
Kenapa Papah terus berusaha menyuruhku untuk minum dengan ancamannya,
apa dia sedang berusaha meracuni putranya sendiri sekarang..
Mencoba meneguknya,
air minuman itu terasa nyangkut di tenggorakan, karena merasa begitu gelisah dengan semua ini.
"Papah puas!, dimana istriku?"meneguk habis minum itu,ia tidak peduli apa yang ia minum ataukah racun mungkin?, yang jelas ia hanya ingin segera bertemu dengan istrinya sekarang.
"Baiklah..,"Tuan Besar terseyum ia terlihat menang kali ini.
"Pengawal!"Teriak Tuan besar. Membuat salah satu pengawalnya langsung muncul dari balik pintu.
"Biarkan Dev menemui istrinya di dalam kamar!"perintahnya lembut.
"Siap Tuan!"Menganggukan kepalanya.
"Mari Tuan Muda!,saya antar..!"
"Jika terjadi apapun pada Anjani!, Devino tidak akan memaafkan Papah!,ingat itu...!"Ancaman Devino, yang masih terlihat marah terhadap ayahnya yang hanya terlihat tersenyum kecil meladeni putranya itu.
"Dimana istriku?,jika terjadi apa-apa padanya!,aku tidak akan menjamin keselamatan kalian semua!"
Masih marah-marah sambil mengikuti langkah salah satu pengawal itu.
Hanya berjarak beberapa ruangan saja keduanya sudah sampai di salah satu pintu kamar.
"Silahkan masuk Tuan Muda!"mempersilahkan Tuan mudanya untuk masuk dengan sangat sopan.
Devino hanya menatap sinis pengawal itu yang tidak tahu apa-apa soal ini sambil memasuki ruangan.
"Anjani?"Teriaknya seketika.
Membuat wanita cantik yang duduk di atas ranjang menoleh ke arahnya.
"Devino...!"sahutnya pelan.
Lalu Devino langsung berlari menghampiri istrinya yang sedang duduk di tepi ranjang.
"Kau tidak papa?,apa yang terjadi padamu?,apa yang mereka lakukan kepadamu?"Terlihat begitu panik menatap sekujur tubuh istrinya dari ujung kaki hingga kepala, karena ia merasa begitu takut jika istrinya sampai terluka.
Namun melihat penampilan Anjani yang jauh berbeda membuatnya semakin bingung dan bertanya-tanya.
"Apa yang terjadi?, kapan kau berpenampilan seperti ini?,apa yang terjadi padamu?,kau tidak papa?,kau baik-baik saja kan?"Masih merasa begitu gelisah, walupun sudah melihat penampilan istrinya yang begitu cantik di matanya ia masih terlihat sangat panik.
"Tenganlah!, mereka tidak melakukan apapun padaku,aku baik-baik saja...!"menyentuh pipi suaminya lembut, membuatnya terduduk di sampingnya.
"Aku benar-benar mengkhawatirkan mu Anjani...,aku takut terjadi apa-apa padamu!"langsung memeluk erat istrinya dengan penuh ke khawatiran.
"Aku tidak papa!, tenganlah,aku benar-benar tidak papa!"membelai kepala suaminya dengan lembut di pelukannya juga.
__ADS_1
Tak lama setelah pelukan berlangsung iba-tiba tubuhnya bereaksi dengan cepat, tiba-tiba ia merasakan rangsangan atau getaran yang begitu hebat di dalam dirinya. Terlebih mendapati sentuhan lembut istrinya membuatnya semakin merasa aneh.
Apa yang terjadi pada diriku, kenapa tiba-tiba aku merasa seperti ini...
Langsung melepaskan pelukan istrinya, lalu menatapnya lekat.
membuat Anjani terbengong menatapnya.
Aku kenapa lagi,apa yang terjadi padaku, minuman apa yang aku minum...,
Menatap istrinya lekat, menelusuri setiap ukiran wajahnya yang terlihat sangat cantik itu.
Kenapa kau cantik sekali Anjani..,
kau benar-benar menggodaku saat ini
Merasa ingin sekali menyentuh wajah istrinya lembut dengan jemari tangannya.
kecantikan Anjani saat ini membuatnya benar-benar meracuninya.
Obat perangsang yang di berikan Tuan Besar kepada putranya benar-benar bereaksi begitu cepat.
"Anjani...?"panggilan yang di selimuti dengan Nada lembutnya karena menahan sesuatu, nafasnya terdengar berat dan sedikit terengah-engah
"Iyah..."Menatap suaminya yang terlihat aneh, dan terus menatapnya lekat.
"Kau sangat cantik hari ini...!"Bingung harus berkata apa, menatap bibirnya yang merona membuatnya menelan ludahnya sendiri.
Gila,apa yang terjadi dengan tubuhku?,
begini...
Semakin terdiam menatap istrinya lekat,Lalu mencoba menghindari tatapan istrinya yang terlihat menggoda dan begitu cantik itu.
Tampilannya malam ini benar-benar membuatnya menggila.
Dress cantik yang ia kenakan berwarna merah marun membuatnya semakin cantik dan menggoda.
Terlebih lekukkan kakinya yang sedang duduk itu terlihat begitu putih mulus dan seksi.
Apa yang terjadi pada diriku...,
Kenapa mataku berkeliaran kemana-mana,
Menatap lekuk tubuh Anjani yang sangat ideal dengan dress merahnya itu membuatnya tidak sanggup untuk terus menatapnya, seolah-olah gairah ini semakin melonjak dan ingin sekali menyentuhnya.
Semakin menelan ludahnya,lalu menatap istrinya kembali dengan nafas yang begitu berat.
"Anjani..."Menyentuh wajahnya kembali.
"Iyah..."Merasa bingung dengan sikap suaminya yang terlihat sangat aneh.
__ADS_1
"Kau sangat cantik!,kau cantik sekali..aku mencintaimu..."Masih mencoba menahan hasratnya,Devino sendiri masih canggung untuk bertomantis dengan istrinya, karena kesalahan yang dulu ia lakukan masih saja menghantui pikirannya sampai sekarang.
"Aku juga mencintaimu Dev..."menyentuh balik pipi suaminya dan ikut menatapnya lekat.
"Anjani aku..."nafasnya terdengar begitu berat karena ia tidak bisa lagi menahan hasratnya yang begitu melonjak.
"iya Katakan!..."
dia ini kenapa si?,
"Aku... aku menginginkanmu Anjani, aku tidak bisa menahannya lagi..."Berusaha merenggut bibir istrinya begitu saja dari hadapannya. Membuat Anjani sangat kaget dan terbelalak saat suaminya menyambar bibirnya dan ********** begitu saja.
Itu hanya terjadi beberapa detik, Devino melepaskan istrinya kembali karena merasa bersalah sendiri.
"Maafkan aku!, aku tidak bisa menahannya lagi Anjani, aku tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhku saat ini ..."
Berkata jujur, namun keadaannya sedang sadar bukan mabuk seperti dulu.
Anjani merasa curiga kalau ini adalah pengaruh obat perangsang, tingkah suaminya tidak pernah seperti ini sebelumnya, kecuali saat ia mabuk dulu.
Anjani mendekatkan bibirnya sendiri untuk melayaninya, Lalu Devino mulai menciumi bibirnya dengan penuh kelembutan dan rasa haus yang begitu membara.
Tangan itu tidak bisa di kontrol lagi oleh dirinya, gerakan tangannya mulai bergerilya mengelus setiap lekuk punggung Anjani dengan sangat lembut sambil menikmati bibirnya.
Membuat Anjani sedikit berkutik karena merasa geli, jatungnya juga terasa berdebar-debar begitu hebat merasakan sentuhan lembut dari suaminya ini.
Namun apa dayanya, ia tidak bisa melakukan apapun untuk menolak tingkah suaminya ini, sudah semestinya sebagai seorang istri ia harus melayaninya dengan baik.
Masih bermain-main dengan bibirnya lembut, Anjani mulai tergoda, dan mulai membalas ciumannya dengan perasaannya sendiri.
Membuat Devino kembali terdiam dan menatapnya lekat, melihat istrinya yang ikut menatapnya diam membuatnya memulai kembali dan bermain-main dengan bibirnya lama.
Mereka berdua saling berpacu dalam pagutan bibir yang saling membalas cintanya satu sama lain.
"Anjani...?"Menatap istri lekat sambil mengelus pipinya kembali.
"Aku mencintaimu...aku benar-benar mencintaimu Anjani..!"Matanya sudah berkaca-kaca dengan ini,ia terlihat begitu tulus mengatakannya.
"Aku juga mencintaimu Devino, terimakasih telah hadir di dalam hidupku...!"Mengelus pipi suaminya dengan lembut untuk membalas sentuhnya.
Devino langsung terseyum,lalu merengkuh leher istrinya dengan sangat lembut untuk mencium dan mendapatkan bibirnya kembali yang terlihat sangat seksi itu.
Tangan itu kembali menjalari setiap lekuk tubuhnya dengan sangat lembut, Sepertinya Anjani sudah terhipnotis dengan sentuhan lembutnya dan terus melayaninya dengan baik.
Tangan itu mulai menjalar semaunya sendiri, menelusuri dan menjamah setiap lekuk tubuhnya dengan sangat lembut dan mulai kemana-mana.
Membuat Anjani langsung memegang tangan suaminya untuk menghentikan tingkahnya itu sambil menatapnya lekat karena ia merasa takut.
"Aku... aku.. hanya takut Dev..."Merasa grogi dan gemataran sendiri tiba-tiba, mungkin ia merasa trauma akan apa yang di alaminya dulu.
Keadaan tubuh Devino sudah mulai mengeras karena terlalu lama menahan hasratnya sejak tadi.
__ADS_1
Ia benar-benar tidak bisa berlama-lama lagi untuk menunggunya menuruti kemauannya.
"Aku tidak akan melukaimu!,aku tahu perasaan mu saat ini, mungkin aku telah berbuat kasar kepadamu waktu itu, maafkan aku, maafkan aku Anjani....."meletakkan kepalanya di bahu Anjani,sambil meminta maaf dengan nafas beratnya.