
Hari ini Anjani dan Devino datang ke kantor bersama.
Karena setelah selesai meeting keduanya akan pergi ke dokter untuk melakukan cek kandungan.
Meeting pagi pun segera di laksanakan sesuai dengan waktu dan ketentuan yang sudah ada.
Setelah keluar dari ruangan meeting keduanya langsung kembali ke ruangan kerja mereka.
Sementara Anjani sedang beristirahat di ruangan istirahat milik suaminya itu.
"Nanti kirimkan file dan proposal ini kepada manager kantor,aku ingin semuanya terselesaikan miggu ini, tidak ada alasan untuk menolaknya, semua harus terselesaikan minggu ini juga"
"Baik Tuan muda, akan saya kirim dan sampaikan kepadanya..."Berbicara lembut sambil mengalihkan dokumen yang Tuan Muda berikan kepadanya itu,ia terlihat akan berusaha untuk menggoda Tuan mudanya lagi.
Bahkan terlihat juga baju yang ia kenakan
lebih ketat menampakan tubuhnya dan lebih menggoda dari hari-hari lalu.
"Anda mau kopi Tuan Muda?,akan saya buatkan, sepertinya anda kecapean.."
"Iya baiklah.."menjawab dengan santai sambil menghadap ke layar leptop tanpa meliriknya sedikitpun.
Terbuat dari apa lelaki ini, bagaimana caranya agar ia bisa tertarik kepadaku,
melirikku saja tidak..,
bagaimana caranya agar bisa membuatnya tertarik kepadaku..
"Akan saya buatkan dengan segera Tuan Muda.."Menatap sinis lelaki tembok ini.
Sekertaris itu langsung menuju ke ruangan belakang dimana tempat membuat minuman dan kopi seperti biasanya.
Disitu juga banyak karyawan kantor yang sedang mengobrol dan membuat kopi bersama untuk menghilangkan rasa lelah mereka.
"Hust...hust.., dia datang.."
Melihat sekertaris Tuan Muda yang menuju ke ruangan ini membuat mereka semua yang semula mematung langsung berinteraksi.
Ia langsung menuju ke arah lemari gelas. Lalu mengambil salah satu gelas itu untuk membuat kopi.
Membuat semua kawanan laki-laki yang ada di sini berdendang dan menyuit untuk menggodanya.
"Kira-kira kita kapan yah di bikinin kopi sama wanita cantik sepertinya..."Berbicara sambil melirik dan mengedipkan matanya ke arah Melissa yang sedang mengaduk kopi.
Melissa hanya tersenyum kecil melayani mereka, karena selera yang ia miliki begitu tinggi, jauh dari para lelaki ini.
Setelah selesai dengan urusan kopinya ia langsung kembali ke ruangan untuk segera memberikan kopi itu kepada Tuan Muda.
Terlihat juga Tuan Muda yang sedang sibuk mencari barang.
Ia sedang mencari flashdisk yang ia taruh di atas buku tadi, sepertinya terjatuh saat ia mengambil dokumen.
"Ini Tuan Muda kop.... Brakkk...Cetar.."Tak sengaja Tuan Muda malah menepis kopi itu yang ada di tangan sekertaris itu karena kaget, membuat gelas itu terkapar dan jatuh ke lantai, itupun menjadi pecah berantakan dan mengotori ruangan ini.
"Opss....."Melissa yang kaget dan terbelalak menatap tumpahan kopi yang berserakan di lantai, terlebih ia baru ingat akan apa yang ia lakukan...,
__ADS_1
Hah.. bagaimana ini..
"Eh, sorry..."Tuan Muda juga kaget dan langsung menatap ke arah lantai, tapi hal ini membuatnya terdiam dan mengerutkan dahinya menatap ke arah kopi yang berserakan itu
"Apa itu..?"
gawat
Segera mengambil benda yang ia temukan dari dalam tumpahan kopi itu, terlihat tablet obat yang belum larut saat Melissa baru memasukinya tadi.
"Jangan Tuan Muda.."
"Minggir"Merasa semakin curiga, terlebih melihat sekretarisnya yang berusaha untuk menghalanginya.
"Apa ini?, Obat?, bagaimana bisa ada di dalam kopi ini?,apa maksudnya?, obat apa yang akan kau berikan kepadaku..?"Terkejut saat melihat tablet obat yang sudah setengah larut,ia paham akan obat ini.
Bahkan ia terlihat langsung marah tanpa mendengarkan penjelasannya dulu.
"Aa...aa..itu..itu.. anu Tuan Muda.."
"Kau berusaha untuk menghancurkan ku?,kau ingin berusaha merusak rumah tangga ku?,kau akan lakukan apa dengan ini?,kau berani berbuat seperti ini, keluar dari kantorku sekarang!,keluar..!"
"Ta.. tapi Tuan Muda,aku hanya.."
"Aku pecat kau sekarang!, pergi!"Terlihat begitu marah,ia bahkan tidak ingin mendengarkan penjelasannya atupun memberinya kesempatan.
Ia sudah bisa menebaknya terlebih dahulu tentang apa yang ada di pikiran sekertaris-nya ini ,hal ini benar-benar membuatnya kesal dan marah.
"Ada apa Dev..?"Anjani penasaran bercampur gelisah, mendengar suara gelas pecah membuatnya segera keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di depan.
Melihat keadaan lantai ruangannya ini yang begitu berantakan membuatnya semakin menyengkrut-kan dahinya,
"Tunggu apa lagi?, Keluar dari kantorku sekarang!"
Terlihat Devino yang begitu marah kepada Sekertaris-nya itu.
Membuat Anjani semakin penasaran dan bertanya-tanya di dalam hatinya.
Ada apa ini, kenapa Devino terlihat marah sekali kepadanya...,
Sekertaris itu langsung bergegas pergi meninggalkan ruangan ini saat melihat Nona mudanya yang sudah keluar dari ruangan istirahatnya itu.
"Ada apa sayang,apa Sekertaris-mu berbuat masalah?"
"Iya Tentu saja,dia berbuat kesalahan yang begitu menjijikan,aku benci ini.."
"Memang apa yang dia lakukan kepadamu?,dia yang menumpahkan kopinya?"
"Dia akan meracuniku dengan obat ini,aku benar-benar tidak mengerti apa maksud dan maunya"
Obat apa itu,aku benar-benar tidak tahu maksud obat itu, maksudnya bagaimana?,apa yang di lakukan sekretaris itu dengan obat itu.
"Bagaimana kau bisa tahu sayang?"
"Untung saja aku tak sengaja menyenggol gelas kopi itu dan menjatuhkannya,lalu obat ini terlihat di lantai dan belum terlalu larut, jika tidak.., aku pasti sudah meminum kopi itu tadi"
__ADS_1
"Iya ampun sayang,jahat sekali..,tapi syukurlah Allah masih menyelamatkan kita, memang obat itu untuk apa?"
"Iya sayang, aku juga sudah memecatnya, Obat ini adalah obat tidur,aku bisa saja tidak sadar akan apa yang ia lakukan nantinya..."
Anjani langsung berlari memeluk suaminya yang terlihat kesal itu.
"Bersyukurlah atas kejadian, sekarang kau jadi tahu sikap dan sifat Sekertaris-mu itu,ini memang yang terbaik sayang.."
"Iya sayang... muach,Ayo bersiap-siaplah, habis ini kita pergi ke dokter kan.."
"Iya sayang.."
Mendapati pelukan istrinya saja sudah membuatnya begitu tenang dan lega.
Ini arti kehadiran seorang istri baginya.
****
Semuanya tidak bisa berkutik atupun berbuat jahat kepada Anjani lagi.
Baik Nyonya besar, Daniel,dan yang lainnya, mereka hanya bisa menatap sinis kedatangan Anjani dan Devino yang main ke rumah Tuan besar setiap waktu.
Tatapan para pengawal Tuan besar benar-benar terlihat sangat tajam dan menggelitik saat di pandang mata.
Ini membuat mereka semua tidak bisa melakukan apapun.
Setelah kejadian itu kini suasana benar-benar berubah, Anjani terlindungi dan terjaga.
Bahkan dari godaan para wanita ataupun sekertaris yang sekian lama bersusah payah untuk menggoda dan mendekatinya hasilnya tetap nihil.
Ia tidak mendapatkan apapun, bahkan ia pernah mendapati kemarahan Tuan muda yang kesal karena berusaha lancang dan berbuat buruk, pernah sesekali juga saat ia akan modus dan berusaha untuk membenarkan dasinya.
"Sudah kubilang jangan menyentuhku selain aku memberikan izin kepadamu,aku tidak ingin sampai istriku salah paham jika ia melihatnya nanti"
"Maaf Tuan Muda,aku hanya..."
"Apa?,kau berusaha untuk menghancurkan rumah tanganku?, siapa yang menyuruhmu melakukan ini?, katakan?"
Apa yang Tuan Muda katakan,kenapa ia berbicara seperti ini, tidak mungkin kan dia tahu kalau aku sedang berusaha mendekatinya karena suruhan,
Waktu itu memang Anjani sendiri sedang berada di kantor bersama suaminya dan ia sedang istirahat di ruangan istirahat.
Namun gaya sekertaris yang semakin membuatnya risih dan berusaha mendekatkan dirinya itu membuatnya tidak nyaman dan merasa curiga.
Sejak saat itu Devino memilih untuk berganti sekertaris dan memiliki sekertaris cadangan sebelum ia memecat Melissa.
****
Di satu sisi ada pertemuan penting antara mereka berdua yang harus di bicarakan empat mata.
"Maaf Tuan Muda, gara-gara perkerjaan yang anda berikan kepadaku aku jadi di pecat dari kantor oleh Tuan Devino..,aku sudah berusaha menggodanya sebisa mungkin, bahkan seseksi mungkin tapi sama saja ia tidak melirikku sama sekali, sepertinya rasa cinta Tuan Devino memang begitu besar kepada istrinya, jadi aku mohon gantilah kerugian yang aku peroleh sekarang,aku jadi di pecat kan...."
Kesal menatap lelaki di depannya ini.
"Tidak mau!,aku bahkan tidak melihat sedikitpun hasil dari apa yang aku tugaskan kepadamu, dan sekarang kau meminta ganti rugi, enak sekali..."berbicara sinis sambil menyeruput kopinya.
__ADS_1
"Oh...oke, akan aku beritahu kepada istri anda kalau anda menyukai kakak ipar anda sendiri,aku di pecat dari kantor gara-gara anda kan, bila perlu akan aku berikan tahukan hal ini kepada semua orang,termasuk Nyonya besar...!"
"Hey, jaga mulutmu!,kau gila yah,iya...iya baiklah,aku akan bertanggung jawab akan ini,mulai besok kau bekerja di kantorku..."