My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Indahnya Malam


__ADS_3

Masih terdiam dan bertumpuan di bahu istrinya,


"Apa yang kau lakukan Devino?,kau hanya ingin diam saja?"Mengelus pipinya lembut,lalu tersenyum memberikan sinyal cinta kepadanya.


Anjani tahu apa yang sedang suaminya rasakan saat ini,ia juga begitu, masih merasa trauma akan dulu! namun ia sendiri juga ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang istri yang baik untuk melayani suaminya.


"lakukan apa yang sepantasnya kita lakukan!, berikanlah cinta sepenuhnya kepadaku...,!"


Duduk di pangkuan suaminya lalu merangkul lehernya dengan penuh kelembutan,


walaupun jantungnya berdebar begitu kencang karena merasa takut, namun ia tetap akan berusaha untuk melayaninya dengan baik.


Devino masih terdiam menatapnya dengan wajah piasnya yang terlihat masih menahan sesuatu, tingkah Anjani yang baru pertama kali seperti ini membuatnya merasa begitu gemas dan tertarik.


"Berikan cintamu kepadaku sekarang!, karena aku mencintaimu suamiku... muach!"Mencium bibir suaminya terlebih dahulu dan membuat Devino begitu tergoda.


Sedangkan Anjani langsung memejamkan matanya karena masih merasa tegang dan gemataran, namun ia sudah siap untuk melayaninya kali ini.


Devino benar-benar tidak bisa menahannya lagi,ia langsung saja menyelusuri setiap lekuk leher Anjani yang begitu mulus dan putih menggoda.


Devino memberikan beberapa kecupan hangat di sana, tanganya mulai melepaskan pengikat rambutnya yang tampak mengganggu penampilannya.


Anjani melayaninya dengan baik,ia hanya sedikit berkutik karena merasa geli dengan sentuhannya yang lembut itu.


Lama kelamaan ia terpacu sendiri dengan kenyamanan dan kelembutan yang di berikan Devino, membuatnya membuka mata dan menatapnya lekat.


Keduanya langsung terseyum penuh cinta, lalu membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang dengan penuh gairah.


Dengan penuh tidak sabar Devino langsung melakukan aksinya, mencopot semua pakaian yang di kenakan istrinya dan melemparkannya ke lantai.


Sama halnya dengan Anjani yang membalas aksinya dan segera mencopot kemeja yang di kenakan suaminya itu,


dengan gemetaran sendiri,bahkan Anjani mencoba melepaskan pakaikan suaminya dengan sangat lembut karena tidak ahli.


Membuat Devino merasa semakin tegang dan geregetan,


lalu ia melepaskan pakaiannya sendiri dan melempar semuanya ke lantai.


"Aku mencintaimu..."Memeluk erat tubuh istrinyanya,Ia mulai beraksi menciuminya kembali di setiap lekuk tubuhnya yang polos itu.


Tanganya mulai bermain-main di suatu tempat,


Mereka tampak menikmati percintaan ini termasuk Anjani yang sudah tergoda dan mulai mendesah merasakan kenikmatan yang di berikan suaminya di sekitar area dadanya.


Mendengar ******* istrinya yang terdengar lemah dan lembut, membuatnya semakin memanas dan bergairah untuk menaklukkan istrinya saat ini.


Lidahnya tampak menari-nari di sekitar area dadanya, membuat istrinya kegelian dan semakin mendesah nikmat.


Sudah puas bermain dengan setiap lekuk tubuh Anjani membuatnya tidak sabar untuk segera melakukan hubungan intim


Anjani juga sudah sangat lemas terbaring di atas ranjang dengan penuh getaran cinta yang di berikan Devino sejak tadi,akal sehat keduanya sudah hilang entah kemana.

__ADS_1


Devino sudah siap dan memposisikan tubuhnya, keduanya saling bertatapan kembali, lalu Anjani terseyum menatap Devino dengan nafas terengah-engahnya untuk melayaninya saat ini.


Lalu,


"Ahh....ah.."Anjani sudah merasakan apa yang di lakukan suaminya saat ini.


Sesuatu masuk ke dalam tubuhnya, kali ini terasa lebih berbeda dari yang sebelumnya, hanya keduanya juga yang mampu merasakannya.


Mungkin karena balutan rasa cintanya dan bukan paksaan membuat Anjani merasa nikmat dan semakin mendesah.


Lalu Devino langsung membungkam mulutnya yang mulai merintih lemas tak berdaya dengan mulutnya itu.


Keduanya bermain-main lama, Devino memperlakukannya dengan penuh kasih sayang, rasa cinta, dan gairah yang begitu bergejolak.


keduanya benar-benar menikmati percintaan ini.


Sepertinya yang menikah hari ini bukanlah Daniel dan Emely, melainkan Devino dan Anjani.


Tuan besar benar-benar memberi keduanya hari yang begitu indah dan spesial, mungkin ini semua karena rasa bersalahnya dan untuk membalas kesalahannya yang telah ia perbuat,ia melakukan dan merencanakan ini, bahkan ia sudah menerima Anjani dan langsung memberikan restu untuk keduanya.


Hingga mereka berdua lupa akan pesta pernikahan adiknya, dimana mereka berada sekarang? yang jelas mereka tidak peduli, keduanya sedang menikmati dan bermalam penuh cinta yang indah ini.


Erik masih merasa begitu gelisah dengan kedua majikanya yang belum juga kembali ke tempat pesta.


Apa yang Tuan besar lakukan kepada Tuan Muda dan Nona Anjani, kenapa mereka belum kembali juga...


Mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di atas meja tamu yang sedang ia duduki, bahkan Tita juga menjadi bingung harus bersikap bagaimana sekarang, menatap suaminya yang tidak tenang membuatnya semakin bingung saja.


Kedua mata Tita juga ikut berkeliaran kemana-mana mencari kehadiran Majikanya yang belum juga muncul di aula pesta ini.


Melihat suaminya yang sudah berdiri membuatnya bertanya-tanya, karena ia sungguh tidak ingin sendirian di sini.


"Aku harus memastikan keadaan Tuan Muda dan Nona!,aku takut terjadi apa-apa pada mereka berdua,tunggulah disini!"


Berdiri dari duduknya, Erik akan meninggalkan istrinya yang masih duduk di kursi meja para tamu saat ini.


"Baiklah..!"Menganggukan kepalanya, sebenarnya Tita tidak ingin di tinggalin oleh suaminya, karena ia pasti akam merasa kesepian ,namun apa dayanya!,ia juga tidak berani untuk memohon agar dirinya mengikuti Erik.


"Tunggulah disini!, jangan kemana-mana!,aku akan segera kembali!"


"Iyah..."Menjawab dengan lembut sambil menatap punggung suaminya yang sudah berbalik pergi meninggalkannya karena merasa tidak rela.


Tak lama dari kepergian Erik itu, tiba-tiba muncul seorang lelaki berkemeja putih dengan balutan jas hitamnya menghampiri Tita yang terlihat sendirian itu.


Mungkin lelaki ini sudah memantau keduanya sejak tadi, jadi ketika ada waktu luang ketika Erik pergi ia langsung menghampirinya.


"Halo cantik apakah ini kau..?"


membuat Tita yang terdiam itu mengerutkan dahinya, lalu menatap lelaki yang belum ia ketahui.


Lelaki itu langsung terseyum, sedangkan Tita terbelalak melihat kehadiran lelaki ini.

__ADS_1


"Azar,kau..,kau ada di sini?"merasa mimpi dengan kehadirannya.


"Iyah, kau sendirian?, kini kau terlihat semakin cantik saja Tita,kau sudah berubah..?"Berbicara lembut sambil menatap Tita yang tampak sangat cantik itu.


Tita bingung harus melayaninya seperti apa,ia hanya bisa tersenyum kali ini.


"Apa aku boleh duduk?"


"Oh..yah!, maaf, duduklah!"merasa canggung sendiri melihat kehadiran lelaki ini.


"Bagaimana hubunganmu dengan Erik, semua- baik-baik saja kan?"


"Tentu saja baik, semuanya baik-baik saja seperti biasa;"Terseyum kecil sambil meneguk minimnya yang berada di atas meja.


"kau benar-benar sudah melupakanku Tita?"wajah lelaki itu yang tampak begitu serius menatap Tita.


Membuat Tita menoleh dan menghindari tatapanya.


"Mau gimana lagi,mau tidak mau aku harus bisa melupakanmu Azar!"


"Tapi aku hanya ingin bersamamu Tita!, lebih dari dua tahun aku belum bisa melupakanmu sampai sekarang!"


Siapa Azar?, kenapa mereka berdua tampak begitu dekat saat ini.


*****


Erik berjalan kesana kemari untuk mencari kedua Majikanya,ia memutari seluruh tempat pesta pernikahan ini di langsungkan,tapi sayang ia tetap saja tidak menemukan jejak atau tanda-tanda kedua Majikanya ada di pesta itu,


"Huh...huh..."Terengah-engah,Erik menghentikan langkahnya yang sudah berkeliling itu untuk beristirahat sebentar. Matanya masih berkeliaran kesana kemari menatap seluruh lorong Hotel,ia benar-benar khawatir dengan kedua majikanya yang belum terlihat sejak tadi.


Dimana Tuan Muda dan Nona?,


kenapa mereka lama sekali, bahkan pestanya sudah hampir selesai...


"Kau sedang mencari siapa Erik?"Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul di belakangnya.


"Kau dimana Tuan Muda dan Nona?, kenapa mereka belum kembali?,apa yang kau lakukan?"sudah mencengkram kerah baju lelaki itu erat.


"Kau mengancam ku?, bagaimana mungkin aku berani melakukan hal buruk kepada majikanku sendiri!"


Zen mengibaskan tangan Erik yang mencengkram bajunya.


"Tenganlah!, Tuan Muda dan Nona sedang beristirahat di dalam kamar!, biarkan mereka menghabiskan malamnya bersama istrinya di sini!, tidak terjadi apapun pada kedua majikan mu..!"


Mencoba menenangkan Erik yang terlihat sinis menatapnya.


"Jika kau tidak percaya maka buktikan besok pagi!, Tuan Muda dan Nona baik-baik saja!,dan ini...kunci kamar mu!, bermalam dengan istrimu di kamar xxxxx, sebelah kamar Tuan Mudamu sendiri,kau juga perlu istirahat!, Tenganlah...!"


Memberikan kunci sambil menepuk bahu Erik dengan lembut dan terseyum sambil meninggalnya.


"Ini juga perintah Tuan Besar!, bermalam lah di sini malam ini bersama istri mu...!"Zen masih tersenyum meninggalkan Erik yang merasa bingung sendiri dengan sikap Tuan besar sekarang ini.

__ADS_1


Bagaimana dia tahu kalau aku sudah memiliki istri?,


Mengerutkan keningnya menatap Zen yang terus terseyum meninggalkannya.


__ADS_2