My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Masalah Kantor


__ADS_3

Seluruh karyawan kantor sedang mengadakan rapat koordinasi di sebuah ruangan besar yang terdapat di kantor ini.


Kedatangan Tuan Muda Devino di kantor ini benar-benar membuat mereka semua merasa senang.


Kerinduan mereka dalam kepemimpinannya yang begitu bijaksana dan berwibawa membuat mereka terkagum-kagum.


Sudah beberapa bulan ini keadaan karyawan begitu kaku dan membisu karena tertekan.


Kepemimpinan yang di pimpin Daniel selama ini membuat mereka semua merasa kaku seperti darahnya yang sedang mengalir itu terhenti dan membeku begitu saja.


Dari mulai memerintah seenaknya, hingga mengancam seluruh karyawan kantor terutama di bagian staff management perkantoran untuk lembur malam.


Ia memaksa seluruh pegawai untuk berkerja keras dan memaksa mereka untuk lembur malam.


Agar kerugian yang ia capai bulan lalu dapat terbayarkan dan cepat terlunasi begitulah tingkah Daniel.


Bukan hanya itu saja, mereka semua menjadi patah semangat dan tertekan dengan kepimpinan Daniel, seolah-olah ia sedang memeras kinerja otak para karyawan kantor yang merasa lelah.


Senyuman mereka semua merekah dan begitu bersinar, menampakan rona wajah yang begitu bahagia dan berharap kembali kepemimpinan kantor ini di pimpin oleh Tuan Muda Devino seperti dulu.


"Mungkin kalian kaget dengan kehadiran saya kembali yang tiba-tiba datang dan mengadakan rapat begini..., Saya hanya berharap untuk kerjasamanya dan kesetiaan kalian semua nantinya..!"Terseyum manis, menganggukan kepalanya memberi salam kehormatan kepada para karyawan kantornya.


"Justru kami semua senang dan merasa bersyukur Tuan Muda, Kehadiran Tuan Muda benar-benar membuat kami bahagia,kami juga mengharapkan kebijaksanaan Tuan Muda dalam memimpin perusahaan seperti dulu lagi..!"


"Beberapa bulan terakhir kami juga merasa begitu tertekan Tuan Muda!, beberapa pekerja yang ada disini harus pulang malam dan bekerja keras melebihi batas maksimal!"


"Apa?.."


mengerutkan keningnya Devino,ia merasa kaget dan tidak enak diri dengan para karyawan kantor.


"Saya harap... Anda tidak akan marah Tuan Muda!,tapi inilah kenyataannya yang kami rasakan beberapa bulan ini..!"


"Iya kami semua juga merasa begitu Tuan Muda!, selama kepemimpinan Tuan Muda Daniel kami benar-benar merasa tertekan!"


Entah berapa lontaran kalimat antara pimpinan dan para karyawan kantor yang masih berdebat itu.


Perasaan yang mereka semua rasakan telah mereka sampaikan di ruangan ini. Semua bahkan ikut mengadu dan berbicara tentang apa yang sedang mereka rasakan satu sama lain.


"Maaf atas tidak kenyamanannya selama ini,mari kita bangun kembali kebersamaan dan kerja sama kita sebagaimana komitmen yang ada dan di tetapkan dalam kantor ini seperti dulu...!"


Menyakinkan para karyawan dengan penuh ketenangan dan keseriusan."Akhir bulan ini...saya akan membayar kerja keras dan usaha kalian dengan dua bulan gaji..!"


"Yey... beneran Tuan Muda?"


"Waw..kita bisa berbelanja bebas bulan depan!"

__ADS_1


Ehem..ehem..,ini si khusus para wanita deh.. biasanya.


Apalagi kalau dapet rezeki nomplok pastinya sangat gatal untuk berpergian dan berbelanja.


Tuan Muda menganggukan kepalanya dan tersenyum manis dengan bola matanya yang menatap seluruh karyawan kantor yang tampak gembira di dalam ruangan rapat ini.


"Tapi Tuan Muda...,ada satu kejanggalan yang belum dapat kami selesaikan sampai sekarang!"


Salah satu karyawannya langsung berdiri dan berbicara begitu saja sampai memecahkan suasana yang tampak membaik tadi pun buyar.


"Katakan Apa masalahnya?"


"Atas kepemimpinan Tuan Daniel bulan lalu yang tidak memenuhi target penjualan dan pemasaran periklanan yang tertunda membuat salah satu klien perusahaan terbesar kita angkat tangan, mereka merasa kecewa dan akan membatalkan kontrak kerja sama satu tahun ke depan Tuan Muda ..."


"Selain itu alasan mereka memutuskan kerja sama secara sepihak karena dari pihak mereka merasa rugi besar dan tersaingi dari perusahaan-perusahaan lainnya"


"Perusahaan mana yang kau maksud?"


"Anda pasti sangat tahu Tuan Muda, klien perusahaan terbesar kita dan tentunya yang sangat dekat dengan perusahaan kita,dari pihak mereka akan memberikan pertimbangan lagi jika Tuan Devino sendiri yang memimpin dan mengadakan rapat tentang kerja sama yang baru..!"


"Baiklah, kalian memang sudah melakukan yang terbaik untuk perusahaan ini...!,maka kembalilah ke ruangan kalian masing-masing!,saya yang akan mengurus dan menangani semua ini!"


Mereka semua tampak bubar dan pergi meninggalkan ruang rapat, sementara Devino kembali juga ke ruangannya dan langsung mengecek seluruh data dan menganalisisnya.


Apa yang di lakukan Daniel?


Perusahaan Febri Cho Company City adalah perusahaan properti terbesar yang berada di kota xxx, perusahaan ini saling bersahabat dan berkawan dengan perusahaan Bahara Sanjaya Group.


Dimana kedua pihak adalah perusahaan yang begitu terkenal dan saling bersatu menempuh kejayaan yang begitu terpopuler tahun lalu.


Selain itu ke-dua Dirut utama ini saling dekat dan bersahabat, mereka juga sama-sama memimpin perusahaan dengan kepemimpinan yang begitu hebat dan handal dengan usia yang masih Muda tentunya.


Membuat semua orang terkagum dan menggelengkan kepalanya.


Kemudian Devino segera menghubungi seluruh komesaris perusahaan yang berada di tangan dan genggamannya untuk segera mengirim email data dan proposal.


Ia juga menyuruh beberapa staf kantor untuk menyiapkan tempat untuk pertemuan atas kedua perusahaan ini.


Sementara Erik sendiri sedang duduk memangku leptopnya di sofa ruangan kerja milik Tuan Mudanya.


Ia sedang memantau beberapa anak buahnya yang sedang bekerja di luar kota untuk berjaga di perusahaan cabang.


"Apa ada masalah Tuan Muda?,biar saya bantu...!"


"Hubungi Sekertaris Direktur utama Perusahaan Febri Cho Company City!, kita akan mengadakan pertemuan dan bertemu langsung dengan Reyhano Febri Cho sore ini secara langsung,jadi hubungi segera..!"

__ADS_1


"Baiklah Tuan Muda...!"


Dengan keahlian yang begitu luar biasa dan cerdiknya Erik ia langsung keluar ruangan menuju ke salah satu ruangan yang ada di kantor ini.


Ia akan bertemu dengan para staf kantor dan membahas semua yang di perintahkan Tuan Muda tadi.


"Cklekk..!"Pintu terbuka begitu saja.


Tampak Daniel yang masuk ke raungan tanpa ketuk pintu terlebih dahulu.


Terlihat ia yang sedang memegang dokumen untuk di serahkan kepada kakaknya.


Melihat adiknya yang datang membuat Devino ingin sekali berbicara empat mata.


"Baguslah kau kemari!,aku ingin berbicara penting denganmu..!"Menghentikan jemarinya yang sedang bermain-main di keyboard leptopnya.


"kenapa?, kau mau membanggakan dirimu...,dan kau tidak ingin aku ada disini


hah..?.., tenang saja.. aku akan pindah ke kantor ku besok!"Menjawab sengit sambil meletakkan map di atas meja kerja kakaknya.


"Apa yang kau katakan?.., duduklah!"menjawab dengan tenang dan damai,ia juga menyuruh adiknya agar segera duduk.


Dengan wajah yang begitu kusam Daniel duduk dan menatap wajah kakaknya sengit.


"Menjadi seorang pemimpin bukanlah kejayaan yang di prioritaskan terlebih dahulu Daniel..!,tapi usaha dan kenyamanan karyawan kantor terlebih dahulu yang kau utamakan, setelah hubungan mu dengan bawahan mu baik dan nyaman.., barulah kau bekerja sama dengan para karyawan untuk saling meningkatkan performa kinerja masing-masing, semakin banyak kerja sama yang di prioritaskan maka akan semakin banyak pula peningkatan yang baik dan pengembangan perusahaan yang begitu besar..!"


"Kau sudah selesai mengoceh?,aku tidak perlu saran darimu!, nikmati saja milik mu sekarang!, kau puas!.., aku akan urus perusahaan ku sendiri..!"


Beranjak dari duduknya merasa panas dengan ocehan kakaknya ini.


"Daniel...!"Devino geram sendiri, karena adiknya tidak mau mendengarkannya sama sekali.


Baiklah..,aku berharap dia bisa memimpin perusahaannya dengan baik..


*****


"Sayang,kamu lagi ngapain?,udah makan belum?, mual-mual lagi gak?, Udah minum susu..?"


Sesibuk apapun suaminya di kantor,ia tetap menyempatkan waktu untuk memberi kabar dan perhatian pada istrinya yang sedang hamil di rumah.


Dengan senyuman penuh kebahagiaan Anjani membuka pesan itu. Memang ia sendiri sedang menunggu sambil menonton film bersama Tita di kamar ini dengan Cemilan buah-buahan segar yang begitu banyak dan tertata rapi di samping meja ranjangnya.


"Sudah sayang!,kamu jangan lupa Istirahat dan makam tepat waktu yah!,lalu bagaimana hari pertamamu di kantor lagi?,apa kau sangat sibuk..?"


"Sangat sibuk sayang!, mungkin aku akan pulang telat!"

__ADS_1


"Baiklah!,aku menunggumu sayang...?, love you..!


"Love you to,jaga dirimu baik-baik di rumah!, setelah urusan kantor selesai aku pasti cepat pulang!"


__ADS_2