My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Bersama istri


__ADS_3

Hari semakin malam,setelah makan malam semuanya langsung masuk ke dalam kamar masing-masing.


Devino dan Anjani pun sudah berganti pakaian tidur, sementara Devino langsung saja merebahkan dirinya di atas ranjang, sambil menatap istrinya yang sedang bercermin menyisir rambutnya.


"Kau mau tidur di mana?"


masih menatap istrinya yang sedang menyisir rambut di depan cermin itu, dengan raut wajah kusutnya sejak pertama kali ia pulang kerja, masih tetap nampak dan sama tidak ada perubahan.


"Di sini...!,apa tidak boleh?"Anjani menatap suaminya lekat.


boleh banget,


"Aku hanya mendengar perkataanmu dengan Erik tadi, katanya kau mau tidur di kamar sebelah!"merasa kesal mendengar ucapan istrinya yang ia dengar itu.


Kenapa dia terlihat kesal,


"Tidak!,aku hanya bercanda..!,aku hanya ingin Erik tidur dengan Tita malam ini.."masih menyisir rambut panjangnya.


kau menyuruh orang lain untuk tidur bersama, tapi kau sendiri tidak mau tidur denganku...


"Kemarilah!"


Dengan raut wajah yang masih kusut maksimal menyuruh Anjani untuk segera mendekat.


Ada apa,


kenapa sikapnya aneh si,


kenapa dia terlihat kusam sekali sejak tadi...,


Bertanya-tanya dengan dirinya sendiri sambil mendekat ke arahnya, lalu naik ke atas ranjang.


"Kau ingin memaksa Erik untuk tidur dengan istrinya?"menatap serius Anjani.


eh kenapa emang,


kenapa dia malah terlihat marah begini..,


apa dia cemburu,


"iy...Iyah, emangnya kenapa?..."Menjawab pelan kerena merasa grogi untuk Jujur.


"Bagiamana rasanya jika kau di paksa?,apa kau mau hah...?"


Melingkarkan tanganya ke pinggang istrinya,lalu mengeratkan-nya dengan paksa dan semakin erat memeluknya.


Anjani terbelalak melihat tingkahnya yang memaksanya untuk di peluk.


"Ih...,apa yang kau lakukan?"Anjani berusaha untuk melepas pelukannya yang erat secara paksa itu.


"Tuh kan, kamu juga tidak mau di paksa,jadi lain kali jangan memaksa orang, apalagi tentang perasaan!, sama halnya seperti kau yang menyuruh Erik untuk tidur dengan Tita..!"


masih mengerjai Istrinya yang jahil ini dan semakin memeluk erat pinggangnya,ia ingin memberi pelajaran kepada Anjani yang telah berani mengerjai Erik.

__ADS_1


"Ta...tapi kan.., mereka itu suami istri!"Mencoba melepaskan tangannya yang melingkar itu karena merasa geli.


"Lalu apa bedanya dengan kita berdua hah...?"


Aduh...aku terjebak dengan perkataan ku sendiri, seharusnya aku tidak mengatakan itu tadi,


Terdiam menggigit bibirnya sendiri,


"Kita juga suami istri kan?, tapi kau juga kadang tidak mau di paksa tidur berdua kan?,lalu kenapa kau menyuruh orang lain untuk tidur bersama istrinya..?"


Devino yang sangat pintar dan menyangkal,ia terlihat menyekit menatap Anjani yang pias karena bingung harus menjawab apa.


"Iya..iya...aku kan hanya..,ya sudah akan menyuruh Erik untuk tidur di kamar ke dua!"


mencoba berdiri dari ranjang untuk menemui Erik karena merasa kesal dengan suaminya yang tiba-tiba memperdebatkan masalah ini.


"Hey...kamu mau kemana?"menahan tangan Anjani yang berdiri itu.


"Aku akan menyuruh Erik tidur di kamar ke-dua!"


"kau gila!,Erik sudah tidur bersama istrinya!, tapi kau malah menyuruhnya untuk pindah tempat tidur!, biarkan dia bersama!"


"Iya... tadi kata kamu kan..."


"kan ini sudah terjadi!, iya sudah biarin!,kau mau apa?,kau mau mengganggu aktivitas mereka berdua malam ini?"


"Memang aktifitas apa yang mereka lakukan?"


Tanya kesal Anjani,yang tidak sadar akan pertanyaan itu.


"Tidak-tidak aku tahu!,e'... maksudku tidak...aku tidak ingin tahu,aku juga tidak tahu aktifitas apa yang mereka lakukan, intinya aku tidak tahu...!"


Merasa panik sambil menggarukan kepalanya sendiri dengan pikirannya yang sudah traveling kemana-mana, tampak pipinya yang merona karena malu dengan pemikirannya sendiri.


Aku tahu apa yang kau pikirkan Anjani,


"Apaan si?, duduklah!"menarik tangan istrinya dan menyuruhnya untuk duduk kembali di dekatnya.


Devino menyenderkan kepalanya di tumpukan bantal yang ada di belakangnya itu,ia terlihat tidak bersemangat kembali.


Anjani hanya terdiam dan memperhatikannya,


Kenapa si dia ini,


"Aku di pecat!, dan aku sudah kehilangan pekerjaan ku!,aku tidak tahu harus bekerja apa lagi, keluargaku selalu menghalangi ku untuk berkerja di tempat lain ataupun mencari pekerjaan!, agar aku tak berdaya dan menyerah untuk kembali ke rumah!, mungkin aku juga akan jatuh miskin karena pengangguran sekarang, bahkan mungkin akan lebih miskin dari ini,apa kau akan selalu menemaniku nantinya,jika aku jatuh miskin...?"berbicara serius menatap istrinya lekat.


Anjani menatapnya balik, mendengar perkataannya membuatnya tak berdaya dan berkaca-kaca.


"Lebih baik kau tinggalkan aku saja...!,dan pulanglah ke rumah, hidupmu akan baik-baik saja!,kau tidak akan seperti ini nantinya..!"berbicara lembut menatap suaminya.


Devino mengepalkan tangannya mendengar perkataan Anjani,


lalu tiba-tiba mencium bibir wanita ini dengan paksa karena merasa kesal, sekaligus membuat Anjani terbelalak merasa kaget dan berdebar,lalu menatap istrinya dengan penuh amarah yang membara.

__ADS_1


"Bisakah kau mendukungku?,bisakah kau memberi semangat sedikit saja untukku?, kenapa kau selalu menyuruhku untuk berpisah denganmu?,apa segitu bencinya kau kepadaku?, segitu bencinya dirimu hingga tak ingin hidup bersamaku?"


Devino yang merasa kesal dengan perkataan Anjani yang tidak pernah memberinya penyemangat.


Kenapa dia begitu marah,


bukankah perkataanku ini benar jika ia meninggalkan ku ia tidak akan jatuh miskin dan bisa kembali ke rumah,


kau tidak akan hidup seperti ini kan, iya kan


"Aku tidak tahu dimana pikiranmu Anjani?"Devino terlihat begitu kecewa mantap Anjani dengan mata berkaca-kaca-nya itu.


"Selama ini apa yang aku lakukan kepadamu apa tidak ada apa-apanya bagimu..?


"Aku hanya ingin kau mengerti Anjani!, jika kau tidak melihatnya tapi setidaknya kau merasakan apa yang aku lakukan demi dirimu!, segitu bencinya kau kepadaku?, hingga kau tidak ingin bersanding hidup denganku?..."


Pergi meninggalkan ranjang karena merasa begitu kecewa dengan ucapan istrinya.


"Bukankah ini yang terbaik?, hidupmu akan kembali ke sedia kala,dan kau tidak akan kesusahan lagi..!"menatap suaminya dari belakang.


"Apa kau pernah memikirkan bagaimana perasaanku sedikit saja?, kau tidak pernah memikirkan perasaan ku Anjani!, sehingga ini kah dirimu yang ingin sekali berpisah denganku..?"


Devino masih berbicara membelakangi istrinya merasa begitu kesal.


Anjani mendekat ia merasa bersalah dengan semuanya, lalu memeluk suaminya dari belakang.


membuat Devino kaget dan terbelalak melihat tingkahnya yang seperti ini kerena baru pertama kalinya.


"Justru karena aku memikirkan mu!,aku tidak ingin melihatmu kesusahan!,aku ingin hidupmu kembali seperti dulu lagi!, yang lebih bahagia dan terjamin, tidak kesusahan seperti ini jika kau tetap bersamaku!"matanya berkaca-kaca mengatakan hal ini kepada suaminya.


"Anjani!"Teriak Devino yang terlihat bergitu kesal mendengar ucapan istrinya sambil menatapnya marah, sambil melepaskan pelukannya itu.


"Karena aku kau kesusahan..!, karena aku kau menjadi begini!, lebih baik kita berpisah kan?, aku tidak bisa melihatmu begini!, hidupmu begini karena aku..!,aku tidak bisa melakukan apapun untukmu,aku tahu semuanya apa yang kau lakukan kepadaku itu lebih dari apa yang aku harapkan...!,hiks... hiks...!"


mulai menangis menatap suaminya lekat.


"Aku benar-benar tidak bisa melihatmu hidup seperti ini karena aku!,aku ingin kau kembali ke kehidupanmu yang dulu...hiks... hiks..., jangan membuatku merasa bersalah dengan semua ini...hiks... hiks,aku tidak bisa melihatmu begini!,aku ingin kau kembali seperti dulu dan hidup bahagia..!, hiks...hiks..., kembalilah ke keluargamu!, jangan hidup seperti ini denganku... karena aku tidak bisa melihatmu begini, kembalilah!... hiks.. hiks..."


Menunduk karena tidak tahu lagi apa yang harus ia katakan kepada suaminya,


ia terlihat menangis tak bersuara menahan apa yang ia rasakan, kebaikan suaminya yang ia abaikan selama ini membuatnya benar-benar merasa bersalah.


"Maafkan aku!, aku tidak bermaksud untuk menyalahkan mu Anjani, kenapa kau menangis begini..?, aku hanya ingin kau tahu tentang keadaan ku yang sekarang!,aku tidak bermaksud untuk menyalahkan mu!, aku hanya takut kau akan meninggalkanku di saat aku miskin nanti!, makanya aku bersikap seperti ini,maaf, maafkan aku...!,ini bukan kesalahan mu, ini semua salahku!, maafkan aku jangan menangis seperti ini!,aku mohon...,ini bukan kesalahan mu!..."


ikut menunduk, lalu memeluk istrinya yang menangis itu dengan erat.


"Tidak mungkin aku akan meninggalkan mu Devino...!, setelah kau melakukan semua ini untukku, lalu dimana hati dan pikiranku jika aku meninggalkan mu nantinya?...,aku hanya ingin berterimakasih kepadamu!, Terimakasih atas pengorbanan yang telah kau berikan kepadaku selama ini.., terimakasih atas semuanya, hiks..... hiks...,aku tidak ingin berpisah denganmu...!,aku juga ingin hidup bersamamu!,aku hanya ingin menikah sekali seumur hidupku...!, jangan tinggalkan aku....!, jangan tinggalkan aku...., maafkan aku atas segala sikapku selama ini!,aku mungkin sering membuat hatimu terluka...,aku belum bisa menjadi istri yang baik!, maafkan aku!... hiks... hiks... maafkan aku,aku mohon maafkan aku.....!"


ikut memeluk erat suaminya,ia menangis tersedu-sedu di bekapan dadanya karena merasa bersalah atas segala sikapnya selama ini kepada suaminya.


Membuat Devino terdiam menintikkan air mata mendengar ucapan istrinya yang membuatnya begitu lega dan memeluknya dengan erat karena terharu.


"Maaf, maafkan aku!,aku tidak bermaksud menyalahkan mu Anjani!, aku juga tidak bermaksud untuk membuat mu menangis seperti ini... maafkan aku... maafkan aku"

__ADS_1


membelai kepala dengan lembut dan berusaha menenangkannya, karena Devino merasa bersalah telah membentak dan memarahi istrinya tadi.


__ADS_2