My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Apa Yang Terjadi?


__ADS_3

Semua orang bersorak dan bertepung tangan mendengar perkataan Tuan Basar yang sedang menyambut Devino dan Anjani.


"Dan untuk putraku Daniel, selamat atas pernikahanmu!, selamat menempuh hidup baru dan semoga saja selalu bahagia hidup bersama Emely......"


Dan bla....bala....lainya yang masih di sampaikan Tuan Besar panjang lebar.


Membuat semua orang terseyum mendengar sambutannya yang sangat baik dari Tuan Basar ini.


Singkat cerita, acara demi acara di laksanakan dengan begitu meriah dan penuh kegembiraan.


Kali ini adalah acara menikmati hidangan atau acara yang di isi dengan hiburan-hiburan para bintang yang di undang di ernikahan ini.


Mereka semua tampak berjoget-joget kesana kemari menikmati serunya konser musik.


Hari Juga sudah semakin gelap dan menuju akan malam, tentunya beberapa acara lagi pesta ini akan segera usai dan berakhir.


Sementara Mereka berempat sedang duduk di salah satu meja para tamu yang tersedia di pesta ini.


Devino masih terdiam memikirkan sambutan baik dari Ayahnya yang tiba-tiba itu.


Sambutan ini bukannya membuatnya senang tapi malah membuatnya kepikiran dan penasaran.


Dibalik itu, ia merasa gelisah sendiri dengan sikap Tuan besar yang tiba-tiba baik ini,dia sedang berpikir keras apa motif di balik semua ini.


"Anjani...makanlah hidangannya!,kau belum makan sejak tadi!"Menyodorkan kue coklat ke mulut istrinya yang masih duduk terdiam.


"jangan hanya diam saja!,kita sudah menghadiri pesta ini, jadi kita harus menikmati pesta ini juga, makanlah Anjani...!"Dengan lembutnya Devino berbicara menatap Anjani sambil tersenyum, membuat Anjani tergoda dan ingin segera memakan kue itu dari tanganya.


"Kau juga makanlah suamiku!,jangan hanya menyuapiku saja... aku mohon!, makanlah ini!"


Ikut mencoba menyuapi suaminya juga dengan senyuman manisnya itu.


Suamiku...?


sejak kapan Nona muda bersikap seperti ini kepada Tuan Muda,


perasaan kemaren-kemaren masih biasa saja, apa Nona muda sendiri sudah mencintai Tuan Muda..


Erik mengerutkan dahinya merasa penasaran dengan hubungan keduanya, sekaligus ia juga merasa senang jika hubungan keduanya semakin dekat dan membaik.


Devino terseyum balik menatap istrinya yang sudah menyodorkan kue.


Lalu memakannya dengan lahap sambil tersenyum senang.


Sementara Erik dan Tita masih menyaksikan keromantisan ini, seolah-olah tingkah Tuan Muda dan Nona muda sedang menyindir hubungan keduanya yang terasa begitu hambar itu.


Kenapa mereka berdua yang romantis, aku yang merasa canggung begini si,


Sesekali Erik melirik istrinya yang sedang terdiam melihat tingkah Tuan Muda dan Nona Mudanya.


Karena ia tidak bisa memberikan keromantisan saat ini membuatnya merasa canggung sendiri dan bingung harus bertingkah apa.


Romantis sekali Tuan Muda dan Nona,


kapan aku merasakan hal ini seperti mereka?,


aku juga ingin memiliki hubungan yang romantis seperti ini,


tapi suamiku saja tidak mencintaiku

__ADS_1


Setidaknya dia melirikku saja kali ini,aku sudah susah-susah berpenampilan rempong


seperti ini sampai tutorial di YouTube segala dia masih saja tidak melirikku,


lalu bagaimana caranya aku dapat merebut hatinya.


Tita menggerutu sambil melirik suaminya yang terlihat biasa saja dengan hal ini.


Erik malah terdiam,ia terlihat sibuk sendiri memainkan ponselnya, membuat Tita terlihat semakin masam meliriknya sejak tadi.


Erik tahu istrinya sedang memperhatikannya,merasa Tita yang memperhatikannya sekilas membuatnya tidak enak diri.


Erik juga tahu kalau istrinya belum makan apapun sejak tadi, jadi ia merasa tidak tenang sendiri melihatnya diam saja.


Lalu mengambil beberapa potong buah yang tersaji di meja itu dan memberikannya kepada Tita.


"Apa kau juga diam saja?,kau tidak mendengar perkataan Tuan Muda!, makanlah dan nikmati pesta ini, karena kita sudah datang kemari!"


*Itukan perintah Tuan Muda untuk istrinya sendiri, bukan untukku...


Kau saja yang tidak peka dan tidak pernah perhatian kepadaku,aku punya suami tapi rasa perawan*...,


Tita merasa kesal bercampur geregetan menatap suaminya yang mengoceh itu,Tapi kau memang masih perawan Tita aku tahu itu.


Sebenarnya ia juga merasa senang dengan tingkah kecil Erik yang ikut menawarinya hidangan yang ada di pesta ini.


Namun entah kenapa?,ia menjadi terdiam bengong,apa yang ia pikirkan.


"Apa itu hanya pajangan sehingga kau hanya menatapnya saja?, makanlah sekarang...!"


Berbisik di telinga istrinya yang masih terdiam menatap makanan itu.


Hidungnya yang mancung, matanya yang lentik bercampur lukisan eyeliner yang begitu indah membuatnya begitu cantik saat di pandang.


Terlebih bibirnya yang biasa pucat kini berwarna merona dan rambutnya yang terurai panjang membuatnya terlihat semakin cantik.


Biasanya Tita selalu mengikat rambutnya dengan asal-asalan dan apa adanya,ia tidak pernah memperhatikan penampilan atupun berpenampilan menarik di setiap harinya.


Baru kali ini saja karena perintah Erik yang menyuruhnya berdandan membuatnya berusaha untuk mempercantik diri.


Dalam hal penampilan Tita memang selalu cuek dan bodo amat,tapi entahlah untuk kali ini, apa ia akan berubah demi mendapatkan hati Erik?,


Tak lama setelah keseruan ini Senior Zen datang dan mendekat ke arah Tuan Muda yang sedang duduk itu, sepertinya ia akan menyampaikan sesuatu yang penting kepada Devino.


"Permisi..!, maaf Tua Muda..,Nona,saya mengganggu kenyamanan anda semua...!"Menundukkan kepalanya dengan sopan, senior Zen menyambut baik Tuan Muda dan Nona Mudanya di pesta ini.


"Maaf Tuan Muda!, Tuan besar ingin bertemu dengan Anda sekarang!,ia juga sudah menunggu di salah satu ruangan, sebaiknya Anda ikuti saya dan segera menemuinya!.."


"Apa ada keperluan penting?, bilang aku tidak bisa,aku sedang sibuk,aku ingin bersama istriku sekarang...!"


"Saya tidak tahu Tuan Muda,tapi sepertinya Tuan besar akan tetap memaksa untuk bertemu dengan Anda ..."


"Aku tidak bisa!, bukankah aku sudah bilang aku sedang ingin bersama istriku,jadi pergilah!...!"


Bersikeras karena Devino sudah berjanji untuk tidak meninggalkan Anjani di tempat pesta ini.


"Baiklah Tuan Muda!, kalau begitu Anda ajak saja Nona untuk bertemu dengannya!, jangan sampai hal buruk terjadi setelah Anda membuat Tuan besar marah kali ini..!"Senior Zen yang selalu mengancam dan terlihat begitu serius dengan ucapnya.


"Cih...apa kau cuma bisa mengancam hah?"

__ADS_1


Devino terlihat begitu kesal kali ini.


"Katakan kepada Papah!,aku tidak ingin bertemu dengannya kali ini..!"


"Devino...!, temuilah!, Papah ingin bertemu denganmu, mungkin ia ingin berbicara penting kepadamu, temuilah dia!, dia itu Ayahmu!..."


Anjani berbicara dengan lembut untuk membuat suaminya mengerti,ia tidak ingin terjadi apa-apa nantinya jika ayah mertuanya marah.


Ia juga yakin tidak akan terjadi apa-apa nantinya.


"Aku tidak bisa meninggalkanmu Anjani,aku hanya ingin kau ikut denganku..!"Tuan Muda terlihat berwajah masam karena merasa tidak ingin bertemu dengan ayahnya.


"Sebaiknya anda ikut saja Nona!,ini juga perintah Tuan Besar!"Senior Zen yang terus menyakinkan keduanya agar segera menemui Tuan besar sekarang juga.


Semetara wajah Erik dan Tita terlihat masam menatap senior Zen, keduanya khawatir akan terjadi apa-apa pada kedua majikannya itu


Melihat tatapan sinis Erik membuat senior Zen kembali berbicara,


"Untuk Erik dan Tita nikmatilah pestanya!,ini juga perintah Tuan besar, percayalah... tidak akan terjadi apapun dengan Tuan Muda dan Nona Anjani!"


Aku pegang perkataanmu, jika terjadi apa-apa pada keduanya,aku tidak akan tahu apa yang terjadi denganmu nanti Senior Zen....


Hanya berwajah sinis menjawab pertanyaan Senior Zen kepadanya.


"Baiklah!,aku akan ikut denganmu!"Mengiyakan perkataan suaminya dan mencoba memberanikan diri untuk menemui Papah mertuanya bersama suaminya itu.


"Baiklah!,Nona,Tuan muda!,mari ikutlah denganku!"


Tampak senyuman kecil yang terpancar di wajah Senior Zen yang menuntun Keduanya keluar dari ruangan itu untuk segera menemui Tuan Besar.


Setelah mereka semua menjauh dari tempat aula pesta, tiba-tiba Senior Zen memberhentikan langkahnya tiba-tiba di depan pintu ruangan.


Lalu di susuli dengan kedua anak buahnya yang lain dari belakang.


"Tuan Muda silahkan masuk!"Sudah membuka pintunya sedikit dimana Tuan Besar berada di ruangan itu.


Lalu menyuruh Tuan Muda masuk terlebih dahulu dan membuatnya lengah karena tidak menggenggam erat tangan Anjani.


Tangan istrinya langsung terlepas karena sahutan dari tangan seseorang secara tiba-tiba itu.


"Dev..."Teriak Anjani yang sudah di bawa secara paksa oleh kedua pengawal itu.


"Tenang saja Nona!, tidak akan terjadi apa-apa pada anda!, percayalah"


Kedua pengawal itu mencoba untuk menangkan Anjani yang tampak ketakutan.


"Anjani!"Teriak Dev yang kaget karena istrinya di bawa begitu saja.


"Apa yang akan kalian lakukan kepada istriku?"


Dev yang berteriak, ia terlihat begitu marah saat ini


"Masuklah Tuan Muda!, percayalah tidak akan terjadi apapun pada Nona!,jika anda melawan saya, maka saya tidak akan menjamin keselamatan istri Anda!..."


Mendorong tubuh Tuan Muda untuk segera masuk ke dalam ruangan.


"Bedebah apa yang kau katakan hah?, lepaskan istriku..."


"Braghh..."Pintu tertutup dan terkunci.

__ADS_1


__ADS_2