
Hari ini suasana restoran benar-benar sangat ramai, membuat Erik dan Tuan Muda terlihat begitu bersemangat dalam bekerja.
Aku harus tahu bagaimana strategi caranya mengurus restoran,
dan aku juga harus tahu bagaimana bentuk dapur dan cara memasak para chef yang ada di dapur restoran itu seperti apa,
Setelah aku mengetahui strateginya,aku pasti bisa mendirikan restoran sendiri..,
aku harus semangat,
dan aku akan buktikan kepada Mamah dan Papah,aku bisa berdiri dari keterpurukan ini tanpa bantuan dari mereka...
Membawa nampan berisi minuman pesanan para tamu dan mencoba untuk menyemangati dirinya sendiri.
Melihat keringat Tuan Muda yang begitu banyak dan bercucuran membuat Erik tidak tega, karena ia tidak pernah melihat Tuan muda kelelahan seperti ini sebelumnya.
Kasian Tuan Muda,tapi di benar-benar terlihat semangat sekali,aku kagum padamu Tuan Muda,aku harap kesuksesan akan secepatnya menghampiri mu....
Erik ikut bersemangat melayani para tamu, lagi-lagi pandang para wanita yang ada di dalam restoran ini tidak ada hentinya menatap Tuan muda yang sedang sibuk melayani mereka.
Dia tampan sekali...,
dia begitu terlihat sempurna,tapi sayang dia hanyalah seorang waiter...
Mereka semua tertarik, namun ada juga yang merasa biasa saja karena melihat dirinya yang menjadi seorang pelayan.
Tuan muda langsung menuju ke dapur restoran untuk mengambil kembali pesanan makanan para tamu untuk di taruh di atas meja mereka masing-masing sesuai pesanan.
Menunju ke salah satu meja restoran yang berisi dua orang laki-laki yang terlihat kekar itu sesuai pesanan makanan yang ia bawa,
"Silahkan!, selamat menikmati!"
Devino yang berbicara sopan dengan kedua tamu ini dan menaruh makanan di atas meja.
Namun,
"Brakkk....."Nampan itu terlempar tiba-tiba oleh hempasan tangan salah seorang lelaki yang duduk di meja ini, membuat para tamu terbelalak menatap ke arah mereka.
"Apa yang kau lakukan!"Tuan Muda yang begitu kaget dengan sikap salah satu lelaki ini sambil menghadap ke arah nampan yang terlempar itu.
Posisi Manager restoran yang lumayan dekat membuatnya mendengar keributan ini, lalu ia berjalan menghampiri mereka.
Kedua lelaki itu langsung memegang tangan Tuan Muda yang terlihat kesal dengan begitu erat.
"Pulanglah Tuan Muda!, Nyonya Natara merindukan Anda!"
salah satu lelaki itu langsung berbicara sambil memegang tangan Tuan Muda dengan pelan dan suara datarnya.
"Kau, dan kalian berdua Anak buah mamah?, lepaskan!, lepaskan tanganku!.." Suara Tuan Muda yang terdengar tegas membuat para tamu dan para wanita menonton gratis keributan ini.
Mencoba melepaskan jeratan tangan kedua lelaki ini dengan sekuat tenaga, Namun Tuan Muda tentunya kalah tanding untuk melawan dua orang sekaligus yang begitu kuat.
"Tentu saja Tuan Muda!,anda sebaiknya segera pulang!, dan berhentilah bekerja!"
Mereka berdua terlihat memaksa untuk membawa Tuan mudanya keluar dari restoran ini.
"Lepaskan!,apa kalian sudah gila hah?"
Teriak Tuan Muda yang terdengar marah, membuat Erik yang masih berada di ruangan belakang langsung terbelalak mendengar suara Tuan muda yang terlihat marah itu.
Tentunya membuat semua penghuni restoran terbelalak menatap ke arah Devino termasuk para wanita muda yang sedang duduk itu.
"Ada apa ini?"
Manager yang ikut tegang mendapati keributan ini,dan terdiam berdiri dari kejauhan memperhatikan mereka semua.
__ADS_1
"Maaf Tuan Muda!,tapi anda harus pulang!, tidak ada kata penolakan!"
Suara tegas pula salah satu lelaki itu dan masih berusaha untuk membawa Tuan mudanya keluar dari dalam restoran.
"Tuan muda?"
"Apa maksudnya Tuan muda?,apa dia anak konglomerat?
Para wanita itu semakin penasaran dan tampak menikmati keributan ini.
mendengar julukan Tuan Muda pada lelaki tampan itu membuat mereka semua semakin penasaran.
Berani sekali mereka,
"Bugh...Bugh...Bagh.."
Erik yang sudah datang tepat waktu, dengan sekali tonjokan sudah membuat mereka berdua melepaskan cengkeramannya yang terus memaksa Tuan Muda untuk keluar dari restoran ini.
"Waw, dia siapanya?, keren sekali!,"
semua orang semakin menikmati pemandangan ini karena begitu penasaran, sekaligus seru.
"Jangan pernah memaksa Tuan Muda untuk kembali!,apa kalian sudah gila!"
Dengan marah Erik berbicara menatap kepada kedua lelaki ini.
"Tuan Muda harus tetap pulang!"
Keduanya masih berusaha untuk membawa Tuan mudanya keluar dari restoran dan menatap tajam balik Erik.
"Apaan si?"Tuan Muda yang berusaha mengibaskan tangan mereka.
"Jangan menyentuh tangan Tuan Muda!, atau kalian akan berhadapan denganku!"
"Baiklah!"
Ke-dua orang ini langsung segera mengeluarkan jurus andalan masing-masing untuk melawan Erik, namun tidak ada yang berhasil, segala tangkisan sudah Erik layani dengan gaya tolak balik yang begitu hebat untuk melawan keduanya.
"Bagh.. bugh..bugh.."Pukulan senjata Erik sudah membuat keduanya melemas.
"Sudah aku bilang jaga sikapmu!, kalian sudah gila...!"Erik yang terlihat begitu marah kepada kedua orang ini dan bersiap-siap untuk menghempaskan tanganya kembali ke arah ke-dua orang ini.
"Erik!, Cukup!"Teriak seorang wanita, menghentikan langkahnya untuk menghajar kedua orang ini.
"Mamah..." Tuan Muda begitu kaget melihat kedatangan Nyonya besar secara tiba-tiba, semua orang masih terbengong dan terdiam menikmati keributan ini.
"Nyonya,"Erik pun juga merasa kaget, sambil melepaskan cengkeramannya.
Langkah Nyonya besar semakin dekat ke arah Putranya .
"Apa yang kau lakukan Devino?"
Menatap Devino dengan raut wajah kusamnya melihat penampilan putranya yang seperti ini.
"Kenapa mamah kemari?"
Nyonya besar semakin mendekat,
"Aku tidak tahu dimana pikiranmu?, Kenapa kau memakai pakaian seperti ini!"
Berbicara sinis sambil melepaskan clemek dan perlengkapan restoran seperti sarung tangan yang di pakai putranya lalu membuangnya ke lantai begitu saja di hadapan semua orang.
"Mah,apa yang mamah lakukan?"Devino yang ikut merasa kesal melihat sikap ibunya yang memalukan ini.
"Pulanglah!,kau tidak lelah bekerja seperti ini?, tinggalkan wanita itu!, cari yang lebih baik darinya,kau harus mengurus perusahaan!,bukan berkerja menjadi seperti ini menjadi pelayan!"
__ADS_1
Semua orang terbelalak melihat penampilan Nyonya besar yang begitu modis dan elegan, tentunya sudah terlihat dari pakaian dan barang-barang yang ia pakai adalah orang kaya, kerena barang-barang yang ia pakai sangatlah mahal dan bermerek.
Para wanita itu langsung terdiam dan bahkan terbelalak kagum melihat lelaki tampan ini yang berasal dari keluarga kaya raya.
Terlebih mendengar kata perusahaan!, membuat mereka berminat untuk mendekatinya.
"Tidak, Devino tidak akan pulang!, sebelum mamah menerima Anjani sebagai menantu mamah!, memang ada wanita yang lebih baik dari Anjani?"
bersikeras tetap mengambil clemek yang tergeletak di atas lantai dan memakainya kembali.
Mendengar kata menantu, membuat para wanita yang berniat untuk mendekati Tuan muda langsung berwajah layu merasa kesal.
"Devino!,kau tidak mendengar perkataan Mamah?, apa-apaan ini!, lepaskan pakaian itu!"
Nyonya besar terlihat semakin marah melihat clemek itu yang di pakai putranya kembali.
Erik yang menyaksikan ini sejak tadi pun ikut merasa kesal, karena ia benar-benar tidak suka akan satu hal yaitu paksaan.
"Sebaiknya Nyonya menerima takdir ini saja!, agar Tuan Muda mau pulang kembali ke rumah,apa salahnya jika Nyonya segera menerima Nona Anjani sebagai menantu, pasti Tuan muda akan kembali ke rumah dan mengurus perusahaan!, lagian Nona Anjani juga sangat baik Nyonya!"
"Diam!,tak usah ikut campur kau Erik!, seharusnya kau membantuku untuk membuatnya pulang ke rumah!,tapi kau malah ikut-ikutan menjadi pelayan seperti ini!"
Berbicara kesal juga kepada Erik.
"Dan ku Devino!, jangan sampai Mamah membawa mu pulang dengan paksa!"menggandeng tangan putranya dan akan menyeretnya dengan paksa untuk keluar dari restoran ini.
"Apaan si Mah!,aku tidak akan pulang!, lagian aku suka dengan pekerjaanku yang seperti ini!, bukankah sudah ada Deniel yang bertugas untuk mengurus perusahaan!"
Mengibaskan tangan ibunya dengan sangat kesal juga.
"Kau adalah seorang CEO Dev,bukan pelayan seperti ini!,Papah hanya menginginkan mu untuk mengurus perusahaan!, sebaiknya kau pulang sekarang Devino!"
semakin tegas karena kehilangan kesabaran untuk membuat putranya mengerti.
"Aku tidak perduli!,dengarkan aku Mah!, Devino akan pulang jika bersama Anjani!,itu saja,jika bersama Anjani!"
Devino marah dan pergi meninggal semuanya menuju ke dapur.
"Dev, Devino!"Teriak Nyonya besar yang terlihat begitu marah.
Kedua anak buahnya langsung berusaha menyusul Tuan Muda yang pergi itu, tapi tangan Erik sudah siap siaga menyergap kedua bahu lelaki ini dengan sangat kuat dan menghentikan langkah keduanya.
"Kau ingin mati!"Erik berbicara sinis menatap keduanya.
"Jangan berani menyentuh Tuan Muda!"Menghempaskan kedua tubuh lelaki ini jauh-jauh dari hadapannya.
"Erik!"
Nyonya besar yang ikut kesal melihat sikap Erik yang begitu cold
Erik tidak menggubrisnya, lalu pergi meninggalkan mereka semua menuju ke belakang untuk menyusul Tuan muda.
"Manager!"
Teriak Nyonya besar kepada Menager restoran yang sedang memperhatikan mereka sejak tadi dari kejauhan.
Manager itu pun langsung berjalan mendekat ke arah Nyonya besar
"Segera pecat putraku dari sini!,jika tidak!, aku pastikan restoran ini akan bangkrut besok pagi!"
mengatakan dengan Nada marahnya dan pergi meninggalkan restoran ini begitu saja.
Membuat Manager berwajah pias dan bingung harus mengatakan apa.
Sementara para tamu masih terdiam menatap kepergian Nyonya besar dan para anak buahnya itu.
__ADS_1