
Anjani sudah rapi dan wangi.
Ia terlihat sedang menyisir rambutnya di depan cermin. Sebenarnya sejak tadi ia juga sedang mencari-cari suaminya,namun suaminya belum juga kembali ke kamar.
Sambil menunggu ia kembali jadi ia mandi terlebih dahulu.
"Thok..Thok.. Thok.."
"Iyah...!"
Mendengar Sautan dari dalam membuat Zen bergegas membuka pintu kamar.
"Nona.. di panggil Tuan Besar!"
"Aku..?, sekarang..?"
Zen menganggukan kepalanya dengan segera,
"Baiklah!"
Tumben Papah mencariku..., ada apa yah?, dimana suamiku...,aku masih merasa takut jika harus menemuinya sendirian..
"Iyah Pah,ada apa?..!"berbicara Lembut,menatap mertuanya yang sedang menghadap ke arah balkon depan.
"Anjani..., temuilah Devino..!,ia sedang membutuhkan mu..!"
"Devino Kenapa Pah?,dia dimana...?"Menjadi panik sendiri Anjani.
"Mari Nona, saya Antar..!"Zen, sudah mendekat ke arah keduanya dan langsung menyuruh Nona mudanya untuk mengikutinya.
"oh.. baiklah!"
Ada apa ini?,
kenapa bukan suamiku sendiri yang menemui ku..malah Papah..
Keduanya berjalan ke arah salah satu ruangan yang belum pernah Anjani kenali sebelumnya, bahkan ia juga baru melangkahkan kaki di lorong rumah ini.
Ternyata ini rumah besar sekali...,
dia mau bawa aku kemana si?...
Berhenti di depan pintu salah satu ruangan yang begitu bersih dan indah.
kamar ini berada di lantai paling atas.
kamar siapa ini..apa yang Devino lakukan disini..,
"Silahkan Nona...masuklah!, Tuan Muda ada di dalam..!"
"Baiklah Terimakasih...!"
Anjani langsung masuk, kemudian ia melihat suaminya yang tampak duduk termenung sambil memeluk sesuatu di tangannya
"Dev..!"Menghampiri suaminya dengan segera.
__ADS_1
"Hiks... hiks.."tangisannya mulai terdengar dan membuat Anjani mengerutkan dahinya.
"Dev...?,kamu kenapa? kenapa kau menangis..?"Langsung memegang pipinya lembut karena panik,Anjani begitu kaget melihat suamimu menangis saat ini...,
"Ada apa dengan mu..?, kenapa kau menangis seperti ini?,apa ada masalah,kamu kenapa sayang..?"
"Anjani..hiks.. hiks..?"menangis tak berdaya sambil menatap istrinya lekat.
"Iyah.., katakan kamu kenapa?"
Masih menatap istrinya lekat dengan wajah yang berlinang.
"Ada apa...?, katakan kepadaku?.., kenapa kau menangis seperti ini!"memeluk suaminya erat. Melihat suaminya yang seperti ini membuatnya ikut merasa sedih.
"I...i..ibu... An.. Anjani..i.. Ibu.. hiks..hiks.."Menangis semakin mendalam di pelukan istrinya, bahkan bicara terbata-bata tak karuan.
Ada apa?,apa maksud perkataannya..?,
kamu kenapa?... kenapa kamu menangis seperti ini Dev?..
"Ada apa dengan Ibu..?,ibu siapa yang kau maksud sayang?, kenapa kau menangis seperti ini, jangan menangis aku mohon...!"
"Hiks... hiks..i..ibu...!"Devino tak bisa bl berkata-kata, bahkan bicaranya saja terbata-bata karena menangis sesenggukan.
"Tenganlah Sayang...!, tenanglah...!, jangan menangis... aku mohon jangan menangis!,ada apa denganmu..?"Terus memeluk suaminya erat.
Anjani mencoba untuk menangkan suaminya terlebih dahulu, setelah keduanya tenang barulah ia akan bertanya kembali.
Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau katakan Devino..
kau tidak papa kan?...
Anjani juga ikut berderai, menatap wajah suaminya yang menangis sesenggukan benar-benar membuatnya tidak sanggup,ia menjadi ikut menangis sendiri sekarang.
Mengelus-elus punggung suaminya dengan begitu lembut di pelukannya..,ia merasa khawatir sendiri melihat suaminya yang terus menangis.
"Ada apa...?"mengusap pipinya yang begitu basah karena terlalu banyak air mata.
"katakan..!,katakan kepadaku!, kenapa kau menangis Dev...?, jangan menangis seperti ini...,aku tidak bisa melihatmu menangis..!"Berbicara sangat lembut,ia masih mengelus-elus pipi suaminya sambil menintikkan air matanya sendiri menatap suaminya yang masih menangis.
Devino masih terdiam dan menatap istrinya lekat,ia merasa sangat kaku untuk berbicara kepada istrinya tentang semua ini.
"Jangan membuatku merasa gelisah!.., Katakan... hem?.., katakan kepadaku sayang!,kau tidak papa kan...?,apa yang terjadi..?"
Dengan diam Devino menunjukkan foto itu ke arah istrinya.
Bahkan tangannya terlihat gemetaran sambil memberi foto itu kepada istrinya.
melihat tingkah suaminya ini membuat Anjani menghadap ke arah foto itu dan memegang fotonya dengan lembut.
lalu Anjani melihat wanita cantik berpakaian busana rumah sakit yang sedang menggendong putranya sambil tersenyum.
"Ini siapa..?"Anjani merasa semakin bingung dengan wanita cantik yang baru pertama kali ia lihat ini.
"I..ibu...ibu kandungku..,di..dia...meninggal setelah melahirkan ku dua hari..!"
__ADS_1
Deg,
"Ibu kandung..?, meninggal...?"
Anjani juga terdiam kaku sekarang, sambil melihat foto itu kembali, terlebih melihat suaminya yang berderai kembali membuatnya ikut menangis.
"Maafkan aku sayang...!, seharusnya aku tidak bertanya tadi..!, maafkan aku...,aku tidak tahu.., maafkan aku..!"memeluk suaminya kembali dengan erat.
Anjani ikut merasa sedih dan tidak enak sendiri,ia juga merasa kehilangan sekarang.
Berarti Mamah hanyalah ibu tiri...,
maafkan aku...aku benar-benar tidak berniat untuk membuat hatimu terluka karena bertanya tentang ini tadi... maaf..
"Aku tahu perasaan mu..!,aku tahu apa yang sedang kau rasakan saat ini...!, tenanglah..., jangan menangis.. hiks.. hiks.., maafkan aku...."malah Anjani sendiri ikut menangis tersedu-sedu.
"Kenapa kau malah ikut menangis...?"melihat istrinya yang menangis begitu sedih membuat Devino melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya sendiri.
"Maafkan aku..,aku tidak bisa melihatmu menangis...!,aku tahu apa yang kau rasakan saat ini..hiks... hiks.., seharusnya aku tidak bertanya tentang hal ini kepadamu..,maaf!"
"Apa yang kau katakan Anjani..!, sudah sepantasnya kau tahu.., tenanglah!,aku baik-baik saja..!"memeluk Istrinya erat dan mencoba untuk tidak menangis kembali,ia juga tidak bisa melihat istrinya yang malah ikut menangis.
"Aku tahu perasaanmu Dev...,Kau pasti sangat sedih...,maaf!"
Lalu Devino melepaskan pelukannya dan menatap Anjani lekat.
"Sudah jangan menangis...!,aku tidak papa!"Mengelus pipi istrinya lembut, kemudian menatap foto itu kembali.
Aku tahu bagaimana perasaanmu sekarang!,
kau pasti sangat sedih kan,aku tidak bisa melakukan apapun sekarang,aku hanya bisa berdo'a Dev, Semoga Ibumu bahagia di alam sana..
"Tidurlah sayang...!"Menyuruh suaminya untuk tidur di pangkuannya.
kemudian Anjani mengelus kepala suaminya dengan lembut dan penuh ke hangatkan.
"Kau baru mengetahui hal ini..?"
Devino menganggukkan kepalanya dengan terdiam.
"Tenganlah..., ibumu pasti sedang tersenyum saat ini..!"Terus membelai kepala suaminya dengan lembut.
"Anjani..!"menatap perut Anjani yang belum terlalu terlihat kalau dia itu sedang hamil.
"Iyah..!"menatap suaminya lekat.
"Ibuku sendiri telah meninggalkan ku...!,aku mohon kepadamu ..!, jangan pernah tinggalkan aku..., tataplah bersamaku, dan jaga bayi kita..!"
Berbicara begitu sedih sambil mengelus-elus perutnya yang sedang hamil itu.
"Aku berjanji...,aku tidak akan pernah meninggalkanmu Dev.., aku akan setia dan selalu bersamamu...,aku akan selalu berdiri di samping mu dalam suka maupun duka,bahkan selamanya...,sampai aku mati pun aku akan selalu ada untukmu,baik di dunia ini maupun di dunia yang berbeda nanti...!, aku ingin bersamamu dan selalu ingin bersama mu Devino...hanya itulah keinginan ku..!"
"Muach..."Mencium pipi suaminya.
"Aku sangat mencintaimu Devino...!, aku sangat mencintaimu..., selamanya.., jangan bersedih seperti ini...!, do'akan yang terbaik untuk kepergian Ibumu...., percayalah ini adalah jalan yang terbaik!, dan aku yakin Ibumu senantiasa berada di dalam surga....!"
__ADS_1
"Terimakasih Anjani,aku mencintaimu juga, aku juga ingin selalu bersamamu... sampai kapanpun, bahkan sampai aku mati..muach terimakasih telah hadir di hidupku Anjani..!"