
Inilah alasan Devino tidak mengajak Anjani untuk pergi dengannya hari ini.
Selain ia sedang hamil muda, ia juga tidak ingin melihat istrinya menangis lagi di hadapannya karena ikut merasa sedih nantinya.
"hiks..hiks..,ibu..ibu..."Tanganya itu terlihat gemetaran, memanggil namanya dengan lembut.
Seolah-olah ia tak punya daya untuk duduk tegap.
Ia begitu terpuruk di samping makam ibunya.
Mengelus lembut sebuah tanah yang sudah menyelimuti dan menjadi tempat tidur terakhir ibunya itu.
Tuan Muda kasian sekali...
Aku saja tidak sanggup melihatnya begini,
Erik saja yang berdiri dari kejauhan tidak bisa menahan derai air matanya sendiri, melihat Tuan Muda yang terpuruk seperti ini membuatnya tidak sanggup dan ikut merasa sedih juga.
"Ibu..,satu hal yang aku inginkan saat ini!,aku benar-benar ingin bertemu denganmu,aku hanya ingin memelukmu erat,walaupun sekali saja.... sekali saja.. Bu..aku merindukanmu hiks.. hiks..!"memeluk batu nisan ibunya.
Tubuh Devino saja sudah menyatu dengan tanah karena begitu sedih dan terpuruk.
Sudah cukup Tuan Muda,aku tidak ingin melihat anda seperti ini.., berdirilah...
"Tuan muda..!"Panggilan Erik pelan, rasanya ia ingin sekali mendekat dan menenangkannya.
Namun apa dayanya, keadaan memang sedang begitu buruk saat ini.
Sementara Tuan besar juga terdiam dari kejauhan,ia sengaja mengikuti Putranya sejak tadi.
Terdiam, mulut membisu, lidah begitu terasa kaku untuk berbicara se-ucap saja memanggil nama putranya.
Tuan besar hanya mampu terdiam menatap putranya yang begitu terpuruk dari kejauhan.
Devino... maafkan Papah,kau pasti sangat merasa kehilangan saat ini..
Maafkan Papah yang tega menyembunyikan hal ini dari mu..
Ikut Menintikkan air matanya sendiri.
Rasanya kaki ini begitu ingin melangkah dan berlari menghampiri Putranya dan ingin sekali untuk menenangkannya.
Namun langkah terasa begitu berat dan tak sanggup melangkahkan kakinya sendiri untuk menghampiri Putranya.
Karena ia begitu merasa bersalah bercampur rasa sedihnya yang menyelimuti.
Diang.. lihatlah putra kita,dia begitu hebat dan tumbuh dewasa dengan baik sepertimu..
Semua sikap baik mu dan kemurnian jiwamu ada padanya..,
__ADS_1
Maafkan aku... karena aku baru memberitahunya soal dirimu saat ini..,
Aku pasti sangat jahat.. maafkan aku... maafkan aku Diang,ini semua demi kebaikannya...aku baru memberitahunya sekarang, semoga saja kau tidak marah dan memaafkan ku...
Masih berdiri menatap putranya, sementara Zen berdiri di belakang Tuan besar sambil terdiam pilu menatap Tuan muda juga.
"Aku harap kau tenang di alam sana ibu..!, titipkan lah ibuku di dalam surga mu ya Allah... aammmin!,aku mencintaimu..aku merindukanmu Bu...,aku sangat menyayangimu Bu..maaf.. maafkan Devino yang baru mengetahui soal ini..aku benar-benar minta maaf.. hiks..hiks..!"masih menangis.
"Tenanglah Tuan Muda..!"Erik yang sudah tidak tahan dan menghampiri Tuan mudanya, lalu mencoba menunduk untuk berbicara dan mencoba menenangkannya.
"Zen..,bawa aku pergi dari sini,aku benar-benar tidak sanggup untuk melihat keadaan putraku sekarang..!"
Zen menunduk kepalanya,lalu menuntun Tuan besar yang lemas untuk kembali ke dalam mobil.
Kasihan Tua muda,ia pasti merasa begitu sedih dan syok atas kebenaran ini.
"Sudahlah Tuan muda..,ini sudah jalannya,saya tahu perasaan anda saat ini!, Almarhumah Nyonya besar Diang pastinya sangat mengerti dan memahami tentang keadaan anda yang baru mengetahui hal ini..!"
"Kau tahu Erik..,aku benar-benar merasa bersalah dengan semua ini!,aku benar-benar tidak berdaya saat ini.., bahkan aku merasa aku saja tidak punya tulang untuk sanggup berdiri tegak tanpa kehadirannya..,aku ingin sekali bertemu dengannya walaupun hanya sekali saja..,aku merindukannya Erik..!"
"Iya..iya Tuan Muda!"Erik mulai berderai kembali.
"Percayalah Tuan Muda..anda bisa melewati semua ini!"Erik ikut merasa semakin lemas dan tak berdaya karena ini adalah pertama kalinya ia melihat Tuan muda terpuruk seperti ini.
Lalu mengelus pundak Tuan mudanya dengan lembut,ia tidak bisa berkata apa-apa selain berusaha untuk menangkannya.
Masih terdiam di samping makam, Tuan Muda sedang berusaha untuk menangkan dirinya bersama Erik di sini.
*****
"Aduh hawanya panas banget lagi...!"Anjani berdiri dari duduknya,ia merasa haus dan ingin sekali minum atau makan yang seger-seger di siang bolong.
Melihat Tita yang sedang beribadah Dzuhur membuatnya keluar dari kamarnya sendiri untuk mengambil minuman.
Lagian Anjani tidak suka dimanja atupun di perlakukan secara berlebihan seperti hal kecil saja harus memerlukan bantuan orang lain,hal itu Anjani sangat enggan, karena dia tipe yang mandiri dan tidak ingin merepotkan orang lain.
Melihat menantunya yang keluar dari kamarnya itu membuat Nyonya besar mencibir merasa gregetan.
Tumben... ia keluar kamar sendirian, Devino sedang pergi kan...
Bagaimana kalau aku bermain-main dengannya sebentar..
Kau sedang hamil kan Anjani, jangan harap aku membiarkan anak itu lahir dan menjadi cucu pertama di rumah ini...
lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadamu...
Sambil melihat menu makanan yang ada di atas meja,lalu tersenyum sinis sambil menatap makanan-makanan itu.
Lalu ia juga melihat bumbu lada hitam di meja.
__ADS_1
Kebetulan sekali ada kamu disini...
Tersenyum senang,
Kemudian ia langsung mencampuri beberapa menu dengan lada hitam sebanyak-banyaknya dan mengaduknya sampai rata tak terlihat.
"Siang Mah..."Sapa Anjani manis kepada Mamah mertuanya yang sedang berada di meja makan, memang ia selalu bersikap manis kepada siapa pun,bukan karena dibuat-buat atupun drama, memang gaya bicaranya saja begitu gemulai dan lembut saat berbicara.
"Eh.. Anjani...,siang sayang!, mamah mau makam siang nih..!, temani mamah yah!, kebetulan semuanya sedang sibuk sendiri,Diva juga lagi keluar ngurusi skripsi bersama Teman kuliahnya, temani mamah makan yah..!, mamah merasa tidak enak jika harus makan sendirian..!"
"E'...ya sudah baiklah!, Anjani temenin makan ya mah!"
Anjani merasa tidak enak diri, sebenarnya ia merasa tidak ***** makan saat ini.
"Iya sayang!, duduklah... .!"mempersilahkan menantunya dengan sangat lembut dan hangat.
Sementara Anjani langsung duduk di depan kursi Mamah mertuanya.
"Kamu mau makan apa Anjani?.., biar mamah ambilkan!,semua menu-menu disini juga sehat-sehat loh untuk kamu yang sedang hamil muda..., selamat yah... mamah senang deh bentar lagi punya cucu...!"Terseyum begitu bahagia di depan menantunya ini,dia benar-benar seperti artis bertalenta papan atas yang pandai dalam bermain sebuah drama ataupun berakting dalam peran.
Terutama tokoh antagonis,dia lah ahlinya dalam sebuah permainan drama.
Makanlah Anjani...!, perlahan-lahan aku pasti akan menyingkirkan mu dan Devino dari rumah ini..
aku tidak terima jika kehidupan putraku tak seindah kehidupan kalian berdua saat ini..
"Anjani tidak ingin makan mah!,mamah saja..., Anjani hanya akan menemani mamah makan, kebetulan Anjani hanya haus saja.!"
sial, intinya dia harus makan sekarang..
"Oh... tunggu sebentar sayang!,biar mamah saja yang mengambil minumannya untukmu yah...!"
Langsung mengambil minuman air dingin dari kulkas untuk Anjani.
"Minumlah sayang..,kau harus perbanyak minum dan jangan sampai kurang minum yah, terlebih kau sedang hamil saat ini..!"
"Iya mah makasih..!"langsung meminum itu dengan perlahan dan rasa hausnya pun semakin memudar .
"kenapa mamah tidak memulai makannya?"Tanya Anjani bingung, melihat mertuanya yang malah terdiam menatap dan hanya memegangi sendok saja membuatnya heran.
"Mamah tidak ***** makan jika harus makan sendirian Anjani..,kau tidak ingin makan juga menemani mamah?, kamu kan sedang hamil, setidaknya isi perutmu dan perbanyaklah makan...,kalau soal enek itu sudah biasa Anjani, tapi kau harus lawan dan tetap makan dengan teratur yah, supaya kamu semakin sehat....!"
"Iya mah, Anjani mengerti!"menganggukkan kepalanya dengan lembut dan selalu mendengarkan nasihat orang lain.
"Iya.. sudah, kalau begitu makan yah Anjani!,mamah ambilkan...!"Terlihat memaksa nih Nyonya besar, bahkan ia mengambil semua menu makanan yang sudah ia taburi dengan lada hitam yang begitu banyak.
"iya sudah baiklah Mah....!"
Menurut saja apa perkataan mertuanya sambil memperhatikannya yang sedang mengambil menu makanan itu untuknya.
__ADS_1