My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Pesan Misterius


__ADS_3

Hari Ke-dua setelah kepulangan Tita barulah hadir seorang gadis manis bernama Dea yang akan menjadi pengganti Tita.


Ia berjalan mengikuti langkah Erik yang akan memasuki ruangan utama yang ada di rumah Tuan mudanya ini.


Terlihat juga Empat orang yang sedang berbicara santai di sofa ruangan ini sambil tertawa kecil penuh kebahagiaan.


Yaitu kehadiran ibu mertua dan Laras adik kandung Anjani.


Karena lama tidak bertemu jadi Devino sengaja menjemput ibu mertuanya dan adik iparnya itu tanpa sepengetahuan Anjani dengan supir cadangannya yang ada di rumah besar itu.


"Ibu..,Laras, kenapa kalian kemari tidak memberitahuku dulu?.., aku kan jadi sedih..!"Tidak bisa menahan haru dan air mata kebahagiaannya.


Bahkan Anjani tampak begitu bahagia mendapati kehadiran mereka berdua di pagi hari atas kejutan dari suaminya itu.


"Sayang.. kenapa kau melakukan ini?, kenapa kau jahat sekali,kenapa kau selalu melakukan apapun tanpa sepengetahuanku terlebih dahulu si..,kau jahat..!"kesal, bercampur bahagia dan rasa haru yang sedang menyelimutinya pagi ini sambil mengusap air matanya dan mencubit perut suami sesekali.


"Ih....apa yang kau lakukan?, kenapa kau malah mencubit ku?, seharusnya kau berterimakasih kepada ku bukan..,hehe...."


Tersenyum senang menatap istrinya yang menangis bahagia.Lalu mencoba menahan tangisnya istrinya yang sedang kesal itu dan terus berusaha menahan tangan Istrinya yang akan mencubitnya kembali karena merasa begitu gemas kepada suaminya.


"Anjani... Ibu dan Laras minta maaf,ini bukan salah suamimu, karena kita telah membuatmu sedih dan tidak memberitahu mu hal ini kalau kita ke mari, Mamah dan Laras sangat merindukanmu, makanya pagi-pagi kita sudah kesini...!"


Menghampiri putrinya sambil menatapnya lekat.


"Ibu...,aku juga sangat merindukan kalian!"Keduanya berpelukan hangat, sementara Laras terseyum bahagia juga menatap keduanya.


"Hey... adik kecilku yang manis, bagaimana rasanya baru memasuki lingkungan kampus hah..,kau bahagia kan..?"Tanya Anjani sambil memeluk erat adik tercintanya itu.


"Sangat bahagia kak!,dan terimakasih banyak untuk kakak ipar ku yang baik hati..!"


"Jangan berterimakasih!,aku juga kakak mu kan, kenapa kau harus berterimakasih Laras..?"


Devino terseyum manis menyikapi sikap Laras yang masih canggung dan sedikit jauh darinya itu, karena jarang bertemu dan karena ia seorang perempuan juga pastinya ia juga merasa malu.


"Ehem..!, permisi Tuan Muda, Nona Anjani,Nona Laras dan Nyonya Maria!,ada pekerja baru yang sudah datang hari ini...!"


Sebenarnya keduanya sedang berdiri dan menyaksikan mereka semua sejak tadi, namun Erik dan Dea sengaja terdiam dan mempersilahkan mereka semua untuk berbicara dan menikmati suasana pagi ini terlebih dahulu.


Wajah mereka semua langsung beralih menatap keduanya yang sedang berdiri.

__ADS_1


"Oh..iya, siapa namanya?"Tanya Devino langsung tanpa ribet.


Sebenarnya ia sudah di kasih tahu namanya kemaren, namun mungkinkah ia lupa karena ia juga seorang manusia sama halnya seperti orang lain yang juga pastinya pelupa.


"Dea.. Tuan Muda!"


"oh..iya,aku lupa..., Anjani dia adalah pengganti Tita,Dea namanya..!"


memperkenalkannya kepada istrinya yang sama sekali belum mengerti tentang hal ini.


"Pagi Nona...,senang bertemu dengan Anda Nona..,saya Dea asisten sekaligus pengawal pribadi anda yang baru!"


Waw...pengawal pribadi,


"Pagi juga..., Senang bertemu denganmu juga Dea...!"


Manis sekali Nona muda saat berbicara, senyumnya juga manis, sikapnya juga terlihat sangat lembut dan baik hati..,


*****


Hampir seminggu setelah kepergian Tita, Anjani terus menghabiskan waktu bersama suaminya dan ikut ke kantor.


Karena ia belum merasa dekat dengan Dea jadi ia masih ingin terus bersama suaminya setiap hari.


Pada hari pertama ia ke kantor Anjani memang mendapati sekertaris yang dulu pernah ia temui dan orang yang menurutnya menyebalkan itu.


Tapi Anjani pemaaf dan tidak pendendam,jadi sikap sekertaris suaminya waktu dulu itu hanyalah sekedar ilusi baginya.


Tapi setelah lima hari lamanya ia tidak mendapati sekertaris itu kembali, entah di mana dia, mungkin sedang izin keluar atau ada acara pribadi yang membuatnya tidak masuk kantor.


Hari ini adalah hari keenam, Menurut Anjani mungkin hari ini sekertaris itu akan berkerja dan datang kembali ke kantor gumamnya di dalam hati.


"Anjani...,matamu terlihat sayu, aku yakin kau kurang tidur semalam, Tidurlah di dalam!, kamu harus Istirahat dengan cukup...!"


Berbicara lembut menatap istrinya, sambil menyelipkan helainya rambut istrinya yang menghalangi kecantikannya saat di pandang di depan mata oleh suaminya itu.


"Kau mau meeting pagi..?"


"Iyah sayang!,aku mau meeting pagi!"

__ADS_1


"Lalu dimana sekertaris mu?, kenapa beberapa hari ini dia tidak datang ke kantor?.."


Rasa penasaran ini terus saja menghantui pikirannya,ia begitu penasaran dan ingin tahu tentang sekertaris menyebalkan itu.


"Dia sudah berada di ruangan meeting untuk mempersiapkan semuanya, sepertinya ia habis liburan di luar kota, jadi.. ia ambil cuti lima hari kemaren..."


"Oh.. gitu,iya sudah Bismilah ya.., semoga urusanmu hari ini di permudahkan dan tidak ada masalah sayang!"


"Aammmin..., berkat do'a mu juga sayang, muach... tidurlah, ayo kita ke dalam..!"Devino sudah berdiri dari duduknya,lalu menggandeng tangan istrinya untuk segera masuk ke dalam ruangan istirahat khusus miliknya yang ada di dalam ruangan kantornya itu.


"jika kau bosan nonton tv atau melakukan apapun terserah mu..,aku hanya akan meeting kurang lebih satu jam saja sayang.."


"Iya Sayang tenganlah..!,aku akan melakukan apapun semauku di sini..., tapi aku juga merasa ngantuk sebenarnya.."


"Iya sudah, lebih baik kamu tidur saja,jangan kurang tidur sayang!,... muach..aku kerja ya?..."


"Iya sayang..., semangat, sukses selalu Dev!"


"Iya sayang!"Membelai rambutnya sesekali dan mencoba menyelimuti istirnya agar segera tidur dan istirahat di ruangan miliknya itu.


Memang hal apa yang membuat Anjani kurang tidur semalam, apakah ada sesuatu yang di sembunyikan olehnya dari suaminya saat ini?.


Entahlah...,Tak lama setelah itu keadaan raungan langsung terasa sunyi dan begitu sepi karena kepergian Devino.


Sementara Anjani masih terdiam dalam lamunannya,ia masih tetap tidak bisa tidur sampai sekarang ini.


Ia mulai mengingat tentang semalam dimana ia tidak bisa tidur karena membaca sebuah pesan misterius yang masuk ke dalam ponselnya semalam.


"Anjani.., aku akan datang!, dan akan aku pastikan tidurmu tidak akan nyenyak mulai hari ini, aku juga akan selalu hadir dan terus berada di antara hubungan kalian,mungkin aku masih membiarkanmu hidup bersama Devino dan hidup bahagia sampai saat ini..,tapi tidak mulai besok!, kau akan tahu bagaimana rasanya saat Devino berada di pelukanku dan jatuh hati kepada ku kembali nantinya..,hehe...!"


"Apa maksudmu?,siapa kau?, kenapa kau berani mengirim pesan seperti ini kepadaku?"


Nomor itu benar-benar tidak di kenal oleh Anjani, namun orang yang memiliki nomor itu justru kenal dengan Anjani dan mengerti akan nomor ponsel Anjani yang saat ini,dan ini benar-benar membuatnya merasa gelisah dan begitu penasaran.


"Anda tidak perlu tahu siapa aku Nona...!,cukup saja anda mengerti tentang perkataan dan peringatan ku yang telah aku ucapkan tadi.., permisi!"


Anjani semakin penasaran dan menyengkrut-kan dahinya, namun ia masih bingung harus melakukan apa saat ini,ia juga belum berani berbicara kepada suaminya tentang pesan itu semalam.


"Apa maksudmu?,siapa kau.. , kenapa kau berkata seperti ini kepadaku....?"

__ADS_1


"Hey bales.., kenapa kau malah tidak aktif dan menghilang begitu saja hah?, bales....!"Anjani sudah terpancing dengan amarahnya saat ini.


Berulang-ulang Anjani mengirim pesa itu kepada nomor misterius itu, namun ternyata ia sudah memblokir nomor Anjani begitu cepat dan membuatnya semakin penasaran sejak semalam ini dan membuatnya gelisah sendiri jadinya sampai sekarang.


__ADS_2