My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Kembali Ke Perusahaan


__ADS_3

Hari menjelang malam, akhirnya suami yang ditunggu-tunggu pulang juga kerumah.


"Sayang..kau sudah pulang?"Memeluk erat suaminya yang sudah membersihkan dirinya di kamar mandi bawah.


"Maaf,aku meninggalkan mu Sayang... muach..!"mengelus kepalanya lembut dan mencium keningnya.


"Kau dari mana...?, kenapa rambutmu basah, kau sudah mandi dimana..?".


"Aku mandi di bawah?"


"Kenapa mandi di bawah?.."


"Biar di peluk mu dengan keadaan wangi nantinya, tapi benarkan hehe.....!"


Devino tidak menjelaskan kepada istrinya kalau ia habis berpergian ke pemakaman ibunya.


"Kau habis menangis..?"


"Hem?,tidak!"


"bohong...!, mata mu bengkak kan..?"


menatap mata suaminya lekat.


"Tidak... sayang!, mungkin hanya karena kemasukan sabun mandi tadi,jadi terasa perih dan aku kucek-kucek, jadinya menangis..!"


Ternyata kebohongan untuk menutupi perasaan hati seseorang itu perlu ya Tuan Muda.


"Sudahlah..!,ayo sayang kita ke kamar!, aku lelah..!"


"Baiklah...!"


Keduanya langsung masuk ke dalam kamar dan duduk berhadapan di samping ranjang.


"Kau lelah sayang...?"Mengelus-elus pipi suaminya lembut.


Kemudian Devino menggelengkan kepalanya.


"Sayang...!"panggil Devino kembali,lalu memegang tangan Anjani dengan lembut dan menundukkan kepalanya dan bertumpuan di bahu istrinya.


"Iyah...., kenapa?,apa ada masalah?, katakan!..!"menjawab dengan lembut lalu mengusap-usap pundaknya.


"Papah menyuruhku untuk kembali memimpin kantor besok..!"berbicara dengan nada lemesnya dan tak berdaya dengan hembusan nafasnya yang terdengar lemah itu.


"Syukurlah sayang..!, kenapa kau malah tidak bersemangat seperti ini..?"


"Lalu bagaimana dengan toko roti kita?, sedangkan kau sedang hamil kan...!"mengelus perutnya lembut.


"Jangan di pikirkan, pikirkan perasaan mu sekarang, bukankah memimpin perusahaan adalah keahlian mu!,kau tak pantas bekerja di toko roti yang panas itu terus...!"


"Bukan begitu..!, kita bangun toko ini sama-sama,masa di tinggalkan begitu saja!"


"Lalu kita harus bagaimana?, memang kau tidak ingin mengurus perusahaan mu agar semakin maju nantinya..?"


"Perusahaan ini ternyata milik ibuku, karena saham terbesarnya ada di tangan ibukku,dan aku yang harus mengurus sesuai pesan terakhir dan wasiat yang ada di tangan Papah dari ibu!"


"ibu..?"Anjani terseyum, lalu menatap suaminya.


"Iyah..,dia anak satu-satunya di keluarga Sanjaya Anjani,tapi dia malah.."melihat suaminya yang berkaca-kaca membuat Anjani langsung menutup mulutnya dengan telunjuknya.


"Hust....,ini memanglah takdirmu sayang,kau harus menerimanya dengan lapang dada, agar Ibumu tenang di alam sana.., jangan pikirkan toko roti, tanggung jawab mu lebih besar untuk mengurus perusahaan sekarang...!"


"Bagaimana kalau toko roti kita kasih ke Ibumu...!"

__ADS_1


"Apa boleh,ini adalah aset mu..,toko roti ini milikmu kan..?"


"Ini milikmu juga sayang...!,aku mendirikan toko ini untukmu..!,kita juga sudah susah payah untuk membangun ini kan!, jadi... semoga saja toko roti ini semakin maju jika Ibumu yang mengurusnya nanti..!


"Sebenarnya ibuku juga nganggur di rumah.., tapi jika kau bersikeras untuk melanjutkan toko roti itu...aku akan berikan kepadanya, karena memang ia lah yang lebih pandai membuatnya..!"


Devino terseyum, sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat buncit.


"Keputusan yang tepat Anjani..!,apa pagi ini kau mual-mual?, maafkan aku yang telah berani meninggalkanmu Anjani..!"


"Tak apa sayang!, lagian pagi ini aku tidak terlalu mual-mual...!"


"Aku takut kau kenapa-napa..!"


"Jika kau lelah.. Istirahatlah sayang..!"menepuk kedua tumpukan kakinya, agar suaminya mau tiduran di pangkuannya.


Lalu Devino terseyum dan membaringkan tubuhnya di pangkuan istrinya.


Mengelus-elus rambut dan kepala suaminya lembut, agar Devino Istirahat dengan nyaman di pangkuan Anjani.


******


Pagi ini Devino terlihat begitu rapi,ia kembali memakai pakaiannya yang seharusnya ia pakai setiap saat.


Balutan kemeja,dasi, dan Jaz biru yang ia gunakan hari ini tanpa terlihat begitu licin dan memukau di tubuhnya.


"Semangat bekerja ya sayang...!, pimpin perusahaan mu dengan benar!,kau begitu bersinar dan sangat tampan hari ini...!"


"benarkah?,kau yakin?,kalau begitu cium aku..., berikan aku bekal penuh cinta hari ini..!"


"Baiklah.. Muach..!"


"cuma satu kali?,satu kali hah..?"


"memangnya kau mau berapa kali..?"dengan bingung menatap tingkah suaminya yang menghentikan langkahnya.


"sebanyak-banyaknya?, sampai aku puas..?biarkan saja tas itu..!, biar Erik yang membawanya...!"


memegang kedua tangan Istrinya dan menaruh tas itu di atas sofa lalu menatap istrinya dengan penuh cinta.


"kau mau ikut..?"tidak rela meninggalkan istrinya walaupun hanya sebentar ke kantor,ia enggan untuk jauh-jauh dari istrinya.


"Ini adalah hari besar dan hari pertama bagimu untuk kembali ke perusahaan kan..,aku tidak mungkin ikut,kau akan berbicara dengan seluruh karyawan dan mengubah sistem kantor kan,kau akan sibuk nanti!, aku tidak mungkin membuat mu semakin repot di sana jika aku ikut....!"


"Tapi..aku tidak mungkin meninggalkan mu Anjani..!,aku tidak bisa!"


memeluk istrinya erat,ia sudah terbiasa berdampingan dan berdekatan dengan istrinya sangat lama, hingga membuatnya kaku untuk meninggalkannya walaupun hanya sebentar sampai menjelang petang saja.


"Hanya sampai menjelang petang kan..?,aku pasti akan menunggu mu sayang..., tenanglah!, aku bersama Tita disini...!,tak usah khawatir..!"


Masih merasa tidak rela untuk meninggalkannya,


"Muach.. Muach... Muach.. Muach..."Entah berapa kali ciuman yang ia berikan-nya, yang penting Anjani ingin membuat suaminya senang sekarang.


Lalu Devino terseyum lebar menatap istrinya.


"Semangat...!,kau harus berdiri tegak!,ini adalah kewajiban mu untuk mengurus perusahaan.., sukses selalu sayang..!"


Sambil membenarkan jas biru milik suaminya yang tampak miring.


"Thanks you..,aku mencintaimu..!, muach..!" membalas ciumannya di pipi.


"Iya udah..,ayo berangkat!, lihat jam berapa nanti kamu telat..!"Menuntun suaminya keluar dari dalam kamar.

__ADS_1


Erik yang sedang berdiri di depan pintu langsung masuk ke dalam untuk membawa tas leptop milik Tuan mudanya.


"Hati-hati di jalan, jaga dirimu baik-baik...!, selamat bekerja sayang..!"memeluk suaminya erat.


"Iyah...!,jaga dirimu baik-baik juga Anjani,aku pasti sangat merindukanmu walaupun satu detik..!'


"Iyah sayang..., aku akan menjaga diriku,aku pasti sangat merindukanmu juga...,jangan lupa minum yang banyak yah!, jangan sampai kekurangan cairan!"


"iya sayang....,aku akan selalu ingin itu, love you.. muach"mencium kening istrinya karena ia hendak akan masuk ke dalam mobil.


"I love you to sayang.., hati-hati!"Terseyum penuh cinta menatap suaminya dengan wajah manisnya yang merona itu.


Lalu Devino melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan tempat begitu saja bersama Erik.


Tanpa sengaja...,


"Brakk..!"Anjani menabrak Daniel dan menjatuhkan dokumen yang ada di tangannya tadi ketika bertabrakan itu.


sejak kapan dia berdiri di belakang ku...


"Ma..maaf,maaf!,aku tidak sengaja..!"mencoba mengambil dokumen itu


"Tidak.. tidak.. tidak.. usah!"Memegang kedua tangan Anjani yang akan menyentuh lantai dengan lembut.


"Biar aku saja...!, tanganmu kotor nanti...!"Tanpa melepaskan genggaman tangannya.


Anjani yang tersadar langsung melepaskan tangannya begitu saja.


Melihat tatapan Daniel yang lekat sambil mencibir membuatnya merasa tidak nyaman.


Lalu Daniel mengambil Dokumen itu dengan terseyum tipis.


"Maaf..."Anjani berbicara sambil melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah, Namun tangan Daniel berusaha untuk menghentikan langkahnya dengan cepat.


"Lepaskan..!,apa maksudmu...?"Terbawa suasana Anjani,ia sudah panik terlebih dahulu.


"Kau sangat cantik!"


Membuat Anjani yang mendengar perkataannya langsung terbelalak dan mengibaskan tangannya.


"Hehe..."Melihat Anjani tegang membuat Daniel tertawa.


"Maaf kakak ipar!,aku hanya bercanda"


memang si kau sangat cantik...


"Ini.. bukankah ini milik mu...,aku menemukannya di lantai!"


Memberikan sebuah sapu tangan yang jatuh saat Anjani mengantar suaminya tadi.


"Baiklah terimakasih..., maaf...!"Merasa canggung dan tidak enak diri,Anjani langsung memasuki ruangan rumah meninggalkan Daniel yang sedang menyerkit menatapnya.


Lihat saja..,apa yang akan aku lakukan nanti Nona manis....


Anjani terdiam menatap sapu tangan itu sambil berjalan menuju ke kamar.


Kenapa tatapnya membuatku merasa tidak nyaman disini.....


Sementara Tita sedang tersenyum di dalam kamar, merasakan tingkah suaminya yang begitu lembut tadi membuatnya tersenyum sendiri sambil membuka tirai kamar.


Aku berangkat!,jaga dirimu baik-baik disini yah..,dan jagalah Nona muda dengan baik!,aku mencintaimu... Muach...,


Sambil membelai kepalanya, memberikan kecupan di kening,dan begitulah yang Erik lakukan saat ini, semakin hari semakin tumbuh rasa cinta di antara mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2