My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Hamil


__ADS_3

"Menjauhkan dariku!,aku mohon.. pergi!,pergilah...!"


Anjani berusaha mengusirnya dari hadapannya, tangan itu masih terkunci di kedua tangannya lagi, matanya masih mengalihkan pandangannya ke arah lain,ia tidak berani menatap lelaki yang sedang berhadapan dengannya ini.


"Katakan kepadaku!, apa yang sudah terjadi dia antara kita berdua?, katakan!"


"Ti... tidak ada, tidak terjadi apapun!, Lepaskan aku....!"


"Jangan berbohong!, katakan yang sebenarnya,kau yang bernama Anjani bukan?"


Melihat mata Anjani yang basah karena menangis ia menjadi tidak percaya, terlebih tubuhnya yang terlihat gemetar ketakutan saat berada di sampingnya.


"Dan ini...lihat ini!,ini tanda pengenal mu kan?, makanya tidak kau pakai sekarang?,dan satu lagi, bukankah ini ikat rambut mu juga?, kenapa sama persis?, aromanya juga sama, katakan yang sebenarnya!"


Menatap lelaki itu dengan penuh kebencian,


Lalu apa yang harus aku katakan,


setelah ia mengerti semua ini ia akan memecat ku dari sini,


lalu mengusirku... berserta keluarga ku nanti bagaimana,


dan bagaimana dengan kehidupan keluargaku selanjutnya?.. jika itu benar-benar terjadi...


Aku tahu... orang kaya ini akan melakukan apapun untuk menutupi aibnya, bahkan mungkin dia akan memindahkan keluargaku ke luar negeri...


"Maaf....,mungkin a...aku....tidak sengaja menjatuhkannya, maafkan aku Tuan Muda!, aku harus pergi sekarang!"


Langsung melepaskan kedua tangannya yang sedang di tahan itu, kemudian pergi dengan segera dari ruangan itu.


Tuan Muda hanya terdiam menatap kepergiannya sambil menggenggam ikat rambut miliknya.


Setelah berada di luar lingkungan rumah ia benar-benar merasa lega, terlepas dari Lelaki gila yang pernah menidurinya itu.


Bagaimana bisa dia tidak mengerti apa yang telah ia perbuat,


lebih baik begini... anggap saja semuanya tidak pernah terjadi,


*aku hanya tidak ingin masalah ini semakin besar dan sampai di telinga ibukku...


lalu apa yang harus aku katakan kepadanya,aku tidak sanggup melihatnya terluka atas perbuatan keji yang menimpaku saat ini*...


Berjalan mengikuti langkahnya yang lemas, bahkan ia belum sempat memesan ojek online, bertemu dengan dirinya membuatnya begitu gemetaran dan tak berdaya karena merasa sangat takut.


"Tin.. tin.."klakson mobil mebuatnya merasa begitu kaget memegangi dadanya yang terasa menyekit.


"Gila yah orang ini benar-benar keterla..."melihat seseorang turun dari mobilnya.


"Erik...!"


"Anjani!"


Panggil-nya yang sudah turun dari mobil dan menghampiri Anjani.


"Anjani mari aku antar!, ini sudah terlalu malam,e'...maaf aku membuatmu kaget!"


"Tidak usah!,aku bisa pulang sendiri, nanti kau di cariin Tuan Muda, pergilah!"


Tidak memperdulikan perkataanya dan menyeretnya masuk ke dalam mobil,


"Ayo Nona...aku akan tetap mengantarmu!"


"Erik.. apa-apaan sih?"


"Jebrett...!"


menutup pintu tidak mendengarkan ucapan perempuan yang sudah duduk di dalam mobil.


"Hatimu tidak tenang?,kau baru bertemu dengan Tuan Muda bukan?"sambil masuk ke dalam mobil.."


"Kau tahu?..."


"Tentu saja aku tahu,aku selalu berdiri di belakang Tuan Muda, jadi aku tahu setiap pergerakan Tuan Muda walaupun hanya sejengkal!"


"Apa kau mata-mata?"


"Bukan Nona,aku adalah Tangan kanannya!"


"Terserah kau saja mau memanggilku apa...!"merasa kesal,ia terdiam menatap jalanan sekitar.


"Kau sudah memberitahunya?"


Anjani menggelengkan kepalanya,


"Kau takut akan terjadi apa-apa dengan kehidupan mu dan keluargamu?"


Anjani menganggukkan kepalanya,


"Aku juga merasa begitu, Tuan Muda bertanya terlebih dahulu kepadaku tentang masalah ini, sepertinya ia merasa sangat gelisah dengan semua ini, karena dia sedikit mengingat apa yang terjadi malam itu, namun aku menjawab tidak tahu...,aku juga bingung harus mengatakan apa kepada Tuan Muda!"


"Dia mengingatkannya?"Anjani terbelalak mendengarnya,ia merasa begitu gelisah.


"Aku tidak tahu pasti Nona...!"


"Antar aku ke rumah sakit!"

__ADS_1


"Baiklah!"


semua kejadian yang menimpamu Anjani membuatku merasa bersalah,


aku akan melayani mu selayaknya Nona muda,


tapi maaf hanya ketika kau bersamaku saja,


jika kau sudah berada di rumah itu aku hanya bisa memantau mu saja dari kejauhan....


****


Devino fokus ke arah leptopnya, bahkan tanganya tak berhenti memainkan mouse-nya kesana kemari,tapi pikiranya pergi entah kemana,


mengingat wajah itu kembali,aroma tubuh dan rambutnya yang begitu wangi terasa dan melintas di hidungnya seketika.


membuatnya teringat sekilas akan malam itu.


"Ah...sial, kenapa aku jadi memikirkannya terus,aku benar-benar tidak yakin dengan apa yang sudah aku lakukan,aku harap itu cuma mimpi!"


"Tidak... tidak,aku tidak melakukan apapun padanya,dia bilang dia juga tidak terjadi apa-apa kan, masa iya aku meniduri seorang pelayan di rumah ini!, tidak... tidak mungkin,itu tidak mungkin!"


Merasa kesal sendiri dengan pikiran dan bayangan-bayangan samar yang terus melintas di kepalanya itu,


Ia tidak yakin dengan apa yang telah ia perbuat, kerena ini benar-benar tidak mungkin baginya jika ia meniduri seorang pelayan di rumahnya,sementara para wanita yang menginginkannya begitu banyak dan tidak terhingga dari kalangan ternama.


Ponsel bergetar mengusik dirinya yang sedang berpikiran kesana kemari.


"Sayang, besok lusa aku akan pulang!, maafkan aku, mungkin kau sudah sangat marah kepadaku karena aku mengingkari janji yang ke dua kalinya,tapi aku akan menjelaskan semuanya kepadamu,aku benar-benar ingin bertemu dan berbicara!"


Pesan itu hanya dibaca,tidak di respon ataupun di balas pesan balik, yang jelas Devino merasa sangat kecewa kepada Allena yang begitu mendalam karena mengingkari janjinya untuk yang kedua kali.


*****


Hari berganti, setelah Anjani selesai mengurus urusan dapur ia langsung mencopot clemek yang melingkar di pinggangnya itu.


Keringat bercucuran,mulai membasahi bagian kening dan pelipisnya.


Kenapa hari ini aku merasa sangat lelah sekali...


Duduk di sebuah kursi yang tersedia di ruangan dapur untuk menghilangkan rasa lelahnya, bahkan pinggangnya terasa begitu pegal.


"Anjani kau tidak sibuk?"


Tanya Ketua pelayan yang baru saja menghampirinya.


Iya ampun aku saja baru Istirahat sebentar..,


"Tidak...apa ada pekerjaan lain ketua Pelayan?"sambil berdiri dari duduknya.


"Maaf ketua Pelayan!, Tuan Devino itu yang mana?"


Anjani belum tahu nama lelaki brengsek yang telah menidurinya itu.


"Putra pertama!, yang kamarnya kau pernah bersihkan beberapa waktu lalu!"


Terbelalak mendengarnya, karena ia sungguh tidak ingin melangkahkan kaki di kamar itu lagi,


kamar itu... kenapa aku harus melangkahkan kaki di kamar itu lagi...


"Kenapa kau terdiam?,apa ada masalah?"


"Tidak... tidak,aku akan membersihkan kamarnya sekarang!"


Melangkah kakinya dengan berat menuju ke kamar itu,


Berdiri menatap pintu kamarnya saja sudah mengingatkannya pada kejadian waktu lalu dan membuatnya gemetar.


Aku berharap tidak ada dirinya di dalam kamar...


Ruangan itu tampak sepi, membuatnya sedikit tenang untuk bekerja di ruangan ini.


Terdiam sejenak menatap ranjang itu, bayangan yang terus menghantuinya tampak bermunculan.


Membereskan sudut demi sudut ruangan,ia merasa begitu lelah dan letih, bahkan pusing tiba-tiba menghampiri dan menyelimutinya begitu saja.


Keringat dingin mulai bercucuran,ia merasa menggigil tiba-tiba,


kenapa kepalaku pusing sekali,


"Brakkk..."menjatuhkan barang yang ada di tangannya dan ia jatuh pingsan di bekapan seseorang.


Wajahnya terlihat begitu pucat, keringat dinginnya tampak bercucuran,lalu membaringkan wanita itu di atas ranjang dan segera menghubungi Erik.


Dokter segera datang memeriksa keadaannya, namun orang rumah tidak ada yang mengetahui hal ini kerena Dokter itu menyamar sebagai teman kerja Tuan Muda yang datang kerumah untuk menemuinya.


"Keadaanya baik-baik saja, Namun tubuhnya begitu melemas dan imunnya menurun drastis, saya harap dia butuh istirahat yang cukup karena ini akan mempengaruhi kandungannya!"


"Ka.. kandungan?"Erik yang begitu kaget dan tidak bisa mengontrol dirinya yang sejak kemarin menyembunyikan sesuatu, sesuatu yang ia takutkan benar-benar terjadi kali ini.


Tuan Muda juga begitu kaget menatap Erik dengan tatapan penuh tanda tanya,


ia merasa curiga sejak awal,apa dia benar-benar menidurinya atau tidak.


"Apa dia sudah menikah?"Tanyanya serius menatap tajam Erik,

__ADS_1


"Hmm?,e... maaf!"


sudahlah bicarakan saja semua ini semestinya...


"Belum Tuan Muda!"


Dokter terdiam bingung mendengar ucapan mereka berdua, mereka berdua pun terdiam tidak melanjutkan pembicaraan karena ada kehadiran-nya.


"E.. baiklah!,ini vitamin dan resep obat untuk Nona, agar ia segera pulih!"


"Baiklah Terimakasih Dok!"Erik menerima pemberian resep Dokter itu dan segera mengantarnya ke luar kamar.


"Kau tahu tentang semuanya bukan?,apa dia sedang mengandung anakku?"


Deg,


Bagaimana ini?..


"Iy ..iya, Sepertinya Nona Anjani memang sedang mengandung anak Anda!"


"Sudah ku duga!, jaga dia!, aku akan menemui Papah dan membicarakan semua ini!"


Tuan Muda dengan diam pergi meninggalkan ruangan kamarnya.


"Tuan Muda apa yang anda lakukan?"


Erik merasa panik, bahkan Tuan Muda tidak mendengarkannya sama sekali.


Akan ada badai besar jika Tuan Devino benar-benar mengakui semua ini kepada Tuan Besar...,


Sebenarnya apa yang akan ia lakukan?,apa Anjani dan keluarganya akan terancam sekarang..


Mengetuk ruangan khusus kerja milik sang Papah,


"Masuklah!"


Devino segera masuk ke ruangan.


"Ada apa?, apa ada sesuatu yang ingin di bicarakan?"bertanya dengan datar


"Iyah, Devino akan membicarakan hal yang sangat penting dengan Papah!"dengan muka datar dan seriusnya sambil duduk di kursi menghadap ke arah Papahnya.


"Katakan!" sambil menikmati secangkir kopinya.


"Devino akan segera menikah!"


"Menikah?"Tanya Papah yang sudah menantikan ini sejak lama.


"Iyah,Devino akan segera menikah dengan Anjani!"


"Anjani... siapa Anjani?"Merasa kaget karena nama itu sama dengan seorang pelayan di rumahnya.


"Pelayan di rumah ini!,aku akan segera menikah dengannya!"


"Devino apa yang kau katakan?"Raut wajah marah yang ia tampakkan mendengar kata pelayan.


"Devino tidak bercanda Pah!,aku akan menikah dengannya!, karena aku sudah menghamilinya!"


Dengan Jujur dan memberanikan dirinya untuk mengatakan hal ini.


"Apa?,.uhuk..uhuk..."Tersedak karena kaget mendengar perkataannya.


"Kau sudah gila!, menghamili seorang pelayan, dimana akal sehatmu Dev?"


Terdiam kerena ia tidak sengaja melakukannya, waktu itu dia sedang tidak sadar diri atas pengaruh obat dan minum keras.


"Semua itu sudah terjadi pah!,aku hanya perlu menikahinya!"


"Devino...,apa yang kau lakukan?,kau mau menghancurkan kehormatan rumah ini?"


"Devino sudah memikirkan yang terbaik,aku akan menikahinya,biar kehormatan keluarga ini tidaklah hancur!"


"Segampang itukah kau berbicara!, suruh dia menggugurkan kandungannya!, dan bayar perbuatan keji mu itu dengan uang!,jika kau menikahinya itu sama saja menodai kehormatan keluarga ini Dev!"


Papah begitu marah.


"membunuh anak yang ada di dalam kandungannya itu lebih keji Pah!, dan itu anak Devino Pah,apa pantas seorang Ayah menyuruh membunuh anak sendiri!"


"Anak kau bilang?,anak apa yang di kandung di luar pernikahan?,Kau yakin itu anakmu?, dimana perempuan murahan itu berada?"


"Jangan menyebutnya murahan Pah!, karena aku yang sudah menodainya!"


"Papah tidak akan setuju kau menikah dengannya!"


"Tapi Devino akan tetap menikahinya, karena aku harus bertanggung jawab atas perbuatan ku!"


"Urungkan niat mu itu Devino,kau benar-benar akan menghancurkan kehormatan keluarga mu?"


"Tidak, Devino akan bertanggung jawab dan menikah dengannya!"


"Tidak ada cara lain?"Papah bertanya dengan tegas.


"Tidak ada cara lain yang baik, melainkan bertanggung jawab Pah!"Devino pergi meninggalkan tempat.


"Baiklah!, jika kau tetap bersih keras untuk menikah dengannya!,tapi jangan berharap kau akan mendapatkan warisan dari Papah!"

__ADS_1


Devino tidak merespon ucapan itu, yang ia rasakan hanyalah rasa bersalah dan tanggung jawabnya sebagai seorang lelaki sejati.


__ADS_2