My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Erik Cemburu


__ADS_3

Menatap istrinya yang lemas tak berdaya.


Setelah puas memperdaya istrinya Devino langsung memeluk istrinya dengan erat dari belakang.


Nafasnya yang terdengar terengah-engah membuatnya semakin sayang kepada istrinya.


Terlebih menatap keringat yang bercucuran di pelipis istrinya membuatnya tidak tega.


"Muach.. muach.."Menciumi kening Anjani berulang-ulang sambil memeluknya.


"Kau tidak papah?,kamu baik-baik saja sayang?.."berbicara dengan nafas beratnya sambil menyentuh dan membelai kepala istrinya yang hanya terdiam menatapnya.


Merasakan belaian suaminya yang begitu lembut membuatnya tersenyum menatap Devino lekat.


"Maafkan aku..!, telah membuatmu bekerja keras kali ini... muach"mencium kening istrinya dengan penuh kehangatan, lalu membelai kepalanya kembali untuk mengusap keringatnya yang masih bercucuran.


"Jangan meminta maaf!, sudah kewajiban mu untuk melakukan hal ini kepadaku, dan jangan meminta maaf lagi!,aku benci mendengarnya!"ikut membelai kepala suaminya dengan lembut.


keduanya masih sama-sama polos di bawah selimutnya, bertatapan dan saling tersenyum satu sama lain.


"Muach...Aku Mencintaimu"Mencium pipi suaminya dan merasa malu sendiri sambil memiringkan tubuhnya untuk membelakanginya.


Devino langsung tersenyum senang,melihat tingkah istrinya yang imut ini membuatnya semakin gemas.


"Kau masih merasa takut..?"berbisik di telinga Anjani dan membuatnya beringsut karena geli, tangan itu mulai melingkar di pinggang istrinya di bawah selimutnya yang polos itu.


Hanya menggelengkan kepalanya merasa malu sendiri dengan suaminya saat ini.


Membuat Devino terseyum, semakin membekapnya erat, kedua tubuh polos itu saling terjerat satu sama lain di dalam kehangatan cinta malam ini.


Membuat keduanya merasa nyaman dan saling berbicara.


"Aku mencintaimu... muach...Aku menyayangimu... muach...aku cinta padamu Anjani... muach... muach....aku benar-benar mencintaimu...muach...muach!"Mencium bahu istrinya berulang-ulang, membuat Anjani berkutik merasa geli dan balik menatapnya.


"Apa yang kau lakukan?"Terseyum sambil menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca karena terharu.


lalu mengelus pipi suaminya lembut seraya berkata,


"Aku mencintaimu Devino... aku juga mencintaimu sayang...muach"Mencium pipi suaminya walaupun merasa begitu lelah.


Devino langsung membekapnya di dada bidangnya,ia merasa begitu sayang kepada istrinya saat ini.


Mengelus,membelai dengan lembut rambut istrinya yang ada di bekapannya itu berulang-ulang, membuat Anjani merasa begitu nyaman dan ngantuk.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku,aku rasa minuman yang di berikan Papah benar-benar meracuniku, sampai membuatku seperti ini,dan kau tahu Anjani?...,aku juga tidak tahu dengan sikap papah saat ini,dia tiba-tiba bersikap baik dan mengumumkannya tentang kita berdua di hadapan semua orang,aku tidak tahu apa motif dan maksudnya..."semakin memeluk istrinya erat dan masih terus berbicara sambil mengelus-elus rambutnya.


Membuat Anjani merasa semakin nyaman dan hangat di pelukannya, bahkan ocehan Devino saat ini ibarat dongeng baginya.


"Dan aku juga tidak tahu kenapa papah tiba-tiba melakukan hal ini kepadaku, tapi yang membuatku kaget adalah dia minta maaf kepadaku di ruangan tadi..., dan ia terlihat begitu tulus saat meminta maaf, raut wajahnya juga terlihat begitu bersalah dan terus meminta maaf kepadaku..!,apa maksudnya itu Anjani?, bagaimana papah tiba-tiba bersikap seperti ini? dan bagaimana perasaanmu sekarang...?"

__ADS_1


"Krik...krik..."Tidak ada sahutan dari istrinya, membuat Devino mengerutkan dahi dan berusaha menatap wajahnya yang tertutup itu.


Berusaha menyibakkan rambutnya yang menutupi parasnya yang cantik itu.


Melihatnya yang memejamkan matanya membuatnya tersenyum dan mencium pipinya kembali


"Muach...muach"merasa begitu sayang sambil membelai kepalanya dengan lembut.


"Kau pasti sangat lelah!, maafkan aku.... telah membuatmu trauma dan bekerja keras malam ini, tidurlah sayang...kau butuh istirahat!"


Semakin memeluk istrinya dengan erat dan penuh kehangatan cintainya untuk beristirahat juga, mereka berdua benar-benar lupa akan pesta pernikahan yang ada di lantai bawah Hotel ini.


Seakan-akan dunia ini milik mereka berdua.


*****


Erik masih berdiri menatap kunci yang ia terima dari tangan Zen,ia masih tidak percaya dengan ini, bahkan ia masih terdiam sejenak tadi mantap kunci itu lama.


Tuan Muda dan Nona pergi meninggalkan pesta di waktu pertengahan acara?, hanya untuk beristirahat di dalam kamar hotel ini?,


bagaimana bisa terjadi,apa yang terjadi dengan otak Tuan besar?,


apa dia salah minum obat..?


"Apa yang kau pikirkan Erik?, duduklah!"


Baru diomongin...,


Tuan besar yang tiba-tiba muncul membuat Erik kaget,lalu ia mempersilahkan Erik untuk duduk di sebuah kursi yang ada di lorong hotel ini.


"Duduklah!"


Erik pun duduk,


"Aku tahu,kau sedang bingung dengan semua ini!, tapi percayalah...!, putraku sedang Istirahat bersama istrinya!,aku sudah merestui keduanya,aku sudah sadar bahwa Anjani adalah wanita yang baik untuk Devino!"


Dari kemaren anda kemana Tuan besar?, kenapa baru sadar saat ini?


Tapi gak papa,aku sangat senang mendengarnya...,


"Dan untukmu Erik!, terimakasih sudah setia dan menemani putraku sampai saat ini..,kau adalah anak buah terbaik yang aku kenali, jasamu begitu besar!, kau selalu membantu putraku dimana pun ia berada, dan bahkan kau sangatlah setia sampai saat ini, walaupun keadaan putraku sedang begitu memburuk kau selalu menemaninya terimakasih Erik...!"Menepuk bahu Erik pelan.


Benar-benar salah minum obat ya..?


"Itu sudah menjadi kewajiban ku Tuan!, selama ini Tuan Muda begitu baik kepadaku!, hingga membuat ku hidup senyaman ini sekarang, jadi... apapun yang aku lakukan saat ini belum ada apa-apanya dari kebaikan Tuan Muda selama ini kepadaku!"


"Baiklah!, Istirahat Erik!,ini sudah malam, pesta juga akan usai, bawa istrimu ke kamarmu untuk istirahat..!"


Dia benar-benar memberiku sebuah kamar di sini hah?..

__ADS_1


Menatap Tuan Besar sejenak yang menuju ke aula pesta,Ia juga berniatan langsung kembali ke meja tamu untuk menemui istrinya.


"Kau terlihat begitu cantik Tita, aku tidak menyangka kau secantik ini sekarang..."Lelaki ini terus menatap Tita dengan pandangan penuh cintanya.


Melihat penampilan Tita yang begitu elegan dengan gaun pestanya membuatnya terlihat begitu cantik.Gayanya yang tomboy juga hilang di pandang Azar saat ini.


"Apa yang kau lakukan?, jangan menatapku seperti itu...!"Tita berusaha untuk menghindari tatapanya yang membuat perasaannya bimbang kembali.


"Aku masih mencintaimu Tita,aku tidak bisa melihatmu bersama orang lain!, kenapa kau tega meninggalkan ku bersamanya...?"dengan mata berkaca-kaca menatap Tita.


Membuat Tita terdiam dan merasa bersalah menatap Azar.


Maafkan aku Azar,aku salah besar...


karena telah berani meninggalkan mu bersama orang lain,


bersama orang lain yang tidak pernah menyentuh ataupun mencintaiku sedikit saja,


kenapa dengan bodohnya aku melakukan hal ini kepadamu..


Azar adalah mantan kekasih Tita yang ia tinggalkan karena di jodohkan dengan Erik,ia memutuskan hubungannya dengan Azar kerena perjodohan ini.


Namun kali ini dirinya benar-benar merasa bersalah, selain masih ada rasa dengan Azar, Tita juga harus meninggalkannya dan menikah dengan orang yang tidak mencintainya sama sekali,ini lah yang mebuatnya bimbang sendiri menatap Azar.


Tita ingin sekali di cintai seperti dulu, Azar benar-benar mencintai Tita apa adanya,ia dulu selalu bersama dalam suka dan duka bersama Azar, begitu banyak kenangan indah yang di lalui Tita bersama Azar hingga membuatnya merasa sedih dan menintikkan air mata begitu saja.


"Kenapa kau menangis?"Azar menjadi tidak enak diri melihat Tita yang menangis di hadapannya.


"Maafkan aku Azar..., maafkan aku!,aku telah berani meninggalkan mu waktu itu,aku benar-benar tidak bisa menolak perjodohan ini...!"semakin menintikkan air matanya.


Ternyata gayanya yang tomboy benar-benar terbalik dari hatinya yang begitu lembut dan mudah menangis.


"Maafkan aku...aku benar-benar tidak ada niatan untuk membuat mu menangis!,aku hanya ingin kau tahu bagaimana perasaanku saat ini!"


mendekat ke arah Tita,lalu mengusap air matanya lembut dengan jemari tangannya.


"Aku tahu kau sangat sakit hati sekarang,aku telah bodoh meninggalkan orang yang mencintaiku dengan tulus, maafkan aku... maafkan aku Azar...!"menatap Azar lekat dengan penuh air matanya.


"Jangan menangis!,aku mohon jangan menangis!,aku tidak papa...!"berbicara lembut dengan wanita yang ia cintai sambil membelai kepalanya lembut, matanya juga ikut berkaca-kaca.


"Aku akan selalu mendo'akan mu,semoga kau bahagia bersamanya... muach!" Untuk terakhirnya kalinya Azar mencium kening Tita dengan lembut penuh pelepasan yang begitu sakit saat ini.


"Jangan menangis,aku tidak papa...!"


Membuat orang yang memperhatikan keduanya sejak tadi langsung mengepalkan tangannya,ia merasa begitu marah secara tiba-tiba karena melihat istrinya di cium orang lain.


Kali ini perasaan Erik benar-benar berbeda, tiba-tiba ia merasa begitu marah sekaligus merasa bersalah mendengar percakapan keduanya.


Bahkan tangannya terus mencengkram kunci kamar yang sedang ia pegang sambil menatap keduanya yang masih bertatapan lekat terbawa api cemburu.

__ADS_1


__ADS_2