My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Persiapan Pernikahan.


__ADS_3

Terdapat mobil mewah di depan rumah,


di dalam rumah ibu terlihat sangat cemas karena anaknya belum juga pulang dari semalam.


Biasanya Anjani tidak pernah tidur di rumah majikannya itu,ia selalu pulang saat pekerjaannya telah selesai.


Bahkan mengirim sebuah pesan pun tidak.


"Kak Anjani belum pulang juga Bu?"Tanya Laras menghampiri ibunya.


"Belum!,apa dia sudah mengabarimu?"


"Belum juga!,aku sudah mengirim pesan sejak semalam,namun kakak belum membalasnya, bahkan di baca pun belum!"


"Itu mobil siapa Bu?"


"Entahlah Laras ibu juga tidak tahu!"


Beberapa orang Turun dari mobil, lalu berjalan ke arah rumahnya, membuat keduanya yang sedang melihat di balik jendela merasa panik.


"Sepertinya mereka anak buah keluarga Bahara,tapi ada apa mereka kemari?,apa ada masalah?"


Ibu merasa gelisah sendiri melihat orang-orang itu yang terlihat kekar.


"Apa terjadi sesuatu dengan kak Anjani mah?"


"Tidak... tidak mungkin!, putriku baik-baik saja kan?..."


"Thok...Thok.. Thok.."salah satu orang tersebut mengetuk pintu, mereka semua sudah Berdiri di depan pintu menunggu Tuan rumah membuka pintu.


"Tunggu sebentar!"Merasa ragu dengan apa yang ia lihat,


"Kenapa mereka datang ke mari mah?,aku takut?"


"Tenanglah!,ibu juga tidak tahu,ibu berharap semuanya baik-baik saja Laras"


Laras berjalan mengumpat di balik punggung ibunya mengikuti langkahnya yang berjalan menuju ke arah pintu masuk.


"Iyah,ada apa yah?"


Tanya ibu Anjani sambil membuka pintunya.


"Nyonya Maria saya di tugaskan untuk menjemput kelurga mempelai Putri,harap Anda dan Nona segera bergegas sekarang!"


"Keluarga mempelai putri?,apa maksud kalian, aku tidak mengerti?"


Ibu tentu saja begitu bingung,ia tidak tahu apa-apa soal ini, terlebih orang asing yang datang dan tiba-tiba bilang tentang keluarga mempelai putri, membuatnya semakin bingung saja.


"Nona Anjani akan menikah dengan Tuan Devino hari ini!, jadi keluarga mempelai putri di harapkan segera datang ke sana!"


"Apa?, Anjani...?, Putriku?, menikah dengan Tuan Devino?, apa-apaan ini?,apa aku tidak salah dengar?"

__ADS_1


Begitu merasa kaget dan tidak percaya akan semua ini.


"Kak Anjani menikah?, tidak mungkin?..."Laras pun terbelalak mendengarnya, bagaimana pernikahan datang begitu saja tanpa kabar dari sang mempelai.


"Iya nyonya sepertinya Anda harus segera bersiap-siap, karena semuanya sedang menunggu kehadiran Anda beserta Nona!"


"Apa-apaan ini? apa maksud Anjani?, bagaimana bisa dia tiba-tiba menikah tanpa meminta restu dariku, bahan dia tidak berbicara apapun tentang pernikahan,ini pasti tidak beras?,ini pasti tidak benar kan?"


Ibu begitu merasa gelisah mendengarnya.


"Laras kita segera pergi ke sana sekarang!,ada apa dengan kakamu?,kita harus meminta penjelasan darinya!, bagaimana bisa dia menikah dadakan seperti ini!"


Ibu begitu gelisah kali ini, bahkan ia baru sembuh dari sakitnya beberapa hari yang lalu.


"Iyah Bu!"


Kakak akan menikah? tidak mungkin! bagaimana bisa dadakan begini...


ia bahkan tidak memberitahu ku dan ibu sama sekali,


ada apa ini,


apa yang terjadi,..


Mereka berdua segera bersiap-siap dengan terburu-buru dan merasa tidak tenang sendiri dengan semua ini.


****


Anjani duduk terdiam di atas kursinya, dengan gaun pengantin cantik berwarna putih,ia sedang di rias di depan kaca oleh perias pengantin.


namun tidak dengan raut wajahnya yang terdiam sangat datar, tampak sekali tidak ada aura kebahagiaan di wajahnya.


Ibu maafkan Anjani...


pasti Ibu dan adikku sangat bingung dengan semua ini


bukannya aku tidak mau mengabari kalian berdua kemaren,


tapi ponselku berada di kamar istirahat Pelayan,


Aku juga benar-benar di kurung seharian di kamar ini sampai hari ini...aku tidak bisa keluar,


hari yang paling buruk adalah hari ini,aku bahkan tidak boleh kemana-mana hanya untuk keluar sebentar saja...


Dari siang waktu Anjani pingsan sampai pagi ini Anjani di kurung di dalam kamarnya, bahkan di Depa kamar di jaga ketat oleh sang penjaga, termasuk Erik yang menjaganya.


Yang mengurus makan, minum,Vitamin,hingga minum susu Tuan Muda yang melayaninya, karena Tuan Muda sendiri begitu takut jika ia pergi dan akan menggugurkan kandungannya, jadi terpaksa ia di kurung di dalam kamarnya dan ia rela tidur di kamar lain.


Devino sudah sangat tampan dan rapi dengan balutan kemeja dan Jaz-nya, ia berdiri menatap Anjani yang sedang di rias di depan cermin.


Ia juga tahu akan perasaan Anjani yang terlihat begitu murung di depan cermin.

__ADS_1


Namun mungkin ini sudah takdir keduanya untuk bersatu sama lain,


walaupun tanpa balutan rasa cinta dan perasaan, keduanya tetap akan di persatukan hari ini,


karena keadaan yang menjebak Keduanya dan menimpanya itu.


Pernikahan ini tetap di rayakan oleh keluarga mempelai pria, walaupun di antara keluarganya tidak ada yang setuju dengan semua ini,


yang jelas mereka tatap merayakan dan mengadakan pesta,


karena ini termasuk kehormatan juga bagi keluarga ini, terlebih yang menikah adalah Putra pertama keluarganya Bahara Sanjaya sendiri,Putra Utama yang di kenal dan tentunya yang paling di sanjung di mana-mana,


pastinya tetap di harus di rayakan,jika pernikahan di sembunyikan maka akan semakin mencurigakan orang-orang di luaran sana termasuk rekan-rekan dekat keluarga ini.


Entah apa yang akan terjadi di pernikahan nanti?, yang jelas orang-orang pasti akan bertanya-tanya tentang mempelai wanita yang terlihat berbeda dari acara pertunangan tiga bulan yang lalu.


"Mah,kakak benar-benar akan menikahi wanita pelayan itu?,Lalu bagaimana dengan orang-orang jika nanti mereka tahu semuanya mah?, kenapa mamah tidak melarangnya?"


Diva merasa begitu kesal dengan semua kenyataan ini,ia adalah adik dari Tuan Muda Devino,ia juga merasa tidak senang dan tidak terima dengan semua ini, terlebih ia harus memiliki kakak ipar seorang pelayan.


"Diam Diva!,kita hanya cukup bersandiwara di hadapan orang-orang nanti,Mamah sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa karena kakakmu telah menghamilinya itu?"


"Apah?"Berteriak begitu kaget.


"tutup mulutmu!,kau mau membuat semua orang mengetahuinya di sini!"


"Maaf mah!"


Diva menutup mulutnya dengan tangannya sendiri dan begitu kaget mendengarnya.


Kakak benar-benar keterlaluan...


di mana otak kakak,


jelas-jelas dia ini tunangan kak Allena kan,lalu bagaimana bisa dia menghamili seorang pelayan sepertinya...


Merasa kesal dan tidak terima dengan semua ini sambil membenarkan gaun pestanya,ia juga benar-benar merasa tidak percaya dengan apa yang di lakukan kakaknya.


"Mah, apa-apa ini?,apa maksud pernikahan ini?, bagaimana bisa Kak Dev menikah dengan seorang pelayan sepertinya?,apa ini benar-benar gila?"


Daniel yang tiba-tiba masuk ke kamar mengomel dengan ibu kandungnya,ia adalah kakak Diva adik pertama dari Tuan Devino, selisih umurnya pun begitu dekat hanya 2 tahun lebih muda dari Tuan Devino,


"Sekarang kau juga?,kau pikir Mamah menerima semua ini hah?..., sudah cukup bicaranya!, mamah tidak tahu lagi harus berbuat apa lagi, yang jelas jalani saja hari ini walaupun penuh dengan sandiwara!,aku tidak tahu apa yang membuat pikiran kakakmu itu menggila dan menghamili seorang pelayan sepertinya!"


Nyonya besar semakin marah-marah dan merasa sangat panas hari ini,ia begitu kesal dan rasanya ingin sekali ia berteriak begitu kencang untuk menghilangkan beban pikirannya.


"Cklekk.."Pintu kamar mandi terbuka, Tuan Besar pun keluar dari balik pintu kamar mandi,Ia juga terlihat rapi dengan kemeja dan Jaz-nya yang melekat di tubuhnya saat ini.


"Pah?, apa papah benar-benar menyetujui pernikahan ini?, kenapa Papah tidak melarang kakak dengan pernikahan ini?, sungguh memalukan!"


Tanya Daniel ngotot,tapi yang jelas Tuan Besar terdiam tidak mengucapkan sepatah katapun,ia hanya menjawab dengan menatap tajam menatap putranya yang sedang bertanya ini.

__ADS_1


"Jaga mulutmu!, jangan sampai membuat Papah semakin marah, tentu saja dia tidak menerima semua kenyataan ini!, seharusnya kau mengerti dan tak usah bertanya Daniel!"


Mamah yang merasa geram dengan putra keduanya ini.


__ADS_2