My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Merasa Bersalah


__ADS_3

Kenapa kau melakukan ini, kenapa kau menyiksa dirimu seperti ini,


kau tidak memikirkan dirimu...,


seharusnya kau menceriakan ku dan pulanglah ke rumah...


Kau pasti tidak akan hidup seperti ini kan..,


Menangis, merebahkan tubuhnya di atas ranjang lagi dan memiringkan tubuhnya,ia begitu merasa sedih dengan kebaikan suaminya selama ini yang telah ia lakukan kepadanya.


"Hiks...hiks... hiks..."Menangis tak bersuara, dadanya begitu terasa sakit dan sesak, ia merasa bersalah atas segala sikapnya selama ini kepada suaminya.


Ia juga tidak pernah berpikir bahwa suaminya akan sebaik ini padanya.


Devino sudah selesai membersihkan dirinya, mendapati istrinya yang tertidur miring membelakanginya membuat Devino menatapnya sejenak.


"Cepat sekali dia tidur!,apa dia benar-benar sudah tidur?"


Berjalan sambil mengeringkan rambut yang basah itu dengan handuk kecilnya.


Lalu menghampirinya istrinya yang terlihat begitu anteng di atas ranjang.


"Hiks... hiks.. hiks..."Tangisan kecil yang ia dengar melintas di telinganya, membuatnya mengerutkan dahinya menghampiri istrinya.


Apa dia menangis...,


"Anjani,kau sudah tidur?"Devino mendekat.


"Hiks... hiks.. hiks..."Tangisan itu mulai terdengar keras karena ia semakin mendekat.


"Anjani...kenapa kau menangis?"bertanya lembut sambil duduk di samping istrinya,ia merasa bingung bercampur gelisah.


Anjani masih terdiam ia terus menangis terisak-isak.


Kenapa kau begitu baik kepadaku,


sedangkan aku..aku tidak pernah bersikap baik kepadamu,


"kenapa kau menangis Anjani,kamu kenapa...?"bertanya lagi ia begitu merasa bingung karena istrinya menangis tiba-tiba, bukannya sebelum ia memasuki kamar mandi ia terlihat baik-baik saja.


Namun bagaimana bisa ia menangis tiba-tiba? begitulah pikiranya.


Memegang bahu istrinya, mencoba untuk menenangkannya, Anjani juga terlihat begitu sedih di mata Devino.


"Katakan!,apa ada masalah?, kenapa kau menangis?,kamu kenapa Anjani?....."Membelai kepala Istrinya dengan lembut,ia begitu tidak tega melihat istrinya yang terisak menangis.


Berdiri dari tidurnya menatap suaminya dalam, dengan wajah yang begitu basah berantakan akibat menangis itu ia menatap suaminya lekat.


Kenapa dia menatapku seperti itu,apa ada masalah,


apa yang telah aku lakukan kenapa dia menangis seperti ini?,


Menatap istrinya kembali dengan raut wajah yang bingung bercampur gelisah.


"Hiks...hiks..hiks..."


Semakin menangis tak berdaya menahan apa yang ia rasakan, terlebih menatap mata suaminya membuatnya begitu sedih dan teringat akan sikapnya yang selalu kurang baik dengan suaminya selama ini.

__ADS_1


"Katakan..!,ada apa?, kenapa kau menangis..?, kenapa kau menangis Anjani?..."Mengusap air mata istrinya dengan begitu lembut di pipinya.


"Kau berbohong kepadaku?, kenapa kau berbohong kepadaku..?, ke... hiks... hiks ke..kenapa kau tidak bilang yang sejujurnya kepadaku!"


Terbata-bata bercampur Isak tangis membuatnya susah untuk bicara.


"Apa yang kau katakan Anjani?, aku berbohong tentang apa kepadamu...?"


Merasa begitu bingung dan tidak tega melihat tangisannya yang semakin menjadi-jadi ia benar-benar terlihat sangat sedih kali ini.


"Kau kerja menjadi pelayan restoran sekarang?, kenapa kau melakukan ini?..hiks.. hiks..., bukankah seharusnya kau bekerja di kantor.. hiks...hiks...iya kan?"


Dari mana dia tahu tentang ini, siapa yang memberitahunya...


"kata siapa Anjani?"masih mencoba menutupi semua ini kepada istrinya.


"Tak usah berbohong!,aku melihatnya sendiri, kau menjadi pelayan di restoran xxxxx kan?"menatap mata suaminya lekat penuh dengan deraian air mata.


kenapa dia sampai tahu nama restorannya segala...,


dan kenapa dia terlihat begitu sedih,


"Dari mana kau tahu Anjani?"penasaran bagaimana istrinya bisa mengetahui hal ini secara tiba-tiba.


"Kenapa kau melakukan ini?,apa kau sakit kemaren kerena kau kecapean bekerja di restoran itu?, hanya demi diriku... hanya demi diriku kau melakukan ini?,hanya...demi diriku... hanya demi diriku kau menyiksa diri...?"masih terus menangis menatap suaminya lekat.


"Apa yang kau katakan Anjani?"Bingung harus berkata apa, melihatnya menangis terus membuatnya merasa sedih juga menatap balik istrinya.


"Kenapa kau rela hidup seperti ini?, seharusnya kau bekerja di kantor dan tidak menjadi seorang pelayan kan... kenapa kau bisa melakukan ini..?"


"kenapa kau tidak menceraikan ku saja?, seharusnya kau berpisah denganku!, pasti hidupmu tidak akan seperti ini...kan..hiks.. hiks..,kau akan bekerja di kantor kembali dan kau juga bisa kembali ke rumah!, kenapa kau tidak menceraikan ku saja... kenapa?.. kenapa?, kenapa kau tidak menceraikan ku saja?.... hiks.. hiks."


"Apa yang kau katakan Anjani?, kenapa kau berbicara seperti itu?"


"kenapa kau menyiksa dirimu?...,ha.. hanya karena aku... hanya karena aku..kau..kau kesusahan!,a..a..aku hiks.. hiks.. aku juga tidak pernah bersikap baik kepadamu!, kenapa kau tidak menceraikan ku saja?, hidupmu pasti akan kembali seperti dulu!,kau pasti tidak akan kesusahan lagi seperti ini,iya kan?"


Menatap suaminya dengan penuh kesedihan yang begitu mendalam, membuat suaminya benar-benar tidak tega dan ikut berkaca-kaca.


"Tatap aku Anjani..!,apa yang kau katakan?, aku tidak bisa melakukan ini!,jika aku melakukan ini lalu bagaimana dengan hidupmu yang telah hancur karena diriku?,aku sudah menghancurkan hidupmu!, bukankah ini hukuman yang pantas aku terima!, mungkin ini belum seberapa dari apa yang kau rasakan waktu itu,ini belum seberapa Anjani...!"mengusap-usap pipi istrinya dengan lembut yang terus menangis itu.


"Sekarang kau menjadi kesusahan kan karena diriku?, akibat bersama ku hidupmu menjadi seperti ini,lalu kenapa?...lalu kenapa di saat hidupmu yang penuh dengan kesusahan ini kau malah tetap menyuruhku untuk berkuliah?,apa kau tidak pernah memikirkan dirimu sendiri, kenapa kau membuatku merasa bersalah... Kenapa?..."


Menangis sampai tak bersuara ia benar-benar merasa bersalah atas semua ini.


Kenapa dia menangis begitu sedih seperti ini?,


"Dengarkan!, dengarkan aku Anjani!,aku mohon jangan menangis!,aku tidak pernah merasa susah sama sekali,aku melakukan ini karena rasa tanggung jawabku kepada mu!,kau adalah istriku, bukankah sudah sepantasnya aku menafkahi mu dan memberikan kehidupan yang terbaik untukmu?...."


"Ini adalah tanggung jawabku!,ini semua karena diriku sendiri, jangan menangis kau tidak bersalah sama sekali!"


Terus mengusap-usap pipinya dengan lembut dan penuh perasaan.


"Hiks... hiks... hiks"menangis menundukkan dirinya, ia tidak berani menatap mata suaminya lagi.


Devino ikut merasa sedih,ia begitu tidak tega melihat Anjani yang terus menangis seperti ini,


membuatnya langsung memeluknya erat untuk menenangkannya istrinya.

__ADS_1


"Kenapa kau menangis seperti ini?, tenganlah!, jangan merasa bersalah!,ini semua atas dasar kesalahan ku!, bukan dirimu Anjani!,aku tidak papa... aku benar-benar tidak papa!"


Membelai kepala istrinya dengan lembut penuh dengan kasih sayang untuk segera menenangkan istrinya.


Aku tidak pernah menyangka dia akan menangis sesedih ini hanya karena masalah seperti ini,


kenapa dia merasa begitu bersalah?, bukankah ini semua salahku sejak awal....


"Kenapa kau rela kehilangan dunia mu yang begitu bahagia hanya karena aku?, kenapa..?,kau tidak memikirkan dirimu sendiri,kau tidak memikirkan perasaan mu?, hidupmu susah karena aku!, iya kan..?"Berbicara pelan di bekapan dada suaminya, sedangkan suaminya terus membelai rambutnya dengan sangat lembut.


Karena aku jatuh cinta kepadamu Anjani, dari sejak pertama kalinya,


makanya aku mempertahankan ini, karena aku mencintaimu...


aku juga ingin hidup bersamamu selamanya,


untuk menebus segala kesalahanku yang telah aku lakukan kepada mu waktu itu..


Ini semua salahku, maafkan aku...


"Aku tidak pernah merasa susah Anjani.., karena aku bersamamu sekarang!, ini semua adalah pelajaran untukku!, tenanglah!,ini semua bukan salahmu!, tapi salahku, tenanglah!,aku mohon tenanglah, jangan menangis..."masih membelai kepala istrinya yang terus menangis itu di bekapannya.


Devino ikut terbawa suasana,ia memejamkan matanya dan terus membelai kepala Istrinya dengan sangat lembut karena ikut merasa sedih.


"Maaf!, Maafkan aku..,aku benar-benar tidak pernah memperhatikan mu dengan baik sebelumnya.., maaf... maafkan aku... hiks.. hiks..!"


Anjani berbicara begitu lembut di bekapan dada suaminya, walaupun masih terisak ia merasa semakin tenang dan damai hatinya.


Pelukan suaminya terasa begitu hangat dan nyaman saat ini.


"Ini bukan salahmu Anjani!, jadi jangan meminta maaf!, tidurlah!, ini sudah malam!, jangan menangis seperti ini!,ini bukan kesalahan mu, tidurlah... ini sudah malam!..."


Terus membelai rambut istrinya untuk segera menenangkannya.


Lama pelukan itu berlangsung, hingga membuatnya Anjani merasa begitu tenang dan nyaman di dalam pelukannya.


Tak lama ia tidur di bekapan suaminya karena lelah dan terlalu banyak menangis.


Devino menatap istrinya lekat yang sudah terpejam itu,ia benar-benar tidak tega melihatnya menangis seperti itu tadi.


Kenapa kau terlihat begitu sedih Anjani


setelah kau mengetahui semua ini?...,


kenapa kau merasa bersalah sendiri?,


Apa inikah perhatianmu padaku, aku bisa melihat dari mata mu kau sangat baik dan begitu peduli kepadaku,


maafkan aku...


Membelai kepala istrinya kembali.


"Muach..."mencium keningnya lama,sambil membaringkan istrinya perlahan di atas ranjang agar tertidur dengan nyaman.


"maafkan aku, telah membuatmu menangis dan bersedih seperti ini!, seharusnya kau tidak mengetahui semua ini Anjani!,kau pasti tidak akan bersedih dan menangis seperti ini!, maafkan aku... maafkan aku...!"masih menatap istrinya dengan mata yang penuh berkaca-kaca itu.


Devino langsung membaringkan tubuhnya di samping Anjani untuk istirahat juga,

__ADS_1


sambil memeluk istrinya dengan erat untuk tidur bersama.


__ADS_2