My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Kehilangan


__ADS_3

Masih berusaha untuk menyadarkan istrinya yang pingsan itu.


melihat wajahnya yang begitu pucat membuatnya semakin panik dan langsung menghubungi Erik untuk segera menyiapkan mobil.


Ia segera keluar dari ruangan kamarnya untuk membawa istrinya ke rumah sakit.


Semua keluarganya yang melihat dirinya menggendong Anjani keluar dari kamar hanya diam saja,


Termasuk Mamah juga, iamelihat Devino keluar dari ruangan kamarnya membawa Anjani yang sedang pingsan itu pun terdiam,


bahkan dengan jahatnya ia tersenyum dari belakang.


Devino tidak memperhatikan tatapan-tatapan keluarganya yang sinis itu,ia hanya fokus membawa Anjani yang pingsan masuk ke dalam mobil.


Hari sudah hampir menjelang tengah malam, ia tidak perduli jam berapa ini, yang penting keselamatan istrinya adalah yang utama, sedangkan Devino saja belum Istirahat sama sekali dari perjalanan jauh.


"Ayo kita ke rumah sakit terdekat sekarang!"


Menyuruh Erik untuk menyalakan mobilnya dan segera mengantarnya ke rumah sakit secepatnya.


Aku harap dia tidak baik-baik saja,


lebih menyenangkan lagi kalau ia keguguran, pastinya putraku akan kembali lagi dengan Allena...,


Senyuman bahagia merekah cerah di wajah Nyonya besar,ia terlihat begitu senang sekali melihat menantunya pingsan.


Diva pun melihatnya,


Diva merasa begitu bimbang dengan suasana di rumah ini.


Ia merasa tidak enak dan masuk ke dalam kamarnya meninggal keluarganya.


kakak benar-benar terlihat marah,lalu bagaimana jika kakak beneran pergi dari sini,


Diva merasa begitu bimbang dengan kebaikan kakaknya yang selama ini ia rasakan.


Diva merasa berat hati jika kakaknya benar-benar akan pergi meninggalkan rumah.


Namun di satu sisi ia juga tidak menyetujui pernikahan ini sama halnya dengan yang lain.


Tapi di dalam hati kecil Diva,ia juga tidak ingin kehilangan kakaknya, karena selama ini yang paling perhatian kepadanya adalah kakak pertamanya Devino.


Kakak tidak boleh pergi,aku tidak ingin kehilangan kakak,lalu siapa yang akan perhatian denganku nanti, sedangkan kak Daniel kerjanya cuma cuek...


Diva berpikir panjang dan terdiam di pinggiran ranjang.


Mobil terus melaju dengan kecepatan tinggi, Namun Erik sangat fokus dan hati-hati dalam menyetir,


Ia begitu fokus dan langsung memotong jalan untuk mencari rumah sakit terdekat.


Akhirnya mobil terparkir di parkiran rumah sakit,


Tanpa pikir panjang Devino segera menggendong Anjani dan masuk ke dalam rumah sakit dengan tergesa-gesa,


terlebih melihat istrinya yang semakin pusat membuatnya semakin panik.


"Suster!...Suster!,Darurat!,aku mohon tangani Nona muda terlebih dahulu!"Erik yang sudah berlari mencari bantuan segera dari pihak rumah sakit.


"Baik pak!, Tunggu sebentar!"memanggil rekan-rekannya dan segera membawa Brankar rumah sakit untuk membawa Nona mudanya masuk ke ruangan rawat.


Baru kali ini Tuan Muda terlihat begitu gelisah dan khawatir melihat istrinya yang terbaring di Brankar itu sambil masuk ke dalam ruangan rawat mengikuti para suster dan Dokter,


sementara Erik berjaga di luar ruangan.


Bahkan rasa pegal di tangannya akibat menggendongnya terlalu lama tidak ia rasakan, hanya sedikit mengibaskan-nya saja untuk merilekskan otot tangan.


Tapi hal aneh terjadi dan ia rasakan di tangan kanannya,


lengan kemejanya yang begitu aneh terasa basah, melihat cairan merah yang membasahi baju kemejanya yang putih di tangan kanannya itu membuatnya begitu kaget.


"Apa ini darah?"terbelalak melihat pemandangan ini yang begitu mengejutkan, Dokter pun memperhatikan Tuan Muda yang terlihat begitu panik.


"Darah apa ini?, kenapa Anjani mengeluarkan darah?"


semakin panik dan terbelalak menatap Dokter, lalu melihat kaki putih Anjani yang terbaring di atas Brankar ada bekas mengalir darah di kakinya.


"Apa istri anda sedang hamil Tuan Muda?"


"Iya, istriku memang sedang hamil!,dia baik-baik saja kan?, tidak terjadi apa-apa dengan kandungnya kan Dok?"


Sepertinya ia keguguran,


"Saya akan segera memastikan dan memeriksanya Tuan Muda"Wajah pias dokter mengalihkan pandangannya.


Firasat Dokter sendiri tentunya sudah begitu negatif tentang kandungannya,


Namun melihat Tuan muda yang terlalu panik, sebaiknya ia memeriksa istrinya terlebih dahulu dan memberitahunya nanti tentang kabar ini.

__ADS_1


Devino langsung duduk di sofa ruangan rawat VIP dimana istrinya itu terbaring, sambil memperhatikan Dokter dan suster yang sedang memeriksanya.


"Tidak ada harapan Dok?"Tanya suster pelan.


Dokter menggelengkan kepalanya,ia segera mendekat ke arah Tuan Muda untuk memberitahu semua ini sekarang juga.


Tampak Tuan Muda yang begitu khawatir menggigit bibirnya kelu sambil menyanggahkan tanganya.


"Bagaimana keadaannya Dok?"menatap dokter serius dan sesekali menatap istrinya yang masih pingsan di atas ranjang.


"Mohon maaf Tuan Muda!, sepertinya anda memang harus menerima semua kenyataan ini!, kandungan istri anda tidak bisa saya selamatkan!"


"Apa?, maksudmu istriku keguguran..?"Begitu kaget mendengarnya.


"Iya Tuan Muda!, kami tidak bisa menyelamatkannya, karena Tuan Muda membawanya kemari dengan keadaan terlambat!"


"Apa maksudnya terlambat?"Tuan Muda yang terlihat berkaca-kaca sepertinya ia merasa sangat bersalah dengan semua ini.


"Mungkin sebelum Anda membawa kemari,istri anda sudah merasa kram di perutnya!, apakah ia tidak memberitahu anda tentang hal ini?, ataukah dia kelelahan?, apakah dia mengerjakan pekerjaan berat atau beban berat yang melampaui batasan orang hamil?"


Tanya dokter begitu penasaran dan curiga.


Ini semua gara-gara mamah, kenapa mamah tega sekali melakukan hal ini padanya...


Aku kehilangan anakku,


"Iyah...,sepertinya istriku memang kelelahan Dok, karena aku tidak bisa menjaganya dengan baik!"Berbicara pelan, bahkanTuan Muda sudah terlihat menitikkan air matanya sesekali.


"Mungkin ini adalah ujian Tuan Muda!, percayalah!, Anda dan istri Anda pasti akan di karuniai anak lagi!"


Tuan muda hanya menganggukkan kepalanya,ia terlihat begitu sedih,


membuat Dokter segera pergi untuk mengurus istrinya kembali.


Ini semua salahku, seharusnya aku tidak pergi meninggalkannya, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi,


seharusnya aku membatalkan semua pekerjaanku, kenapa aku lebih mementingkan meeting dari pada dirinya,


Tuan Muda merasa begitu bersalah dan menyesal,ia masih terdiam duduk menatap istrinya yang sedang di tangani dokter


Dua jam berlalu, Erik sudah masuk ke ruangan rawat untuk menemani Tuan mudanya yang terdiam di sofa sambil memegangi keningnya.


"Bagaimana keadaan Nona muda Tuan Muda, apa Nona baik-baik saja?"melihat Anjani yang masih pingsan, membuat Erik penasaran.


"Dia baik-baik saja!, tapi kandungannya keguguran!, akibat terlalu banyak beraktifitas dan bekerja, jadi dia kecapean dan keguguran!,aku benar-benar tidak tahu apa yang sudah aku lakukan?, sampai-sampai aku membiarkan ini semua terjadi!"Merasa bagitu bersalah dan terpuruk.


"Ini bukan kesalahan anda Tuan Muda!, takdir yang sudah berkehendak!"mencoba untuk menangkan diri Tuan Mudanya.


"Anjani!"panggil suaminya pelan.


Syukurlah Nona muda sudah bangun,


"Aku dimana?, kenapa aku disini?"Tanyanya pelan bercampur bingung.


Namun sebelum suaminya dan Erik menjawab dokter sudah datang kembali.


"Syukurlah anda sudah bangun Nona!"Berjalan Menghampiri Anjani.


"Apa yang terjadi padaku Dok?,dan apa ini?"menunjuk peralatan medis yang menempel di tubuhnya.


"Anda sedang sakit Nona,makanya anda di rawat!"


"Aku baik-baik saja!,aku tidak perlu berlebihan seperti ini!"mencoba untuk berdiri dari tidurnya,


"Apa yang Anda lakukan Nona?"


"Aw..., perutku kenapa?"


namun perutnya terasa begitu mencengkram, terasa menjalar ke atas membuat kepalanya pusing.


"Kenapa kepalaku pusing sekali!"memegangi kepalanya dan tidak jadi turun dari ranjang.


Tuan Muda dan Erik masih terdiam di samping ranjang, keduanya tidak berani untuk menjawab pertanyaan Anjani, mereka berdua hanya mampu menatap Anjani sambil terdiam, terlebih Tuan Muda yang merasa begitu bersalah membuatnya tidak berani berbicara.


"Istirahatlah Nona!, anda perlu Istirahat!, kondisi anda sedang ngedrop kali ini!,karena anda habis mengalami keguguran!"Jelas Dokter.


"Apa...?"


Anjani terbelalak begitu kaget menatap Dokter yang sudah berbicara itu.


"Dok..Dokter tidak berbohong kan?, Dokter tidak bercanda kan?,apa....apa yang Dokter katakan?, kenapa dokter berbicara seperti itu..?"


Anjani yang tidak terima sekaligus merasa bersalah,ia berbicara dengan terbata-bata sambil menitikkan air mata memegangi perutnya.


"Saya tidak berbohong Nona!,saya sudah menyampaikan yang sebenarnya!"


Dokter yang ikut merasa sedih melihat Nona mudanya yang menitikkan air mata.

__ADS_1


Sementara Anjani menatap wajah suaminya dengan mata yang berlinang itu,


melihat suaminya yang terdiam juga menatapnya membuatnya merasa begitu kesal.


"Pergi dari sini!,aku mohon kalian semua pergi dari sini!,aku tidak ingin bersama kalian!, pergi dari sini!, pergi!.. pergi...hiks...hiks."Teriaknya.


Semakin menangis Terisak dan mengusir semua orang untuk pergi termasuk Dokter.


Anjani langsung mengumpat memiringkan tubuhnya dan menyembunyikan wajahnya karena menghindar dari menatap suaminya.


Dokter pun segera pergi meninggalkan ruangan karena mengerti keadaan Nona mudanya yang sedang terpuruk untuk menenangkan diri.


"Pulanglah!, sebaiknya kau Istirahat Erik!,aku yang akan menemaninya!"


Menyuruh Erik untuk pergi juga dan beristirahat!


"Baik Tuan Muda!"Erik segera pergi meninggalkan ruangan.


Memandang istrinya yang terlihat menangis memiringkan tubuhnya dan membelakanginya itu membuatnya tidak tega.


Aku keguguran..


apa aku keguguran,


aku benar-benar keguguran,


Anjani masih tidak percaya juga dengan semua ini dan masih menangis terisak.


kenapa aku sampai keguguran, apakah setelah ini hidupku akan semakin berantakan,


dia akan pergi meninggalkanku begitu saja, lalu dia akan menceraikan ku kan,


dia akan mempunyai hidup yang baru dengan wanita lain, dengan tunggangannya itu dan bahagia... iya kan,


*sedangkan hidupku sudah hancur berantakan seperti ini,


lalu bagaimana dengan kehidupanku nantinya?, setelah aku kehilangan anakku


apakah seperti inikah nasibku*?


Merasa begitu sedih sekali dengan kenyataan ini,ia juga merasa sedih karena pastinya ia akan di tinggal suaminya begitu saja nantinya.


"Anjani?"


suara pelan suaminya yang sudah memangilnya dan tidak tahan melihat dirinya menangis terus.


Sementara Anjani tidak mendengarkan panggilannya sama sekali,ia begitu benci mendengar panggilannya, karena ia tahu ia pasti akan meninggalkannya setelah ini.


Melihat istrinya yang tidak mau berpaling ke arahnya, membuatnya berjalan dan mengharap ke arahnya, Namun Anjani yang melihat suaminya berada di depannya membuatnya membalikan badannya kembali dan tidak ingin melihatnya.


Apa yang dia lakukan?,dia pasti sangat marah kepadaku...


Segera menghampirinya istrinya dan duduk di samping ranjangnya, melihat istrinya yang belum menatapnya juga membuatnya semakin merasa bersalah.


"Maafkan aku Anjani!,aku tidak bisa menjagamu dengan baik!"membelai rambutnya yang masih menangis terisak itu.


Tapi kau senang kan,


kau akan terbebas dari tanggung jawab mu,


Mencoba mengalihkan tangan suaminya yang sedang membelai lembut rambutnya.


"Jangan menangis terus Anjani!,aku mohon maafkan aku!,aku tahu kau sangat marah kepadaku...!,tapi setidaknya jangan mengusirku dari sini!, biarkan aku menemanimu kali ini saja!"


Melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya yang masih menangis memiringkan tubuhnya itu,ia ingin berusaha meredakan kemarahan istrinya kepadanya.


Sebenarnya Anjani hanya merasa sedih dan khawatir akan dirimu yang akan pergi meninggalkannya Tuan Muda,ia merasa khawatir akan itu, jadi perasaan begitu sedih dan merasa begitu kesal atas keguguran ini.


Karena ia begitu takut kau akan pergi meninggalkannya begitu saja jadi ia merasa begitu sedih saat ini.


Semua perkataan-perkataan Ibumu benar-benar meracuni pikirannya dan membuatnya gelisah dan khawatir.


Notte;


Hai Readers!, terimakasih atas waktunya yang senantiasa menunggu dan membaca karya ku ini!


Mohon bantuannya untuk mendukung baik komentar,like, hadiah maupun vote!


Bantu dukungannya!


Ramaikan karyaku ini dengan komentar-komentar kalian yang menggemaskan supaya Author lebih bersemangat lagi Up-nya!


Thanks you


salam hangat semua,


Sehat-sehat selalu yah para Readers!,

__ADS_1


Aamiin,


😘😘🤗😍🤲🤲🤗


__ADS_2