
Mereka melanjutkan perjalanan menuju ke kantor.
Mobil sudah berada di parkiran gedung kantornya yang sangat megah itu.
Wah besar sekali kantornya?...
Mengikuti langkah suaminya yang menggandengnya masuk ke dalam gedung kantor.
Semua orang terlihat menyapa dan memberikan rasa hormat kepada Tuan Muda yang berjalan menelusuri ruangan kantor.
Anjani hanya terdiam mengikuti langkahnya, melihat semua orang yang begitu menghormati suaminya membuatnya heran.
Segitu hormatnya mereka semua dengan lelaki bajingan ini,
Cih, menyebalkan!..
Jangan harap aku akan menghormatimu setelah kau merebut kehormatan ku...
"Duduklah!, tunggulah di sini!, jangan kemana-mana,aku melarangmu pergi!"
membawanya ke sebuah ruangan kantor dan menyuruhnya untuk duduk dan menunggu di dalam ruangan ini.
"Kau mau kemana?"Tanyanya bingung.
"Aku ada meeting dengan karyawan!, tunggulah di sini, jangan pergi kemana-mana!"
"Oke baiklah!,tapi.. apa ini ruangan mu?,apa ini juga kantormu?"
Tanya Anjani penasaran.
"Sudah jangan banyak bertanya!, tunggulah di sini sebentar!"
meninggalkan Anjani bagitu saja, dan keluar dari ruangan kantornya.
Devino sengaja membawa istrinya ke kantor hari ini, kerena suasana yang kurang baik dan karena keadaan rumah yang juga kurang bersahabat untuknya, jadi sebaiknya Anjani ia bawa ke kantor saja.
Wah beginikah raungan kantornya?, kenapa indah sekali,..
Berdiri dari duduknya dan melihat-lihat seisi ruangan.
Aku hanya penasaran apa ini beneran ruangannya,
Anjani terus berjalan menyelusuri ruangan kantor suaminya,di ruangan ini terlihat sangat menarik dan begitu rapi.
Buku-buku pun tersusun rapi di atas rak, membuat Anjani penasaran dan ingin melihat-lihat,
Mengambil beberapa buku dan mencoba membacanya, karena kebetulan ia tidak memiliki kegiatan.
Terdapat sebuah Foto di atas meja, tentunya ini memang foto suaminya, yang terlihat sangat tampan dan bersinar memakai kemeja putih dan jas berwarna biru yang sangat gagah dan terseyum itu.
Anjani menatap foto suaminya,
Lumayan..,
Menaruh foto itu kembali dan berdiri di balik jendela kantornya yang sangat besar.
"Rasanya sangat segar udara di sini!"
Melihat pemandangan bawah yang begitu indah, terdapat banyak mobil terparkir rapi di bawah gedung ini,
Mobil-mobil karyawan yang tersusun rapi menyempurnakan keindahan dan keramaian kantor yang megah ini.
kenapa dia lama sekali?,
katanya sebentar...
Mencoba membuka pintu karena ingin keluar dari ruangan ini, namun keadaan pintu terkunci.
Dia mengunci pintunya, dia pikir aku ini tahanan apa?...
Anjani lelah menunggunya dan merasa begitu bosan,ia ingin sekali keluar dari ruangan ini dan berjalan-jalan.
namun ia berjalan kembali menuju ke arah jendela karena pintunya terkunci.
Tak lama kemudian,
"Cklekk"
Suara pintu terbuka,
Dia sudah kembali..
langsung menengok ke arah pintu, namun sayang, yang ia lihat justru seorang perempuan yang cantik dan seksi membawa dokumen.
"kau siapa?"tanya perempuan itu dengan muka datar menatap Anjani.
Melihat penampilan Anjani yang begitu cantik membuatnya merasa iri dan tersaingi.
"Seharusnya aku yang tanya, kau siapa?, kenapa main masuk ke ruangan orang sembarangan tanpa mengetuk pintu?"
"Aku adalah sekertaris Pak Dev disini,aku adalah orang kepercayaannya,aku juga sudah terbiasa keluar masuk!,jadi buat apa aku mengetuk pintu!,kau siapa kenapa kau ada disini?"
__ADS_1
"Aku bukan siapa-siapa!, tenganlah, lakukan saja pekerjaanmu!,aku hanya ingin menghirup udara segar di sini!"
Menghadap ke arah jendela dan menatap pemandangan sekitar kantor kembali.
sombong sekali dia ini,
Pantas saja dia bilang aku jelek,
sekretarisnya saja terlihat sangat cantik dan mempesona...
Sekertaris itu masih menatap masam Anjani yang terdiam di jendela kantor.
Siapa perempuan ini, kenapa ia bersikap santai sekali..
"Kau tidak memiliki pekerjaan?"Sekertaris itu mendekat ke arah Anjani
"Tidak!,aku pengangguran!"
Apa dia wanita penggoda, buat apa dia ada di ruangan pak Dev sekarang?
kenapa dia berpenampilan cantik sekali..
"Aku mau bekerja!, sepertinya kehadiran mu begitu menggangguku!"
mencoba mengusir wanita ini dari ruangan atasannya.
Cih berani sekali dia mengusirku..
"Benarkah?"
"Iya tentu saja!,aku butuh ketenangan di dalam ruangan ini!"menarik kursi kerjanya dan menatap sinis Anjani.
"Baiklah!,aku akan keluar sekarang!"
Ya sebaiknya aku keluar saja, lagian aku juga merasa sumpek berada di sini..
Anjani merasa ini adalah kesempatan baginya untuk kabur meninggalkan ruangan itu,
ia juga ingin sekali melihat-lihat suasana dan lingkungan kantor milik suaminya.
tidak salah kan jika aku ingin berjalan-jalan sebentar,...
Sambil berjalan keluar dari ruangan itu, rasanya ia sedang menghirup udara bebas yang begitu segar dan suasana yang begitu nyaman,
Rasanya ia terbebas dari keadaan yang begitu menegangkan dari beberapa hari lalu yang telah ia lalui.
Sebenarnya dimana Erik?, kenapa dia tidak ikut masuk ke dalam kantor tadi...
"Cklekk...!"pintu ruangan terbuka.
Tuan Muda yang baru saja selesai meeting langsung masuk ke ruangan.
Dimana Anjani....
Dev tidak melihat batang hidup istrinya sama sekali.
"Anjani....?"Panggilan kerasnya sambil menengok ke penjuru arah untuk mencari istrinya.
Anjani siapa Anjani..
Batin sekertaris itu menatap lekat atasannya.
"Dimana istriku?,aku menyuruhnya menunggu tadi?"
Dev melihat-lihat setiap sudut ruangan mencari istrinya, sambil bertanya kepada sekretarisnya.
"Istri?"
Tanya Sekertaris ini bingung, karena yang ia tahu Tuan Muda belum menikah dan masih bertunangan dengan Allena.
"Iya, Istriku Anjani,aku menyuruhnya untuk menunggu tadi!"
"Maaf pak Dev!, istri anda yang seperti apa?"
"Yang memakai dress hitam!, rambutnya di sanggul,dia juga berponi,kau melihatnya kan?"
Wanita itu...gawat,
ternyata wanita itu adalah istrinya,
aku benar-benar sudah mengusirnya tadi,..
"Di...dia.. keluar ruangan pak!,"
sambil berdebar mengatakannya kerena ia merasa bersalah telah mengusirnya dari ruangan.
Tuan Muda tampak begitu gelisah dan langsung keluar dari ruangannya untuk mencari istrinya.
Gawat dia itu istrinya?,
Sejak kapan ia menikah?,
__ADS_1
sial... kesempatanku telah berakhir untuk mendekati pak Dev!,aku sudah berusaha sebisa mungkin untuk mendapatkannya dari Allena,tapi malah ia menikahi orang lain!,
bagaimana ini, bagaimana kalau perempuan itu mengadu yang tidak-tidak kepada pak Dev, terlebih aku yang sudah mengusirnya dari ruangan ini...
Dev sampai berlari mencari keberadaan istrinya, kebetulan Erik sedang pergi untuk mengurus urusannya.
Bukankah aku sudah menyuruhnya untuk tetap berada di dalam ruangan....
kenapa dia pergi, bukankah ia tidak tahu jalan..
Devino merasa begitu gelisah, mencari dan menyelusuri satu persatu ruangan untuk segera mencari keberadaan istrinya berada.
*****
"Brakkk...!"Dua orang bertabrakan.
"Maaf!, maafkan aku..aku benar-benar tidak sengaja"menunduk dan mengambil dokumen yang terjatuh dari tangan seseorang yang ia tabrak.
"Sudahlah, Jangan meminta maaf!,ini hanya masalah kecil!,apa kau tidak papah?"
lelaki itu ikut menunduk dan mengambil dokumennya yang terjatuh.
"Aku tidak papah!,apa kau tidak papah!, maafkan aku!"
Lelaki itu tersenyum menatap Anjani.
Dimana wanita cantik ini berasal?
kenapa dia sendirian..
"Tenganlah!, memangnya aku terluka!,oh iya apa kita boleh berkenalan...?"
lelaki itu yang sudah mengulurkan tangan dengan senyumannya menatap Anjani.
"Oh...aku Anjani, kamu?"
Menatap lelaki yang berpakaian lengkap berdasi dan ber-jaz ini.
Dia terlihat tampan sekali..., gayanya seperti orang yang sangat kaya,
"aku Kelvin!"
"oh... Kelvin!"Anjani menganggukan kepalanya sambil mencoba untuk melepaskan tangannya.
"Oh... maaf aku sampai lupa!,kau sendirian?"
"Iya!,aku hanya ingin melihat-lihat disini!,apa kamu bekerja disini juga?"
"Oh tidak, aku hanyalah rekan kerja disini!,aku sedang menjalankan kerja sama dengan perusahaan ini, jadi aku datang kemari!"
"Oh.. gitu ya!,ya...sudah aku permisi!...aaww!"
Anjani yang akan pergi meninggalkannya tiba-tiba terhenti dari langkahnya, karena pergelangan kakinya terasa sakit.
"Kau tidak papah!"
Kelvin yang sudah memegang pundak Anjani dan peduli padanya.
"Sepertinya kaki ku agak sedikit terkilir"Sambil memegangi pergelangan kakinya yang terasa sakit itu.
"kalau begitu duduklah!"melihat sebuah kursi di sudut ruangan membuat Kelvin langsung mengambilnya untuk Anjani.
"Pergelangan kakimu terlihat memerah mungkin kau terkilir hebat tadi!"
"Aku rasa hanya sedikit, tapi kenapa rasanya sakit sekali!"mengelus-elus pergelangan kakinya.
"Tunggu sebentar biar aku lihat!"
Kelvin sudah memegang kaki Anjani dan mencoba untuk memijatnya perlahan.
"Aw.."jerit Anjani lirih.
"Maaf,...tapi kakimu..."
"Anjani!"Suara seseorang yang tiba-tiba datang dan menyadarkan keduanya.
"Maaf jika Istriku melakukan kesalahan Kelvin..!,tapi biar aku saja yang akan mengobatinya!,Ayo sayang...!,kita pulang!"
Membuat Kelvin segera menyingkir dari posisinya.
Sayang..
Anjani terbelalak menatap Devino yang menggendongnya.
Dengan diam Devino menggendong Anjani yang sedang terduduk itu sambil menatapnya tajam,ia terlihat sangat marah.
Dia istri Devino
Cantik juga,
Kelvin yang belum berpaling menatap keduanya yang pergi meninggalkan tempat.
__ADS_1