
Akhir pekan ini memang benar-benar membosankan.
Semuanya sibuk dengan urusannya masing-masing.
Devino sedang berlari pagi dan berolahraga di lapangan basket yang ada di rumahnya itu.
Semetara Anjani memperhatikannya dari lantai atas sambil tersenyum melihat ketampanan suaminya yang terlihat keringatan itu.
Bahkan rambut hitamnya terlihat sangat cool saat tertepa angin.
Tinggi badan dan bentuk tubuh suaminya benar-benar terlihat sempurna saat keringatnya menyelimuti bajunya hingga basah.
Kenapa aku baru sadar...,
kalau aku mempunyai suami yang begitu tampan dan lembut,dia bahkan sangat sempurna dan sangat baik,
mungkin dia pernah gila,tapi bukan hatinya...,semua ini kerena pengaruh obat dan karena tidak sadar,
Tapi percayalah...di balik cobaan yang selalu menimpa diri kita...akan ada jalan dan hikmah yang tersimpan di dalamnya.
bukan hanya jalan dan hikmah saja,bahkan akan selalu ada kebaikan yang tersimpan di dalamnya..
Dan untuk kali ini aku sudah merasakannya sendiri...,
mungkin aku pernah benci karena bertemu dengan lelaki itu di dunia ini,
tapi sekarang yang aku rasakan adalah.. rasa syukur ku kepada Tuhan kerena telah mempertemukan ku dengan lelaki sepertinya...
Terimakasih Tuhan... aku mencintai suamiku, lindungi dia dan jaga dia untukku selamanya...
Devino yang melihat istrinya memperhatikannya sejak tadi membuatnya tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya ke arah istrinya.
"Devino...!"Panggilan Anjani yang melihat suaminya menatapnya.
"Iyah...!"dengan terseyum sambil memegang bola basket menatap istrinya yang sedang memanggilnya dari lantai atas.
"I love you...!"Anjani terseyum malu,lalu kabur masuk ke dalam rumah meninggalkan suaminya yang masih terbengong di lapangan.
"I love you?, manis sekali dia mengatakannya....?"Terseyum lebar, lalu membuang bolanya begitu saja untuk segera mengakhiri olahraganya dan naik ke lantai atas.
"Anjani...!"panggilnya yang sudah membuka pintu kamar dan mencari kehadiran istrinya sambil membuka baju.
Namun ia tidak melihat kehadiran istrinya di dalam kamarnya.
"Iyah...!"Jawabnya lembut sambil menutup pintu kamar, karena ia sedang bersembunyi di balik pintu.
"Ya ampun... menggoda sekali kamu ini yah!"mendekat ke arah istrinya sambil tersenyum senang.
Anjani hanya tersenyum manis dengan rona malunya.
"Anjani..!"mengelus kedua pipi istrinya lembut.
Membuat Anjani langsung menatap suaminya dengan kedua matanya yang sangat cantik itu.
"I love you to..., muach!,aku sangat mencintaimu Anjani...,aku sangat mencintaimu..!"memeluk erat Istrinya, membuat perasaan Anjani begitu senang sambil berkaca-kaca.
"Aku mencintaimu juga Devino!, selamanya...!"
Devino terseyum bahagia, lalu mencium kening istrinya lagi.
"Mandilah!,setelah keringat mu menghilang, muach....!"membalas ciumannya dan terseyum manis.
Bahkan keringatan pun dia tetap terasa harum dan wangi...
*****
Devino sedang mengambil baju dan handuknya di lemari,karena ia ingin segera membersihkan badan dan menyegarkan dirinya.
Sedangkan Anjani sedang sibuk merapikan barang-barang yang ada di kamarnya.
__ADS_1
"kamu lagi ngapain sayang?..."Mendekat ke arah istrinya,lalu memeluknya dari belakang dengan lembut.
"Aku lagi cari ikat rambutku.., biasanya aku taro disini...!"mengusik kesana kemari barang-barangnya yang ada di atas meja.
"kenapa gak pake yang baru...?"
"Gak enak..!, kadang kalau yang baru kan kekencangan!, lagian kepalaku agak dikit pusing...!"
"Pusing?,kau kenapa sayang...?,apa kau tidak papa?,kau baik-baik saja kan..?"
Devino mulai panik, mengecek suhu tubuhnya kesana kemari dengan tangannya.
"Tenganlah!,aku tidak papa...!, jangan terlalu berlebihan!"mengelus pipi suaminya lembut sambil mencari-cari ikat rambutnya kembali.
"Iyah sudah duduklah!, jangan terlalu banyak beraktivitas!,kau pakai ini saja..!"
Menjepit separuh rambut istrinya dengan jepitan rambut berwarna hitam.
"Kau terlihat cantik sayang!, walaupun kau berpenampilan seperti apapun itu...kau tetaplah terlihat sangat cantik!"
Terseyum menatap istrinya yang terduduk memandangnya dan terseyum balik.
"Sudah!, mandi sana...!,ini sudah siang!, jangan terus menggodaku.."Terseyum malu.
"Iya...iya,tapi kau beneran tidak papa?, ayo kita ke dokter saja jika kepala mu pusing..!"
"Iya ampun sayang...,ini hanya sakit kepala ringan!, tenanglah!,sana mandi!,aku tidak papa.."
"Thok..Thok..Thok.."
Ketukan pintu itu membuat keduanya terdiam dan menghadap ke arah pintu.
"Iya... masuklah!"Teriakan Devino dari dalam.
Kemudian orang itu membuka pintu dan segera masuk ke dalam kamar.
"Diva...!"Panggilan Anjani pelan.
"Ada apa Diva?"
"Aku hanya ingin mengajak kakak ipar keluar kamar, apakah boleh?, hanya keluar ruangan saja kak!,aku mau mengajak kakak Ipar Nonton!, boleh kan?..."
Diva terlihat memohon menatap Devino yang sedang memegang handuk itu.
"Kakak ipar mau kan?"Dengan wajah penuh harapnya.
Sepertinya Diva merasa kesepian dan membutuhkan seorang teman.
"baiklah.."terseyum manis menatap adik iparnya,lalu menatap suaminya yang masih mematung mengerutkan dahinya.
"bolehkah sayang...?"
"Baiklah...!,Tapi ingat Diva jangan menonton yang tidak-tidak ya!, jangan menonton film horor!"
"Iya elah kakak...!, kakak pikir aku ini pemberani apa nonton begituan...!"
"Iyah sudah keluarlah!,jaga Kak Anjani dengan baik!"
"Iya kak..!"
"Ayo kak!"Langsung menuntun tangan kakak Iparnya dengan lembut untuk keluar kamar.
"Baiklah!"
Syukurlah,
semoga saja Diva benar-benar tulus menerima Anjani sekarang, dan aku juga berharap semoga Diva menyayangi Anjani dan menjadi teman dekatnya di rumah ini..
"kakak tidak bosan apa di kamar terus?,aku saja yang keluyuran bosan,ayo kita nonton kak..!"
__ADS_1
"hehe.. bosan si, tapi bingung mau ngapain!"
mengikuti langkah adiknya yang terus menuntunnya lembut ke arah sofa.
"Iya sudah temani aku nonton kak...!"
"Baiklah...!"
Ternyata Diva baik juga...
Masih tersenyum menatap Diva yang sedang menyetel Tv.
"Kakak..?"Panggilan pelan sambil duduk di samping kakak Iparnya
"Iyah..."Anjani menjawab lembut juga.
"Kakak sedang hamil yah..?,selamat ya kak!,aku seneng deh bentar lagi punya ponakan....!"terseyum senang menatap kakaknya yang begitu kalem.
"Iyah...!"menjawab lembut sambil tersenyum,tak ada daya bagi Anjani untuk berbicara panjang lebar,yang jelas,ia sedang berusaha menyesuaikan dirinya.
"Maafkan aku ya kak...!, Kakak masih marah yah atas sikapku selama ini..!"
Melihat kakaknya yang bersikap canggung membuat Diva merasa tidak enak dan tidak nyaman, mungkin rasa bersalahnya masih menyelimutinya.
"Tidak!, jangan berpikiran seperti itu,kakak benar-benar sudah melupakannya, tenanglah!"
"Ih...maaf!"memeluk kakak iparnya tiba-tiba, merasakan sikap kakak iparnya yang begitu lembut dan baik membuatnya semakin merasa bersalah.
"Apa yang kau lakukan Diva!, jangan berlebihan seperti ini..!, katanya mau nonton!,Ayo.. tunjukan kepadaku filmnya!"mengelus punggung adiknya lembut, Anjani mencoba
menghibur adik iparnya yang terlihat bersedih.
"Baiklah..!,oh iya...,kakak mau makan buah atau cemilan?, akan aku ambilkan cemilan sebentar!"
Berlari menuju ke raungan tengah untuk mengambil cemilan dan buah-buahan yang ada di lemari es.
Manis sekali gayanya..
Anjani sudah mulai tersenyum senang merasakan kebaikan adik ipar saat ini.
Lalu Diva kembali dengan banyaknya makanan cemilan dan buah-buahan yang sudah ia bawa dan di taruh di atas meja.
"Ini kak!,aku sudah bawakan anggur untuk kakak!,Kakak mau kan..?"
"Mau kok!, terimakasih...!"
Keduanya langsung memulai menonton film bersama di ruangan keluarga ini.
Bahkan keduanya terlihat sangat asik dan seru saat menonton.
Diva berulang-ulang mengoceh kepada kakaknya dan terus tertawa senang atas kelucuan film tersebut.
"Ayo kakak, makan buahnya!, Jangan hanya melihati-ku saja!,mau aku petik-in?"
Langsung saja memetik-metik buah anggur itu dan menyodorkannya kepada kakaknya.
"Baiklah..."memakan satu persatu buah yang disodorkan dengan lembut dari tangan Diva.
keduanya tampak semakin dekat dan akur.
Tatapan ketua pelayan yang ada di pojokan terlihat begitu sinis sambil memegang ponselnya.
"Nona Diva dan Anjani sedang menonton film bersama Nyonya..!, sepertinya keduanya sudah saling dekat, bahkan Nona Diva menyuapi buah-buahan ke mulut Anjani dengan lembut!"
Ternyata ia sedang melaporkan kedekatan Nona Diva dengan Anjani kepada Nyonya besar.
Benarkan,apa yang aku takutkan..,
Diva pasti akan kelewatan dan menyayangi Anjani nantinya, terlebih Papah sudah merestuinya dan membuatnya kembali ke rumah ini..
__ADS_1
"Baiklah!, biarkan saja mereka berdua menikmati kesenangannya hari ini!,aku yang akan mengurusnya nanti!"
Begitulah balasan Nyonya besar yang tampak tidak terima dan mereka kesal sendiri dengan kedekatan mereka berdua.