My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Pengalihan Perusahaan


__ADS_3

Daniel keluar dari ruangan kamarnya berserta istri cantiknya yang terlihat sangat rapi itu.


Melihat Anjani yang sedang duduk santai bersama adiknya membuatnya menatapnya sejenak.


Namun melihati istrinya yang menengok ke arahnya membuatnya segera mengalihkan pandangannya kembali ke arah lain.


"Kak Anjani,Diva, aku mau pergi keluar yah!"


"oh.. Iyah silahkan...!"Anjani terseyum manis menatap Emely yang berpamitan itu


"iya kak!"


"Kalian mau ikut!"Emely mencoba basa basi terlebih dahulu.


"Tidak Emely, terimakasih! hati-hatilah di jalan!"Terseyum manis lagi,sambil mengunyah anggur yang ada di mulutnya.


membuat Daniel tiba-tiba tertarik untuk menatapnya kakak iparnya yang sedang makan itu.


kenapa mengunyah makanan saja dia terlihat menarik sekali..


"Ayo sayang!,kakakku sudah menunggu di luar!"menyadarkan Daniel yang sedang menatap Anjani dan menyeretnya ke luar rumah.


"Iya... udah ending deh!,ini beneran udah abis kak?,ini kan seru..!''


"Iyah Diva, sepertinya udah selesai!"


"Iyah kenapa gantung begini si!, season 2 nya ada gak yah!"memencet tombol remotnya sambil mencari-cari film lain.


"Yah... buat minggu depan lagi kak!, gimana nih?,kan aku masih kurang nontonnya...!"


"Iya sudah kita tunggu minggu depan berarti!"


"Iya sudah lah, kita cari film lain...!"


Mencari-cari film lain dan menyetelnya kembali untuk menonton lagi.


Benar-benar tidak memiliki kerjaan mereka berdua saat ini.


"Kak...?"


"hemm...?"


"Rambut kakak indah banget si, panjang banget lagi?,ini asli ya kak, maksudku bukan gitu...hehe..,ini rambut kakak yang asli tanpa pake catokan rambut kan?"


"Hem..bagaimana kau tahu?"


"Karena aku bisa membedakan mana yang asli mana yang bikinan kakak...!"


"Wah benarkah?,bahkan aku saja tidak tahu dengan urusan rambut!"


"Rambut kakak aku kriting gantung yah bawahnya!,kakak pasti akan terlihat semakin cantik!,tunggu sebentar..!


Cih.. ada-ada saja itu bocah,


baiklah kali ini aku akan bicarakan apa yang akan ia lakukan kepadaku... yang penting hubungan ku dengannya makin baik,


"Kakak aku kembali!,aku pastikan akan membuat rambut kakak seperti artis yang ada di TV-TV nantinya, kenapa si kakak gak mau berdandan, kayanya kalau kakak berdandan akan seperti artis deh..,aku yang gregetan kan jadinya melihat rambut kakak yang indah ini..!"Terus mengoceh tanpa henti,ia benar-benar seperti anak-anak yang baru saja menemukan teman baru.


"hehe.."hanya bisa tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya yang begitu ribet.


Langsung menyiapkan catokan rambutnya dan mencolokkan-nya ke stop kontak.


Kemudian menyisir rambut kakak iparnya dengan lembut, setelah catokan-nya panas ia langsung saja menyatok-kan ke rambut kakaknya.


Setengah jam berlalu, rambut Anjani terlihat begitu indah dan cantik, benar-benar seperti seorang artis.


"Wah kakak cantik sekali..!,aku yakin kak Devino akan terpesona nantinya,tapi masih kurang sini-sini...!"

__ADS_1


"Apa yang kau lalu Diva...?"melihat adiknya yang akan me-make-up wajahnya,membuat Anjani semakin menggelengkan kepalanya.


"Tanggung kak!,kita akan berfoto bersama nanti setelah kakak berdadan, dan akan aku jadikan foto profil Instagram yah bersama kakak!,aku akan tunjukan ke dunia kalau aku mempunyai kakak yang sangat cantik..!"


"Tapi kan...!"


"Aku mohon kak plis!,yah... mau yah...!"merengek.


"Baiklah...untuk kali ini saja yah..!"


"iya kak baiklah!,aku hanya ingin mengambil foto kakak saja!"


Diva pandai berdandan dan ber-make-up,ia begitu cepat dan handalnya merias wajah kakak iparnya yang tampak begitu cantik sekarang.


"Wah kakak terlihat berbeda sekali, lihat...!,"menunjukkan cermin.


"kakak sangat cantik!,aku bahkan hampir tidak mengenali kakak...!"


Lalu Anjani menatap cermin yang di berikan adiknya,


ini diriku?..


"Bagaimana kak?,cara aku merias?, bagus kan?"


"Riasan-mu sangat bagus Diva, kakak suka...,dan tidak terlalu mencolok juga, jujur saja aku sendiri tidak pandai berdandan seperti ini!"


Diva langsung saja mengajak kakak iparnya untuk berfoto bersama.


"Anjani.."Panggilan Devino yang sudah menuruni tangga.


"Iyah....!"menengok anggun dengan kecantikannya yang begitu memukau saat ini.


Rambutnya terlihat berbeda dari yang biasanya.


Membuat Devino terbengong dan tidak berhenti menatapnya.


Aduh bagiamana penampilan ku ini Diva, sepertinya kakakmu akan mengoceh kali ini...


Lalu muncul juga Daniel dari arah pintu masuk rumah melihat tampilan Anjani yang begitu memukau.


Kenapa dia malah cantik sekali berpenampilan seperti itu,


aku tidak betah melihatnya lama-lama di sini..


Devino mendekat sambil menaikkan alisnya menatap Anjani.


"Kau cantik sekali?,kau mau kemana emang...?, kenapa kau tidak pernah berpenampilan seperti ini di hadapanku kan?"Menatap istrinya lekat.


"Ini bukan ulahku!,aku tidak kemana-mana!,tapi adikmu yang merias ku seperti ini...!, aku juga tidak pandai berdandan kan..!"


Diva langsung tersenyum kecil melihat kakaknya yang melotot menatapnya.


Kak Devino marah nih.. pasti


"Terimakasih..!"Terseyum manis menatap adiknya.


"kau sudah membuat istriku yang cantik ini menjadi semakin cantik...!"


mengacak-acak rambut adiknya yang tampak rapi itu.


"Kakak...!"membuat Diva kesal rambutnya berantakan.


Devino segera menghadap ke arah istrinya lagi, menatapnya lekat dan memeluknya begitu saja dengan erat.


Daniel masih memperhatikan keduanya dari kejauhan, namun...


"Muach..!"melihat ciuman romantis Devino di kening istrinya membuatnya segera pergi merasa geram dan kesal sendiri.

__ADS_1


Cih... belagu...


"Istirahatlah di kamar!,dan tidur siang lah!,kau masih pusing kan...?"


"Tidak juga...!" Anjani sudah merasa baik-kan sekarang.


"Tapi setidaknya tidur siang!,kau butuh istirahat sayang...!"


ya ampun..., kak Devino ternyata cinta sekali dengan kak Anjani yah, sampai segitunya rasa cinta dan perhatiannya..


Diva merasa kagum dengan sikap keduanya yang tampak begitu romantis.


"Kamu juga Diva!, Istirahat dan tidur siang lah di kamar!"


"iya kak...!"


Lalu menggandeng istrinya menuju kamar untuk segera Istirahat.


*****


Kedua putranya ini sedang terdiam menatap Tuan besar yang ada di ruangan kerjanya.


Terlihat raut wajah Tuan Besar yang begitu serius akan membicarakan sesuatu kepada


mereka berdua.


Bahkan ia sudah mengeluarkan beberapa dokumen yang terlihat tebal dan begitu penting.


"Aku akan membicarakan hal yang sangat penting dengan kalian!, mungkin ini terlihat terburu-buru, tapi...ini memang sudah waktunya untuk di bicarakan..!"


"iya Pah!" keduanya sama-sama menjawab perkataan itu.


"Untuk kamu Daniel!, peforma kerja kamu sudah semakin membaik sekarang...,dan kamu telah berhasil meningkatkan pendapatan yang kau rugikan bulan lalu..., bahkan pendapatan bulan ini tampak semakin baik dan meningkat...!"Tuan besar sambil membuka Dokumen yang ada di tangannya dan melihat-lihat beberapa Agenda perusahaan yang ada di tangannya itu.


Dengan terseyum Daniel mendengarkan perkataan Ayahnya ini.


"Tapi tetap saja...!,kau belum bisa mengejar keahlian kakakmu dalam mengurus perusahaan ini !,tapi...kau sudah melakukannya dengan baik Daniel!, Papah hargai kerja kerasmu,kau juga hebat....!"


Tetap saja Kak Devino yang papah bela kan..,


"Umurku sudah semakin Tua,untuk itu... aku akan tetapkan pengalihan hak perusahaan kali ini di tangan Devino..!,"


"Dan...Papah juga tidak akan Turun tangan lagi untuk mengurusi urusan kantor!, semuanya akan aku serahkan kepadamu Devino..., papah percaya kepadamu..!, Papah hanya ingin menikmati masa Tua Papah tanpa harus memikirkan urusan Kantor..!"


"Ta..tapi Pah...!"


"Tidak ada hak untuk menolak Devino..!"


Lihatlah... Papah memang selalu pilih kasih terhadapku,


aku sudah berusaha keras selama ini...


tapi hasilnya apa?,..


Tetap saja hak alih perusahaan ada di tangan Devino kan..


Mata Daniel sudah semakin memerah,ia terlihat kesal dan tidak terima dengan keputusan ini.


"sementaranya kau Daniel, Papah akan memberikan perusahaan Papah yang ada di luar kota..!"


"Terserah Papah saja...!,aku heran sama Papah.., kenapa Papah selalu membedakan ku dengan kakak?, dan Papah juga tidak pernah percaya kepadaku..!, terlebih tentang perusahaan..!,Papah selalu memberikan semuanya kepada Devino..,Papah tidak pernah sedikitpun percaya kepada Daniel untuk menegang perusahaan di saham ini,Daniel sudah capek-capek beberapa bulan mengurus perusahaan ini tapi hasilnya apa?..., inikah yang Papah berikan..?"


Daniel terlihat begitu marah sambil pergi meninggalkan tempat duduk.


"Daniel...!, dengarkan penjelasan Papah!"


"Brakkk....!"Menutup pintu depan kasar.

__ADS_1


Tidak di hiraukan oleh Daniel,ia terlihat begitu marah dan kesal saat ini.


Sementara Devino masih terdiam tidak enak diri dengan adiknya yang terlihat marah itu.


__ADS_2