
"Anjani..."Panggilan lembut ibunya yang sudah masuk ke dalam ruangan ini bersamaan putrinya Laras.
"Ibu..."Panggilan kagetnya yang mendapati ibunya yang sudah hadir begitu cepat kemari.
"Ibu..."Panggilan Devino juga yang terdengar lembut sambil tersenyum menatap ibu mertuanya itu.
"Kau baik-baik saja kan sayang?"
"Iyah, aku baik-baik saja Bu"
Tersenyum menatap ibunya yang sedang berjalan menghampiri mereka.
"Bagaimana anakmu?,dia laki-laki atau perempuan?"
Merasa begitu penasaran sejak tadi.
"Dia perempuan Bu, namanya Anita.."
"Nama yang sangat indah sayang.."Sambil duduk di kursi dan menatap putrinya yang sedang menyusui itu.
"ASI-nya sudah keluar kan sayang?"
"Sudah Bu, tapi ia malah berhenti menyedot dan malah tertidur lagi,tadi ia juga nangis terus tak mau menyusu,aku benar-benar sangat panik..."
"Memang begitulah sikap anak yang baru lahir sayang,dia akan lebih sering tidur dan mudah sekali menangis,kau harus bersikap tenang saat menanganinya "
"Iya Bu,tapi aku juga butuh bimbingan dari ibu, karena Anjani belum pernah berpengalaman sebelumnya"
"Ibu akan membimbing mu Anjani, kau pasti sudah bisa, hanya saja kau belum tahu caranya"
"Iya Bu, sebaiknya Ibu tinggal saja di rumah nanti, biar Anjani tidak kebingungan nantinya, soalnya Anjani tidak mau di carikan suster,ia ingin membesarkan dan merawat anak kita sendiri dengan sepenuhnya.. muach"
Saking cintanya Devino ia selalu merasa gemas dan tak berhenti dari kecupan hangatnya yang selalu berulang-ulang ia berikan.
"Iya itu lebih baik Dev,ibu pasti juga akan menemani Anjani untuk beberapa waktu kedepan sampai ia benar-benar pulih"
Semua tatapan menuju ke arah bayi yang imut ini, selain menggemaskan ia begitu lucu saat tertidur dan sekilas jika di lihat dari raut wajahnya mirip sekali dengan sang ayah versi perempuan.
"Dia cantik sekali, hidungnya sangat mancung mirip sekali dengan bapaknya kak..."Laras pun tak berhenti menatap putri mungil yang cantik dan sedang tertidur ini,ia terlihat begitu imut dan menggemaskan.
"Pastinya, siapa dulu bapaknya.. hehe.."Mengedipkan mata sebelah menatap istrinya yang sedang menatap suaminya dengan lekat itu untuk menggoda.
"Apaan si.."merasa gemas juga Anjani kepada suaminya ini.
"Sini sayang, tangan mu pasti sangat pegal, biarkan Anita tidur di ranjangnya,kau harus Istirahat dengan cukup"
__ADS_1
"Baiklah...,tapi aku tidak ingin jauh darinya"
"Iya ampun hanya beberapa sentimeter saja..."
"hehehe..iya iya"
Semoga kebahagiaan seperti inilah yang selalu menyelimuti hari-hari kalian dengan hangat.
Tak lama kemudian Dokter pun datang kembali untuk memeriksa keadaan Nona mudanya.
Makanan sehat juga berdatangan dan di suguhkan dengan hangat untuk Nona mudanya itu.
Devino langsung menyuruhnya makan dengan penuh perhatian ia juga menyuapi istrinya agar segera makan.
Kemudian orang-orang yang sejak tadi berada di luar ruangan langsung masuk ke dalam dengan penuh ketenangan untuk menjenguk Nona muda dan bayinya itu.
Terlihat Tuan besar yang begitu tidak sabar untuk melihat cucu pertamanya yang baru lahir itu.
Ia juga berjalan dengan penuh semangat memasuki ruangan, walupun ia nampak sudah berumur dan tidak lagi sesehat yang dulu, tapi ia tetep terlihat gagah saat berjalan menuju ke ruangan itu.
"Anjani.."
"Papah.."sahut Anjani kembali.
"Kau baik-baik saja kan?, dimana cucuku..?"Bertanya serius, namun matanya mencari-cari keberadaan cucu pertamanya itu.
Sementara Nyonya besar mengikuti langkah suaminya dari belakang.
Bahkan Tuan besar sendiri tidak mempertanyakan tentang jenis kelamin anaknya dan ia malah terlihat tenang dan biasa saja.
Kenapa Papah tidak tanya dia itu laki-laki atau perempuan?,apa dia sudah mengetahuinya, kenapa ia terlihat tenang sekali..
"Anjani, selamat yah atas kelahiran mu..."Nyonya besar memeluk erat menantunya ini di hadapan semua orang sambil mengelus-elus punggungnya.
"Iya, makasih mah.."
"Dia sangat cantik.., hidungnya mancung sekali, siapa namanya?"Tanya sontak Tuan besar langsung,dan sepertinya memang ia sudah tahu sejak awal dari Putranya atas kelahirannya yang seorang putri ini.
Ia juga tampak tersenyum bahagia sambil mengelus-elus pipi si mungil ini dengan telunjuknya.
Wah ternyata dia itu perempuan,aku harap Emely akan melahirkan cucu putra pertama,
biar Papah akan semakin sayang denganya nanti,
"Anita Putri Pah"
__ADS_1
"Anita, namanya yang cantik, sama sepertinya, ia terlihat sangat cantik dan imut sekali kan..."merasa gemas Tuan besar dengan putri kecil ini, sesekali ia memainkan jemari tangannya yang begitu lembut dan halus sehalus sutra.
Kemudian datang juga Emely dan Daniel yang menyusul dari arah pintu masuk ruangan ini.
"Selamat ya kak.."Emely yang sudah mengulurkan tangannya untuk Anjani,ia juga terlihat sedang hamil tua, mungkin kurang dari 2 Minggu ke depan ia juga akan melahirkan.
"Iya Emely sama-sama"
Kemudian datang lagi Diva yang membawa tas ransel kecilnya itu, sepertinya ia sehabis kuliah siang dan langsung mampir ke rumah sakit ini kembali setelah meninggalkannya beberapa saat.
"Wah kakak,kakak sudah melahirkan?,kakak sehat-sehat saja kan?, selamat ya kak.."Langsung memeluk kakak iparnya itu dengan penuh bersemangat.
"Iya Diva thanks you.."
Aku rasa mumpung semua orang ada disini aku harus menceritakan tentang semua hal yang sebenarnya,
Jadi Daniel tidak terus salah paham dan tidak lagi membenci kakaknya,ia juga tidak akan membenciku lagi karena ia tahu aku ini bukanlah pemilik perusahaan yang sebenarnya.
"Entah laki-laki ataupun perempuan itu sama saja,ia tetap akan menjadi penerus perusahaan kan Dev,ia akan menjadi orang pertama di dalam keluarga Bahara Sanjaya, Terutama perusahaan Bahara Sanjaya Group secara turun temurun, ia lah yang akan menjadi wanita nomor satu di keluarga ini..."
Itu artinya jika Emely melahirkan cucu putra pertama maka semuanya akan biasa saja, nomor satu tetaplah Anita, jadi cucuku nanti tetaplah nomor dua di keluarga ini begitu,
Semua terdiam menatap Tuan besar yang sedang berbicara serius dan penting ini.
Ada yang beraut wajah tersenyum dan ada juga yang beraut wajah masam karena merasa iri.
"Aku tahu apa yang sedang kalian pikirkan dan rasakan...,dan aku tahu perasaan kalian semua yang masih janggal dan belum bisa menerima Anjani sepenuhnya,aku mengetahui semuanya, untuk istriku sendiri, kau masih merasa iri dengan Anjani kan,dan untuk Daniel kau sendiri merasa iri dengan kehidupan kakakmu yang sekarang,kau terus merasa Papah tidak pernah adil kepadamu dan lebih menyayangi Devino ya kan?"
Semua terdiam, mereka masih berpikir dari siapa Tuan besar mengetahui tentang hal ini.
"Dan untuk istriku, jika kau tetap bersikap seperti ini,maka kau bisa kehilangan keluargamu termasuk putrimu sendiri Diva,aku bisa menerima ini,kau juga telah membesarkan putraku Devino sampai tumbuh dewasa seperti ini, jadi aku masih memaafkanmu, Diva sudah cerita semuanya tentang apa yang kalian berdua selalu bicarakan kepadanya,ia selalu mengatakannya semua hal itu kepada ku,jadi aku mengetahui ini semua Natara, Daniel".
Masih panjang lebar Tuan besar berbicara.
Semenjak saat itu, saat Tuan besar sudah menerima Anjani sebagai menantunya,pada saat itulah Diva sangat dekat dengan Papahnya.
Hingga apapun yang di katakan Nyonya besar kepada putrinya ini selalu ia beri tahu kepada Tuan besar.
Tak lama kemudian ia memang tahu kalau kakak kandungnya itu adalah Daniel.
Tapi ini tidak merubah rasa sayangnya kepada Devino yang begitu baik sebagai kakak pertama.
Diva juga tidak ingin jika keluarganya sampai terpecah belah,ia juga tidak ingin kehidupannya akan seperti ini kedepannya.
Ia hanya menginginkan agar keluarganya selalu utuh dan bersama selamanya.
__ADS_1
Apalah arti kekayaan yang kita miliki jika tak mampu untuk mengukuhkan hubungan satu keluarga, begitulah yang ada di pikiran Diva saat ini.
Keluarga adalah segalanya, jadi mempertahankan keluarga adalah yang terpenting dari yang lain.