NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Ilham pulang


__ADS_3

Hari ini Ilham sudah selesai menjalankan tugasnya ia langsung pulang kerumahnya.Bapak dan Ibunya masih ada disana.Dalam perjalanan pulang ia baru membaca serentetan pesan yang dikirim Cahaya dan Arman.Begitu membaca banyak pesan dari keduanya Ilham langsung tancap gas ingin segera sampai dirumah.


"Assalamaualaikum...." sapa Ilham ketika memasuki rumahnya.


"Waalaikum salam...." ucap Arman yang masih cuti mengajar. Melihat Arman yang membukakan pintu Ilham langsung memeluk Arman dengan erat.


"Selamat ya kak, akhirnya kau benar-benar menjadi kakakku walaupun dengan cara seperti ini" ucap Ilham yang masih memeluk Arman.


"Ham.....baru pulang?" tanya Bapaknya.


"Iya...pak" kata Ilham lalu ia masuk kedalam rumah.


"Ilham mandi dulu setelah itu, kita bicarakan apa yang sebenarnya terjadi. Sebenarnya mbak Aya dan Kak Arman sudah mengirimiku pesan namun kurang afdol bila tidak mendengar secara langsung" ucap Ilham.kemudian ia bergegas ke kamarnya dan melakukan ritual mandinya kemudian ia keluar lagi. Semua anggota keluarga sudah menunggunya. Sedangkan Yulia sudah pulang satu hari setelah menikahkan Arman dan Cahaya.


"Jadi begitu ceritanya" ucap Arman.


"Kenapa kalian nggak pakai cctv?, rumah ini kan ada cctvnya"cicit Ilham.


"Kami nggak kepikiran, pagi hari saat aku hendak mengajar lamgsung digelandang ke rumah ketua RT, aku baru bisa keluar dari sana setelah mama datang" ucap Arman.


"Sudahlah semua sudah terjadi, tapi ada hikmahnya juga dengan kejadian ini mbak Aya nggak nunda-nunda lagi pernikahan kalian, aku menjadi lega karena kedepanya aku akan lebih sibuk. Ada kabar baik yang akan aku sampaikan pada kalian semua .Aku naik jabatan lagi dan mungkin akan pindah luar kota" ucap Ilham.


"Alhamdulillah..." ucap mereka kompak.


"Bapak, Ibu, Ham.... Saya ingin meminta ijin untuk memboyong Cahaya dan narayan ke rumahku, Aku sudah menyiapkan rumah untuk tempat kami tinggal" ucap Arman.


"Kami titip Aya dan Narayan ya nak, kami percaya padamu sepenuhnya jangan pernah sakiti anak kami, jika memang suatu saat kamu sudah bosan kembalikan Aya pada kami secara baik-baik" ucap Bapaknya Aya sambil menangis.


"Iya kak, ....kulepas tanggung jawabku menjaga mbak Aya, kini kuserahkan segala tanggung jawabku terhadapnya.Jaga dia, Sayangi dia. Jangan pernah biarkan setetes air mata mengalir dipipinya karena kesedihan.Dia adalah wanita yang sangat berharga bagi kami, dulu sejak remaja hingga ia belum menikah dia memegang penuh tanggung jawab pada keluarga kami. Dia yang menjadi tulang punggung kami. Kami sangat menyayanginya" ucap Ilham.


"Iya....aku akan menjaga amanah kalian tak akan pernah kubiarkan air mata duka mengalir dipipinya, hanya air mata kebahagiaan yang akan aku berikan padanya. Itu janjiku pada kalian" ucap Arman dengan kesunguhan.


"Om....Ilham cudah puwang?" ucap Narayan yang baru bangun dan berlari langsung berhambut memeluk om kesayanganya.

__ADS_1


"Kangen ya sama Om? Om bawa oleh-oleh motor kecil yang bisa dinaikin, buat kamu main kaya di you tube yang sering kamu lihat" ucap Ilham. Mata Narayan langsung membulat sempurna melihat hadian yang dibawakan Ilham.


"Makacih Om, Nalayan cayang cama Om" ucap Narayan sambil kembali memeluk dan menciumi Ilham.


"Kamu sekarang punya Papa, seneng nggak?" tanya Ilham.


"Ceneng nggak ceneng" ucap Narayan.


"Kenapa begitu?" tanya Ilham.


"Ceneng kalena puna Papa, jadi cekalang aku bica cepelti teman-teman yang lain" ucap Narayan yang menbuat orang dewasa merasa terharu, sebuah hal kecil yang tidak pernah ia rasakan sejak kecil.Walaupun Narayan mempunyai Ayah namun ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ayah.


"Terus nggak senengnya kenapa?" tanya Ilham.


"Habisnya Papa nakal" ucap Narayan. Cahaya yang tau kemana arah pembicaraan Narayan langsung mengalihkan perhatian begitupun dengan Arman namun bocah itu tetap saja mengoceh.


"Papa nakal, cuka gigit bibil Ibu dan menindihnya" ucap Narayan polos. Seketika raut muka Cahaya merah padam menahan malu begitupun dengan Arman.


"Pfffftttt...." Ilham berusaha menahan tawanya.


"Iya...kan Nalayan udah puna papa jadi bobok beltiga" ucap Narayan polos.


"Narayan jagoan Om, sebenarnya Papa nggak nakal.... Sebenarnya di dibibir Ibu itu ada binatang nakal, jadi kalau tidak digigit Papa nanti mengigit Narayan.Sebenarnya Binatang itu mau gigit Narayan....karena Narayan udah besar nggak mau bobok sendiri" ucap Ilham mengarang cerita.


"Begitu ya Om" tanya Narayan polos.


"Iya...lagian kalau Narayan bobok sendiri nanti Papa bakal kasih hadiah adek yang lucu buat Narayan, Narayan mau nggak?" tanya Ilham.


"Mau Om, benelan Papa mau kasih adek buat Nalayan?" tanya Narayan.


"Iya...Asalkan Narayan mau bobo sendiri, nanti pasti Papa dan Ibu bakal bikinin Adek yang lucu buat Narayan" ucap Ilham.


"Ilham!" teriak Cahaya, ia tidak suka Ilham berkata demikian kepada anaknya.

__ADS_1


"Oh ya? kalau begitu Nalayan mau bantu bikin adek" ucap Narayan yang langsung disambut pelototan Cahaya pada Ilham.


"Nggak boleh itu, hanya orang dewasa yang bisa" ucap Ilham lagi.


"Memangnya bagaimana bikinya Pa?" tanya Narayan tiba-tiba pada Arman.


"Tanya Om, Ilham!" ucap Cahaya seketika.


"Mati gue" batin Ilham


"Narayan maaf ya ,mendadak om sakit perut nih" ucap Ilham hendak melarikan diri.Cahaya langsung menyadari pergerakan Ilham ia langsung mencekal tangan Ilham.


"Tanggung jawab!, jangan asal bikin onar aja langsung mau kabur enak aja!" ucap Cahaya sambil menjewer telinga Ilham.Ilham kebingungan harus jawab apa.


"Sayang biar Papa jelasin, Adek kecil itu harus diorder dulu di hutan amazon, tapi tetep aja Narayan harus bobok sendiri agar keinginan Narayan segera terwujud dan Narayan juga harus berdoa minta sama Tuhan, Ok!" kata Arman.


"Ok Pa, mulai cekalang Nalayan mau bobok sendiri" kata Narayan.


"Satu lagi kamu nggak boleh cerita sama bu guru dan teman-temanmu ini rahasia!, soal Ibu digigit sama Papa nanti hewanya marah dan malah gigit kamu" ucap Cahaya menakut-nakuti Narayan ia tidak ingin hal yang memalukan itu tersebae dimana - mana karena mulut polos Narayan.


"Iya...Nalayan mengelti, tapi kalau cekolah diantel Papa boyeh kan? Nalayan mau liatin ke teman-teman Nalayan cekalang puna papa" ucap Narayan.


"Tentu boleh dong sayang, Apa sih yang enggak buat anak Papa yang ganteng ini" ucap Arman.


Suasana hangat menyelimuti kediaman Cahaya kedatangan Ilham membawa suasana lebih hidup.


"Kalian jangan pindah dulu, Aku harus bersihkan nama kalian sebelum meninggalkan kampung ini" ucap Ilham.


"Sudahlah Ham....mbak nggak apa-apa, mbak sudah iklas dengan semua yang terjadi mungkin bagian takdir dari Tuhan yang harus mbak jalani" ucap Cahaya.


"Tidak bisa begitu! Pokoknya jangan pergi dulu aku akan kerumah ketua RT untuk menyelesaikan masalah ini" ucap Ilham.


"Semua sudah selesai Ham" ucap Arman.

__ADS_1


"Belum! " ucap Ilham


__ADS_2