
Acara ini di adakan di sebuah hotel bintang lima, tentunya sangat megah dan meriah yang terpancar dari dalam di hotel ini.
Namun tidak dengan keadaan tegang di suatu ruangan ini.
"Buka pintunya!,apa yang kalian lakukan kepada istriku hah?, brengsek!,buka!,buka!, buka!"
"Dorrrr... dorrrr...dorrrr!"
Devino terlihat begitu panik dan marah-marah sambil menggedor-gedor pintu ruangan ini.
Ia merasa tidak tenang dan gelisah karena Anjani di bawa oleh anak buah papahnya itu.
Segitu cintanya putraku pada gadis itu, hingga ia terlihat khawatir begitu..
"Zen!,kau tuli?,apa yang kalian lakukan pada istriku?, buka pintunya!,..."Berteriak kembali. Masih berusaha menggedor-gedor pintunya.
Nafasnya terdengar terengah-engah karena terus berteriak sejak tadi.
Semetara Tuan besar masih terlihat begitu santai dengan memakai earphone handsfree yang ada di salah satu telinganya itu, sepertinya ia sedang mendengarkan sesuatu yang di telinganya.
******
"Lepaskan aku!,apa yang kalian lakukan?, lepaskan!,aku mohon lepaskan aku!"Anjani meronta-ronta berusaha untuk melepaskan genggaman erat kedua pengawal ini yang mencoba terus memaksanya untuk mengikutinya.
"Tenganlah Nona!, masuklah!,ini perintah Tuan besar!, percayalah tidak akan terjadi apapun pada Anda!"
"Apa maksud semua ini?,apa yang kalian lakukan kepadaku?, kenapa aku di bawa kemari?"
Anjani yang sudah berwajah pias karena takut untuk memasuki sebuah ruangan besar di dalam hotel ini.
"Tenanglah Nona!,anda hanya perlu wawancara!, Masuklah"
menyuruh Nona mudanya yang tampak takut bercampur bingung itu untuk segera memasuki ruangan itu.
Ada apa ini?
lindungi aku ya Tuhan, wawancara gimana maksudnya..
Terlihat kamar yang begitu mewah dan megah ala hotel bintang lima di kota ini, Anjani juga terbengong melihat keindahan kamar yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Namun pandangannya buyar seketika setelah melihat kehadiran seorang lelaki yang sudah duduk di sebuah kursi
Bagaimana dia sudah ada disini?, bukannya tadi bersama Devino,dimana Devino?, kenapa dia ada disini?
"Duduklah Nona!"
Dengan gemetaran Anjani duduk begitu saja, menatap lelaki itu dengan rona wajah takutnya.
Ada apa ini, kenapa jadi begini?, dimana Devino?..
Rasanya Anjani ingin sekali menangis, namun ia masih mencoba untuk menahannya.
"Jangan tegang Nona!,aku hanya ingin mengajukan beberapa pertanyaan untuk Anda!, karena Anda adalah istri Tuan Devino sekarang!,jadi segala pertanyaan harus di jawab dengan jujur dan benar adanya, karena ini adalah perintah Tuan Besar,jadi Jangan main-main dengan semua pertanyaan yang akan saya tanyakan kepada Anda!"
Apa lagi si ini, kenapa aku seperti hidup di dalam kerajaan yang begitu rumit sih...
"Apa Nona mencintai Tuan Muda dengan Tulus?"
pertanyaan apa ini,
"Iyah aku mencintai suamiku!"Menjawab sambil gemetaran yang terus menyelimutinya.
"Apa Nona akan melakukan apapun untuk suami anda!"
Ada apa si ini?.
"Tentu saja, aku akan melakukan apapun demi suamiku...!"
__ADS_1
"Apapun itu?"
Apa maksud pertanyaan ini?,apa mereka semua akan memisahkan ku dengan suamiku...
"Iyah apapun itu?"
"Baiklah apa anda siap untuk kehilangannya nantinya?"
benarkan..., sekarang mereka bertanya tentang perpisahan
"Tidak akan!,aku tidak akan siap!"
"Anda mencintai Tuan Muda atau hartanya?'
"Tuan Muda!,aku hanya mencintainya saja!, bukan hartanya!"
"Baiklah, jika anda benar-benar mencintai Tuan Muda maka tinggalkan dia agar ia dapat memimpin perusahaannya kembali!,jika Nona mau meninggalkan Tuan muda maka akan kita berikan Berlian Biru milik Tuan besar ini kepada Anda!, berlian yang tidak ada tandingannya dan akan kita jamin kehidupan anda dan keluarga Anda akan tentram dan berkecukupan seumur hidup Anda!"
Segala ucapan senior Zen benar-benar membuat Anjani merasa begitu sakit hati saat mendengar ini
mereka semua benar-benar tidak punya hati yah!,
kalian pikir aku ini menginginkan harta kalian hah?
"Aku memang mencintai suamiku!, tapi untuk meninggalkannya aku tidak bisa...!,tapi jika Tuan Besar benar-benar yang menyuruhku untuk melakukan ini, maka aku akan tinggalkan suamiku, tapi dengan satu syarat!,aku tidak butuh berlian yang kalian berikan!, atupun jaminan hidup yang kalian tawarkan!,aku hanya ingin kehidupan suamiku seperti dulu lagi!,dan aku juga ingin kehidupan Devino tidak seburuk ini sekarang!,aku tidak bisa melihatnya kesusahan!, biarkan ia kembali memimpin perusahaannya!,aku akan meninggalkannya!, yang penting suamiku tidak kesusahan lagi, hanya itu yang aku inginkan, tiga ada yang lain,dan aku menolak keras tawaran kalian yang di berikan kepadaku..!"
Ternyata Nona muda memang benar-benar baik Tuan Basar,apa anda sudah mendengarnya,
Ternyata Tuan besar sedang berusaha untuk mengetes Anjani bagaimana sifat aslinya yang sebenarnya,ia ingin mengenal Anjani.
Ia juga memasang alat penyadap suara yang hanya di ketahui oleh anak buahnya dan dirinya itu yang ada di kursi dimana Anjani duduk.
"Jika anda mencintainya kenapa anda tidak memperjuangkan cinta Anda untuk tetap bersamanya Nona...?"
"Aku tidak bisa melihat orang yang aku cinta kesusahan!, apalagi lagi jika harus melihatnya jauh dan di kucilkan dari kelurganya sendiri,aku benar-benar tidak bisa,aku hanya ingin kebahagiaan untuk suamiku saja..!"Menintikkan air matanya yang begitu tulus, membuat Zen merasa tidak tega sendiri.
"Clinkk.."pesan masuk ke ponsel Zen.
"kalau begitu layani Tuan Muda dengan baik jika Anda benar-benar mencintainya Nona, jadilah istri yang baik untuk putra pertama Tuan besar saat ini!,hanya itulah yang di harapkan Tuan besar sekarang"
Aku benar-benar tidak mengerti apa perkataanya, mereka menyuruhku untuk berpisah atau bagaimana si...
Lalu Zen segera menelfon seseorang setelah berbicara seperti itu membuat Anjani semakin bingung.
"Bawa mereka semua kemari!, mereka harus segera bekerja sekarang?"menutup telfonnya dengan cepat.
Beberapa menit berlalu, tiba-tiba dua orang muncul dari balik pintu dengan peralatan mek-up yang mereka bawa.
"Rias Nona muda seperti seorang pengantin!, dia harus terlihat paling cantik malam ini!, kalian mengerti..!"
Berdiri dari duduknya,Zen berbicara tajam menatap anak-anak buahnya yang sudah datang itu.
"Siap pak!"mereka berdua langsung menghampiri Nona muda yang masih terdiam duduk bercampur bingung.
Eh...apa yang akan kalian lakukan kepadaku?
"Apa-apaan ini?,apa yang akan kalian lakukan?"Anjani sudah panik terlebih dahulu.
"Tenanglah Nona..., mereka semua hanya ingin merias Anda!, Anda cukup layani Tuan Muda dengan baik malam ini!"
*******
"Buka!,Zen!,apa kau benar-benar Tuli?,buka pintunya!"Devino masih terus berusaha untuk membuka pintunya.
"Apa yang kau lakukan Devino?"Bertanya lembut sambil tersenyum senang menatap putranya yang terlihat begitu khawatir.
"Papah!,apa yang Papah lakukan?, lepaskan istriku!,apa yang kalian lakukan kepada istriku?, lepaskan Anjani dan biarkan aku keluar!"
__ADS_1
Berteriak, wajahnya memerah kerena mereka begitu marah menatap ayahnya yang masih duduk santai di sebuah kursi.
"Tenganlah!, dan duduklah Dev!, tidak akan terjadi apapun pada istrimu!"masih berkata santai tanpa Dosa.
"Tenang!, Papah bilang tenang?, apa yang Papah lakukan?, segitu bencinya Papah kepadaku sekarang!,jika Papah benci setidaknya lakukan apapun kepada Devino bukan istriku, lepaskan Anjani pah!"
Devino bersuara tinggi,ia merasa begitu marah, wajahnya tampak semakin merona karena marah, sedangkan matanya berkaca-kaca karena begitu khawatir terhadap istrinya.
"Jika kau benar-benar mencintai istri mu maka duduklah, Papah hanya ingin berbicara denganmu sebentar!"
"Tidak usah menyuruh Devino untuk duduk!, lepaskan istriku sekarang!"berjalan menuju ke arah pintu kembali dan mencoba untuk membukanya sekuat tenaga.
Membuat Tuan Besar malah semakin terseyum senang membuatnya khawatir dan gelisah seperti itu.
"Buka!, Zen!,buka pintunya, lepaskan istriku...!,apa yang kalian lakukan?,aku mohon lepaskan istriku!, jangan lakukan apapun padanya!,aku mohon!, jangan lakukan apapun pada istriku...!"
Jatuh tertunduk di depan pintu, bahkan baru kali ini ia terlihat begitu lemas di hadapan sang Ayah.
"lepaskan Anjani!, jangan lakukan apapun padanya!,aku mohon...aku mohon lepaskan Anjani...hiks....hiks..."
Melihat putranya yang bersikap seperti ini benar-benar membuatnya teringat akan pejuangnya untuk mendapatkan Diang dulu, dimana ia begitu mencintainya dan tidak bisa jauh darinya walupun hanya sedikit saja.
Putraku yang gagah itu, sampai menangis hanya karena Anjani,aku benar-benar tidak menyangka dia begitu mencintainya sampai seperti ini...
"Apa yang kau lakukan Devino?, duduklah!, Papah janji tidak akan melakukan apapun pada istrimu!,jika kau beneran mencintainya maka duduk!,Papah hanya ingin berbicara denganmu..!"
"Baiklah!"duduk dengan penuh kegelisahan.
"katakan!apa yang akan Papah bicarakan?, jangan bertele-tele!"Merasa semakin kesal saja menatap putranya.
"Kau begitu mencintainya?"
Pertanyaan apa ini,
"Tentu saja,aku sangat mencintainya!, melebihi apapun, jadi Devino mohon lepaskan Anjani sekarang!"
Tuan besar malah semakin terseyum melihat wajah putranya yang basah karena menangis.
"Kalau begitu kita ngeteh dulu, minumlah putraku!,kau terlihat begitu panik saat ini...!"
"Apa-apaan ini?, Papah sedang mempermainkan ku sekarang?"
"Tidak!, Papah hanya ingin meminta maaf kepadamu!, minumlah!"
"Aku tidak mau!" Devino terlihat sangat marah kepada Ayahnya.
"Papah minta maaf atas segala sikap Papah kali ini,Papah begitu menyesal karena telah bersikap seperti ini kepadamu...!"
"Dimana Anjani?,apa yang Papah lakukan kepadanya?"Tidak bisa mengontrol perasaannya,ia begitu mengkhawatirkan istrinya.
"Baiklah!, dengarkan dulu!, istrimu baik-baik saja, tidak akan terjadi sesuatu padanya!,Tapi minumlah minumannya!,maka aku pastikan istrimu baik-baik saja!"
"Lalu bagaimana jika aku tidak mau minum?"
"Jangan harap kau bisa bertemu dengan istrimu lagi!"bicaranya terlihat begitu serius seolah-olah ia sedang mengancamnya.
"Apa yang Papah lakukan?, jangan lakukan apapun pada Anjani!"Berteriak kembali, ia terlihat begitu sangat marah sekarang
"Baiklah!, minumlah ini!,aku berjanji setelah ini kau boleh menemui istrimu!"
Memberikan secangkir minuman kepada putranya dengan lembut yang sedang marah-marah itu.
"Ayo minumlah!, papah benar-benar minta maaf!, habis ini kau temui istrimu!"
Dengan ragu sebenarnya jika Devino mau meminum minuman itu,tapi apa dayanya ia hanya ingin bertemu dengan istrinya kali ini.
Lalu ia meminumnya,
__ADS_1
Minumlah putraku!,
habis ini pergilah temui istrimu, bermalam lah seperti malam pengantin hari ini...