
"Turun!"
menurunkan istrinya begitu saja setelah memasuki ruangan kamarnya.
"Jebrett...!"Lalu menutup pintu dengan kasar dan membuat Tita kaget,ia terlihat sangat marah,haha..mulai Bucin nih Erik.
"Ganti pakaianmu!,tak usah berpenampilan seperti ini!"Menatap istrinya dengan tajam,ia tidak rela jika tampilan cantik istrinya yang baru pertama kali ia lihat di lihat dan sentuh orang lain.
Karena penampilannya yang begitu cantik membuatnya gila sendiri, biasanya Erik memang selalu melihat Tita yang berpenampilan polos apa adanya, namun kali ini tampilannya sangat cantik dan tidak terduga setelah berdadan, bahkan kecantikannya terus terbayang-bayang di kepalanya.
Hingga membuatnya tidak rela saat di pesta tadi karena istrinya di sentuh orang lain.
"Kenapa harus ganti...?, pestanya belum selesai kan...?"Tanya Tita lembut sambil menatap Erik yang sedikit takut karena melihatnya marah.
"Tidak ada pesta hari ini!,dan aku tidak akan mengijinkan mu untuk hadir ke pesta lagi..!"
"Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?,kau marah kepadaku...?"Tanya Tita yang merasa takut dan berkaca-kaca menatap Erik, bahkan keduanya masih berdiri di dekat pintu dan berdebat.
"Pertanyaan apa ini?, setelah aku menyuruhmu berdadan cantik!, lalu kau sok cantik dan menggoda para lelaki,dan kau malah berani selingkuh di hadapanku di pesta!, bahkan secara terang-terangan?,kau tidak menghargai ku sebagai suami?,kau ingin mempermalukan ku di hadapan semua orang, karena aku tidak bisa menjadi suami yang baik begitu?"Erik,ia terlihat begitu serius dan sangat marah menatap Tita.
"Siapa yang sok cantik?,aku juga sadar kalau aku tidak cantik!, aku akan merasa cantik jika kau memandangku sekali saja!,kau bahkan tidak pernah menatapku, lalu bagaimana aku menggoda lelaki lain, sedangkan suami ku saja tidak pernah melirikku sama sekali,aku sadar diri Erik!,aku wanita cantik yang bisa merebut hatimu....!"
Erik terdiam kali ini,mendengar ocehan tita benar-benar membuatnya merasa bersalah sendiri.
"lagian jarang kan, orang yang tahu kalau kita ini suami istri!,apa kah kau sendiri pernah mengenalkan pada dunia kalau aku ini istrimu?, tidak kan!..?"Matanya penuh berkaca-kaca menatap Erik.
__ADS_1
"Bukankah dari awal kita sudah sepakat untuk menyembunyikan hal ini..!,aku hanya meminta mu untuk menjaga diri dari orang lain!, setidaknya jangan berhubungan dengan orang lain selayaknya kau sebagai istriku, lalu dimana sikap baik mu?"
"Kau bahkan membiarkan lelaki lain lain mencium dan memelukmu begitu saja di hadapan orang-orang tanpa seizin dari suamimu!,sikap apa itu?"
Erik masih menatap Tita tajam, keduanya masih sama-sama berdiri saling berhadapan di balik pintu.
Bahkan rasa sakit kaki Tita yang terkilir tak terasa lagi baginya karena perdebatan ini.
"Sikap apa kau bilang?"
Tita mulai mendekati suaminya, sambil menahan rasa sakit di kaki dan hatinya yang sedang ia tahan karena Erik marah-marah kali ini.
"Tanyakan pada dirimu sendiri...!,sikap apa yang telah kau berikan kepadaku selama ini...?,sikap cuek mu?,sikap dingin mu?, bahkan sikap tidak perduli mu kepadaku selama ini?, dimana dirimu?, apakah kau pernah ada untukku walau sedikit saja?,apa kah kau pernah bersikap sebagai suamiku sekali saja?, tidak kan?"
Apa maksudnya ini?,apa selama ini dia benar-benar mencintaiku dan berharap untuk mendapatkan cinta dariku...
"Jika kau tidak ingin aku di peluk dan dicium orang lain lalu kenapa kau diam saja?, kenapa kau tidak melarangnya..?,kau diam saja selama ini kan?,kau bahkan tidak pernah menyentuhku..,kau bahkan tidak pernah menciumku..., jangankan menciumku.. memelukku sekalipun tidak,jika bukan karena tidak sengaja!,ya kan?, dimana dirimu sebagai seorang suami?,apa kau punya hati..?"
Semakin menangis, sepertinya yang terlihat marah kali ini bukan Erik melainkan Tita,ia sedang menguras dan mengeluarkan seluruh isi hatinya yang terpendam selama ini.
"Dan kenapa kau tidak rela aku di cium dan di peluk lelaki lain?, sedangkan kau saja tidak pernah mau melakukan hal ini kepadaku..!,apa salahnya aku di peluk dan dicium oleh lelaki yang mencintaiku sejak dulu..!, bukankah ini lebih baik dari pada aku harus mengharapkan pelukan dari suami yang tidak pernah mencintaiku sama sekali?,mau sampai kapan?,mau sampai kapan aku hidup seperti ini?...hiks... hiks...mau sampai kapan kau akan bersikap seperti ini kepadaku?,jika kau tidak mencintaiku maka ceraikan saja aku!,apa salahnya untuk menceriakan ku, itu akan membuatmu hidup tenang Erik!,dan kau dapat mencari wanita yang kau impikan selama ini,bukan seperti diriku ini..hiks.. hiks.."
Tak kuasa menahan tangisnya, hingga membuat Tita jatuh tertunduk di hadapan Erik, kakinya juga terasa sakit untuk berdiri terus-menerus.
Erik benar-benar bungkam sejak tadi, mendengar ocehan Tita membuatnya semakin merasa bersalah sendiri.
__ADS_1
Melihat Tita yang menangis seperti ini benar-benar membuatnya tidak tega, terlebih rasa bersalahnya yang sedang menyelimuti dirinya kali ini.
"Maafkan aku Tita...!, maafkan aku...!"ikut tertunduk dan mencoba memeluk istrinya untuk menenangkannya.
"Lepaskan!, lepaskan aku..!, lepaskan aku.. hiks..hiks..,aku tidak ingin mendapatkan pelukan karena kasihan mu padaku...,aku tidak ingin ini!, lepaskan aku!, Jangan memelukku jika sebenarnya kau hanya terpaksa!,iya kan?... lepaskan...!"Mencoba menyingkirkan tangan Erik yang memeluknya itu.
"Maafkan aku Tita...!, maafkan aku..!"masih memeluk Tita dengan erat,ia merasa begitu bersalah kali ini.
"Aku tidak pernah memaksamu untuk mencintaiku, lepaskan...!, aku sudah tidak ingin semua ini... lepaskan...hiks... hiks... lepaskan!"terus mencoba mengalihkan tangan Erik dari pelukannya itu.
"Aku tahu aku yang salah!, maafkan aku..., maafkan aku... maafkan aku Tita...!"Terus memeluk istrinya erat dan membelai kepalanya dengan lembut untuk menangkannya.
"Aku tidak butuh ini, aku tidak butuh ini... dan lepaskan aku...aku tidak butuh ini sekarang....!"meronta-ronta berusaha untuk terus melakukan pelukannya, karena Tita merasa begitu sakit dan sedih kali ini.
"Kau tidak dengar? lepaskan aku... lepaskan aku Erik!...lep...",Muach..."tingkah Erik kali ini benar-benar membuatnya berdiam seketika, karena ia sudah membungkam mulut Tita dengan mulutnya sendiri.
Tita terbelalak, ia benar-benar seperti patung tak bisa berkata-kata, merasakan suaminya yang tiba-tiba mencium dan membungkam bibirnya.
"Tenanglah..!,aku mohon tenanglah..!, jangan menangis!,aku tahu aku yang salah...!"mengusap air mata istrinya yang berderaian.
"Maafkan aku karena telah bersikap seperti ini kepadamu selama ini...,dan untuk hari ini!,aku benar-benar merasa cemburu Tita!, maafkan aku...,aku tidak bisa mengontrol perasaanku sendiri,aku marah-marah dan membuat mu menangis maaf...!, maafkan aku...!"
Memeluk istrinya kembali dengan Erat, membuat Tita terdiam tidak tahu apa yang akan ia katakan, bahkan perasaanya sendiri sudah campur aduk tidak karuan, sambil menatap Erik yang memeluknya bagitu erat karena tidak percaya dengan semua ini.
Bahkan perkataan Erik benar-benar tulus meminta maaf padanya.
__ADS_1