My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Tita Sakit


__ADS_3

Semuanya sudah berdiri di ruangan utama.


Erik dan Tita segera menghampiri kedua majikan yang sudah datang itu.


"Siang Tuan Muda,Nona,anda berdua baru sampai?"


Menundukkan kepalanya,Erik menyapa dan menghormati keduanya seperti biasa.


"Siang juga Erik, bagaimana urusan semuanya,apa sudah kelar?"


"Sudah Tuan Muda!, semuanya sudah beres!"


"Baguslah..!"


"kau tidak menyuruh istrimu yang berat-berat kan?, awas saja jika Tita sampai kecapean!"Anjani yang sudah menatap sinis Erik.


"Tenang saja Nona, istriku sedang Istirahat, tuh..!"


Menunjuk Tita yang sedang tertidur di atas sofa.


"Iya ampun Erik!, kenapa kau membiarkan istrimu itu tidur di sofa?,apa kau tidak waras?, pindahkan Tita ke kamar!"Anjani


mendekat ke arah sofa dimana Tita sedang tertidur itu.


"Ta..tapi Nona!"


"Erik!, turuti kemauan Anjani, antar istrimu ke dalam kamar!,kau pasti sudah tahu kamarmu kan?, kasihan jika ia harus tidur di sofa!"


"Sudah Tuan muda, tapi ia tidak mau tadi... !"sambil menatap Nona mudanya yang sedang mendekat ke arah istrinya itu.


"Tita.."Panggilnya lembut, sambil mengelus kepalanya pelan.


Iyah ampuh kenapa panas sekali..


"Tita..kau tidak papa?, Erik..!, kenapa Tita badannya panas sekali?,apa kau tidak mengetahuinya hah..?,Tita..."Dengan suara panik dan penuh khawatirnya menatap Erik tajam, Anjani berulang-ulang mengecek suhu tubuh Tita untuk memastikannya kembali.


"Apah..?"Erik pun merasa bingung, karena yang ia tidak tahu kalau Tita sakit,Tita hanya bilang meminta tidur sebentar tadi.


Erik sendiri juga sangat sibuk dengan urusannya tadi, sampai-sampai ia tidak memperhatikan istrinya yang sedang sakit.


"Tita sakit..?,Erik kau ini bagaimana sih?"Tuan Muda yang ikut panik juga jadinya.


"Aku tidak Papah Nona, hanya pusing sedikit, jangan salahkan suamiku...,aku yang kurang menjaga diri...!"


"Maaf Nona!,aku benar-benar tidak tahu.."


Mendekat ke arah istrinya untuk segera mengecek keadaannya.


"Kau tidak Papah Tita?, kenapa kau tidak bilang kepadaku!, maafkan aku yang kurang perhatian yah...!, kenapa badanmu panas sekali..?"Merasa bersalah, bahkan mata Erik mulai berkaca-kaca menatap istrinya yang masih terbaring itu.


Sebenarnya sejak semalam pun Tita sudah tidak enak badan,tapi ia berusaha menahannya dan menyembunyikannya dari suaminya itu.


"Tenanglah Erik!,aku tidak papa!,ini hanya pusing ringan..,aku tidak papa!"


Mencoba berdiri dari tidurnya dan mencoba tersenyum lebar menatap suaminya itu.

__ADS_1


"Seharusnya kau bilang!,kau tahu sendiri kan aku sangat sibuk.., seharusnya kau..!"


"Kau menyalahkan istrimu sekarang?, berhenti berbicara!, bawa istrimu ke kamar!..."Bicara Erik terpotong oleh Anjani, intinya ini adalah kesalahan Erik menurutnya.


"Aku tidak papa kok Nona...,aku hanya pusing sedikit...!"Matanya yang indah itu bahkan terlihat sayu, bibirnya terlihat sangat pucat, terlihat Tita yang sedang menahan rasa pusingnya dan mencoba tersenyum manis.


"Tapi badan mu panas sekali Tita..!,kau pasti sangat pusing kan?"


Mencoba mengecek suhu tubuh Tita kembali, Anjani benar-benar merasa gelisah dan khawatir sendiri jadinya.


Sikap tita yang begitu baik dan perhatian kepada Nona mudanya selama ini membuat Anjani menyayanginya seperti saudara, bahkan Anjani sudah menganggap Erik dan Tita seperti keluarganya sendiri.


kau kenapa sayang..?


kenapa kau tidak bilang sejak tadi, seharusnya kau bilang kalau kau tidak enak badan kan...


Tapi ini semua salahku,aku terlalu sibuk dengan urusan ku sendiri... maafkan aku Tita.. maaf kan aku


Erik merasa begitu bersalah dan gelisah sendiri sekarang,ia masih terdiam menatap istrinya lekat.


"Kalau begitu... pindahkan istrimu ke kamar segera Erik!, sebaiknya kau panggil dokter juga..!"


"Tidak usah Tuan Muda!, saya baik-baik saja kok!"


"Jangan dengarkan kata istrimu!, panggil dokter sekarang juga Erik...!"


"Baik Nona...!"


"Aku.. tidak papa Erik..!"


"Diam!,kau sedang sakit!,ayo ikut aku ke kamar...!"Tanpa pikir panjang Erik langsung menggendong istrinya dan masuk ke dalam kamar.


"Lihatlah Erik!, sekarang dia terlihat khawatir sekali bukan, pasti rasa cintanya sudah begitu besar kepada Tita...!"


"Begitu kekuatan cinta..!, sekeras apapun batu bisa di musnahkan dengan air, jadi kenali dulu sebelum membenci, cinta akan datang seiring berjalannya waktu Sayang...!, dan cinta itu pula akan tumbuh karena rasa kebiasaan dan karena kita sering bersama-sama sayang....,kita akan baru merasa kehilangan jika kita sudah jauh darinya,jika dekat memang tak nampak tapi jika jauh barulah kita merasa kehilangan...,!"


"Semoga saja cinta mereka abadi Anjani, setelah sekian lama aku hanya melihat keduanya saling jauh dan cuek,tapi kali ini aku benar-benar merasa bangga dengan mereka berdua yang sudah saling mencintai itu..!"


"Iya sayang...,aku harap mereka berdua akan selalu seperti ini selamanya..!"


Erik langsung membaringkan istrinya di atas ranjang dengan perlahan.


"Aku tidak papa Erik..!, Tenanglah...!, kau sudah makan siang belum...?"


Tita sama sekali tidak memikirkan dirinya sendiri, entah ia sedang sakit atau tidak yang jelas memikirkan suaminya adalah kehormatannya.


"Jangan pedulikan diriku..!, lihat dirimu sekarang!, dengan kondisi seperti ini kau masih tidak memikirkan diri mu sendiri?,kau juga belum makan siang kan?, lihat kan...kau jadi sakit begini.....!"


*Aku tahu pekerjaanmu sangat sibuk Erik,aku juga tidak ingin menambah beban aktivitas mu nantinya jika kau tahu aku sakit begini kan..


Aku tidak papa... kok,


aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba aku pusing sekali saat ini*..


"Apa yang kau katakan?,aku tidak papa..., lagian aku hanya merasa enek saja,aku tidak ingin makan Erik...!"Beranjak berdiri dari tidurnya.

__ADS_1


Kenapa rasanya aku ingin sekali muntah,


"Kamu mau kemana Tita?, kamu harus istirahat!"menahan tangan Istrinya yang beranjak berdiri dari ranjangnya itu.


"Aku hanya ingin ke kamar mandi sebentar..!"


"Mau aku temani?"


"Tidak usah!,aku tidak papa..!"


"Kau yakin?"


Menganggukan kepalanya meyakinkan Erik,


Lalu Erik melepaskan genggaman tangannya dan membiarkan Istrinya pergi ke kamar mandi sendirian.


Melihat istrinya yang begitu pucat membuatnya segera mengambil alih untuk segera memanggil dokter, karena ia tidak tahan dengan perasaanya sendiri yang merasa begitu khawatir dan gelisah sejak tadi.


Sibuk menatap layar ponselnya,lalu ia segera menelfon dokter untuk segera datang ke rumah ini secepatnya.


"Datanglah kemari Dok!, periksa istriku sekarang!,tanpa terkecuali..!"berdiri tepat di depan cermin yang ada di kamarnya itu sambil melepaskan kemejanya yang terasa sangat gerah di badannya.


"Huek..!"mendengar sekilas suara yang melintas di telinganya itu membuatnya berhenti berbicara dan menatap pintu kamar mandi.


Sambil menyengkrut kan dahinya ia menatap kamar mandi dan mendekat ke arah pintu kamar mandi.


"Maaf Pak Erik!,saya sedang praktek,jadi kemungkinan saya akan datang terlambat..!"


"Aku tidak mau tahu, datang sekarang!"


"Huek...huek.."


"Tita.."Bahkan Erik langsung mematikan panggilan yang belum selesai berbicara itu dan melempar ponselnya ke atas ranjang.


"Tita..,apa yang terjadi denganmu?"


"Aku tidak tahu..!,aku merasa sangat enek..huek..huek..!"


Kemudian Erik langsung memberikan perhatiannya dengan tulus dan penuh kekhawatiran memijat-mijat leher istrinya dengan lembut.


"Ada apa denganmu?, kenapa kamu seperti ini!"Menatap istrinya yang di penuhi dengan keringat dingin di keningnya yang sudah bermunculan itu.


Raut wajahnya benar-benar terlihat semakin pucat tanpa warna.


Jemari-jemari Erik mulai menelusuri setiap lekuk wajah Tita dengan sangat lembut untuk mengusap keringatnya yang bercucuran itu.


"Kau terlihat sangat pucat Tita..!, maafkan aku!, seharusnya kau tidak seperti ini sekarang..., Muach..,maaf... maafkan aku..!"Mencium kening istrinya dengan penuh kehangatan lalu memeluknya erat.


Erik benar-benar merasa begitu bersalah karena kurang perhatian kepada istrinya selama ini,ia terlalu sibuk bekerja sehingga ia menjadi lalai.


"Erik....!"Panggilan Tita lembut di pelukan suaminya itu.


"Iya..!, katakan!,kau menginginkan sesuatu?,aku sudah memanggil dokter ke mari,kau pasti akan cepat sembuh nantinya...!"


"Kenapa... kenapa ini terasa gelap.. Braghh.....!"Tita jatuh pingsan, untung saja Erik segera membekapnya, dan justru malah dirinya yang terjatuh sambil memeluk Tita erat menabrak pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Tita..!, Tita..!"Erik semakin panik dan mencoba membuat Tita agar segera sadar dan menepuk-nepuk pipinya lembut.


Namun tidak ada sahutan ataupun respon dari Tita, ia benar-benar pingsan tak sadarkan diri.


__ADS_2