
Devino masih menatap Papanya kesal.
Ia bingung harus berbicara apa sekarang. Semua keputusannya ini benar-benar membuatnya merasa kesal sendiri.
"Pah..!,aku bingung sama Papah..?, kenapa saat ini Papah langsung menyerahkan alih perusahaan begitu saja kepadaku?, sedangkan kepemimpinan perusahaan sedang berada di tangan Daniel Pah!, kenapa Papah dengan mudahnya mempermainkan perasaanku dan Daniel, Papah bersikap adil dong, bagaimana perasaan Daniel menanggapi soal ini?..."
Memang tidak ada yang sehebat dirimu Devino..
kau benar-benar baik hati dan berhati mulia, bahkan kau tidak pernah serakah akan apapun,
"Papah sudah bersikap adil saat ini..!, inilah yang memang sepantasnya Kamu dapatkan Devino!,dan semua usaha Daniel saat ini akan aku berikan ke perusahaan Papah yang ada di luar kota..."
"Tapi hal ini akan membuat Daniel sakit hati Pah..!"
"Tapi memang inilah kenyataannya Devino!,mau kamu berbicara panjang lebar pun tidak akan bisa mengubah keputusan Papah, karena inilah keadilan yang sesungguhnya...!"
"Keadilan apa yang Papah maksud?, papah mempunyai dua orang putra saat ini..., sementara keputusan ini terlalu berat untuk Devino, sementara perusahaan terbesar dan yang utama dari berbagai cabang yang Papah miliki di pegang di tanganku..!, sementara yang di berikan Deniel bukankah hanya perusahaan satu cabang saja!".
"Dengarkan putraku...!,aku akan memberitahumu yang sebenarnya!, mungkin ini memang terdengar tidak adil bagimu!"
"Tapi...perusahaan-perusahaan yang kita miliki saat ini bukanlah sepenuhnya milik Papah!, Papah hanya memiliki saham sebesar 30 % di antara kekayaan ini!, dan selebihnya saham terbesar 70 % adalah milik keluarga Ibumu,ibu kandungmu...!"
"I.. ibu..?"merasa bingung nih Devino, mendengar perkataan Tuan Basar yang terdengar Aneh dan biasanya ia memanggil Nyonya besar Mamah kali ini menjadi ibu.
"Ibu kandung...?,apa maksudnya Pah?, mamah..?, maksud Papah perusahaan ini milik Mamah?.."
"Bukan Mamah mu!,tapi ibumu..,ibu kandung mu Devino...!, Papah hanyalah perantara saat ini!, sebagai menantu Papah hanya bisa menjalankan dan terus berusaha untuk perusahaan kita ini agar lebih maju,..."
"Pah..!,apa maksud Papah si.? Devino tidak mengerti..?, jangan membuat Devino bingung..?"Semakin bingung dan tegang mendengar perkataan ayahnya yang susah untuk di mengerti.
"Maafkan Papah Devino!, selama ini Papah menyembunyikan semuanya kepadamu..!,Mamah Natara bukanlah ibu kandung mu!,dia hanya ibu sambung saat Ibumu pergi meninggalkanmu dari dunia ini...!"
Deg,..
"Apa?.."
__ADS_1
Seakan berhenti sejenak nih jantung, Devino benar-benar kaget dan tidak bisa berkata-kata, kebenaran ini benar-benar membuatnya mematung dan tidak mengerti.
"Ini...!, bacalah surat wasiat milikmu sejak kau lahir...!,"
Memberikan sebuah dokumen yang berisi foto-foto ibunya bersama Devino sejak ia baru lahir.
Surat wasiat yang sudah dirancang sekian rupa juga berada di dalam dokumen tebal itu.
Sementara Tuan Besar tak kuasa menahan perasaannya saat ini, air matanya berlinang begitu saja melihat putranya yang gemetaran sambil membuka dokumen itu.
Devino terdiam kaku,ia juga merasa begitu kaget,tak percaya dan bercampur sedih saat ini.
"Ibu...?"
"Jelaskan apa maksud semua ini Pah..?,apa maksudnya?..."Suara lantang Devino,ia berbicara sambil gemetaran sendiri saat ini.
Bahkan ia melotot tajam menghadap sang Ayah karena tidak percaya dengan semua ini.
"Dia Diyang!, istri pertama Papah sebelum Papah menikah dengan Natara!,ia yang melahirkan mu Devino.., dan dia pergi dua hari setelah melahirkan mu,karena ia mengalami pendarahan dan gagal ginjal waktu itu..!"
"Maafkan Papah Devino...!,Papah salah.., karena Papah telah menyembunyikan hal sebesar ini kepadamu..!"
"Kanapa Papah tega menyembunyikan ini dariku?.., kenapa Pah?, Kenapa?.. hiks.., kenapa Papah tidak jujur saja dari awal!, kenapa Pah?, kenapa..? hiks.. hiks"Menatap tajam sang Ayah dengan wajah berantakan penuh dengan air mata karena Devino merasa kesal dan begitu marah sekarang.
"Maafkan Papah Devino...,Karena Papah tidak ingin kau tumbuh dewasa dengan rasa kesepian tanpa hadirnya seorang ibu kandung..!, Papah juga ingin kau tumbuh dewasa dengan penuh rasa bahagia dan bukan dengan rasa sedih jika kau mengetahui semua ini..!"
Berbicara begitu serius menatap putranya yang menangis itu.
Hal ini membuatnya ikut semakin merasa sedih juga.
"Aku takut pertumbuhan mu terganggu dengan kebenaran ini..,beban yang nantinya kau tanggung jika kau mengetahui semua ini juga akan menggangu pikiranmu dan konsentrasi mu dalam belajar...,Papah hanya ingin melihatmu tumbuh bahagia dan dewasa dengan baik Devino..!, seperti sekarang ini..!,apah benar-benar tidak ingin melihatmu merasa sedih!".
"Itu menurut Papah..!, apakah Papah tahu hal ini itu sungguh keterlaluan Pah...!,Ibu meninggal karena ia telah melahirkan ku..,tapi Papah menyembunyikan semua ini dari ku dan bahkan membuatku tidak tahu nama orang yang telah berkorban hidup matinya hanya demi diriku ini, ini sungguh keterlaluan Pah.., sungguh keterlaluan hiks..hiks.....!"Devino semakin menangis tersedu-sedu,ia tak mampu untuk menatap foto ibu kandungnya yang begitu cantik itu.
Mendengar suara putranya yang begitu marah membuat Tuan besar terdiam dan tak bisa berkata-kata,ia tahu posisinya yang salah akan semua ini.
__ADS_1
Menangis lah Devino..., sudah sepantasnya kau menangis!
ini memang salah papah, maafkan Papah!,tapi apa daya ku... ini semua demi kebaikanmu Devino.. maafkan Papah..
"Seharusnya papah bilang sejak awal, supaya aku tidak sombong kepadanya.., bahkan aku tidak pernah mengenang ataupun menyebut namanya sedikit saja di hatiku.., perjuangannya sampai mati hanya karena diriku tapi aku tidak mengetahuinya, bahkan memanggil namanya satu kali pun tidak!,... Papah benar-benar keterlaluan, ibu...ibu...hiks.. maafkan Devino Bu..maaf...!"
"Maafkan Papah Devino...,ini semua salah Papah!,tak seharusnya Papah menyembunyikan hal ini darimu,tapi percayalah Papah hanya ingin yang terbaik untukmu!, tidak lebih...., Ibumu juga pasti bahagia melihatmu tumbuh besar dan bahagia seperti ini, semua demi kebaikanmu Devino!, maafkan Papah....!"
Tak ada sahutan dari Devino!,ia terlihat begitu sedih dan menangis terpuruk sampai tak bersuara, bahkan ia terlihat melamun dan membisu sambil berderaian air mata.
Aku tidak sanggup melihat keadaan putraku yang begini..
ini lah yang aku takutkan jika ia mengetahui hal yang sebenarnya,ia pasti akan sangat terpuruk dan merasa sedih..
Aku benar-benar tidak sanggup untuk melihatnya sekarang
Hanya Anjani lah yang mampu menenangkannya...
Lalu Tuan besar beranjak berdiri dari duduknya ,
Ia terlihat mengusap air matanya juga karena ikut sedih.
lalu meninggalkan putranya yang sedang bersedih itu untuk menemui Anjani agar mampu menenangkan hati putranya yang sedang terpuruk itu.
Aku tidak menyangka, jika aku bukan anak Mamah...,
dan aku juga tidak menyangka...hal yang begitu besar telah disembunyikan oleh Papah kepadaku..
Kenapa tega sekali.. Kenapa?
"Ibu...?"panggilan lembut dari bibir Devino sambil mengelus-elus foto ibu kandungnya
"Ibu pasti sangat marah kepada ku sekarang..,aku tidak pernah memikirkan mu..,aku tidak pernah menyebut namamu..,Maafkan Devino Bu..maaf.. maafkan Devino, Devino mencintaimu Bu, Devino merindukanmu Bu.., semoga bahagia di alam sana...,hiks...hiks..semoga ibu bahagia dan berada di samping yang maha kuasa!,surga lah yang pantas untuk engkau dapatkan ibuku...,aammmin.. maafkan Devino Bu, maaf.. maafkan Devino.. hiks.. hiks..!"
Mencium foto ibu kandungnya itu dengan rasa begitu sedih dan menangis yang begitu mendalam.
__ADS_1
Devino benar-benar terpuruk, ia tidak sanggup untuk berdiri ataupun berjalan meninggalkan ruangan ini,dia masih menangis dan menangis karena masih tidak percaya dengan kenyataan ini.