My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Serunya Kebersamaan


__ADS_3

Erik sudah berada di sebuah Market place jual beli mobil,ia sudah membawa mobil mewah Tuan Mudanya kemari untuk di jual.


"Yakin Tuan Muda akan menjual mobil kesayangannya ini?, aku harap perjuanganmu tidak akan pernah sia-sia Tuan Muda!"


Menatap mobil yang sering kali ia pakai dan ia gunakan sehari-harinya bersama Tuan mudanya.


pastinya Erik akan mengenang dan merindukan mobil ini.


"Aku pasti akan merindukanmu mobil!, seharusnya Tuan muda tidak keras kepala dan mau memakai uangku,dia pasti tidak akan menjual mu begini,tapi tidak papa..!,aku masih punya mobil lain, Tuan Muda bisa memakainya kapanpun dan dimana pun yang ia mau, karena harta yang aku punyai selama ini atas dasar kebaikannya juga!, ia yang selalu memberikan bonus kepadaku setiap bulannya, hingga aku seperti ini sekarang...!"


Berbicara sendiri sambil menatap mobil itu,ia terlihat sedih dengan keadaan Tuan Muda yang sekarang ini.


Tak terasa ada seseorang yang sudah berdiri di belakangnya untuk menyambut kedatangannya.


Erik merasa kaget dengan kehadiran orang itu secara tiba-tiba, Namun keduanya langsung saling menyapa satu sama lain setelah bertemu pandangan.


Erik dan salah seorang Agensi yang datang itu langsung membahas dan membicarakan tentang harga jual mobil mewah milik Tuan Muda.


Ketentuan dan kesepakatan telah ia bahas dan di sepakati kurang lebih dua jam lamanya. Setelah keduanya sepakat dengan harga yang sudah di tentukan itu pihak Market place jual beli mobil ini akan segera mentransfer dana yang sudah disepakati itu.


"Baiklah!, urusan mobil sudah kelar,kini tinggal urusan pembelian ruko untuk toko roti Nona!"


Merasa bersemangat untuk membantu kedua majikanya yang sedang kesulitan ini. Mungkin tingkat kekayaan Devino lebih rendah dari Erik sekarang,tapi bagi Erik Tuan Muda tataplah seorang majikan dan orang yang terhormat baginya.


Karena tanpa kehadiran dan kebaikannya Erik tidak akan kaya seperti sekarang ini.


Erik langsung keluar dari gedung kantor itu dan memesan taksi online untuk kembali ke Apartemen Tuan Muda.


Karena posisi semua mobilnya yang berada di rumahnya jadi ia terpaksa harus naik taksi ke apartemen.


Sekarang ia sedang sibuk untuk menemui agensi Apartemen pembelian dan sewa menyewa ruko, karena ini perlu perundingan dan kesepakatan antar kedua pihak yang menjual dan membeli.


******


Berbeda dengan Tuan Muda dan Anjani,


mereka berdua sedang sibuk bermain-main dengan adonan tepung roti di dapur.


Sementara Tita sedang membereskan kamar tidur majikanya jadi ia juga terlihat sibuk sendiri.


Begitu banyak bahan-bahan yang mereka keluarkan untuk belajar membuat roti, sepertinya Tuan Muda dan Anjani begitu bersemangat kali ini.


Terlihat dengan kerjasama mereka yang sama-sama memakai clemek yang sudah melingkar di pinggangnya masing-masing.


Devino sedang memperhatikan Anjani yang sedang menuang tepung ke wadah yang ada di atas timbangan.


Agar hasilnya maksimal mereka harus menggunakan timbangan dan takaran untuk membuat roti.


"Haaccih... haaccih..."Tuan Muda yang belum apa-apa sudah bersin terlebih dahulu,


mungkin ia menghirup udara ruangan yang di sertai dengan serbuk-serbuk tepung yang berterbangan, maknanya ia bersin-bersin.


"Kau tidak papa?"Anjani terseyum melihat wajah suaminya yang belepotan terkena tepung dimana-mana.


"Iya tentu saja..., hidungku hanya gatal sedikit!"


Masih mengucek hidupnya dengan telunjuknya memperhatikan Anjani yang sedang membuat adonan.


kenapa dia terlihat imut sekali jika belepotan begitu....

__ADS_1


Terseyum di dalam hatinya melihat wajah suaminya yang berantakan karena tepung.


"Ini,ini tepung untuk membuat Bread terpopuler di negara xxxxx,!"


"Waw benarkah?,dari mana kau tahu?, kenapa kau sampai bisa membuat roti luar negeri segala!"


"Ilmu itu harus di cari bukan di nantikan!,aku suka mencari resep tentang roti dan kue di buku-buku panduan lengkap yang ada di internet!"


Menyiapkan wadah dan mikser kecil untuk suaminya.


"Sekarang campuran 6 butir telur,susu putih 600 ml di aduk sampai rata, baking powder 80 gram dan perasa vanila 20 gram,dan jangan lupa adonan yang aku buat tadi campurkan dengan susu yang sudah di campur dengan telor lalu aduk sampai rata, setelah itu tambah 75 gram minyak, tapi minyaknya harus tercampur rata juga, setelah itu baru di panggang!..."


Devino hanya terdiam, sambil mengedipkan-ngedipkan matanya memegang mikser menatap istrinya yang sedang sibuk membuat adonan lain sambil berbicara secepat kilat.


"Kau berbicara terlalu cepat!, bahkan aku tidak tahu apa itu baking powder dan perasa Vanila?,itu yang mana?,aku saja tidak tahu dimana letaknya,...!"


Anjani terseyum melihat tingkah suaminya yang begitu imut dan bingung itu sambil memegang mikser menatapnya.


Kenapa dia lucu sekali saat memegang mikser dan kebingungan seperti itu..


Anjani lupa kalau ia ini sedang berbicara dengan mantan CEO bukan mantan karyawan toko, jadi bicaranya yang terlalu cepat adalah kesalahan.


"Oh.. maaf,aku lupa,aku kira kau...!"Terseyum kecil.


"Apa?.."


"Tidak..tidak..Perhatian aku baik-baik!"


"Oke baiklah aku akan memperhatikan mu!..."Devino yang terus memperhatikan Anjani sesuai perintahnya.


Kenapa kau tambah cantik dan manis jika semakin aku pandang, terlebih ketika kau sedang marah-marah aku merasa gemas jadinya...


Anjani mencampurkan semua bahan dengan pelan dan hati-hati sambil memberitahunya satu persatu-satu bahan-bahan makanan itu. Setelah semua bahan tercampur ia aduk rata untuk mengajari semuanya.


"Udah!,coba kau buat adonan lagi!"menatap suaminya yang sedang menatapnya sejak tadi.


"Hah?, apanya?, tapi bagaimana caranya?"Devino merasa benar-benar bingung karena ia tidak tahu apa-apa.


"Ihhh...., bukanya aku sudah memberitahu mu tadi!,kau memang memperhatikan apa sejak tadi coba?"


"Katanya aku di suruh memperhatikan mu tadi,iya sudah aku memperhatikanmu sejak tadi...!"berbicara ala polosnya mantan CEO tentang dapur dan makanan.


"Maksudnya bukan memperhatikanku!, tapi memperhatikan adonan yang sedang aku buat!, kenapa kau membuat aku kesal si, kenapa kau tidak memperhatikan adonannya tadi....!"


Merasa begitu gemas lalu memegang kedua pipi suaminya yang tampak mulus bersinar itu tanpa sengaja,ia ingin sekali *******-***** pipinya karena merasa kesal.


Membuat keduanya bertatapan satu sama lain, tangan Anjani yang di penuhi dengan tepung putih itu membuat wajah Tuan Muda yang tampan menjadi semakin tampan tak terhingga, membuat Anjani ingin tertawa melihat pemandangan ini.


"Oops...., maaf!"langsung melepaskan tangannya dari pipinya sambil sedikit tertawa menjauhi suaminya.


"Apa yang kau lakukan dengan wajahku?"


merasa curiga,menatap istrinya tajam untuk mendapatkan jawaban yang sedang tersenyum kecil itu.


"Tidak, tidak.. tidak papa!,kau terlihat tampan kali ini!" sambil menyembunyikan tanganya yang putih akibat tepung itu di balik pinggangnya.


"Aku tidak percaya!, mencurigakan!,apa yang kau sembunyikan coba?"


mendekati istrinya yang sedang tersenyum itu dan pelan-pelan mundur menjauh darinya.

__ADS_1


"tidak ada!, aku tidak menyembunyikan apapun, beneran!"


menggeser tubuhnya beberapa langkah menjauh dari suaminya yang terus mendekat itu.


"Apa yang sedang kau tertawakan?"


"Tidak ada!, beneran!"Terus mundur menjauhi suaminya, membuat Devino mengerutkan dahinya menghadap ke arah cermin.


"Ow... Anjani!"menatap wajahnya yang di penuhi dengan tepung di depan cermin dapur.


"Hehehe...aku tidak sengaja!, beneran!" menghindari langkah suaminya yang tampak mendekat ke arahnya.


"Aku tidak terima,kau membuat wajahku putih begini!,kau juga harus begini!..."mengoles tangannya dengan tepung untuk balas dendam kepada istrinya.


"Tapi kan sebelum aku menempelkan tanganku ke wajahmu, wajahmu saja sudah begitu, jadi ini bukan salahku dong..!"akan berlari untuk menghindari suaminya yang akan balas dendam itu.


"Tidak bisa,kau harus begini juga....!"mengejar istrinya yang tampak berlari mengintari meja dapur, Devino tidak ingin mengalah kali ini.


"ih... apapun sih,aku tidak mau!"terus menghindari suaminya yang sedang mengajarnya itu.


"Tapi aku mau!"Terus mengejarnya dan tetap tidak mau mengalah hingga akhirnya Anjani kalah dan tertangkap.


"Kena kan!, masih berusaha menghindar sekarang?"


"Aku tidak mau lepaskan!,kau curang!, kau kan sengaja aku kan tidak tadi...!"


mencoba melepaskan genggamannya tangan suaminya yang sudah menangkapnya.


"Aku tidak perduli!, aku tidak akan melepaskanmu!"


langsung melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya untuk membalas dendam, membuat Anjani merasa terkunci dan tidak bisa berkutik.


Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya untuk menghindari tangan suaminya yang akan mengotori wajahnya dengan tepung.


"Nah kan kau juga terlihat cantik jika begini!"


mengeratkan pelukannya dengan kedua tangannya menatap istrinya yang sudah belepotan karena tepung karena merasa gemas.


"iihh... lepaskan!, dasar menyebalkan kamu yah..!"


menatap suaminya kesal, namun di dalam hatinya ia sedang tersenyum lebar,entah kenapa ia merasa begitu senang setelah bermain-main dengan suaminya ini.


"Biarin...!"masih memeluknya erat.


"Kenapa kita jadi bermain-main begini coba?tuh kan sayang adonannya..., kita harus fokus belajar membuat roti, bukan bermain-main seperti ini!,Ayo kita belajar lagi!"


menatap suaminya serius yang masih memeluknya.


"Baiklah!"sambil mengusap wajah istrinya dengan tepung sesekali lalu baru melepaskan jeratannya.


"Ih..... Devino!"Anjani yang merasa kesal dan ingin membalasnya kembali.


"Adonan jangan di buang-buang!, Ayo kita buat roti sekarang!, yang serius dong!"


"ih menyebalkan!,kau yang membuang-buang sejak tadi!"


Anjani merasa begitu kesal namun bercampur senang dengan semua ini.


"Iya-iya maaf, ayo kita buat dengan serius!"

__ADS_1


Keduanya langsung membuat dengan penuh keseriusan kali ini, karena keduanya benar-benar sudah mantap untuk mendirikan toko roti untuk melanjutkan hidupnya ke jenjang yang lebih baik lagi kedepannya.


__ADS_2