
Setelah selesai dengan urusan peresmian toko, mereka semua langsung mendekatkan diri dan masuk ke dalam toko untuk duduk dan Istirahat di dalam ruangan itu.
Khususnya untuk karyawan baru yang baru saja bekerja harus lebih dekat lagi dengan atasnya, mereka harus saling dekat dan bersahabat begitulah kehidupan orang toko.
"Minumlah!,kau belum minum sejak pagi!"Tita yang terlihat sudah memegang dua minuman dingin,dan
satunya lagi ia berikan kepada Erik yang sedang duduk di kursi bagian para tamu toko.
Erik terdiam menatap istrinya yang memberikan minuman itu kepadanya, bahkan sebalum erik mengiyakannya ia pergi meninggalkan suaminya begitu saja untuk memasuki Apartemennya yang berbeda di lantai atas.
Bagaimana dia tahu kalau aku ini belum minum sejak pagi,apa dia begitu memperhatikan ku...
Menatap istrinya yang sudah keluar dari ruangan toko dan pergi meninggalkan tempat ini.
lalu memadang minuman yang diberikan olehnya istrinya itu sambil tersenyum kecil, lalu segera meminumnya karena merasa haus, terlebih minuman yang di berikan-nya adalah minuman dingin, membuatnya tidak bisa menolak.
"Bagaimana caranya agar semua orang mengenal dan membuat toko ini semakin rame?"
Anjani yang sedang istirahat juga menghadap ke arah karyawan barunya untuk berunding bersama.
"Kita lakukan promosi untuk beberapa hari Nona!, agar minat para pembeli semakin banyak dan customer kita semakin bertambah banyak,iya kan?"
Kata Qinan karyawan barunya yang memberi masukan dan saran kepada Nona mudanya yang sedang bertanya itu.
"Iya tentu saja...,tapi bagaimana bentuk promonya?, seperti diskon? atau kaya buy one get one gitu?, beli satu gratis satu?..."
"Itu setuju si Nona!,itu aku setuju, selama masa perkenalan kita memang butuh banyak pengeluaran untuk memperkenalkan kepada semua orang, terlebih untuk mencari customer memang harus dilakukan cara-cara seperti ini, agar mereka semua mendapat kepuasan yang maksimal dalam berbelanja...!"
"Oke baiklah,aku akan segera menyusun rancangan untuk beberapa hari promosi, semoga saja toko ini rame dan maju..!"
"Aamiin Nona..."
Anjani langsung meninggalkan mereka semua menuju ke belakang ruangan utama atau bagian ruangan produksi yang terdapat di toko ini.
Terlihat suaminya yang masih sibuk dengan salah satu karyawan barunya yang sedang membuat adonan roti.
Dia belum Istirahat juga sejak tadi,apa dia tidak lelah?,
Dia terlihat bersemangat sekali,aku tidak pernah menyangka dia mau hidup dan bekerja seperti ini hanya demi diriku?,
hanya demi diriku Devino...,
kau rela melakukan semua ini?,
lalu apa yang telah aku lakukan kepada mu selama ini...
Melihat suaminya yang belum istirahat sejak tadi membuatnya tidak tega dan menghampirinya, terlebih melihat keringat yang ada di keningnya membuatnya semakin resah dan kasihan kepada suaminya Itu.
__ADS_1
"Sudah....!, Istirahatlah terlebih dahulu!, kau butuh istirahat, jangan terlalu menyiksa dirimu,kau mau makan...?"berdiri di samping suaminya.
"Bentar Anjani,tanggung!,sebentar lagi juga selesai...!"
"Taruh adonannya!,ini sudah siang!,kau harus makan dan istirahat dulu!..."Langsung menggandeng tangan suaminya untuk mengajaknya naik ke lantai atas terlebih dahulu..
"Ta.. tapikan itu tanggung Anjani!,bentar lagi juga...?"bersikeras untuk menyelesaikan adonan itu.
Anjani tidak menggubrisnya yang terus berbicara itu,
ia tatap saja fokus terus menarik tangan suaminya untuk keluar dari ruangan itu dengan segera.
Sepertinya hari pertama toko roti ini buka membutuhkan waktu yang begitu banyak untuk mereka semua bekerja.
Tuan Muda dan Anjani bahkan seharian di lantai bawah Apartemen mengurus kesibukan toko roti ini, mereka berdua hanya naik ke lantai atas untuk melakukan ibadah dan makan saja, sehabis itu turun lagi kembali ke toko untuk bekerja lagi.
Dari mulai melayani para customer baru dan menyusun rencana untuk kemajuan toko ini kedepannya.
Hari semakin sore, dan akhirnya malam pun tiba begitu cepat.
Setelah toko tutup keduanya langsung naik ke lantai atas untuk membersihkan diri dan Istirahat.
Anjani mandi terlebih dahulu, sementara Tuan Muda duduk menunggu istrinya yang sedang mandi di kamar mandi.
Sebenarnya banyak kamar mandi di apartemen ini,tapi karena ia sedang merasa letih dan lelah sebaiknya ia bergantian saja dengan istrinya sambil merilekskan tubuhnya.
Sekitar sepuluh menit berlalu,Anjani keluar dari dalam kamar mandi dan melihat suaminya yang tertidur anteng di atas sofa.
Kemudian langsung menghampirinya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, sebenarnya ia ingin memakai hairdryer untuk mengeringkan rambutnya.
Namun suaminya sedang tidur, ia takut akan membangunkannya nanti.
Kau pasti sangat kelelahan hari ini,
Memandang suaminya lekat yang sedang tertidur itu dengan senyuman kecil menatap wajahnya yang terlihat begitu tampan.
Kau terlalu bersemangat, aku bisa melihat dari kerja kerasmu hari ini,
kau rela meninggalkan semuanya demi diriku,
Aku baru sadar Devino, begitu baiknya dirimu kepada ku, maafkan segala sikapku selama ini...,
Yang tidak pernah menghargai mu sebagai seorang suami yang bertanggung jawab, maaf....
aku yang kurang menyadari, maafkan aku..,
Terima kasih..,terimakasih atas semuanya...,
__ADS_1
Langsung menintikkan air mata menatap lekat suaminya.
Lalu mengelus kepalanya dengan lembut sesekali.Ia merasa bersalah dengan segala sikapnya yang telah ia tunjukkan kepada suaminya selama ini.
Mengingat kebaikan dan kelemahlembutan suaminya kepadanya selama ini membuatnya semakin merasa bersalah dan tidak tega, terlebih melihat kehidupannya yang seperti ini sekarang.
Kenapa kau rela hidup seperti ini bersamaku?,
aku hanyalah seorang pelayan,aku tak pantas bersamamu,
makanya aku bersikap seperti ini selama ini, hanya karena aku ingin kau melepaskan ku, agar kau tidak hidup susah seperti ini,tapi kenyataannya tidak, aku tidak bisa Devino,aku tidak bisa kehilanganmu...,
karena aku sadar diri Devino,aku bersikap seperti ini karena aku ingin kau kembali bersama keluarga mu,
hidupmu begini gara-gara aku,di dalam hati kecilku mengatakan aku tidak ingin melihatmu hidup seperti ini...,
Entah kenapa aku merasa tidak rela dan tidak ingin melihatmu kesusahan,
Masih mengelus kepala suaminya dengan lembut dan penuh perasaan, Anjani terlihat begitu sedih dan untuk yang kedua kalinya ia menintikkan air matanya untuk suaminya.
Tapi dengan sikapmu yang seperti ini,aku benar-benar tidak bisa kehilanganmu,
Tetaplah bersamaku...!,aku mohon..!
karena aku menyayangi mu Devino, tapi aku benar-benar tidak bisa melihatmu seperti ini...,aku harus bagaimana sekarang...,
"Muach..."mencium pipi suaminya dengan lembut yang tertidur di sofa itu, lalu pergi membiarkannya tidur terlebih dahulu beberapa menit, setelah itu baru membangunkannya setelah urusan dirinya selesai.
Merasakan sentuhan lembut ciuman di pipinya yang basah karena rambut Anjani yang habis keramas itu membuatnya terbangun dan menyentuh pipinya,
namun ia tidak melihat kehadiran seseorang disitu,
Yang ada ia sedang merasa bingung karena pipinya terasa basah.
"Apa Anjani sudah keluar dari kamar mandi?, kenapa pintunya sudah terbuka?"menengok kesana kemari mencari keberadaan istrinya yang belum juga terlihat sejak tadi.
Ia langsung beranjak berdiri menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tak lama kemudian,Anjani sudah datang ke kamar kembali sambil membawakan makan malam untuknya dan suaminya.
Sepertinya mulai sekarang Ia akan bersikap baik dan ingin belajar menjadi istri yang lebih baik lagi buat Devino.
"Ey....dia sudah bangun?, sejak kapan di bangun?"
Menghadap ke arah pintu mandi dan mendengar percikan air di dalamnya membuatnya menunggu sambil mengeringkan rambutnya kembali.
Setelah itu ia menyiapkan pakaian gantinya dan senantiasa menunggunya untuk makan malam bersama.
__ADS_1