My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Aktifitas Di Apartemen


__ADS_3

Baru pertama kalinya Erik tidur dengan istri malam ini seranjang, biasanya ia selalu tidur memisah, walaupun satu kamar tapi keduanya sudah sepakat untuk berpisah ranjang.


Namun suasana ini terasa aneh bagi Tita, dengan kehadiran Erik yang tiduran di sampingnya membuat jantungnya berdetak begitu kencang.


Keduanya masih terdiam menatap langit-langit kamar tanpa berbicara apapun, membuat suasana di kamar ini semakin canggung saja.


"Krik... krik..."benar-benar begitu sunyi, hanya di detik-kan jarum jam yang terdengar di ruangan ini.


Apa aku akan diam saja seperti ini, ataukah mengucapakan selamat malam kepadanya...,


Erik masih terdiam menatap langit-langit kamar ia belum berani menatap istrinya yang terbaring di sampingnya itu.


Dia diam saja?, tidak ingin mengatakan perkataan apapun kepadaku..,


apa aku dulu yang mulai berbicara, atau biarkan seperti ini saja...,


Tita juga terdiam,ia merasa begitu canggung dan memiringkan tubuhnya membelakangi suaminya, membuat Erik beralih menatapnya, melihat Tita yang ikut terdiam membuatnya merasa tidak enak diri.


Aku memang sudah memiliki istri, benar juga apa kata Tuan Muda,


mau sampai kapan hubunganku akan seperti ini dengannya, seharusnya aku belajar mendekatkan diri dan mengenali istriku sendiri, tapi kenapa rasanya aku belum bisa untuk semua ini...


Tiba-tiba Tita membalikan badannya begitu saja, melihat Erik yang sedang menatapnya dari belakang membuatnya merasa semakin canggung.


Begitu juga dengan Erik yang tak sengaja bertemu pandangan secara tiba-tiba itu membuatnya gugup dan bingung harus mengatakan apa padanya.


"Tidurlah!,ini sudah malam!"mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"selamat malam!"


Erik yang hanya bisa mengatakan hal ini dan ikut membalikkan badannya membelakangi istrinya.


Suasana seperti inilah yang tercipta di dalam kamar ke tiga, berbeda dari kamar pertama yang di penuhi dengan pelukan hangat dan penenangan.


******


Tak terasa sudah pagi.


Semuanya sudah terbangun dari tidurnya masing-masing.


Terlihat Erik dan Tuan Muda yang sedang duduk berdampingan memakai sepatunya masing-masing untuk berolahraga.


Sementara Anjani dan Tita sedang berada di raungan dapur untuk menyiapkan makanan.


Keduanya langsung Turun ke bawah untuk berolahraga mengintari sekeliling wilayah Apartemen ini yang begitu besar.


Dari pada tidak ada kegiatan yang lebih bermanfaat, sebaiknya keduanya pergi berolah raga untuk kebugaran jasmani.


"Apartemen ini sangat luas Tuan Muda!, tapi sepertinya jarang ada yang kosong tak berpenghuni, lihatlah!, ruko-ruko di bawah terlihat begitu ramai,hanya ada beberapa saja yang masih belum terjual maupun tersewa!"


masih berjalan santai untuk pemanasan tubuh sebelum berlari sambil melihat-lihat lingkungan Apartemen.

__ADS_1


"Apartemen ini memang sangat terkenal!, selain terjangkau fasilitasnya begitu bagus, Apartemen ini memang nomor satu dimana-mana!,makanya orang-orang pada suka tinggal di sini!"


"Tapi diantara milik semua orang yang ada disini aku rasa hanyalah ruangan Apartemen anda yang paling besar dan nyaman Tuan Muda!"


"Cih..., mungkin ini hanyalah sementara Erik!,aku tidak tahu bagaimana hidupku kedepannya, apakah Apartemen ini masih di tanganku atau tidak!"


Mulai berlari kecil meninggalkan langkah Erik.


Aku yakin kita akan sukses Tuan Muda!, kesuksesan butuh perjuangan, keterpurukan, maupun usaha yang begitu keras untuk mendapatkan kemenangan,


usaha itu semuanya lah yang di maksud dengan kemenangan sejati,


Aku yakin kita akan menemukan jalan dan bangkit dari keterpurukan ini Tuan Muda,


Ikut berlari kecil mengejar Tuan mudanya yang sudah berlari terlebih dahulu.


*****


"Bagaimana tidurmu?,apa semalam tidur nyenyak?"


Tanya Anjani sambil mengaduk tepung adonan yang ia buat,entah makanan apa yang sedang ia buat, yang jelas ia ingin membuat makanan yang biasa ia buat di rumahnya.


"Iya begitulah Nona, rasanya biasa saja tidak ada perbedaannya antara kehadirannya ataupun tidak,aku tetap saja tertidur dan tak terasa sudah pagi...!"


Terseyum kecil sambil memotong sayuran yang sedang ia pegang untuk di masak.


"Sejauh itukah hubungan kalian berdua?, kalian tidak saling mencintai?, kenapa kalian menikah?"


"Semua karena keadaan Nona!,sama halnya anda dengan Tuan Muda, kalian berdua menikah karena keadaan kan,itu juga sama seperti aku dengan Erik,kita bersama menikah karena terpaksa keadaan!"


"Bagiamana maksudmu?,apa ada kejadian buruk yang menimpamu juga?"


"Tidak Nona,aku menikah karena perjodohan


keluarga!, lebih identik dengan kata terpaksa si..., karena kita berdua menikah tidak di landasi dengan rasa cinta satu sama lain!,itu terjadi dua tahun yang lalu"


"Aku memang tidak mencintainya,tapi seiring berjalannya waktu dengan segala kebaikan dan perhatian yang ia berikan kepadaku, membuatku benar-benar jatuh cinta dan memiliki persamaan kepadanya, tapi apa daya ku Nona, perasaan tidak bisa di paksa!,aku tidak bisa melakukan apapun!, karena dia tidak mencintaiku,aku juga tidak bisa memaksanya untuk mencintaiku!"


"Lalu apa perhatian yang ia berikan kepadamu sebagai seorang suami?"


"Erik selalu memenuhi keperluanku tanpa aku minta,ia selalu menyuruhku makan tetap waktu walaupun hanya lewat pesan singkat,dia juga selalu membelikan apa pun makanan kesukaanku, iya....walaupun ini hanyalah rasa terimakasihnya kepadaku karena aku sudah menikah dengannya!, tapi yang jelas...entah kenapa aku merasa sangat senang!"


Terdiam menghentikan aktivitasnya yang sedang memotong sayuran.


Karena kau sudah mencintainya Tita,


"Ternyata kita berdua berada di posisi yang sama,aku juga tidak tahu dengan perasaan suamiku sendiri, mungkin inilah jalan hidup kita yang terbaik!,tapi aku yakin Tita,percayalah..Erik akan mencintaimu pada suatu saat nanti...!"


"Aku juga berharap begitu Nona!,aku harap Nona dan Tuan Muda saling mencintai dan hidup bahagia bersama nantinya..!"


Saling mencintai?,

__ADS_1


hidup bahagia?,


semua itu memang indah di dengar,tapi aku juga tidak tahu bagaimana jalan kehidupanku nantinya,apa aku akan selalu bersamanya atau tidak...,


Anjani hanya terdiam dan terseyum saja,ia tidak bisa berharap lebih, yang jelas kebahagiaan adalah impian semua orang.


"Sudahlah!,kita hentikan pembicaraan kita kali ini!, sebaiknya kita fokus membuat makanan,aku yakin kehidupan kita akan lebih baik nantinya!, percayalah kepada yang maha kuasa!,dia yang maha mengatur hidup kita, kita pasti akan hidup bahagia nantinya Tita! tenanglah!"


Tita pun tersenyum menatap balik Nona mudanya,


"Aamiin Nona!,aku yakin itu!"


melanjutkan memotong sayurannya.


Kasian Tita,dia pasti ingin mendapatkan rasa cinta juga kan,


tapi kenapa Erik tidak menyukainya?, apa karena gayanya yang tomboy ini,


Tapi kan dia tetap baik dan cantik walaupun selalu menggulung pakaiannya di lengannya,


"Kau sedang membuat apa Nona?, sepertinya bahan yang anda campurkan tercium wangi sekali!"


Tita menyadarkan Anjani yang sedang terdiam menatapnya.


"Hmm..?,oh ini?...,aku akan membuat roti mumpung ada Oven dan panggangan disini!, sepertinya lumayan buat cemilan!, lagian aku libur ke kampus kan!,dari pada tidak ada kerjaan!, mending aku buat roti saja iya gak?.."


Ke kampus...?,


melihat keadaan suamiku yang seperti ini sekarang aku bisa apa coba?,


aku jadi tidak ingin kuliah lagi, terlebih jika aku harus membebaninya lagi karena aku kuliah,


aku tidak ingin melihatnya sengsara karena diriku,


aku harus bekerja,aku harus bisa bayar kuliah sendiri tanpa sepengetahuan dari suamiku,aku tidak ingin ia bekerja sendiri,aku harus membantunya, kasian Devino jika hidupnya sengsara hanya karena bertanggungjawab kepadaku..


apapun yang terjadi kali ini,aku harus bersama-sama menjalaninya...


"Betul juga Nona!,tidak enak jika menganggur, lebih baik kita memiliki aktifitas entah apapun itu yang penting tidak terbengong dan membuang waktu!, aku jamin rotinya sangat enak Nona!, dari bau dan cara membuatnya saja anda juga terlihat sangat handal!"


"Apaan sih!,ini hanyalah resep roti biasa Tita,aku sering mebuatnya di rumah, jadi mungkin tidak terlalu waw nantinya...!"


Setelah Adonan jadi, Anjani langsung memanggang adonan itu ke oven dan panggangan,


Dengan tempat yang tersedia ia membentuk roti dengan begitu cantik dan penuh dengan ketrampilannya dalam membuat roti.


Selain membuat roti, Anjani juga membuat beberapa makanan ala-ala keju dan Mozarella.


Melihat bahan-bahan yang begitu lengkap di dalam kulkas dan dapur Apartemen ini membuatnya berniat untuk membuat banyak makanan.


Anjani ingin membuat hidangan yang begitu menarik dan enak tentunya,

__ADS_1


melihat barang-barang yang begitu lengkap di dapur ini membuatnya menari-nari ingin membuat makanan.


__ADS_2