My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Perhatian Suami


__ADS_3

Masih panik berdiri di depan pintu,


Ia bingung apa yang harus ia lakukan, sedangkan istrinya di panggil-panggil tidak nyaut juga.


"Tita..Tita!"


Teriak Devino, untuk menyuruh Tita mengambil kunci serep.


Tita langsung bergegas datang dan menjalankan perintahnya dengan segera.


"Brakkk..."


Dengan tergesa-gesa Devino membuka pintu kamar, namun apa yang ia lihat, melihat istrinya yang terlihat duduk santai di atas ranjang membuatnya begitu geregetan.


Apa yang dia lakukan,dia tidak menjawab perkataanku,


sedangkan dia sedang santai begitu...


Berjalan menghampiri istrinya yang serius menghadap ke arah ponsel, bahkan ia terlihat sedang senyum-senyum sendiri.


Pantas saja dia tidak mendengar...


Melihat headset yang ada di telinganya membuatnya merasa kesal karena sudah panik terlebih dahulu tadi, bahkan pikirannya sudah melayang kemana-mana.


"Apa yang kau lakukan?"mencabut headset itu dari telinganya.


"Ih...Kenapa kau kesini?,apa kau tidak lihat aku sedang memakai headset?"


mencoba menggapai tangan suaminya yang merebut headset itu dari telinganya.


Terus mencoba mengambil headset itu dari tanganya, namun Devino melarangnya untuk memakai headset lagi.


"Sini berikan kepadaku..!"


Anjani yang merasa begitu kesal dan terus berusaha untuk mengambil headset itu.


"Kau lupa waktu!,ini sudah jam berapa?, keluar makan malam sekarang!"


Menyeret istrinya perlahan untuk keluar dari dalam kamarnya.


"Tidak mau!, lepaskan!"


mengibaskan tangan suaminya dengan nada kesalnya.


"Makan sekarang!"bersuara lembut,


menggapai tangan Istrinya kembali dan mencoba untuk membawanya keluar dari ruangan kamarnya.


"Aku tidak mau!,jadi jangan memaksa!"


melepaskan genggamannya dan menatap kesal suaminya.


"Baiklah!, kenapa terlihat begitu marah kepadaku?,apa aku melakukan kesalahan?"


Pertanyaan apa ini, seharian aku ngambek masih tetap saja tidak mengerti apa kesalahannya,


dia benar-benar tidak mempunyai perasaan yah...


"Tidak!"menjawab singkat dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Benarkah?, kalau begitu makan sekarang!"masih mencoba untuk memaksa istrinya makan.


"Aku tidak mau!,apa kau tidak dengar?"


Anjani yang berusaha untuk meninggalkannya kembali ke arah ranjangnya.


Namun tangan itu sudah mencegah dan melingkar erat di pinggangnya, membuat Anjani terbelalak kaget menatap suaminya.

__ADS_1


"Apa kau cemburu?"


Mempererat pelukannya dan memojokkan Istrinya ke dinding pintu kamar.


Apa-apaan si dia ini...


"Cemburu?, buat apa aku cemburu?, lagian aku ini siapa mu untuk merasa cemburu kepadamu?, terserah saja kau mau berdekatan ataupun menjalin hubungan dengan wanita lain,aku tidak perduli!,kau dengar itu?"masih menatap kesal suaminya.


"Cih, benarkah?,kau yakin dengan perkataanmu?,apa kau jujur dengan apa yang kau katakan saat ini?"


Semakin mengeratkan pelukannya, Devino terlihat begitu gemas mendesak tubuh Anjani yang ideal itu ke tubuhnya.


"lepaskan!,apa yang kau lakukan si...?"


meronta-ronta mencoba melepaskan pelukannya yang semakin erat itu.


"Kau yakin kau berkata jujur?,kau benar-benar tidak cemburu jika aku berhubungan dengan wanita lain?"


Iihhh... menyebalkan sekali dia ini, benar-benar tidak punya hati yah,


rasanya aku ingin sekali menjambak-nya,


bagiamana bisa pertanyaan seperti ini ia tanyakan kepadaku..


"Terserah!,aku tidak perduli!"Mendorong tubuh suaminya dan meninggalkannya ke arah ranjang.


ih..ada apa dengan diriku..?


kenapa aku merasa kesal sekali,


Membaringkan tubuhnya di atas ranjang,ia tidak perduli dengan kehadiran suaminya, yang jelas ia hanya ingin menangkan dirinya saat ini.


"Braghh..."Suara pintu tertutup membuat Anjani yang merasa kesal itu semakin tambah kesal.


Sudah begitu saja,


Menghadap ke arah pintu, ternyata benar Anjani tidak melihat kehadiran suaminya,ia pergi begitu saja.


"Lihat...!,dia malah pergi!, bukankah membujukku atupun memperdulikan ku,ini malah tidak!, dia pergi begitu saja!, dasar lelaki, tidak ada pekanya sama sekali....."


Merasa begitu kesal dan melempar bantal kecil ke arah pintu dan,


"Brakkk..."Tepat sekali bantal itu tentunya menimpuk kepada suaminya yang sudah datang kembali membuka pintu.


"Apa-apaan dia ini, berani sekali menimpuk ku dengan bantal?...."


"Oops...dia datang"


aku benar-benar tidak tahu kalau dia akan datang kembali.


"Aku tidak sengaja,maaf....!, lagian siapa suruh kau datang kembali...!"


Merasa bersalah, melihat suaminya yang membawa roti dan selai membuatnya tidak enak diri.


Kenapa dia membawa roti,apa itu untukku?


Menundukkan kepala,melihat suaminya yang mendekat membuatnya tiduran kembali memiringkan tubuhnya, karena ia masih merasa kesal.


Bagiamana caranya meluluhkan hati wanita sensitif ini, beginikah kalau ia sedang ngambek...


Mendekat ke arah istrinya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang juga.


Kenapa dia malah tidur disini si?


kenapa tidak tidur di sebelah saja,


Merinding sendiri, merasa suaminya mendekat ikut membaringkan tubuhnya di sampingnya.

__ADS_1


"Kau masih marah...?"melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya yang terus ngambek itu.


Tidak ada jawaban dari Anjani,ia hanya beringsut dan merasa geli dengan bisiknya yang terlalu dekat itu, sesekali ia terbelalak melihat tingkahnya yang begitu lembut memeluk pinggangnya.


"Kenapa marahnya lama sekali...?,kau tidak capek apa..?"


Anjani merasa gemetar sendiri, jantungnya berdegup begitu cepat mendengar suaranya yang sangat dekat dan benar-benar lembut melintas di telinganya.


Sentuhan tangannya terasa begitu hangat dan nyaman.


Kenapa dia selalu bersikap seperti ini kepadaku ,


bagaimana aku tidak merasa gregetan coba,dia selalu membuatku kesal,lalu habis itu membujukku dengan cara-caranya lembutnya seperti ini.


"Siapa yang marah!"


mencoba melepaskan tangannya yang melingkar itu.


"Jika kau tidak marah,kau pasti mau makan malam!, dan pastinya kau juga tidak akan tidur miring begini...!"


Menatap rambut istrinya yang tampak halus dan bersinar indah itu.


Apa hubungannya aku ngambek dengan tidur miring,apa dia benar-benar selalu memperhatikan sikapku,


"Aku hanya ingin tidur miring!"menjawab jutek sekaligus singkat seperti biasanya.


"Aku juga!"semakin mempererat pelukannya dan terseyum di belakang punggung istrinya itu.


Mau sampai kapan dia bersikap seperti ini?, menggemaskan sekali....


"kau yakin kau tidak mau makan?,apa kau tidak lapar....?"mengelus perut istrinya yang ramping itu, membuat Anjani kaget dan merasa geli.


Apa yang dia lakukan...,


Mengalihkan tangan suaminya yang jahil itu dengan diam, namun tangan itu justru menggenggam balik tangan Anjani dengan erat.


"Terus saja kau bersikap seperti ini!,aku merasa senang..!, dan aku pastikan tidurmu tidak akan nyenyak!, karena aku akan tetap mengganggu tidurmu sebelum kau makan malam...!"


Semakin mempererat pelukannya, dan tangan itu mulai bermain-main di area perut istrinya, begitu lembutnya Tuan Muda menyuruhnya makan, sampai harus di sayang-sayang seperti ini Istrinya.


Begitulah wanita Tuan Muda, yang selalu ingin di perhatikan dan di pedulikan.


Kadang mulutnya berbicara tidak namun tingkah laku dan hatinya berkata iya, berbeda dari apa yang ia ucapkan, karena biasanya hati wanita itu butuh rasa kelembutan dan kenyamanan yang begitu mendalam.


Khususnya untuk para kaum Adam, bersabarlah dalam menghadapi sikap kaum hawa, kalian tahu sendiri bagaimana sikap wanita ataupun pasangan kalian yang selalu ingin di manja dan di perhatikan,


Kalian harus selalu peka dalam keadaan yah!,


"Geli...!"Berdiri dari tidurnya dan terduduk di atas ranjang menatap suaminya kusut.


"Makanlah!, ini sudah malam!,kau harus menjaga kesehatanmu...!"


Berbicara lembut menatap istrinya yang terlihat kusut itu.


Lalu ia segera berdiri dari tidurnya untuk menyiapkan roti dan selai tadi untuk memberikannya kepada istrinya.


"Ayo makanlah!, jangan membuatku marah!, karena aku pastikan tidurmu tidak akan nyenyak nantinya,..!"Memberikan roti yang sudah di olesi dengan selai kepada istrinya.


Anjani langsung menerimanya dengan diam, karena ia juga merasa lapar saat ini.


"Kau sudah makan juga?"merasa canggung dengan sikap suaminya yang begitu perhatian itu.


"Tenganlah!,tak usah memikirkan ku..!"


Ia langsung memakannya begitu saja,


sedangkan suaminya membaringkan tubuhnya di atas ranjang memperhatikan istrinya yang sedang makan itu.

__ADS_1


__ADS_2