My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Rumah Baru


__ADS_3

Semuanya sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi bersama.


Anjani dan Devino terlihat sangat rapi dan elegan dengan tampilannya masing-masing.


"Sering-seringlah main kesini Anjani, Devino!, Papah akan selalu menunggu kedatangan kalian!"


"Iya Pah, Devino pasti akan sering kemari sama Anjani!"


Apa maksud perkataan mereka,apa kakak dan kakak ipar yang cantik itu akan pergi meninggalkan rumah dan kembali ke tempat tinggal mereka hah?..


Daniel,yang sedang fokus mengetik layar ponselnya pun terdiam mendengar ucapan mereka.


"Iya!,.. sering-seringlah mainlah kesini Anjani!, mamah pasti sangat senang jika kalian sering datang kemari...!"


"Iya mah, Anjani pasti sering kemari nantinya!"


Lebih baik tak usah kesini sekalipun,


baguslah kalau mereka berdua tidak ada di rumah ini,aku risih melihatnya terus-terusan di sini..


Nyonya besar tampak tersenyum manis dan pura-pura mengikuti suasana yang terlihat baik-baik saja.


*Oh... jadi mereka tidak betah disini..., padahal aku saja belum memulai apapun,tapi mereka berdua sudah akan pergi begitu saja...


Oh.. apa Anjani takut, dan mencoba menghindari ku sekarang, baiklah jika ini maunya*..


Tersenyum tipis, seolah-olah Daniel merasa menang sebelum bertanding, namun kita tidak tahu apa yang akan ia lakukan kedepannya, apakah ia akan diam saja atau melakukan sesuatu dan bertindak.


Sedangkan tatapannya sinisnya sedang ia tunjukkan kepada Anjani untuk membuatnya semakin takut dan menghindari tatapanya.


Apa maksud senyumannya itu.., kenapa dia selalu menatapku seperti itu..


"Iya kak.., sering main kesini yah!, Diva pasti merindukan kalian!"


"Iya Diva,kakak pasti akan sering kemari!, tenang saja!"


"Sehat selalu ya kak!, semoga kakak selalu sehat,aku juga akan mengharapkan kedatangan kakak kapanpun itu..!"Emely mencoba mengikuti suasana juga.


"Iya terimakasih Emely..!"Ke-dua kakak iparnya terseyum manis menatap semua orang yang sedang berbicara kepada mereka sejak tadi.


Setelah selesai dengan urusan makan-nya, keduanya langsung buru-buru berangkat ke kantor.


Suasana di kantor ini sudah semakin ramai, waktu terus berjalan dan meninggalkan masanya.


Mobil pun bolak-balik berdatangan dan berjejer di parkiran kantor.

__ADS_1


Membuat suasana semakin ramai, tampak juga candaan para karyawan kantor dan para pekerja yang saling menyapa satu sama lain.


Melihat Tuan Muda yang berjalan menyelusuri lorong kantor membuat mereka semua langsung menunduk dan memberi hormat.


Tak lupa dengan Istri cantiknya yang sangat imut itu ia gandeng dengan lembut dan pelan-pelan.


"Pagi Tuan Muda..,Pagi Nona..."


Sapaan para karyawan kantor yang bolak balik di dengar oleh keduanya yang terus berjalan sejak tadi menuju ke ruangan.


Wah istri Tuan Muda cantik sekali,aku baru melihatnya...


Pandangan mereka masih belum berhenti menatap keduanya dari belakang yang akan memasuki ruangannya kerjanya itu.


"Duduklah Sayang...!,aku akan mengecek data-data kantor sebentar!"


"Iyah sayang...baiklah!"Langsung duduk manis di sofa dengan tenang sambil melihat-lihat seluruh isi ruangan kantor suaminya itu.


Terlihat di sudut meja ruangan milik sekertaris yang tampak kosong tak ada orang, Anjani merasa penasaran dengan sekertaris itu yang lama tidak pernah bertemu lagi dengannya.


Dimana sekertaris nyebelin itu?,apa dia masih berkerja di sini..?


Sambil menghilangkan rasa bosan menunggu suaminya yang sedang bekerja itu, kemudian Anjani langsung melihat buku-buku yang ada di atas meja dan mencoba membacanya untuk mencari wawasan.


Mobil pergi meninggalkan lingkungan kantornya.


Terik matahari juga sudah semakin siang dan suasana terasa semakin panas.


Erik dan Tita sudah menuju ke rumah baru itu terlebih dahulu untuk bertata-tata dan bersiap-siap sejak pagi.


Kali ini mereka berdua akan menuju ke rumah baru yang akan mereka tinggali nantinya.


Anjani merasa penasaran sekali dan tak sabar untuk melihat rumah barunya itu.


"Rumahnya gede banget ya Dev?"


"Ee'... entahlah!, lihat saja nanti,jika kau tidak cocok kita bisa cari yang lain,bila perlu bikin rumah baru lagi...!"


"Bukan begitu!,buat apa kita membuang-buang uang,aku hanya tidak suka jika rumahnya terlalu besar, jika kita hanya berdua nantinya..!"


Dengan tenang dan terseyum Devino menatap istrinya yang sedang berbicara itu.


"Apa yang kau katakan Anjani?...,kita bukan hanya tinggal berdua,jika rumahnya terlalu besar maka kita akan tinggal bersama anak-anak kita nantinya, lagian Tita dan Erik kan tinggal bersama kita sekarang.., jadi menurutku rumah kita tidak terlalu besar..!".


"Sebenarnya Papah tadi bilang kalau ia ingin kita tinggal di sana beberapa hari lagi...,tapi aku bingung harus menjawab apa,dan kemudian kau datang tiba-tiba dan mengajakku untuk segera berangkat ke kantor, jadi aku belum menjawab apapun,aku jadi merasa tidak enak Dev..!"

__ADS_1


"Sudahlah!,aku yang akan menjelaskan kepada Papah nanti!,kita juga akan sering main ke sana kan?, tenanglah...!"


mengusap lembut kepala istrinya untuk menenangkannya.


Lama mereka berdua berbicara dan terus berbincang-bincang, hingga tak terasa mobil sudah memasuki jalanan dan komplek perumahan elit mereka.


Mobil sudah berhenti tepat di depan gerbang rumah yang sangat besar dan megah milik mereka.


Terlihat rumah berlantai tiga dengan model yang begitu mewah dan modern jauh dari bayangan yang di pikirkan Anjani sebelumnya.


Memang rumah ini tak kalah besar dengan rumah milik Tuan besar yang ia tinggali itu, namun ini justru terlihat lebih indah dari milik Tuan besar yang ia tinggali.


"Rumah ini besar sekali Dev..., Papah yang memberikannya untukmu?"


"Sebenarnya rumah ini bukan untukku,tapi khusus di hadiahkan untuk menantu yang sudah hadir dan merebut hati putranya...dan mampu membuatnya bahagia karena hidup bersamanya Anjani..,jadi rumah ini untukmu..!, sebagai menantu pertama yang telah hadir di keluarga ini dan mampu membuat putranya bahagia,dan engkaulah orangnya...!"


keduanya sama-sama terdiam menatap rumah itu dari dalam mobil.


"Begitulah pesan Papah!, Papah tidak bisa memberikan apapun yang dapat menyembuhkan bekas luka di hatimu karena sikapnya dulu,jadi Papah hanya bisa memberikan hadiah kecil ini dan meminta maaf kepada mu Anjani.. !"


"Kau tahu Dev,aku sudah memaafkan Papah sejak lama!, bahkan aku sudah melupakan semuanya dari dulu!,aku mohon bilang kepada Papah jangan terus merasa bersalah dan meminta maaf seperti ini!,aku yang akan terus merasa bersalah dan tidak tenang Dev...!,aku sudah menyayangi Papah sepenuhnya,aku juga sudah memaafkannya, bahkan aku anggap sikap Papah yang dulu adalah bentuk perhatiannya yang begitu besar kepadamu..hiks...hiks!"


Menatap istrinya yang terlihat bersedih membuatnya ikut terharu dan bersedih juga.


"Lihatlah!,aku membuatmu menangis lagi kan..!"memeluk istrinya erat.


"Bilang kepada Papah!,Jangan terus merasa bersalah dan mengingat hal itu lagi..!,karena aku benar-benar sudah melupakan semuanya!, anggap saja ini bukan kesalahan,ini adalah bentuk perhatiannya kan, jangan bersikap seperti ini..!,aku merasa tidak nyaman Dev..!"


"Iya.. iya... sayang!, tenganlah!,aku akan membicarakan hal ini, mungkin ini bentuk rasa bersalah dan rasa sayangnya kepadamu!,maaf.. maaf...aku membuat mu menangis!, tenganlah!,ayo kita masuk ke dalam yah..!"melepaskan pelukannya dan memegang setirnya kembali untuk masuk ke dalam lingkungan rumah barunya itu.


Tanpa membunyikan klakson pun pintu gerbang sudah terbuka dengan sendirinya.


Memang gerbang itu otomatis dan hanya tinggal memencet tombol remotnya kontrolnya saja, kemudian pintu langsung terbuka begitu saja.


Namun tetap saja,sudah tersedia dua satpam di sini kanan rumahnya yang terdapat di rumah ini.


Mobil langsung masuk ke dalam lingkungan rumah dan masuk ke dalam garasi mobil.


Keduanya langsung turun dan masuk ke dalam rumahnya lewat pintu samping yang ada di dalam garasi menuju ke ruangan tengah.


Lampu sudah bersinar terang di mana-mana, memancarkan seluruh penjuru ruangan rumah yang tampak megah dan indah di depan mata.


Mata ini tak berhenti menatap ke arah menapun menatap ke setiap sudut ruangan rumah yang tampak bersih dan indah dengan hiasan vas bunga besar yang ada di sudut-sudut ruangan.


Bahkan rumah ini di penuhi dengan lapisan kaca yang begitu banyak dan terlihat begitu bersih mengkilap.

__ADS_1


__ADS_2