My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Pagi Yang Cerah


__ADS_3

"Huek..huek..!"


"Kamu tidak Papah Anjani..?"mengusap-usap punggung dan memijat-mijat leher istrinya.


"Aku tidak papah,hanya enek saja mencium bau masakan udang tadi!"


Maafkan aku Dev,aku hanya tidak ingin melihat Daniel,aku benar-benar merasa tidak nyaman saat ini...


jadi aku hanya berpura-pura...maaf, bukannya aku mempermainkan perasaanmu, tapi aku benar-benar merasa tidak nyaman melihat tatapan adikmu,


Dengan senyuman Devino menatap istrinya yang terlihat tegang itu dan membelai kepalanya lembut.


"Kamu makanlah dulu...,aku tidak ingin makan!"Mencoba mengusir suaminya dari hadapannya itu agar segera makan malam dan ia dapat menenangkan diri di kamarnya.


"Ada sesuatu yang sedang kau pikirkan?,, katakan!,jika kau tidak ingin makan,maka aku juga tidak ingin makan Anjani..!"


"Tidak ada..!,aku hanya tidak ***** makan Dev, kamu harus makan, jangan begitu..!,kau harus makan!"


Terlihat semakin gelisah dengan sikap suaminya yang keras kepala itu.


"Baiklah.. duduklah!"Menuntun istrinya ke arah ranjang agar duduk di tepian.


"Aku punya sesuatu untukmu!"Menunjuk sebuah tentengan ke arah meja yang ada di kamarnya itu.


"Papah membelikan makanan dan cemilan untukmu!,ada kue pancong keju coklat kau suka kan?"


Anjani langsung terseyum,dan menganggukan kepalanya karena sejak tadi ia benar-benar merasa sangat lapar.


Perlahan Anjani memakan kue itu, namun raut wajahnya masih terlihat datar dan terdiam.


"Kau suka...?"


Menganggukan kepalanya kembali sambil memakan kue itu.


"Tapi kau terlihat tidak senang?,apa kurang enak..?"Mencoba menarik kue itu dari tangan istrinya.


"Tidak!, jangan..,aku suka,ini juga sangat enak...!, jangan di ambil..!"Menatap suaminya, dan ia terlihat begitu memohon untuk makanan itu agar segera kembali ke tanganya.


"Baiklah!,makanlah yang kenyang!"membelai rambut istrinya yang panjang itu, lalu menjepitnya dengan jepitan rambut sambil tersenyum manis menatapnya yang sedang fokus makan.


Namun melihat Anjani yang terdiam dan terus menundukkan kepala membuatnya merasa semakin tidak nyaman.


"Tapi....kau kenapa Anjani?,katakan..!, sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu?"


"Aku tidak betah di sini...!"Semakin menunduk, sebenarnya ia tidak ingin mengatakan hal ini kepada suaminya,tapi apa dayanya, melihat sikap Daniel yang aneh di semakin harinya membuatnya tidak tenang dan gelisah.

__ADS_1


"Iya sudah!,kita benar-benar pindah besok!,kau sedang hamil Anjani, tidak baik jika kau Terus merasa gelisah dan tidak nyaman seperti ini..., muach...,kau tidak boleh stres memikirkan banyak hal saat ini...!"


Ya ampun..kau ini tercipta dari apa si?, Kenapa kau selalu tahu dan mengerti apa yang aku inginkan..


"Makasih sayang...!"memeluk suaminya erat yang habis menciumnya itu, berharap ia akan pindah secepatnya besok.


"Aku akan selalu membuat mu nyaman Anjani, kita pindah besok!, jangan pikirkan lagi yah...!"


Mengusap-usap pipi istrinya lembut.


"Kau makan malam lah!,aku mohon,aku kan sudah makan kue ini..., Jangan tidak makan yah..!"


"Baiklah!,aku akan ambil makanan dan kembali ke sini lagi Sayang, hanya sebentar..!,cuma lima menit kok,aku akan menemanimu..!"


Berdiri, lalu pergi meninggalkan ruangan kamar untuk segera mengambil makan malamnya dengan tergesa-gesa.


Tak lama kemudian Devino kembali ke kamarnya dengan membawa makanan yang ada di piringnya itu.


Bahkan porsinya tampak lebih banyak dari yang biasanya, karena Devino juga berniat untuk menyuapi istrinya dan makan malam bersama dalam satu piring di dalam kamar ini sambil menonton film.


*****


Pagi ini tampak bersinar cerah.


"Muach...!"Tak lupa dengan kecupan hangat yang selalu ia berikan kepada Anjani dan senyuman manisnya itu.


"Muach...!"Begitu pula Anjani yang membalas kecupan hangat suaminya di pipinya.


"Kau sudah berbicara dengan Tita untuk bersiap-siap pindah kan?"


"Sudah semalam aku WhatsApp dia...!"


"Iya sudah sekarang kamu bersiap-siaplah, pagi ini kamu ikut ke kantor terlebih dahulu.., lalu habis itu kita pulang ke rumah yah!, tidak papa kan, karena aku harus menyelesaikan urusan kantor yang begitu penting?"


"Tentu saja,sekalian jalan-jalan Dev, justru aku yang menjadi tidak enak diri karena...!"


"Hust...!,Baiklah aku mandi dulu!"Telunjuk langsung mendarat karena tidak ingin mendengar ocehan istrinya dan beranjak berdiri untuk segera membersihkan dirinya di kamar mandi.


"Tapi kau sudah berbicara dengan Papah kan kalau kita akan pindah hari ini..?"masih merasa tidak enak untuk meninggalkan rumah ini begitu cepat.


"Papah memang menyuruhku untuk mengulur waktu pindah kita Anjani..!,tapi aku sudah menjelaskannya!, tenang saja dia pasti setuju.., keputusanku sudah bulat, tidak boleh di rubah,kita pindah ke rumah baru sekarang..!"


"Lalu bagaimana dengan apartemen mu?,apa akan terbengkalai begitu saja?"


"Tidak Anjani, Apartemen itu adalah milikku sepenuhnya, maksudku... dari hasil keringat dan kerja kerasku sendiri,jadi aku berikan kepada ibu dan Adik mu agar tinggal di sana saja dan mengurus toko kue dengan baik!"

__ADS_1


"Iya ampun Devino...apa yang kau lakukan?"


Bingung harus berkata apa, kebaikan suaminya itu benar-benar terasa berlebihan bagi Anjani.


"Aku tidak melakukan apapun Anjani!"Bahkan Devino sampai duduk kembali di samping istrinya yang sedang lesu dan gemas kepada suaminya sendiri.


"Maafkan aku..,aku selalu membebani mu dalam segala hal..!"


"Jangan pernah meminta maaf!, dan jangan pernah mengatakan hal itu lagi Anjani!, karet aku akan marah!, sudah sepantasnya aku membahagiakanmu dan memberikan kenyamanan untukmu bukan?..., karena aku adalah suami mu Anjan!, bukan orang lain!, mintalah apapun yang kau inginkan,jika aku bisa.. maka aku pasti akan berikan!"


"Iya sayang.., terimakasih atas semuanya!,aku mencintaimu... sangat-sangat mencintaimu!"


Berkaca-kaca sendiri karena ia begitu tulus mengatakannya.


"Aku juga mencintaimu Anjani!, lebih dari apa yang kau tahu saat ini, aku begitu mencintaimu.. melebihi cintaku kepada diriku sendiri!"


"Aku berjanji tidak akan menyia-nyiakan cintamu sayang, akan aku genggam dengan erat dan akan aku balas sepenuhnya untuk mu sebisaku dan semampuku..!,aku akan berikan segalanya untuk mu,maafkan aku..., aku hanya bisa menunjukkan rasa cintaku selama ini, maafkan aku sayang...,aku tidak bisa melakukan apapun..."Berderai air matanya sendiri.


"Lihat kan!, kenapa kau menangis coba..?"


"Karena aku senang..!,aku tidak tahu lagi harus berkata apa kepadamu..,kamu itu begitu baik,aku..aku bahagia Dev...hiks..hiks..,aku bahagia...!"


"Sudahlah!, jangan menangis sayang!,aku akan selalu bersamamu sampai kapanpun itu, selamanya..., sampai mati ku Anjani!, jangan menangis! ayo kita siap-siap mau berangkat langsung kan..? "


Memeluk erat istrinya yang terlihat terharu itu, melihat sikap istrinya yang begitu lembut membuatnya semakin cinta dan merasa semakin sayang kepada Anjani.


Aku tahu Anjani..air matamu adalah bentuk ketulusan cintamu,


bentuk cinta mu yang begitu besar untukku..


Terimakasih...aku tahu itu,aku sangat mencintaimu Anjani..


Tetaplah di sampingku..!, jangan pernah pergi kemanapun, karena aku mencintaimu,


"Muach...!"kecupan hangat sekali lagi yang ia berikan kepada istrinya dan terasa begitu mendalam rasa cintanya saat ini.


"Anjani...!"


"Iyah...!" masih bersuara lembut menatap suaminya kembali.


"I love you...!"


"I love you to.. sayang!"


Keduanya tampak tersenyum cerah saling bertatapan, kemudian langsung bersiap-siap untuk berangkat ke kantor dan bersiap-siap juga untuk pindah tempat tinggal kembali yang lebih nyaman bagi keduanya.

__ADS_1


__ADS_2