
"Mas sebaiknya Dinda kita sekolahkan di TK Almadinah saja" ucap Sisca.
"Itu Tk mahal loh sayang, apa nggak sebaiknya kita sekolahkan ditempat TK biasa saja" ujar Heru.
"Sebaiknya jangan Mas, selain karena reputasi TK nya bagus, dia harus belajar bahwa semua kemauanya harus terpenuhi. Disana kebanyakan orang menengah keatas, dari situ biar dia mikir kalau kita susah payah menyekolahkan dia agar dia pintar dan membangkang" ucap Sisca.
"Tapi apa itu tidak akan membuat dia rendah diri nantinya, karena ia merasa tidak sepadan dengan mereka" ucap Heru penuh keraguan.
"Kamu tau anakmu itu punya kepercayaan diri yang melebihi gunung, justru dengan cara ini kita bisa buat dia sadar siapa dia sebenarnya. Kalau TK biasa kita masih mampu untuk memenuhi semua keiginannya dengan senjata andalanya yaitu nangis dia akan semakin ngelonjak.Mari kita didik Dinda agar bisa menjadi anak yang sholeha, lihatlah penampilan anakmu seperti reog begitu. Kalau sekolah disana setidaknya ia bisa belajar memakai rok dan jilbab. Dia akan berubah perlahan Mas, Dinda tidak mungkin kita rubah tanpa ada lingkungan yang mendukungnya" panjang lebar Sisca mengemukakan pendapatnya mengenai pola asuh Dinda.
"Aku ngikut kamu aja sayang, aku tau semua yang kamu lakukan untuk kebaikan Dinda" Ucap Heru.
Kemudian Heru dan Sisca memberitahu kalau Dinda akan disekolahkan di tempat sekolah elite, gadis kecil itu menyambutnya dengan riang gembira.
Hari berikutnya Dinda resmi sekolah ditempat Narayan bersekolah gadis kecil itu sangat senang.Narayan juga senang karena ada Dinda yang dianggapnya adek sendiri.
Sesampainya dirumah Narayan langsung menceritakan kalau Dinda sekarang sekolah disekolah yamg sama denganya.Ia juga menceritakan kalau orang tua Dinda sekarang Heru dan Sisca.
"Kamu yakin sayang kalau temen baru kamu itu Dinda" tanya Cahaya.
"Iya Mah, cuma cekalang ia tinggal dengan Bapak/Ibu baru. Bapakna namana Helu Ibuna namana Sisca" ucap Narayan.
"Bagaimana itu bisa terjadi?, apa Dinda dijual oleh orang tuanya karena sudah bercerai dengan mas Ridwan" batin Cahaya
Berbagai pikiran buruk bergentayangan di benak Cahaya, karena setelah bercerai dari Ridwan ia tidak ingin ikut campur urusan mantan suami dan keluarganya.
"Mama, boyeh nggak Nalayan layain ulang tahun lagi dipanti.Kemalin Om Ilham bilang mau layain ulang tahun Nalayan dengan belbagi dengan anak-anak panti, nanti om Ilham yang danai tapi Nalayan halus ijin dulu cama Mama" ucap Narayan meminta Ijin pada Cahaya.
"Sayang, ulang tahun Naryan kan udah dirayain beberapa waktu yang lalu.Kenapa minta dirayain lagi, itu namanya mubadzir nak" nasehat Cahaya.
"Tidak ada yang Mubadzir mbak, aku akan mengajari Narayan berbagi dengan anak-anak yang kurang beruntung di panti.Meskipun belum tentu aku dapat mengahdirinya" ucap Ilham tiba-tiba datang langsung nyelonong.
"Datang-datang langsung nimbrung aja, Salam dulu kek!" Sewot Cahaya. Ilham langsung keluar lagi dan Masuk kembali kerumah.
__ADS_1
"Assalamualaikum....mbak Ayanya ada?" ucap Ilham usil.
"Nggak gitu juga kale," ujar Cahaya.
"Gimana boleh nggak? Sesekali sedekah pada anak yatim. Biar rejeki lancar" ucap Ilham.
"Memangnya kalau sedekah ke anak yatim harus lapor dulu ke kamu?" sewot Cahaya.
Mendengar ucapan kakaknya Ilham langsung garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Mama janan malahi Om Ilham, Nalayan ndak papa kok kalau ndak dilayain lagi ulang taunya" ucap Narayan.
"Sayang....nanti Mama bilang sama Papa dulu ya" kata Cahaya pada putra semata wayangnya.
"Makacih Mama," ucap Narayan.
"Sama-sama sayang" ucap Cahaya.
"Ya, sayang" ucap Cahaya.
"Ham...kamu tau nggak?" tanya Cahaya.
"Enggak!" jawab Ilham.
"Idih nyebelin deh," ucap Cahaya.
"Habisnya mbak Aya, lucu belum-belum udah nanya kamu tau nggak" ucap Ilham.
"Nggak jadi ah, kamu nyebelin" ucap Cahaya.
"Iya-iya mau ngomong apa?" tanya Ilham.
"Si tuyul itu sekarang sekolah di sekolahanya Narayan dan kata Narayan dia punya Bapak/Ibu baru namanya Heru dan Sisca. Apa jangan-jangan tuyul itu dijual Ibunya ya?" tanya Cahaya yang masih penasaran.
__ADS_1
"Mbak Aya ini kebanyakan gaul sama Rita, jadinya Nething terus. Si Heru itu bapak kandungnya si Dinda itu, mungkin Heru mengambil alih hak asuh anak itu karena walau bagaimanapun juga Dinda itu anak kandungnya" ucap Ilham.
"Atau jangan-jangan si Dinda itu beneran dikasih oleh Bapaknya Dita karena nggak kuat dengan kelakuan Dinda " tebak Cahaya.
"Mbak Aya bener-bener kena pengaruh Rita ini kayaknya dari tadi Nethink terus" ucap Ilham.
"Habisnya mbak itu gemes juga sama kelakuan Dinda, bikin emosi jiwa" ucap Cahaya.
"Terserah merekalah mbak mau anak itu dibuang, dijual, atau diadopsi terserah mareka toh itu bukan urusan kita" ucap Ilham.
"Iya juga sih" ucap Cahaya sambil meringis.
Setelah Arman pulang Cahaya langsung mengemukakan keiginan Narayan mengadakan ulang tahun lagi dipanti Asuhan. Rupanya Arman juga sangat setuju ia dan Yulia juga akan mendanai.Kabar gembira ini langsung Aya sampaikan pada Narayan bocah itu sangat girang.
Pagi Harinya ketika disekolah ia kembali membagikan undangan acara ulang tahunya yang acaranya akan di lakukan dipanti.Anak-anak sangat antusias menyambut acara tersebut, termasuk Dinda.
Sesampainya dirumah Dinda langsung memberitau Heru dan Sisca soal undangan acara ulang tahun Narayan yang akan dilakukan dipanti.
" Sayang kayaknya aku nggak bisa dampingi Dinda masalahnya pekerjaanku sedang banyak-banyaknya jadi aku nggak bisa ijin, bagaimana kalau kamu aja yang temeni Dinda" pinta Heru pada Sisca.
"Mas, sepertinya aku nggak bisa ijin sehari full palingan aku masuk setengah hari dulu baru aku minta ijin" kata Sisca.
"Bagaimana kalau kalau kita minta tolong sama Dita untuk menemani Dinda selama kamu belum datang" saran Heru.
"Aku kurang setuju, takutnya kalau dia deket Dita jiwa reognya keluar lagi" ujar Sisca.
"Terus bagaimana dong, syarat anak ikut kepanti harus didampingi salah satu orang tuanya. Sedangkan aku sama sekali nggak bisa ijin sedangkan kamu baru bisa ijin setelah setengah hari kerja sedangkan Dinda sangat berharap bisa datang kepesta ulang tahun temanya" ucap Heru.
"Ya terpaksa mas, kita nggak ada pilihan tapi kita harus pastikan Dinda nggak bikin ulah kalau nggak ada kita" ujar Sisca.
"Soal itu mudah-mudahan Dinda bisa mengendalikan dirinya untuk tidak bikin masalah disana." ucap Heru.
Setelah melalui berbaga pertimbangan akhirnya Dinda ditemani Dita sampai Sisca datang.Sejujurnya Sisca merasa nggak tenang meninggalkan Dinda bersama Dita. Sementara Dita sangat bahagia akhirnya ia dapat menemani putrinya kembali meskipun cuma setengah hari rasanya itu sangat membahagiakanya.
__ADS_1