NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Bertemu Dita


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal cek ke dokter kandungan, Arman sangat antusias untuk melihat anaknya yang masih dalam perut Cahaya, sejak pagi ia sudah menyiapkan segala keperluan Cahaya. Pulang dari kampus ia langsung menjemput Istrinya dan langsung membawanya ke dokter kandungan untuk mengecek keadaan dedek Bayi.


Ada rasa bahagia yang tak dapat Cahaya lukiskan dengan kata, ini adalah kehamilan yang kedua namun, Arman dan keluarga sangat mengistimewakan kehamilan Cahaya kali ini. Miris memang bila mengingat kehamilan yang pertama, bukannya disambut suka cita namun begitu kabar bahagia ia sampaikan pada sang suami, malah ia disalahkan kenapa sampai bisa hamil.Selama proses kehamilan tak pernah satu kalipun Ridwan memenuhi keiginan Cahaya, dia menganggap itu hanya keiginan Ibunya bayi dalam kandungan belum apa-apa


Flash back on


"Mas nanti setelah kamu pulang kerja tolong beliin bakso yang deket kamu kerja itu ya mas ya, sepertinya enak" pinta Cahaya waktu itu


"Hallah manja banget sih, mau makan bakso aja pake nyuruh lakinya beliin.Emangnya aku budak kamu, bakso abang-abang yang lewat itu kan sama aja namanya juga bakso" ucap Ridwan


"Mas, tapi aku inginnya bakso yang deket kantor kamu, ini anakmu loh yang minta" ucap Cahaya memelas


"Hallah pake alasan bayi dalam perut segala, memangnya dia bisa bicara? Jangan aneh-aneh kamu! dan satu hal lagi jangan buat alasan kamu jadi manja karena kehamilan kamu ini" ucap Ridwan


"Tes..tes.." tak terasa buliran air mata Cahaya keluar dari pelupuk matanya, entah mengapa semenjak hamil ia jadi sensitif. Sejak saat itu, jika ia pingin makan sesuatu sekiranya ia mampu beli dan bisa beli sendiri ia lakukan sendiri jika sangat pingin sesuatu tapi tidak punya uang dia akan menahan keiginanya itu.


"Mas sekali-kali boleh nggak, kamu temani aku cek kandungan" pinta Cahaya pada Ridwan


"Sudah aku bilang nggak usah manja, aku sibuk! Ke puskesmas aja sendiri nanti disana juga ada temenya, dari awal aku sudah bilang kalau aku tidak setuju kamu hamil, salah sendiri nekat hamil.Tanggung resikonya" ucap Ridwan tanpa perasaan.


Flashback off


"Kok melamun sayang?" tanya Arman


"Ah...enggak kok sayang, aku cuma bahagia aja.Kalian semua sayang sama anak ini" ucap Cahaya sembari mengelus perutnya.


"Ya sayang dong, ini buah cinta kita.Meskipun aku sayang sama dia dan Narayan tapi kadar cintaku padamu tak kan berkurang" ucap Arman.


"Gombal" ucap Cahaya.


"Serius!" ucap Arman


Dengan terus mengandeng tangan istrinya Arman berjalan menyusuri koridor rumah sakit, ini adalah pengalaman pertamanya mengantar istri periksa.Sampai diruang tunggu mereka dikejutkan dengan kedatangan seorang wanita cantik yang wajahnya sangat familiar.


"Mas, itu Dita bukan sih? Cantik banget dan badanya juga langsing gitu" ucap Cahaya saat melihat Dita.

__ADS_1


"Iya itu si Dita, dia memang berubah drastis penampilanya" ucap Arman.


"Ngapain dia kesini?" tanya Aya


"Mau perawatan kali, dia ngantrinya di specialis kulit dan kelamin" ujar Arman.


"Benar juga kamu mas, dia sekarang glowing banget" ucap Aya.


"He em, tapi kamu tetap yang tercantik di mataku" ujar Arman.


"Gombal aja terus" ucap Cahaya.


"Atas nama Ibu Cahaya" suster sudah memanggil Cahaya untuk masuk kedalam ruang periksa ditemani Arman.


Setelah sampai didalam dokter menyuruh Aya untuk berbaring di bed pasien kemudian, dokter mengoleskan sebuah gel dalam perut Aya, lalu ia menerangkan pada pasangan muda ini tentang kondisi janin yang dikandung Aya melalui monitor.


"Ada lagi yang pingin ditanyakan Bapak/Ibu" tanya dokter seusai melakukan serangkaian pemeriksaan.


"Eh...itu, anu gimana ya ngomongnya" ucap Arman ragu karena ada sesuatu yang ingin ia tanyakan pada dokter namun ia sepertinya malu mengungkapkanya.


"Emmm soal hubungan suami istri" ucap Arman pada akhirnya, Aya langsung melotot dan mencubit perut Arman, ia sangat malu dengan apa yang barusan Arman tanyakan pada dokter.


"Kenapa dengan hubungan suami istri pak?" goda dokter


"Emm bolehkah selama hamil kami melakukan itu" ucap Arman pelan tapi masih bisa di dengar dokter.Cahaya yang mendengar ucapan Arman seketika memerah wajahnya karena malu


"Bisa-bisanya dia tanya kaya gitu sama dokter" batin Aya


"Soal itu, boleh-boleh saja pak" ucap dokter


"Alhamdulillah" ucap Arman tanpa rasa malu, yang langsung dihadiahi cubitan diperut oleh Cahaya.


"Saya kira saya harus puasa selama sembila bulan dok" ucap Arman polos.


dokter hanya tersenyum

__ADS_1


"Pertanyaan seperti itu wajar pak, apalagi bagi pasangan pengantin baru, intinya hubungan suami istri boleh dilakukan tapi harus hati-hati jangan terlalu sering ya pak, karena ini masih trimester pertama janinya masih rentan, ada lagi yang ingin ditanyakan pak?" tanya dokter ramah


"Udah itu aja dok, saya sudah lega sekarang" ucap Arman tanpa basa-basi


"Plak..." pukulan mendarat di lengan Arman, Aya sangat malu dengan tindakan Arman saat ini.


"Kalau begitu kami permisi dok" ucap Aya, tak ingin lagi suaminya berkata yang aneh-aneh ia langsung pamit undur diri.


Sementara itu Dita Namanya sudah dipanggil untuk keruang dokter spesialis kulit dan kelamin


"Hallo Ibu Dita, bagaimana apa yang menjadi keluhan Ibu" tanya dokter ramah


"Begini dok, maaf sebelumnya ini agak privasi. Bagian intim saya ini kenapa ya setiap kali berhubungan rasanya sakit sekali dan ini juga gatal-gatal gitu" ungkap Dita.


Kemudian dokter melakukan serangkaian pemeriksaan ,dan kemudian ia berbicara lagi dengan Dita.


"Mohon maaf sebelumnya Ibu, saya sarankan jika Ibu sedang bermain dengan suami jangan terlalu kasar, ini ada luka di dalam bagian inti Ibu dan intinya lakukan pemanasan secukupnya sebelum memulai berhubungan" saran dokter


"Bagaimana bisa aku mengendalikan itu, sedangkan renaldy setiap kali bermain denganku selalu kasar dan tanpa pemanasan terlebih dahulu, belum lagi pelangan yang lainya" batin Dita


Ia tidak mungkin mengatakan kalau di sering gonta ganti pasangan karena ini adalah jobnya sekarang, ia hanya bisa pasrah dengan nasib kemana akan membawanya.Setelah keluar dari ruang dokter ia melihat Aya dan suaminya begitu mesra.


"Enak sekali hidup dia, dia hidup layak dan terhormat hidup mewah bergelimang harta tanpa susah payah, lalu aku harus jadi sampah masyarakat seperti ini, semua gara-gara dia andai Mas Ridwan tidak menceraikanku mingkin nasibku tidak akan sesial ini" batin Dita


"Hai Dita, kamu disini juga" sapa Aya.


"Udah tau masih Nanya, kamu sendiri ngapain disini? Mau cek kandungan? Kamu itu nggak bakal bisa hamil perempuan pembawa sial seperti kamu punya anak satu aja sudah kebagusan" ejek Dita.


"Sayangnya aku kesini sedang cek kandungan, maaf ya kalau kabar ini membuatmu kurang suka" ucap Cahaya


"Sudahlah sayang!, nggak usah diladeni orang nggak penting juga" ucap Arman lalu mengandeng tangan Aya untuk meninggalkan tempat itu


Finaaly sampai episode 100 juga, author nggak meyangka sampai sejauh ini.terima kasih atas dukungan kalian semua, like ,comment dan favorite dari kalian semangat author.Love you all


Minta dukunganya ya seperti biasa like,comment dan favoritenya

__ADS_1


__ADS_2