
"Iihh...., kenapa tiba-tiba aku merasa kesal sekali si... melihatnya di peluk orang lain, huft.... Huft.... huft"
Menghela nafas,menghentikan langkahnya yang terus berjalan meninggalkan Apartemen itu sambil menunggu taksi lewat.
"Harusnya aku biasa saja ya kan?, kenapa aku merasa kesal coba?, Kenapa?..., kenapa aku kesal?,aku biasa saja kan?, seharusnya aku tidak peduli!, silahkan saja sana!..,jika dia ingin bersama wanita lain!,tapi kenapa aku kesal dia berpelukan dengan wanita lain si..."
Anjani masih tidak terima dengan perasaannya sendiri, ia merasa gregetan, sepertinya ia sedikit cemburu dengan suaminya dan Allena yang berpelukan itu.
Merasa begitu kesal sambil mengepalkan tangannya, melihat taksi yang melintas membuatnya terburu-buru untuk berangkat kuliah.
"Lepaskan!"
Suara Tuan Muda yang mulai kesal dan mencoba menyingkirkan tubuh wanita ini yang terus memeluknya.
"Ih...kok kamu jadi gini si?,kok kamu kasar sama aku?"
Allena merasa tidak terima dengan sikap Devino yang sekarang.
"Kau pikir aku mau di pelukan dirimu hah?, ingat!, aku tidak sudi!,aku hanya ingin melihat istriku cemburu tadi!, makanya aku membiarkan mu memelukku, jadi jangan terlalu percaya diri, mau apa kau kemari?..."
Menyingkirkan tubuh Allena jauh-jauh dari dirinya, nada bicara Devino sudah terdengar sinis dan benci.
Syukurlah Tuan Muda hanya ingin memanas-manasi hati istrinya,aku kira Tuan Muda masih menerima wanita gila ini...
Erik, merasa sedikit tenang dengan tingkah Tuan Mudanya yang terlihat begitu benci dengan mantan kekasihnya.
"Kau bersikap seperti ini sekarang?, kenapa kau jahat sekali?, beginikah sikapmu kepadaku setelah kau meninggalkanku dengan wanita lain Dev?,kau menikahi wanita penggoda itu..,apa kelebihannya dariku?..."
Allena terlihat begitu kesal,ia juga ingin menguras emosinya tentang apa yang ia rasakan saat ini, melihat Devino yang bersikap seperti ini kepadanya membuatnya semakin tambah kesal.
"Tutup mulutmu!, jangan berbicara sembarang!,kau kembali setelah mengingkari janjimu yang kedua kali?, jangan harap!, pergilah dari sini sekarang!..."
"Devino!, apa yang kau lakukan?,kau bersikap seperti ini kepadaku?, setelah kau menikahinya dan membuat sakit hatiku, lalu kau tega mengusirku seperti ini?"
"Iyah!, kau sudah selesai mengoceh?, pergi dari sini sekarang!,apa kau tidak dengar?"suara Devino sudah mulai meninggi.
Entah kenapa Devino terlihat begitu benci dengan Allena, bahkan saat Allena ingin menyentuh dan mendekatinya Devino malah berusaha menjauh dan mengibaskan tangannya.
"hanya karena aku mengingkari janji ku kau melakukan hal ini kepadaku Dev?,kau menikah dengan perempuan lain, hanya karena itu Dev kau menikah dengannya?, kenapa kau jahat sekali?....."
Allena sudah terpancing emosi menatap Devino dengan kesal juga.
"Cih...Kau bilang aku yang jahat?, dengarkan baik-baik!,aku menikahinya karena ulah kakakmu!, bukan kemauanku sendiri!"
Dev semakin menatap Allena tajam ia terlihat begitu benci padanya.
Apa maksud perkataannya, kenapa dia berbicara seperti ini kepadaku,
Apa yang telah kakak lakukan,
"Apa yang kau katakan Dev?, semua ini kerena ulah kakakku..?, bagaimana mungkin?.."
"Cih,kau tidak percaya!, tanyakan saja sendiri!,dan ingat jangan pernah muncul di hadapanku lagi, karena aku sungguh tidak ingin melihatmu!, pergi dari sini sekarang!"
__ADS_1
Mencoba mengusir wanita itu dari hadapannya.
"Devino!"Berteriak menahan tangan Devino yang mencoba mengusirnya.
" kenapa kau bersikap seperti ini kepadaku?,jika ini kesalahan kakakku lalu kenapa aku yang kau usir Dev?,dan kenapa kau terlihat begitu benci kepadaku,apa ini ulah wanita itu juga, apa ia yang merasuki pikiran mu?"
"Tanyakan pada dirimu sendiri!,apa perlu aku jelaskan dan aku bahas?,satu lagi, jangan pernah menyangkut pautkan semuanya dengan istriku, karena istriku tidak tahu apapun tentang ini!"Jawab Devino sengit.
"Tentu saja perlu!,apa kau sudah tidak memiliki hati dan perasaan kepadaku lagi?, sehingga kau bersikap seperti ini?,kau lebih memilih wanita murahan itu sekarang dari pada diriku?,apa kelebihannya dari diriku Devino...apa?"
"Plakkk..."
Devino yang terlihat marah dengan segala ucapannya, sehingga ia tidak tahan lagi dan menampar Allena yang berbicara merendahkan istrinya itu.
Allena terbelalak melihat Devino yang menamparnya sambil memegangi pipinya, sikapnya berubah menjadi 180 derajat setelah ia menikah dengan wanita itu.
Sementara Erik hanya menyaksikan sikap keduanya dengan santai sambil duduk di sofa, kelihatannya ia sedang menonton sebuah Drama atau film.
"sudah ku bilang!, jangan pernah menyangkut pautkan semuanya dengan istriku!".
Terlihat begitu marah, sambil memberikan peringatan dengan telunjuknya yang begitu tegak.
Allena semakin bingung atas sikap Devino saat ini, bagaimana bisa ia terlihat begitu benci denganya.
"Yang tidak mempunyai hati itu adalah dirimu Allena..!,kau yang telah merusak kepercayaan ku selama ini!,dan kau!, beraninya kau mengkhianati ku dengan lelaki lain di luaran sana,iya kan?.."
Devino yang sudah tidak tahan lagi untuk mengungkap segalanya, bahkan menatap mantan kekasihnya pun tidak, karena ia begitu merasa sakit hati.
"Apa yang kau katakan Dev!,aku tidak mungkin mengkhianati mu!,aku hanya mencintaimu...,apa yang kau katakan?"membenarkan diri dan mencoba merangkul tangan Devino.
"Cukup!,basi tahu gak!, pergi dari sini sekarang juga!,aku benar-benar tidak ingin melihatmu lagi!"mengibaskan tangannya.
"Mana buktinya Dev?, Jika aku memang mengkhianati mu!, kau tahu dari mana?,aku tidak mungkin mengkhianati mu!aku hanya mencintai mu Dev!..."
Mencoba untuk menutupi semuanya.
Cih, pendusta...
Erik mencibirkan bibirnya mendengar perkataan omong kosong Allena.
Selama satu tahun terakhir ia di luar negeri Allena terlihat jalan bersama lelaki lain.
Sebelum hari ulang tahun Tuan Muda berlangsung,Tuan Muda sudah mengetahui semua ini, tapi rasa cintainya yang begitu besar membuatnya terdiam dan menyembunyikannya.
Ia berharap setelah kepulangannya nanti, Allena akan serius dan meminta maaf kepada dirinya tentang semua ini.
Devino juga masih memberinya kesempatan untuk memaafkannya apa bila di hari ulang tahunnya ia pulang hanya demi dirinya.
Namun Allena mengingkari janjinya untuk yang kedua kalinya, hingga membuatnya begitu marah dan tidak bisa memberikan kesempatan lagi.
Semua ini berawal dari Erik yang begitu pintar mengirimkan dua anak buahnya untuk memantau aktivitas Allena di luar negeri tanpa sepengetahuan Tuan Muda.
Namun perayaan hari lahir Tuan Muda semakin dekat, sedangkan Erik tidak bisa menyembunyikan kebenaran tentang Allena terlalu lama lagi,
__ADS_1
Hingga ia memutuskan untuk memberitahu Tuan Muda tentang yang sebenarnya sebelum hari ulang tahunnya.
Ia juga memberikan seluruh bukti-bukti Allena yang tertangkap kamera mengkhianatinya bersama pria lain.
Ada banyak Video dan foto yang Tuan muda lihat, hingga membuatnya begitu percaya akan hal ini.
Itulah kepintaran Erik,selain jenius dan peka dalam segala hal,ia selalu melakukan apa yang terbaik demi Tuan mudanya yang sangat ia sayangi itu.
Karena sejak Awal pertunangan Erik tidak setuju dengan pertunangan Tuan Muda dan Allena itu.
Sepertinya ia lebih tahu banyak hal tentang kehidupan Nona Allena,baik dari sikap,sifat maupun hal-hal yang lain.
"Kau mau buktinya?" Devino berbicara kesal menatap Allena
"Erik!, berikan seluruh bukti yang kau dapatkan waktu itu,aku benar-benar tidak tahan lagi melihatnya lama-lama di sini!"
Erik,apa ini semua ulah Erik?,
Allena menatap tajam Erik yang sedang membuka layar iPad-nya.
"Ini Tuan Muda!"menunjukan seluruh bukti yang ia simpan di dalam iPad-nya.
"Lihat ini!"Menunjukkan bukti-bukti itu satu persatu dengan marah dan benci menatap mantan kekasihnya.
"Ini semua dirimu bukan?,aku benar-benar tidak menyangka kau melakukan hal ini kepadaku!"
"It..itu hanya..,a..a...aku bisa jelasin Dev!,aku denganya hanya...!"
"Keluar!, keluar dari Apartemen ku sekarang!"
Tidak ingin mendengarkan penjelasannya, yang jelas Tuan Muda begitu muak dengan kehadirannya,ia ingin sekali agar Allena segera pergi dari hadapannya.
"Devino!,aku bisa jelasin!,ini semua salah paham,aku mencintaimu Devino.., Devino..!"Allena yang tidak mau pergi juga dari Apartemen itu.
"Erik bawa dia keluar dari sini!, pastikan dia tidak kembali lagi!"
"Baik Tuan Muda!"
Devino langsung menuju ke dalam kamarnya meninggal Allena yang masih terdiam berdiri tidak mau pergi dari Apartemen ini.
Sementara Erik langsung menyeretnya keluar dari Apartemen.
"Erik!, lepaskan!" meronta-ronta.
"Kau tidak dengar tadi!,apa yang di katakan Tuan Muda!,dia itu tidak mencintai pengkhianat seperti mu lagi, makanya pergilah!, jangan pernah datang lagi!,pergilah!, karena dia sudah memiliki istri!"
mengusir jauh-jauh Allena dari pintu Apartemen itu.
"Apa ini semua ulah mu?"berkata sengit menatap Erik.
"Tentu saja,siapa lagi?, makannya jangan pernah bermain-main dengan ku apalagi Tuan Muda!,kau mengerti?''
Menyekit mengingatkan wanita pengkhianat ini untuk tidak mengulanginya lagi.
__ADS_1