
Pesta yang bergelar begitu megah dan meriah hari ini. Begitu banyak tamu undangan yang berbondong-bondong hadir ke pesta ini.
Raut wajah mereka tampak berseri-seri dan bersinar terang.
Terlebih Nyonya besar yang sudah berpenampilan sangat modis,elegan dan cantik itu.
Dengan sepatu heels yang begitu mengkilap membuat dirinya semakin bertalenta sebagai seorang Nyonya besar di keluarga ini.
Tampak juga Tuan besar yang terlihat begitu gagah dengan kemeja dan balutan jas hitamnya yang ia kenakan.
Ia terlihat tersenyum bahagia sambil menemui para tamu yang berdatangan ke acara pernikahan putranya yang kedua ini.
Pesta ini lebih megah dari pernikahan putra pertamanya beberapa bulan lalu,ini terlihat begitu di rayakan dengan raut-raut wajah kebahagiaan dan restu yang begitu mengalir.
Tapi.. tak ada artinya semua ini bagi Devino!,ia tidak terlihat iri sama sekali.
Kemerahan di dunia baginya hanyalah sementara.
Yang di perlukan di dalam hubungan seseorang adalah rasa cinta dan kebersamaan, bukan kemewahan.
Ia berdiri menggandeng tangan Anjani yang ada di sampingnya itu.
Menggenggam erat tangan Istrinya untuk memberanikan langkah kakinya bersama-sama ke depan dari arah pintu masuk gedung.
Semetara Erik juga berdiri di belakang kedua Majikanya dengan Tita, keduanya sama-sama bergandengan tangan mengikuti langkah Devino dan Anjani.
"Jangan menunduk!, Tegakan kepalamu!,kau adalah istriku sekarang..., jangan merasa takut pada siapapun disini!"mengeratkan genggamannya dan menuntun Anjani menuju ke tempat perayaan pesta ini.
Mewah sekali, sepertinya ini tampak di spesial-kan,
ini terlihat begitu besar dan meriah,tapi pernikahan Tuan muda dulu jauh berbeda dari ini, tamu undangan saja tidak sebanyak ini..
Mata Erik yang sudah berkeliling melihat suasana di pesta ini yang begitu megah dan besar jauh berbeda dari perayaan pernikahan Tuan mudanya dulu.
Mata semua orang tertuju ke pada kehadiran putra pertama yang tentunya di kenal oleh banyak orang.
Kewibawaannya selalu terpancar terang mewarnai dirinya,baik ketampanannya,postur tubuh yang begitu gagah dan menawan itu selalu terlihat di mata semua orang.
Nyonya besar yang melihat kehadiran mereka langsung terbelalak merasa kaget,
Siapa yang mengundang mereka, bagaimana bisa mereka itu datang ke sini..
Senior Zen yang sudah melihat kehadiran putra pertama langsung menyambutnya dengan sangat baik.
__ADS_1
"Anda sudah datang Tuan Muda!,mari saya antar ke tempat duduk Anda!"
"Jangan menyambut ku jika kau tidak menyambut istriku juga..!"
"Maaf!, Tuan Muda,Nona,mari saya antar ke tempat duduk!"
Tuan Muda masih terdiam dengan raut wajah masamnya tanpa menjawab apapun mengikuti langkah Zen yang menuju ke bagian tempat duduk paling depan.
Kenapa Zen terlihat begitu menghormatinya, bukankah Tuan Besar sedang begitu marah kepada Devino,siapa yang mengundangnya kemari...
Dan kenapa Devino duduk di kursi paling depan,apa kedudukannya masih tetap sama sekarang,
bukankah seharusnya itu tampak duduk putraku Daniel...,
Nyonya besar terlihat berwajah masam melihat kehadiran putra pertama di keluarga ini.
Ia merasa tidak senang Devino duduk di kursi utama yang seharusnya di tempati oleh putra kandungannya Daniel.
Dan siapa yang telah mengundang pelayan itu untuk datang dan duduk di kursi utama...
Melihat kehadiran Anjani juga membuat Nyonya besar semakin kesal melihatnya duduk bersanding dengan Devino di kursi utama.
Sementara pengantin duduk disebelah kanan tempat Devino dan Anjani duduk untuk mendengarkan para sambutan nantinya.
"Kenapa kita duduk paling depan sekali Dev...?"Tanya Anjani berbisik kepada suaminya,ia merasa gelisah dan tidak tenang saat ini.
untuk Anjani yang terlihat gelisah menatapnya.
Papah benar-benar keterlaluan,ia bersikap sepesial kepadaku di hadapan semua orang seperti ini,
supaya semua orang mengira hubungan keluarga ini sangat baik dan baik-baik saja denganku,
baiklah...,aku akan ikuti permainan ini mau sampai mana permainan ini terus di mulai, hingga aku harus duduk di kursi ini..
Tuan Muda masih terdiam kesal sambil berpikir apa maksud dari semua ini.
Semua orang sudah hadir ke acara pesta pernikahan ini,lalu susunan acara dan penyambutan pun akan di mulai dengan segera.
Penyambutan pertama akan di berikan kepada Tuan Besar selaku orang nomor satu di keluarga ini.
Ia yang akan memberikan sambutan dengan segera dan naik ke atas panggung untuk pesta pernikahan ini dan menyambut para tamu.
Tatapan semua orang menuju ke arah Tuan Besar yang sudah naik ke atas panggung dan berdiri tegak.
__ADS_1
Ia mulai menatap semua orang yang hadir termasuk putra pertama dan menantunya.
"Terimakasih untuk kalian semua yang berkenaan hadir di tempat acara pesta pernikahan ini!,saya selaku Ayah dari mempelai pria merasa begitu bahagia dengan kehadiran kalian semua!, Semoga pernikahan putraku ini adalah pernikahan yang langgeng sehidup semati, harapan seorang Ayah adalah kebahagiaan untuk putra putrinya,tak ada kesan yang lebih indah bagi kedua orang tua melainkan melihati anak-anaknya hidup bahagia"
Tuan Muda Devino hanya menyekit, terseyum sinis mendengarkan perkataan Ayahnya yang begitu indah saat di dengar.
"Untuk Acara sambutan ini saya khususkan untuk kehadiran putraku yang pertama!, Terimakasih telah hadir dan berkenalan untuk datang kemari!"Tuan Besar yang terlihat tersenyum manis mantap putra pertamanya yang terdiam menatapnya itu.
Putra pertama?,apa maksud semua ini...
Erik yang sudah mengerutkan keningnya mendengar perkataan Tuan Besar yang terdengar aneh menyambut kehadiran putra pertamanya.
Permainan apa lagi yang akan papah lakukan,apa inikah cara nya...
Devino yang belum juga tertarik dengan semua ini,ia masih menatap tajam sang Ayah tanpa terseyum sedikitpun.
Apa maksud Papah sambutan ini khusus untuk putra pertama?,
Nyonya besar yang tampak merasa tidak senang dan terbelalak mendengar ini.
Mereka semua masih serius menatap Tuan Besar, sementara Anjani hanya terdiam di samping Devino sambil menggenggam tangannya erat.
"Sambutan ini juga saya khususkan untuk kehadiran menantuku..."
Tampak wajah Emely yang terlihat tersenyum senang dan merasa percaya diri akan dirinya yang akan di sebut oleh Papah mertuanya ini di hadapan semua tamu undangan.
"Menantuku Anjani...!, terimakasih telah hadir dan berkenaan menghadiri pesta ini juga bersama putraku!.."Suaranya yang lembut dan terlihat tulus menatap putra dan menantunya yang terlihat terbelalak mendengar perkataannya itu.
Anjani yang semula hanya terdiam menundukkan kepalanya, langsung terbelalak begitu kaget menatap Papah mertuanya yang sedang berbicara di atas panggung.
Terlebih saat ia menyebut namanya dan menyambutnya sebagai seorang menantu di hadapan semua orang,ini benar-benar membuat begitu kaget.
Sementara Devino masih bingung dengan semua ini,apa maksud semua ini, sambutan apa ini?,apa ayahnya sedang bermain-main?, begitulah pikirannya.
Mata sebagian orang membulat penuh begitu saja setelah mendengar perkataan ini.
Tajamnya pandangan mereka berikan kepada Tuan Besar yang sedang berbicara di atas panggung itu, mata-mata ini terpancar dari wajah Nyonya Besar,Daniel dan Diva yang begitu kaget mendengar perkataan Tuan Basar yang menyambut kehadiran Anjani sebagai menantunya di hadapan semua orang di pesta ini.
Apa maksudnya?,
apa maksud semua ini?, kenapa Papah malah menyambut kehadiran pelayan itu bukan istri Daniel?,
Apa ini sudah gila...
__ADS_1
Nyonya besar tidak berkedip sajak tadi, mendengar perkataan Suaminya di atas panggung membuatnya mengerutkan dahi.
Rasa kesalnya semakin melonjak menatap Anjani dan Devino dari belakang tempat duduknya.