika ia meminum air dingin, karena tenggorokannya terasa sangat kering.


"Huh...lega sekali!"Setelah meminum beberapa teguk air dingin.


"Ternyata kau ada disini?"Sapaan sinis ketua pelayan.


Dia lagi... dia lagi..


"Kenapa?,apa ada yang perlu kau bicarakan kepadaku?,jika tidak!, tidak usah berbicara!"


Dengan muka santainya Tita menatap wajah Ketua Pelayan tanpa beban dan pikiran.


"Cih, belagu!, mentang-mentang kau pekerjaan Tuan Muda begitu!, jadi kau seberani ini kepadaku,aku peringatkan jangan berani-berani kepadaku..!"


"Aku hanya takut pada sang pencipta!, bukan dirimu!, memang kau siapa untuk pantas aku takuti!, hanya ketua Pelayan kan...?"


"Kau ini benar-benar kurang ajar yah!"Ketua Pelayan semakin kesal, mendengar ribut-ribut di belakang membuat para pelayan lainnya mendekat.


"Apa?,kau mau apa?, menamparku?, temparlah!, tapi jangan menyesal jika kau keluar dari rumah ini hari ini juga!"


Tita yang melihatnya mengangkat tangan, sudah menyodorkan pipinya ke arahnya.


Tapi ketua Pelayan tidak jadi melakukannya.


"Kau takut?, itu berarti kau belum pantas menjadi ketua Pelayan!"


"Tita..."Sudah mengangkat tanganya kembali


"Dengarkan baik-baik!, aku tidak akan takut kepadamu!,Demi menjaga Nona muda adalah kehormatan ku!, terserah adukan saja semuanya kepada Nyonya besar!,tapi ingatlah satu hal!,itu tidak akan membuat nyali ku menciut sedikit pun,kau mengerti?"


Tita mengibaskan tangannya dan pergi meninggalkan begitu saja.


Tampak raut wajah ketua Pelayan yang begitu marah sambil mengepalkan tangan.


"Apa yang kalian lihat?"


membentak para pelayan lainnya yang sedang memperhatikannya, membuat mereka semua kabur meninggalkannya di dapur.

__ADS_1


Tita, berani sekali kau mempermalukan aku di hadapan para pelayan!,lihat saja...


urusanmu denganku belum selesai.


Setelah selesai membersihkan diri, Anjani langsung keluar dari kamarnya dan merapikan penampilannya di depan cermin.


Menatap ponselnya yang berkedip-kedip membuatnya cepat-cepat untuk membuka ponselnya, siapa tahu ini adalah kabar dari suaminya untuknya.


Ternyata cuma operator,


Meletakkan ponselnya kembali di atas meja karena merasa kecewa, lalu melanjutkan aktivitasnya menyisir rambut.


"Thok...Thok.. Thok..!"


Tita yang sudah datang dan masuk ke dalam ruangan kamar untuk menemaninya Nona mudanya kembali.


****


"Daniel!,apa kau sedang sibuk?"Tanya mamahnya sambil berjalan mendekatinya di dalam kamar.


"Apa mamah tidak melihat kalau aku ini sedang bekerja!"


"Tentu saja sayang!,tapi mamah memerlukan bantuan mu!"


"Bantuan apa?"Masih sibuk mengetik keyboard leptopnya.


"Panggilkan kedua bodyguard mu satu jam lagi!, karena Mamah membutuhkannya!"


"Bodyguard?"Membuat Daniel berhenti mengetik keyboardnya dan menatap Nyonya besar.


"Iya kau bisa kan sayang?"


"Tapi untuk apa mah?"Daniel penasaran.


"tenang saja kau akan tahu sendiri nanti!"


"Huh.... baiklah!"menghela nafas,


Daniel segera menelfon kedua bodyguard-nya untuk datang ke rumah sesuai perintah mamah.


Diva sudah selesai dari urusan kuliahnya,ia berjalan ke kamar Mamahnya untuk menghilangkan rasa bosan,


melihat mamahnya yang sedang sibuk memainkan ponsel membuatnya menghampiri.


"Mah..?"


"Hemm..!"Sambil mengetik layar ponselnya.


"Apa mamah yakin Kak Dev tidak akan marah Jika ia mengetahui yang mamah lakukan tadi pagi?"


"Ini pelajaran buat Dev!,aku ingin kakakmu itu sadar dan menyingkirkan wanita itu dari rumah ini, karena Mamah benar-benar muak dan merasa malu!"


"Tapi bagaimana kalau kak Dev memang menyukainya mah?"


"Mamah yakin Dev hanya merasa bersalah dan ingin bertanggung jawab saja Diva!,ia juga terpaksa melakukan semua ini kan?, lagian dia tidak akan tahu Diva,dia kan sedang pergi keluar kota, Mamah juga sudah menyuruh para pelayan untuk tutup mulut!, lebih baik jika Devino pulang lusa!,ini akan lebih baik karena mamah ingin bersenang-senang dengan Anjani sebentar!"


Terseyum senang dan segera keluar dari ruangan kamarnya meninggal anaknya yang masih bersandar di sofa kamar.


Nyonya besar ternyata berjalan menuju ke kamar putranya, tentu saja ia ingin bertemu dengan Anjani dan berbicara.


"Cklekk!"


Langsung membuka pintu dan mengagetkan keduanya yang sedang menatap ke layar televisi.


Mamah...


"Ow..kalian berdua lagi bersantai yah?"ibu tersenyum mendekati keduanya


Ada apa lagi dia kesini,

__ADS_1


Ibu dengan muka senyuman palsunya menghampiri Anjani.


Tita benar-benar terdiam sambil memperhatikan gerak gerik Nyonya besar.


"Kau tidak ingin pergi dari sini?"Tanya Nyonya besar kepada Tita yang masih terdiam duduk.


"Tidak!, aku tidak akan meninggalkan Nona muda kali ini!"


"Kau yakin?,kau tidak ingin di pecat!"Ancaman Nyonya Besar terlihat serius


"Maaf Nyonya Besar,tapi yang berhak memecat saya hanyalah Tuan Muda!"


"Berani sekali kau!"


langsung berteriak memanggil bodyguard-nya yang ada di depan ruangan


"Bodyguard!"Keduanya langsung datang masuk kedalam kamar


"bawa dia keluar dari kamar ini sekarang!, bilang perlu kurung dia!, jangan biarkan ia keluar dari kamarnya!, kerena aku ingin berbicara penting dengan menantuku!"


Dengan raut wajah kesalnya Nyonya besar memerintah kedua bodyguard-nya untuk segera melaksanakan tugasnya itu.


"Lepaskan!,apa yang anda lakukan Nyonya?, pekerjaanku belum selesai!, lepaskan!, Tuan Muda melarang ku untuk meninggalkan Nona Anjani..!"


Tita mencoba melepaskan jeratan kedua bodyguard ini yang sudah menahan kedua tangannya dengan sekuat tenaga.


Anjani begitu ketakutan melihat pemandangan ini,ia tidak bisa berkata-kata sambil meremas pinggiran sofa.


mau apa lagi dia, kenapa dia terlihat lebih menyeramkan dari yang sebelumnya..


Anjani merasa gemetaran,


"Tugasmu sudah selesai!, pergilah!, pengawal bawa dia pergi dari sini sekarang!"semakin tegas memerintah Keduanya.


"Baik Nyonya!"


"Nyonya apa yang anda lakukan?, lepaskan saya!,saya harus menjaga Nona muda nyonya!, lepaskan!"


Terus meronta-ronta berusaha melepaskan pegangan kedua bodyguard itu yang sangat erat.


"Diam!, ikuti kami!"


"lepaskan!"Tita yang berusaha sekuat tenaga.


"Inilah akibatnya!"Senyuman kemenangan terpapar dari wajah ketua pelayan menatap Tita dengan tajam, kebetulan ia sedang berdiri di depan pintu kamar.


"Kau, kau yang melakukan semua ini kan?"Tita begitu marah menatap ketua Pelayan.


Ketua Pelayan hanya tersenyum penuh kemenangan dan menatap Tita sinis.


"Cepat bawa dia pergi!"


"Lepaskan!, lepaskan aku!,apa yang kalian lakukan?"


"Diam!, ikuti kami!"


"Aku pastikan Tuan Muda akan memberikan pelajaran untuk kalian berdua!"masih meronta-ronta mencoba melarikan diri.


Namun kedua bodyguard langsung memasukkannya ke dalam kamar dan menguncinya.


"Buka pintunya!,aku mohon buka!,buka pengecut!"


Apa yang harus aku lakukan,


apa yang akan nyonya lakukan kepada Nona muda,


ini tidak boleh di biarkan


aku harus bagaimana...

__ADS_1


Tita merasa begitu khawatir dan gelisah dengan Nona mudanya, karena ia terkunci dan terkurung di dalam kamar, pastinya ia tidak bisa menjaga apalagi melindungi Nona mudanya.


__ADS_2