My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Memikirkan Suami


__ADS_3

"Apa yang tidak mungkin Anjani?"


Gita bertanya lagi, melihat Anjani yang terdiam mebuatnya penasaran.


"Tidak mungkin kita makan di restoran ini...!"


Anjani langsung berdiri,


"Ayo kita pergi dari sini!"


lalu menuntun sahabatnya untuk segera keluar meninggalkan restoran.


"Maksudnya bagaimana Anjani?, kenapa kita keluar dari sini..?"


Gita, tentunya merasa begitu bingung dengan tingkah Anjani yang menariknya tiba-tiba dan keluar dari dalam restoran itu.


"A...aku rasa, ki...kita tidak mampu makan disini...!, semua orang yang hadir terlihat begitu kaya, sebaiknya kita cari restoran lain saja!"


Anjani terus membawa Gita menunju ke parkiran motornya.


"Lah... bagiamana bisa begitu?, bukannya kau bilang harganya terjangkau dan diskon hari ini?..."


"Aa...aku rasa tetap mahal walupun sudah diskon!, sepertinya kita juga akan bangkrut jika kita makan disini!, sebaiknya kita cari tempat lain saja!"


Anjani terus mencari alasan yang tepat untuk mengajak Gita segera pergi meninggalkan restoran ini.


Ia terlihat gelisah dan grogi berbicara dengan sahabatnya,


membuat Gita sedikit curiga, namun benar juga apa perkataan Anjani,jika mereka berdua makan di tempat seperti ini maka keduanya pasti akan bangkrut.


Apa yang Devino lakukan dan Erik disini, kenapa mereka berdua memakai baju pelayan seperti itu,


bukanya seharusnya mereka berdua di kantor...


"Iya juga sih, aku juga merasa di sini pasti makanannya sangat mahal dan berkelas!"


"makan-nya ayo kita cari restoran lain saja! sebelum waktu kita habis!"


Anjani, ingin segera pergi dari sini secepatnya.


"iya..iya baiklah!,ayo kita cari restoran lain!"


Keduanya langsung mencari restoran kembali untuk merayakan pesta ulang tahun Mutia itu.


Dengan diam Anjani duduk di bangku belakang, sedangkan Gita fokus menyetir di depan.


Aku benar-benar tidak bermimpi kan, bagaimana Devino ada di dalam restoran itu,


kenapa dia memakai baju pelayan dan melayani para tamu,


apa yang ia lakukan?..


Apa maksud semua ini...


kenapa Erik juga...


Anjani merasa tidak tenang sendiri ia benar-benar ingin tahu apa maksud mereka.


"Kita mau ke restoran mana Anjani?"


"Terserah kau saja!,aku akan mengikuti mu,aku juga tidak terlalu tahu tentang restoran!"


jawab Anjani terlihat kurang bersemangat dari yang sebelumnya.


"Iya sudah lah kita ketempat restoran yang biasa saja, jangan terlalu mewah dan mahal!, yang penting makan-nya enak!,ini juga sudah terlalu lama kita membuang waktu untuk mencari tempat!"


Mereka berdua menuju ke tempat restoran yang terlihat begitu berbeda dari yang sebelumnya.


Ini tampak lebih sederhana dan tidak terlalu terkenal,tapi bagi mereka makanan yang enak adalah yang utama.


Keduanya langsung mem-booking bangku dan kue ulang tahun di situ,


sambil menunggu waktu yang terus berjalan, mereka berdua bersiap-siap juga untuk membeli hadiah untuk sahabat tercintanya Mutia.


Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, segala persiapan ulangan tahun sudah siap,


Anjani dan Gita juga sudah bersiap berganti pakaian menunju ke restoran itu lagi.


Sambil menunggu kedatangan sahabatnya yang sedang berulang tahun itu keduanya langsung duduk di bangku restoran yang sudah di pesan itu.


Anjani terlihat begitu murung terdiam,ia terlihat memikirkan sesuatu.


Aneh sekali, ada apa dengan Anjani?, kenapa dia terlihat melamun sejak tadi,apa ada masalah?..

__ADS_1


"Apa ada masalah?"


Gita memberanikan diri untuk bertanya langsung.


"Tidak!, tenganlah...!, tidak ada masalah apapun?,aku hanya sedang memikirkan suamiku..."


"Kalian berdua beneran tidak saling mencintai?"


Gita, penasaran dengan hubungan Anjani dan suaminya yang mendadak ini.


"Entahlah...aku juga tidak tahu..."menjawab lemas dan menyenderkan kepalanya di atas meja makan.


"Cih.. aneh sekali,aku bingung dengan kalian berdua,apa kalian juga pisah ranjang tidurnya?"


Gita yang sudah menggelengkan kepalanya, mendengar tentang hubungan keduanya yang kurang jelas itu.


"Iyah... begitulah!"


"Anjani...apa kau tidak waras?, apa kau juga tidak bisa melihat?"


"melihat apa?"


"ih... bukanya suamimu itu begitu sempurna, bagaimana bisa kau tidak menyukainya?, dasar aneh,di kasih yang genteng malah gak mau!"


Anjani hanya terdiam menatap Gita dengan raut wajah kusut-nya.


Kau tidak tahu Gita,apa yang telah ia lakukan kepadaku sampai ia menikahi ku begini...


Aku juga tahu dia tampan,tapi...


"Hay...."Teriak Mutia yang sudah datang memecahkan omong keduanya yang sedang serius itu.


"Akhirnya dia datang juga!,ayo cepetan!"


Gita yang sudah tidak sabar untuk segera merayakan makan bersamanya.


"Maaf apa kalian telah menunggu lama?"


Mutia sudah duduk bergabung dengan mereka.


"Tidak juga,tenganlah kita juga baru duduk beberapa menit!,


Anjani sudah duduk tegap melihat kehadiran Mutia.


tak lupa dengan pemberian hadiah yang telah mereka siapkan juga ia serahkan kepada Mutia hari ini juga.


*****


Sepulang dari restoran,Anjani langsung menuju ke Apartemen dengan menggunakan taksi online, selepas itu ia langsung membersihkan diri dan Istirahat di dalam Apartemennya.


Sambil duduk termenung menunggu kepulangan suami menghadap ke layar ponselnya.


Kenapa Nona terlihat melamun,apa yang sedang ia pikirkan?..


"Nona sudah makan malam?"menghampiri Nona mudanya yang terdiam duduk.


"Aku merasa kenyang,aku akan makan kue saja nanti, kamu Istirahatlah Tita,ini sudah malam!"


"Baik Nona!"


Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00,Tita langsung masuk ke kamarnya untuk beristirahat, karena waktu kerjanya sudah habis.


Bagiamana Devino bekerja di restoran itu?, sejak kapan ia bekerja di situ....


Anjani menunggu kepulangan suaminya,ia ingin sekali mengetahui tentang semua ini, waktu sudah menunjukkan pukul 10:35 malam.


"krekkk..."


Suara gagang pintu berbunyi, membuat Anjani langsung terbelalak menatap ke arah pintu.


Suaminya sudah pulang,ia melihat kehadiran suaminya yang terlihat berpenampilan berbeda dengan kemejanya,


ia juga juga terlihat lebih tampan dari yang sebelumnya, tampaknya ia habis memotong rambut ke salon.


"Kau belum tidur?"Devino yang sudah masuk ke ruangan di ikuti oleh Erik.


"Belum,aku menunggu mu!, kenapa kau pulang malam sekali?..."Jawab Anjani yang begitu lembut kali ini.


"Hari ini aku sibuk dengan urusan kantor, sepulang kerja aku juga mampir ke Salon, jadi aku pulang telat...!"


Kau berbohong kepadaku?,


lalu apa yang kau lakukan di restoran itu, kenapa kau tidak berada di kantor dan melayani tamu restoran,

__ADS_1


Anjani terdiam,


"Sebaiknya kau tidur di sini Erik!,ini sudah terlalu malam!,bolehkan Anjani?, kasian Erik Jika harus menempuh perjalanan pulang lagi..!"


"iya baiklah!, lebih baik jika kau tidur disini saja Erik!,ini sudah terlalu malam!.."


"Baiklah Tuan Muda!"Erik langsung masuk ke kamar sebelah.


Sementara Anjani mengikuti langkah suaminya yang masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri dan berganti pakaiannya.


"Jika kau tidak mau tidur denganku maka aku akan tidur di luar!,aku tidak akan mema...!"


"Aku ingin tidur dengan mu!"


jawab Anjani sepontan membuatnya grogi sendiri,ia langsung duduk di atas ranjang tidak berani menatap suaminya yang sedang merasa aneh mendengar jawabannya yang begitu cepat.


tumben, tidak seperti biasanya ia seperti ini...


"Kau sudah makan malam?"Tanya Anjani pelan.


"Sudah, bersama Erik tadi,apa kau belum makan malam?..."


''Aku juga sudah makan!"langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang agar suaminya segera membersihkan diri,ia merasa canggung sendiri dengan suaminya.


Melihat suaminya yang sudah memasuki pintu kamar mandi membuatnya langsung berdiri dari tidurnya.


"Erikkkkkkkk...."


pesan singkat yang sudah terkirim ke ponsel Erik, Erik langsung terduduk melihat pesan masuk dari Nona mudanya.


"Ada apa Nona?, tumben?"Jawab Erik cepat.


"Jelaskan Kepadaku tentang yang sejujurnya!,aku juga tidak ingin kau sampai berbohong kepadaku...!"


membuat Erik menaikan alisnya merasa aneh dengan pesan Nona Mudanya ini.


"Jelaskan tentang apa Nona?, katakan!"Erik merasa begitu penasaran.


"Kenapa kalian berdua menjadi pelayan restoran di restoran xxxxx jelaskan!"


Mata Erik langsung membulat keduanya,ia terbelalak membaca pesan dari Nona mudanya yang tiba-tiba mengetahuinya ini.


Darimana Nona bisa tahu hal ini?,siapa yang memberitahunya?...


"Apa yang anda katakan Nona?, tidak mungkin!, mungkin Nona salah melihat!"


"Sudah ku bilang jangan berbohong!,aku akan pergi sekarang juga dari Apartemen ini jika kau tidak mau mengungkap yang sejujurnya dan terus berkata bohong kepadaku!"


Anjani mengancam.


Apa yang harus aku katakan,


apa aku harus mengatakan hal yang sejujurnya,


Tapi bagaimana jika Tuan Muda tahu dan memarahiku nantinya,


jika Nona Anjani sampai tahu begini,matilah aku...


Pesan sudah di read lama,tapi belum di balas juga oleh Erik, membuat Anjani merasa kesal.


"Erik...apa kau ingin sekali aku pergi sekarang dari Apartemen malam ini juga...?"


Nona benar-benar mengancam sekarang,


Baiklah aku akan mengatakan hal yang sejujurnya, selebihnya aku tidak tahu jika Tuan Muda akan marah kepadaku tentang ini...


Terlihat di layar,Erik sedang mengetik balasan pesannya sangat lama, membuat Anjani menunggu dan begitu menantikan jawabannya.


Kenapa lama sekali...apa yang ia tulis,


Terus menunggu,


"Semua ini kemauan Tuan Muda Nona..!, setelah ia keluar dari rumahnya Tuan Muda di asing-kan, bahkan di jauhi oleh keluarganya..!,


Ia juga di keluarkan dari perusahaannya sebagai pemimpin dan di gantikan oleh Daniel, karena Tuan Besar begitu marah kepada Tuan Devino yang telah mengambil keputusan besar untuk bertanggung jawab dan tetap menikahi Anda!"


"Ia juga sudah berusaha mencari pekerjaan ke perusahaan manapun!, namun Tuan Besar sudah mengancam seluruh perusahaan di kota ini agar menolak Tuan Muda jika melamar pekerjaan ke perusahaan mereka, untuk itu... tidak ada pilihan lain jika Tuan Muda harus bekerja di restoran menjadi seorang pelayan, karena dia tidak ingin hidup menjadi seorang pengangguran demi bertahan hidup dengan anda Nona...!"


Tubuh Anjani langsung bergetar hebat setelah membaca balasan pesan ini, karena is merasa sesak nafas saat membacanya,ia bahkan sudah menintikkan beberapa air matanya sambil membaca balasan pesan itu tadi.


"Tapi aku mohon Nona jangan memberitahu tentang hal ini kepada Tuan Muda, karena ia benar-benar tidak ingin membebani perasaan anda jika anda mengetahui hal ini...!"


Pesan Erik hanya di baca oleh Anjani karena ia sedang merasa sedih.

__ADS_1


Ia semakin menangis menatap pintu kamar mandi dimana suaminya itu sedang mandi sambil terdiam.


__ADS_2