My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Peresmian & Pembukaan Toko Roti


__ADS_3

Sebulan berlalu begitu cepat.


Setelah sibuk mempersiapkan urusan dan rancangan toko roti yang baru di dirikan ini akhirnya terselesaikan juga.


Segala desain dan arsitektur model toko terlihat begitu indah dan bagus, terlihat mata Anjani yang berbinar berkaca-kaca menatap toko yang baru ini.


Sebulan penuh Devino dan Anjani berlatih ketrampilan dalam membuat roti, hingga akhirnya Devino sudah bisa dan ahli dalam membuat roti sama halnya dengan Anjani.


Sementara Erik sebulan ini juga sibuk,baik mengurus urusan toko yang sedang di renovasi maupun mencari karyawan baru untuk toko ini, iya.. walaupun toko kecil dan hanya mampu menerima 3 karyawan baru saja, yang jelas untuk mendirikan toko kecil ini membutuhkan pengorbanan dan tekat semangat yang begitu membara,dan berkat perjuangan Tuan Muda tentunya yang rela menjual mobilnya tanpa sepengetahuanku istrinya itu.


Toko yang indah, berlebel besar dengan sebutan DEVANI POP BREAD & CAKES!,


"Devani?, siapa yang memberi nama ini?,kau yang memikirkannya?dan bagaimana bisa Devani?"


Anjani merasa bingung menatap suaminya yang berdiri di sampingnya,


keduanya sama-sama sedang menghadap ke arah toko yang baru tegak dan berdiri ini.


"Bukan aku...!,Tuh orang yang merancang segalanya, tanyakan padanya!"


Menghadap ke arah Erik yang sedang fokus ke layar ponsel, Erik pun bingung dengan kedua majikanya yang menatap tajam dirinya.


"Apa kau salah menulis Erik?, seharusnya di poster kau menulis Devino kan bukan Devani?"


Anjani yang merasa masih bingung, karena ia belum membahas ataupun merencanakan nama apapun itu untuk toko yang baru ini bersama suaminya.


Tapi ternyata Erik sudah menamainya lebih dulu tanpa sepengetahuan mereka.


"Tidak Nona,saya sangat benar!, Devani singkatan dari Devino-Anjani, bukankah itu sangat indah jika di tulis begini?"


Menyekit, lalu fokus ke arah ponselnya kembali.


Erik tidak mempunyai rasa bersalah tentang nama toko ini,karena semua urusan berdirinya toko ini di serahkan kepadanya, jadi segala bentuk dan hasilnya tidak boleh ada yang berkomentar sama sekali.


"Baiklah, Aku setuju...!"terseyum dan masih berkaca-kaca menatap toko barunya.


Semua orang semakin berdatangan melihat dan menyaksikan toko roti yang baru di dirikan ini, begitu banyak bunga asli untuk acara pembukaan dan penyambutan yang di gunakan untuk menyempurnakan keindahan suasana di toko baru ini.


Devino terseyum mendekat ke arah istrinya yang masih terdiam memandang toko.


"Gunting pita-nya!,mau sampai kapan kau berdiri?, jika toko ini sudah siap untuk di buka,maka gunting lah!"memberikan sebuah gunting kepada istrinya yang berdiri tepat di depan pita yang memutari toko ini.


"Ini adalah toko mu...!, yang lebih berhak adalah dirimu, sebaiknya kau yang mengguntingnya!"Anjani merasa grogi dan tidak berhak,ia menatap suaminya dengan penuh rasa syukur dan menyuruhnya kembali untuk menggunting pita-nya.


"Baiklah, kalau begitu kita potong pita-nya sama-sama!"


Memegang tangan Istrinya dan mencoba untuk menggunting pita bersama-sama di hadapan semua orang yang menyaksikan acara pembukaan toko baru ini.


Sementara Anjani terdiam menatap lekat suaminya yang sedang mengajaknya untuk memotong pita bersama-sama.


Posisinya yang bersentuhan dan rangkulan Tuan Muda yang tiba-tiba itu membuat Anjani berdebar-debar saat akan memotong pita itu.


"Berdo'a-lah!,kita harus meminta restu dari yang di atas, percayalah...,dia yang akan akan memberikan segalanya untuk kita, baik kesuksesan maupun kemenangan!..."Berbisik kepada istrinya.


Keduanya langsung memejamkan mata dan berdo'a di dalam hatinya.


"Bismillah....ssrrt..."Pita terlepas.

__ADS_1


Rasanya Anjani begitu senang dan ingin sekali menangis.


Melihat semua orang yang bersorak dan bertepuk tangan menyambut toko baru ini membuatnya menintikkan air mata dan langsung memeluk erat suaminya secara tiba-tiba.


Membuat Devino sendiri kaget dan begitu merasa bahagia karena di peluk istrinya.


Sementara Erik langsung tersenyum melihat tingkah keduanya yang saling berpelukan.


"hiks... hiks..."Menangis tak tahan menahan haru yang begitu bahagia di hatinya sambil memeluk erat suaminya.


"kenapa kau menangis Anjani?"


berbicara lembut dan ikut memeluknya erat istrinya sambil tersenyum lebar karena bahagia untuk pertama kalinya buka usaha sendiri.


"Aku senang...hiks... hiks..., karena aku senang, terimakasih atas semuanya...!"


masih memeluk suaminya, ia merasa begitu bahagia, kehadiran Devino benar-benar membuatnya merasa bahagia akhir-akhir ini.


Di satu sisi ada sebuah mobil mewah yang sedang terparkir tak jauh dari tempat toko roti ini di buka.


Terdapat beberapa orang di dalamnya yang sedang memperhatikan mereka semua.


Ia juga membawa beberapa anak buah di dalam mobil miliknya.


Melihat putranya yang sedang tersenyum bahagia memeluk istrinya erat membuatnya terdiam dan berpikir.


Dari dalam mobil Tuan Besar terus memperhatikan keduanya sangat lama entah apa yang sedang ia pikirkan,


Ia bahkan tidak mengucapkan sepatah kata sedikit saja atupun berkomentar setelah melihat keduanya berpelukan.


Membuat semua Anak buahnya terdiam juga dan tak bersuara.


kenapa putraku terlihat bahagia sekali kali ini...


Ia bahkan tidak pernah menyerah untuk bertanggung jawab kepada wanita itu,ia benar-benar meninggalkan segalanya demi wanita itu,


Cinta memang mengalahkan segalanya...,


Aku hanya takut Wanita itu menjadi pengaruh buruk untuk putraku kedepannya,


tapi kenyataannya tidak, ia justru membantu putraku bangkit dari keterpurukan dan belajar mandiri untuk memulai hidup bersama,


Seharusnya aku bangga padanya,bukan malah mengucilkannya seperti ini...


"Sepertinya Tuan Muda terlihat bahagia sekali Tuan...!,ia terlihat sangat mencintai Nona!,dan ia juga sampai rela hidup seperti ini karenanya,aku yakin cinta mereka berdua begitu besar...!"


Tangan kanannya yang sudah mulai berbicara memecahkan suasana di dalam mobil yang tampak hening sejak tadi.


"Ayo kita pulang sekarang!"


Hanya perkataan itu yang keluar dari mulut Tuan besar,ia berbicara datar kepada tangan kanannya yang sedang memegang setir mobilnya,


membuatnya mengerutkan kening mendengar jawaban singkat Tuan besar yang terdengar datar karena membuatnya merasa heran dan bertanya-tanya sendiri di dalam hati.


"Baik Tuan...!"


Aku kira Tuan Besar mengajak para anak buahnya kemari untuk menghancurkan toko itu, ternyata tidak,

__ADS_1


kenapa ia terlihat diam begitu,apa ada masalah dengan keadaan hatinya...,


Apa hatinya sedang terbuka sekarang melihat menantu dan suaminya yang tampak bahagia itu,


Entahlah, aneh sekali...


Tangan kanan Tuan Besar yang masih terdiam karena merasa heran,


lalu segera melajukan mobilnya meninggalkan lingkungan Apartemen ini sesuai perintahnya.


"Sudahlah...!"Mengusap pipi istrinya dengan lembut yang menangis itu karena terharu.


"Ayo kita masuk!, kita harus melihat bagaimana keindahan toko kita yang sekarang!"


Langsung menggandeng tangan Istrinya dan segera memasuki ruangan toko yang terlihat begitu indah oleh hiasan peresmian hari ini.


"Erik,Tita!,bagikan roti dan kue untuk mereka semua yang menyaksikan acara pembukaan toko ini!,supaya mereka lebih mengenal dan mengetahui cita rasa roti dan kue di toko ini!, tentunya jika semakin banyak yang mengenal maka toko ini akan semakin rame dan semakin maju...!"


"Aamiin Tuan Muda, baiklah!"


Erik dan Tita langsung menganggukan kepalanya dan akan segera melaksanakan perintahnya untuk membagikan roti dan kue bersama karyawan barunya.


"Bagaimana caranya kita membagikan kepada semua orang yang ada disini?, supaya terlihat menarik dan lebih ramai lagi...?"


Erik yang masih memandang roti-roti cantik itu dan bertanya kepada para karyawan barunya terutama istrinya yang berada di sampingnya itu.


"Aku tahu...!"


Tita yang sudah memegang satu box besar dan bergabung di tengah-tengah orang-orang yang terlihat berkumpul itu.


Apa yang akan ia lakukan?,


Erik yang penasaran dengan tingkah istrinya yang sudah berdiri di tengah-tengah banyak orang.


Semetara karyawan baru pun ikut mengikuti langkah Tita yang berdiri di tengah-tengah kerumunan sambil memegang box besar berisi roti-roti itu.


"Tak kenal maka tak sayang!, Mumpung hari ini adalah hari pembukaan dan peresmian toko baru!, kita berikan gratis untuk kalian...!, Ayo semua kemarilah...!,cicip dan nikmati roti-roti baru toko Devani pop bread & cakes!, kenali dulu baru berkomentar, setelah mengenal baru kalian boleh sayang!"


Teriak Tita yang lantang sambil tersenyum lebar dengan penuh dengan rasa semangat, membuat semua orang memperhatikannya dan mendekat menghampirinya.


"Ayo..ayo kemarilah, yang jauh mendekat lah kita berkenalan hari ini, silahkan ambil rasa dan toping yang kalian sukai, jangan sampai menyesal karena kalian tidak mencicipi... kemarilah... kemarilah...!"Masih berteriak meramaikan suasana.


Orang-orang berdatangan dan mengambil satu persatu roti ataupun kue karena penasaran untuk mencicipinya, mereka semua terlihat menikmati roti-roti itu dengan raut wajah kagum dan menikmatinya masing-masing.


Tuan Muda dan Anjani pun tersenyum dari dalam ruangan toko.


Melihat tingkat Tita yang meramaikan suasana peresmian ini membuat keduanya merasa senang juga.


Tita terlihat begitu bersemangat membantu Tuan muda dan Nona mudanya untuk meramaikan toko baru mereka ini.


Membuat Erik terseyum melihat tingkah istrinya yang begitu lucu abis untuk pertama kalinya.


Kenapa dia berani sekali melakukan ini di hadapan semua orang...,


lucu juga dia kalau bertingkah seperti ini..,


aku benar-benar tidak menyangka,

__ADS_1


Erik, masih tersenyum memperhatikan Tita yang sedang tersenyum lebar kepada mereka semua yang berdatangan.


__ADS_2