
Ketua Pelayan juga benar-benar merasa sangat tidak percaya dengan kenyataan ini.
Melihat pemandangan indah pesta pernikahan yang begitu mendadak membuatnya menggelengkan kepala.
Bagaimana bisa Tuan Devino tiba-tiba menikahi Anjani?, seorang pelayan?, apa dia tidak waras?...
Aku saja yang sudah lama bertahun-tahun bekerja disini tidak mendapatkan apapun,lalu bagaimana dengan Anjani yang bisa mendapatkan Tuan Muda begitu mudah hanya dengan waktu kurang dari sebulan...
Sedangkan para pelayan lainnya pun tentunya heboh dan bertanya-tanya tentang pernikahan ini,
Semua orang sibuk membicarakan Anjani di bagian dapur belakang.
Kebanyakan para teman pelayanya merasa sangat iri dan tidak terima, mereka yang terdahulu saja tidak berani mendekati Tuan Muda,apalagi sampai menikah dengannya, sungguh ini tidak mungkin bagi mereka.
"Apa yang kalian lakukan?, bekerjalah dengan benar!, disini bukan tempat untuk mengumpul dan berbicara!"
Ketua Pelayan yang melihat semua bawahannya sedang berunding membicarakan pernikahan ini membuatnya geram.
"Baik ketua Pelayan!"Jawab salah satu orang yang mewakili mereka, sementara semua temannya bubar meninggalkan tempat dan kembali bekerja.
Mobil sudah sampai di pintu masuk rumah yang sudah terhias rapi dan sangat indah dengan dekor pestanya.
"Bu... kak Anjani beneran menikah dengan Tuan Muda?,ini tidak mungkin kan?"
"Entahlah ibu juga tidak tahu, ada apa sebenarnya ini?...,ibu benar-benar tidak mengerti Laras!"
Ibu merasa gelisah sendiri.
"Mari Nyonya,Nona, akan saya antar ke kamar Nona Anjani,ia pasti sedang menunggu di dalam kamar!"
"Baiklah!, terimakasih!"menggandeng putri Keduanya dan mengikuti arahan pengawal yang akan menunjukkan di mana putrinya itu berada.
"Tunggu!"Teriak Nyonya Besar yang sudah menghampiri mereka.
"Pergilah!, tinggalkan mereka berdua!".pinta Nyonya ketus.
"Maaf Nyonya!,tapi Tuan Muda melarang ku untuk meninggalkan keluarga Nona Anjani!"
Devino benar-benar keterlaluan..
"Terserah kau saja!"jawab Nyonya dengan Kesal menghadap pengawal suruhan Tuan Devino itu dan langsung menatap kedua orang ini dengan sinis.
"Maria!, aku benar-benar tidak mengerti dengan semua ini!,apa hubungan putrimu dengan putraku?, bagaimana pernikahan akan terjadi hari ini?,aku benar-benar tidak mengerti tentang semua ini!,apa maksudmu mengirim putrimu ke rumah ini?,apa kau sengaja mengirim putrimu kemari dan masuk di dalam kehidupan putraku?,apa kau tidak bisa mendidik putrimu dengan benar?, bagaimana bisa putraku akan menikahi putrimu hari ini?,aku benar-benar tidak terima ini..."
Nyonya terlihat sangat marah kepada Maria, panjang lebar ia mengomel kepada mantan pelayanannya ini, bahkan bicaranya terlihat begitu sinis dan begitu tidak suka dengan semua ini.
"Apa maksud perkataan Anda Nyonya?,saya juga tidak tahu apa-apa tentang pernikahan ini!,saya juga sangat kaget dengan pernikahan ini!"
Tentunya ibu Maria juga sangat bingung dengan semua ini, karena dia sendiri tidak mengetahui apa-apa tentang semua ini,ia juga sangat kaget mendengar kabar pernikahan ini.
"Kau sengaja menyuruh putrimu untuk menggoda putraku?,iya kan?, bagaimana bisa putraku akan menikahi putrimu hari ini?, beginikah sikap kalian terhadap majikan?,kau tidak bisa membimbing putrimu yang rendah itu...?"
__ADS_1
Nyonya terlihat begitu marah dengan semua ini.
Apa maksud perkataannya?,apa yang terjadi pada putriku...,
apa yang ia lakukan dengan Tuan Muda...
"Apa maksud Anda Nyonya?,saya benar-benar
tidak tahu apa-apa tentang ini, saya juga begitu kaget mendengarnya?,saya saja sedang bingung!..."
"Orang-orang seperti kalian memang terlihat polos,namun nyatanya hati kalian itu begitu licik!,iya kan?"
"Maaf Nyonya Maria, Nona!, sebaiknya anda ikuti saya saja!, Maaf nyonya besar saya permisi!.... "
Erik datang dan langsung memutus pembicaraan yang sengit ini,ia berusaha untuk menenangkan keduanya.
Apa yang terjadi sebenarnya dengan putriku?, bagaimana pernikahan ini terjadi dan mengapa Nyonya besar terlihat begitu marah kepadaku...
"Erik?"
Teriak Nyonya Besar yang merasa sangat kesal dengan Erik, ia menuntun ibu Maria untuk segera mengikutinya, sementara Laras hanya bisa terdiam,ia tidak tahu apa-apa tentang ini, namun ia juga merasa sangat tegang dengan pernikahan ini,terlebih melihat tingkah Nyonya besar yang marah-marah tadi.
"Pak Erik!,ada apa ini?"
"Jangan memanggilku Pak Nyonya!, panggil saja aku Erik!,tenanglah nyonya semuanya akan baik-baik saja!, silahkan masuk temui Nona Anjani!"
Dengan bingung Ibu masuk ke dalam kamar Tuan Muda sambil menggandeng tangan Laras.
Erik langsung pergi meninggalkan tempat dan menutup pintu kamar setelah keduanya masuk ruangan.
"Anjani?"
Panggilan ibu membuat Anjani kaget dan menatap ibunya seketika.
"Ibu!"mengusap air mata yang membasahi pipinya.
"Apa yang kau lakukan nak?,apa maksud semua ini?"Tanya ibu terus terang lalu segera menghampiri putrinya.
"iya kak Anjani ada apa ini?, katakan yang sebenarnya kak?, kenapa kakak tiba-tiba mau menikah begini?"
Laras pun merasa bingung dan ingin tahu tentang semuanya.
"Ibu..."Menitikkan air mata, lalu berdiri dari duduknya dan langsung memeluk ibunya erat.
"Apa maksud semua ini Anjani?,katakan!, bagaimana bisa kau akan menikah dengan Tuan Muda?,apa yang kamu lakukan?"
ibu merasa sangat bingung dan kaget.
"Maafkan Anjani Bu!,maafkan Anjani, Anjani benar-benar tidak menginginkan semua ini!, Anjani juga tidak mau menikah dengan Tuan Muda, Maafkan Anjani...hiks... hiks..."Menangis memeluk ibunya,tak kuasa menahan beban.
"Apa maksudmu Nak?, jangan membuat ibu khawatir?, bagaimana kau akan menikah dengannya?, katakan apa yang kau lakukan?, apa kau membuat kesalahan?"ibu dengan tegang mengatakannya.
__ADS_1
"Hiks...hiks..."Terisak dan terdiam karena tidak sanggup untuk mengatakan hal yang sebenarnya.
"Apa maksud semua ini kak?, katakan!"Tanya Laras,ia juga tidak sabar juga ingin segera mengetahui tentang semua ini.
"Katakan yang sebenarnya Anjani!, ibu tidak akan marah kepada mu jika kau jujur dan menceritakan semuanya!"
"Aku...a..a..aku..aku hamil mah?"
Terbata-bata dan menunduk,ia benar-benar tidak berani menatap wajah ibunya.
"Apa?"ibu begitu kaget dan terbelalak bermata bulat.
"kakak?"Laras terbelalak tidak percaya juga.
"Anjani apa yang kau lakukan?"Ibu terlihat begitu syok dan memegangi dadanya.
"Ibu...ibu tenanglah!, dengarkan Anjani Bu!"
"Aku benar-benar tidak menyangka kau melakukan hal kotor seperti ini Anjani...!"ibu sambil memegangi dadanya yang terasa sesak
"Kakak benar-benar keterlaluan!"
"Dengarkan aku dulu Bu, Laras!,aku tidak akan berani melakukan hal kotor seperti ini Bu..,Ta..tapi Tuan Muda..., dia memperkosaku waktu itu...aku benar-benar tidak sengaja melakukannya,ia melakukannya saat mabuk Bu,aku sudah berusaha untuk melawannya tapi aku tidak sanggup, aku tidak bisa melawan tenaganya, Anjani juga tidak ingin seperti ini... maafkan Anjani... maafkan Anjani Bu... Anjani salah...hiks...hiks...!"
Menangis tersedu-sedu, ia benar-benar merasa bersalah sendiri.
"Apa kak,Kak Anjani di perkosa?"
"Apah?, berarti bukan kau yang menggodanya?"
Tanya Ibu yang sudah sangat merasa sedih tadi.
"Bukan!, waktu itu aku sedang membersihkan kamarnya, namun Tuan Muda masuk dengan keadaan mabuk dan menggila,aku sudah berusaha melawannya dan berusaha untuk pergi meninggalkannya, Namun ia menahan tubuh Anjani dengan sangat kuat Bu!,Ia memperkosa Anjani,dan Anjani sudah berusaha berteriak namun tidak ada yang mendengarnya, bahkan Tuan Muda juga membekap mulut Anjani... maafkan aku Bu...hiks... hiks... maafkan kakak Laras,Anjani tidak mungkin menggoda Tuan Muda,A...Anjani..Anjani juga sadar diri Bu... Anjani ju...juga tahu Anjani siapa Bu... maafkan A.. Anjani...!"
Anjani sudah tidak sanggup lagi menceritakan semuanya,ia benar-benar menangis tersedu-sedu, bahkan isak-kan tangisnya membuatnya terbata-bata dan sesak nafas.
"Maafkan aku Kakak!,aku tidak tahu..."Laras yang ikut sedih jadinya,ia juga tidak tega melihat kakaknya menangis tersedu-sedu.
kakak pasti sangat sedih dan tertekan, Tuan Muda benar-benar keterlaluan..
"Sudah cukup sayang!, jangan menangis...ibu mohon,ini semua salah ibu..., seharusnya ibu tidak sakit waktu itu, maka kejadian ini tidak akan menimpamu, maafkan ibu sayang!... maafkan ibu..."
"Ini memang salah Anjani Bu... ini salah Anjani!, maafkan Anjani....!
Melihat putrinya yang terus menangis membuatnya tidak tega melihatnya,ia langsung memeluk putrinya erat.
"Tapi apa maksud pernikahan ini Anjani?, Nyonya besar terlihat tidak setuju dengan semua ini?"
"Tuan muda yang memintanya, Tuan Muda yang memaksa Anjani untuk menikah dengannya, bahkan ia tidak perduli dengan keluarganya,karena dia bilang... dia akan bertanggung jawab atas semua ini!, Anjani harus bagaimana Bu..?, Anjani harus bagaimana?"
"Tuan Muda memang harus bertanggung jawab Anjani, karena kau juga sedang mengandung anaknya, ibu tidak bisa melakukan apa-apa, semua keputusan ini ada di tanganmu sendiri!"
__ADS_1
Iya Tuhan kasihanilah putri hamba, berikan jalan yang terbaik untuknya....
berikan kebahagiaan untuk putri hamba,jika ia memang di takdir kan untuk menikah hari ini...