NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Nekat


__ADS_3

"Apaan kamu sih mas, kamu sudah gila ya?" umpat Aya seraya mendorong tubuh Ridwan, namun tenaganya tak sebanding dengan Ridwan. Sekuat tenaga ia mencoba melepaskan pelukanya maka semakin kuat Ridwan memeluknya, Cahaya tidak kekuarangan akal ia mengigit lengan Ridwan, namun lagi-lagi Ridwan tidak mempedulikanya ia terus memeluk tubuh Aya, dihirupnya aroma tubuh mantan istrinya yang selalu ia rindukan.


"Rita....tolong" teriak Aya.Mendengar teriakan Aya diluar Rita segara berlari, ia sangat kaget saat melihat bossnya meronta-ronta dalam pelukan Ridwan. Tanpa babibu Rita langsung mengambil sapu yang ada didekatnya.


"Bugh...bugh...bugh" Rita memukuli Ridwan dengan membabi buta, pelukannya terlepas Cahaya langsung berlari kearah Rita.


"Kurang ajar kamu Rita, beraninya kamu mengganggu kesenanganku" ujar Ridwan seperti kesetanan.


"Pergi dari sini atau aku akan berteriak biar kamu dimasa" Ancam Rita.Dalam hati Rita bergidik ngeri juga melihat Ridwan seperti ini.


"Teriak saja kalau kau berani" tantang Ridwan


"Tolong...tolong...ada orang gila ngamuk" teriak Rita memekakkan telingga, orang-orang langsung berdatangan.Melihat kedatangan orang-orang Ridwan langsung mengambil langkah seribu.


Sementara itu Cahaya yang masih shock dengan kejadian baru saja yang ia alami ia masih menangis dipelukan Rita.


"Mbak Aya yang tenang ya!, orang gilanya sudah Rita usir" ucap Rita menenangkan Aya.


"Bapak, Ibu dan semuanya terima kasih sudah membantu kami" ucap Rita pada warga sekitar.


"Nggak apa-apa mbak lain kali begitu orang itu datang langsung berteriak aja mbak pasti kami datang, mbak Aya di bawa masuk dulu kasian kelihatanya shock banget" ucap Salah seorang warga.


"Iya, sekali lagi makasih ya Bapak-bapak, Ibu-Ibu" ucap Rita.


Rita memapah Cahaya kedalam, dan berusaha menghibur Cahaya.


"Saya sudah hubungi Pak Arman mbak, tapi tidak diangkat" ucap Rita.


"Mas Arman ada diluar kota sampai dua hari, dia ada seminar disana" ucap Cahaya.


"Mbak diminum dulu tehnya, biar mbak Aya agak tenang" ucap Rita.


"Rita, bisa minta tolong nggak, tolong hubungi mang karta untuk jemput aku disini dan kamu ikut antar aku pulang ya" ucap Cahaya memelas.


"Iya mbak, bentar aku hubungi dia dulu. Besuk nggak usah ketoko dulu, takutnya orang gila itu datang lagi, kalau dirumah mbak Aya kan nggak mungkin disana ada security" ucap Rita menasehati, ia sangat prihatin dengan kondisi Cahaya saat ini, wajahnya pucat ia juga kelihatan masih ketakutan. Cahaya tidak menjawab ucapan Rita ia hanya membalasnya dengan menganguk lemah.

__ADS_1


"Orang gamon ngeri juga ya kalau bertindak" batin Rita


Tak lama kemudian supir yang menjemput Cahaya sudah datang, sesuai dengan janjinya Rita ikut mengantar sampai rumah, begitu sampai dirumah Rita juga langsung menghubungi Yulia untuk menemani Cahaya. Ia menyarankan agar tidak memberitahu soal ini pada Arman dahulu karena takut Arman jadi kepikiran.


Selama Arman belum pulang Aya benar-benar tidak keluar Rumah, selama dua hari pula Ridwan masih setia mengintai pergerakan Aya.Rasa rindu kian menumpuk dalam dada Ridwan mengalahkan logikanya, siang itu ia nekat mendatangi rumah Cahaya meskipun ada penjaga ia tidak peduli ia tetap memaksa untuk masuk.


"Maaf sesuai intruksi dari pemilik rumah, Bapak tidak diijinkan masuk" ucap security.


"Kamu gila apa? aku ingin menemui istriku sendiri masak nggak boleh" Ridwan memaki security ia benar-benar kehilangan kontrol dirinya.


"Ohh...pantas saja, Bapak tidak diijinkan masuk rupanya anda pasien RSJ" sindir security.


"Apa kamu bilang?" tanya Ridwan dengan tatapan nyalang.


"Rupanya dia benar-banar sakit" guman security.


"Bugh..." tanpa aba-aba Ridwan langsung memukul security tersebut.


"Kurang ajar!" ucap security tersebut, ia langsung menyeka sudut bibirnya yang berdarah. Lalu ia mendekati Ridwan dan mencekram kerah kemeja Ridwan.


"Bugh...ini balasan karena kau berani memukulku" satu tinju mendarat di pipi Ridwan.


"Bangun pecundang!, mana nyalimu" tantang security.


Dengan sekuat tenaga Ridwan bangun dan berusaha membangun serangan kembali namun lagi-lagi ia tersungkur karena tendangan security tadi.


"Tunggu pembalasanku besuk" ucap Ridwan berjalan sempoyongan meningalkan kediaman Arman.


"Dasar pecundang!, apa dia nggak ngaca siapa dia, berani mengoda Ibu Aya, baru segitu aja sudah keok" ejek security tersebut.


Mendengar keributan diluar rumah Cahaya semakin ketakutan.Ia sangat berharap Arman segera pulang, namun esuk Arman baru bisa pulang karena masih ada satu seminar lagi.Narayan kesekolah juga didampingi Yulia, ia tidak ingin cucu kesayangannya berada ditangan yang salah.Ridwan benar-benar mati kutu, selama dua hari ia tidak dapat melihat wajah wanita yang ia rindu siang dan malam.


"Wan, apa yang kamu lakukan itu adalah sebuah kesalahan. Kamu bisa dituntut Wan" Nasehat Budi.


"Bud, kamu bisa ngomong kaya gitu karena kamu nggak ngerasain apa yang aku rasakan sekarang Bud, benar kata Dilan rindu itu berat" ucap Ridwan mulai ngelantur.

__ADS_1


"Rindu sih boleh, tapi jangan rindu istri orang itu bikin masalah Wan" nasehat Budi pada Ridwan.


"Kamu nggak tau, Aya itu terpaksa menikah sama Arman, dan aku akan membebaskan dia agar dia bahagia bersamaku" ucap Ridwan.


"Kamu kayaknya sakit deh Wan, baiknya kamu periksa kejiwaan kamu" omel Budi


"Iya aku sakit cinta dan sakit rindu hanya Aya yang bisa mengobatiku" ujar Ridwan.


"Kamu tau Bud, Aya itu hanya bahagia bila bersamaku" lanjutnya.


"Bahagia dengkulmu!, sebagai sahabat aku hanya menyarankan jauhi Aya demi kebaikan kamu dan dia" ucap Budi kembali menasehati.


"Dia hanya bahagia bila bersamaku,dan aku akan mewujudkan impianya menjadi nyata" ujar Ridwan sambil tersenyum membayangkan wajah cantik Cahaya.


"Sak karepmu Wan, pusing palaku nasehatin kamu" ucap Budi pada akhirnya.


Hari ini adalah hari kepulangan Arman, hari yang sangat dinantikan Cahaya, ia sangat bahagia akhirnya suami tercintanya pulang.


"Mas, kenapa perginya lama sekali?" ucap Cahaya merajuk.


"Kamu kangen ya?" godanya.


"Banget," ucap Aya lalu memeluk suaminya dihirupnya aroma tubuh suaminya yang sudah menjadi candunya.


"Kenapa akhir-akhit ini kamu manja sekali?" tanya Arman.


"Aku nggak mau jauh-jauh dari kamu mas, kemarin ketika kamu pergi Mas Ridwan datang ke toko, tiba-tiba ia bilang kangenlah apalah saat aku hendak pergi meningalkanya tiba-tiba dia memelukku dari belakang, aku terus meronta tapi apa dayalah aku, kugigit lengannya namun ia tak bergeming, untungnya ada Rita" ucap Aya mencerita kejadian yang baru dialaminya selama ditinggal Arman seminar. Rahang Arman mengeras, tanganya mengepal erat, wajahnya memerah menahan amarah.


"Kenapa kamu nggak bilang dari kemarin kalau, si brengsek itu ganggu kamu" ucap Arman emosi


"Aku takut ganggu kamu mas" ucap Aya.


"Aku harus buat peritungan dengan dia, beraninya ia mengusikku" ucap Arman


Tbc...

__ADS_1


Jangan lupa like,comment dan favorite ya guys ya


Love you all


__ADS_2