My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Kenangan Buruk


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul sepertiga malam.


Yang ditunggu-tunggu sudah sadar dari pingsannya, namun yang menunggu justru malah tertidur pulas di sampingnya.


Mungkin Erik baru saja terlelap karena terlalu lama menunggu istrinya yang tak sadar-sadar juga, jadi ia terlihat begitu pulas sambil memeluk istrinya erat.


Apa yang terjadi,apa ini sudah malam,


Menatap suaminya yang memeluknya erat itu.


Erik..., kenapa kau terlihat begitu tampan walaupun sedang tertidur


Tersenyum sendiri menatap suaminya lama,tapi rasa kebelet mengganggunya dan membuatnya ingin segera bangun dari tidurnya.


"Tita...,kau sudah sadar?,kau mau kemana?"Bertanya dengan mata yang masih terpejam.


Tingkah Tita yang berusaha menggeser tanganya benar-benar membuatnya terusik dan terbangun dari tidurnya.


Terlihat juga Erik yang berbicara begitu panik di antara sadar dan tidak sadar karena baru saja terbangun.


"Aku hanya ingin ke kamar mandi sebentar..., Tidurlah!"memegang bahu suaminya agar Erik segera tenang dan menyuruhnya untuk tidur kembali.


Erik terus mengucek matanya yang terasa lengket itu karena masih ngantuk untuk segera tersadar sambil menatap Tita sayu.


"Aku temani..."


"Tidak usah,kamu ngantuk kan?, Tidurlah lagi,aku hanya ingin ke kamar mandi kok.."


"Tidak!,kamu harus hati-hati,kamu kan sedang hamil.."


Sudah ku duga Erik akan segera mengetahui hal ini...


"Tenanglah..! aku tahu..., aku akan menjaga diriku dengan baik..!"


"Apa...?, berarti kau sudah tahu kalau kau sedang hamil?, tapi kenapa kau tidak memberitahuku Tita...?"Sudah menyengkrut-kan dahinya Erik, mungkin ia tampak kesal dan merasa sedikit marah.Di dalam hatinya ia sedang berkata bagaimana bisa istrinya menyembunyikan hal sebesar ini darinya.


"Aku sudah berusaha memberitahu malam lalu, tapi kau pergi meninggalkan kamar saat menerima panggilan masuk dan keluar kamar lama sekali, sedangkan aku malah tertidur pulas karena menunggumu terlalu lama, jadi aku lebih memilih waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini, kemaren kau juga sangat sibuk kan seharian, jadi aku tidak memberitahu mu, lagian aku tidak seperti ini biasanya,aku kira aku hanya masuk angin dan bukan karena efek hamil....!"


"Cukup..."Menutup mulutnya dengan telunjuknya lembut, Karen Erik sudah merasa bersalah sendiri sekarang.


"Aku tahu ini semua salahku..!, aku yang terlalu sibuk dan kurang memperhatikanmu,maaf... maafkan aku Tita.... maaf... maafkan aku....!"memeluk Tita begitu erat, keadaannya yang sedang hamil benar-benar membuatnya merasa semakin sayang dan merasa semakin bersalah.


"Apa yang kau lakukan?, dan kenapa kau harus meminta maaf sayang..?,aku tahu kau orang yang sangat sibuk, dan aku juga tahu sibuk mu itu baik, karena kau bekerja dan melayani Tuan muda kan..., tanpa kau menjelaskan pun aku sudah tahu Erik,tak perlu meminta maaf!, aku mengerti akan posisimu..,dan inilah resikonya untuk menjadi istrimu dan menjadi orang yang mencintaimu sepuhnya!"


Sepertinya rasa kebelet Tita sudah menghilang begitu saja,ia bahkan tidak merasakan apapun, melihat tingkah suaminya yang tiba-tiba terpuruk membuatnya tidak nyaman dan ingin terus melayaninya.

__ADS_1


"Tiara...."


dia memanggilku Tiara


"Iyah..."masih terbengong,mendengar panggilannya yang begitu manis dan lembut membuatnya berkaca-kaca.


"Tiara...?"ucapan lembutnya kian terucap menatap lekat suaminya, masih merasa tidak percaya jika suami Erik memanggilnya nama itu.


"Tiara Tanita...,aku mencintaimu..., mungkin aku pernah berbuat kasar dan membuat hatimu terluka waktu dulu, maafkan aku..!, bahkan dengan jahatnya aku membenci nama mu..!, bahkan dengan jahatnya aku berbicara kalau aku tidak akan pernah memanggil nama mu walau hanya sekali saja...!, maaf... maafkan aku.., bahkan lebih jahatnya lagi aku mengganti nama mu semauku.. maafkan aku!"Memeluk istrinya erat, tingkah Erik benar-benar seperti anak kecil yang sedang merengek meminta maaf.


Tita mulai menintikkan air matanya.


Mengingat semua kanangan dulu dimana dirinya pernah depresi dan mengalami kenangan buruk.


Saat dirinya sedang sibuk kuliah dan baru saja menikah, kedua orang tuanya bertengkar hebat, hingga mengalami perpecahan.


Kedua orang tuanya pun akhirnya berpisah dan bercerai.


Saat perceraian terjadi ibunya pergi begitu saja bersama lelaki barunya, sementara Ayahnya yang selalu bersamanya terkena serangan jantung dan pergi meninggalkan dunia.


Sementara ia harus bersanding dan hidup dengan seorang Erik yang belum ia kenali dan orang yang sama sekali tidak mencintainya.


Hingga ia mengalami depresi dan memutuskan pergi ke sebuah bar untuk menghibur dirinya.


Inilah yang membuat Erik begitu marah dan membencinya, bahkan saking marahnya karena nama istrinya di panggil-panggil terus oleh para lelaki yang ada di bar itu membuatnya begitu marah dan berusaha menyeretnya begitu saja dari dalam bar.


"Tiara Tanita yang cantik!,kau mau pergi kemana?, bagaimana bisa kau di per-dayai oleh lelaki kasar sepertinya?, lebih baik sama aku saja.., akan aku layani dengan sepenuh hati malam ini..!"


"Plakkk...!"Sekali tamparan tangan Erik langsung menghempaskan tubuh lelaki yang berbicara seenaknya itu.


"Cukup!, jangan berani memanggil nama istriku..!"


"Istri yang mana?,Tiara Tanita..?, wanita cantik ini..!,dia bilang dia masih sendiri kan?, bagaimana bisa kau mengaku kalau kau ini adalah suaminya hah?.."


"Tutup mulutmu!,kau mau mati..?"Erik terlihat begitu marah kepada lelaki itu yang masih berusaha untuk mendekati istrinya.


"Kenapa kau marah?,apa yang kau lakukan dengan orang tampan itu?, kenapa kau menamparnya hah?, kenapa kau kemari...?"


Bertanya dengan nada orang yang terlihat berpikiran kosong dan tidak sadar.


"Ayo keluar!"Berusaha menyeret istrinya dari dalam bar kembali.


"Haha... bahkan istrimu terlihat tidak menyukai mu!"


Dimana pikirannya, bagaimana bisa dia masuk ke lingkungan seperti ini...

__ADS_1


"Tiara Tanita?..,nama yang sangat indah aku suka nama mu...!, jangan mau mengikuti lelaki kasar sepertinya..!"Lelaki itu masih belum mengalah juga, bahkan ia berteriak dari dalam ruangan bar sambil tertawa kecil melihat langkah keduanya yang pergi meninggalkan bar.


Lelaki brengsek!,


berani sekali dia menantang ku, nama yang indah dia bilang,


aku benci nama ini


Terus menyeretnya masuk ke dalam mobil setelah keluar dari lingkungan bar.


"lepaskan!, apaan sih?,kamu ini mengganggu ku saja....!"


"Wanita apa kau ini hah?..., bagaimana bisa aku menikah dengan wanita sepertimu!, wanita tidak tahu diri!, bagaimana bisa kau pergi ke tempat seperti ini tanpa seizin ku?"


"Kau bilang apa si?, memang kau ini siapa..?,aku ingin masuk kedalam!"


"Tiara...!"Teriak Erik melihat istrinya yang menggila dan ingin kembali ke dalam.


"Apa maksudmu melakukan semua ini?,kau mabuk?,apa kau ingin membuat malu suamimu hah?"membentak istrinya begitu saja, kesabaran Erik sudah menghilang saat ini.


"Tiara...?,kau juga memanggilku Tiara..?,apa namaku sangat indah?"Dengan senyuman tidak sadar Tita menjawab pertanyaan Erik, membuat Erik semakin marah.


"Wanita gila!, masuk...!, jangan harap aku akan memanggil nama itu lagi!"


"Jebrett...!"


Menyuruh istrinya masuk ke dalam mobil dan membanting pintu begitu saja.


Kemudian keduanya langsung pulang ke rumah.


"Aku kenapa...?"Setelah sadar Tita merasa bingung dan bertanya-tanya dengan Erik lembut.


Erik hanya melotot tajam karena merasa sangat kesal dan marah.


"Mulai sekarang ganti namamu!,aku benci Namamu!, jangan harap aku akan memanggilmu dengan nama mu itu kembali, pikirkan apa kesalahanmu!,kau tidak mempunyai pikiran dan akal sehat hah?, dasar memalukan.., Jebrett..!"


Membanting pintu kamar dan meninggalkan Tita di dalam kamar sendirian untuk menyadari kesalahannya.


Kemudian Tita termenung dan mengingat semuanya sambil menintikkan air mata.


Tanpa sadar juga ia terlelap dalam lamunan dengan nama yang sekian lama di dengar kembali olehnya.


Erik pun jadi merasa bersalah sendiri melihatnya yang menangis termenung.


"Kau menangis?, kau itu sangat baik..,?,kenapa setelah sekian lama aku baru sadar kalau aku memiliki seorang istri yang begitu baik, cantik, dan berhati mulia sepertimu, kenapa aku baru sadar Tiara, maafkan aku ..?"

__ADS_1


Baru pertama kalinya juga Tita melihat wajah Erik yang begitu terdiam dan berkaca-kaca menatapnya lekat karena merasa bersalah.


__ADS_2