NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Kericuhan


__ADS_3

Ada kepuasan tersendir yang dirasakan oleh Ibunya Ridwan dengan kasus yang dialami Cahaya. Slentingan dan stigma negatif terus mengarah ke Cahaya seiring dengan kabar buruk yang dihembuskan mantan mertua.Hari ini Cahaya benar-benar tidak bisa keluar rumah, bahkan ke toko untuk sekedar mengecek sebentar saja tidak diijinkan warga, Cahaya benar-benar merasa dipenjara dirumahnya sendiri.


Siang hari Yulia bertandang kerumah Cahaya sambil mengantar Narayan sepulang sekolah.


"Ibu....Nalayan puwang!" ucap Narayan.


"Sini sayang!, Ibu kangen.... Semalam rewel nggak?" tanya Cahaya.


"Endak dong Nalayan kan anak pintal, jadi ndak natal ya kan, Oma? ucap Narayan.


"Iya...kan cucu oma pintar" ucap Yulia.


"Makasih ya Bu, udah jagain Narayan. Maaf selalu merepotkan" ucap Cahaya.


"Ibu Malah senang tidur ada yang menemani, kalau Nggak ada Narayan Ibu malah kesepian. Arman juga tidur disini kan?" ucap Yulia. Mendengar perkataan Yulia, Cahaya mendadak murung.


"Kamu kenapa? Sepertinya kamu lagi banyak pikiran" tebakan Yulia tepat sasaran.


"Bu...kita bisa bicara sebentar, Narayan kamu masuk kamar dulu ya sama Bibik!" ucap Cahaya pada putra semata wayangnya. Narayan menganguk patuh lalu menuju ke kamarnya bersama Art Cahaya.


"Ada apa Aya? Sepertinya kamus sedang ada masalah" tanya Yulia sudah tidak sabar mendengar curhatan Aya.


"Begini bu, Semalam Mas Arman menginap disini" Cahaya menghela Nafas menjeda ucapanya.


"Terus," Yulia semakin penasaran, Cahaya menceritakan serentetan peristiwa yang dialaminya bersama Arman hingga siang ini.


" Hmmm.... Jadi Arman masih ditahan disana?" tanya Yulia.


"Iya bu," Ucap Aya.


"Begini Aya, untuk urusan Arman biar nanti Ibu yang akan ambil dia dari Rumah RT, Ibu akan menghubungi pengacara untuk mengurus ini."


"Aya... Setiap masalah itu ada hikmahnya, dari masalah ini kamu bisa ambil hikmahnya kalian segeralah menikah, untuk menghindari berbagai fitnah yang akan menyerang kalian. Siap atau tidak siap itu tergantung kita. Kamu harus melupakan masa lalu kamu jangan terlalu menoleh kebelakang karena kamu tidak akan maju kedepan dengan selamat bila kau terus-terusan menoleh kebelakang" Nasehat Yulia.


"Iya ma, hiks...hikss , menikah dengan Mas Arman itu sebenarnya Impian Aya namun bukan dengan cara begini ma" ucap Cahaya.


"Sepertinya saksi kunci masalah ini hanya Ilham yang dipercaya warga, masalahnya Ilham nanti beneran bisa pulang/tidak yang harus kita pastikan dan kita harus menyiapkan segala kemungkinan yang terjadi" ucap Yulia.

__ADS_1


"Aya sudah menghubungi Ilham namun ponselnya belum aktive, mungkin dia masih sibuk " ucap Cahaya


"Sebentar lagi kamu akan jadi menantu Mama , jangan panggil Bu lagi.Panggil Mama seperti Arman" ucap Yulia.


"Iya ma," ucap Cahaya.


"Tadi Mama sudah menghubungi orang kepercayaan Mama sebentar lagi ia akan datang kesini dan Mama akan kerumah ketua RT untuk membicarakan ini" ucap Yulia tenang


"Makasih Ma" ucap Cahaya.


Beberapa saat kemudian Yulia bersama orang kepercayaanya mendatangi kedian ketua RT setempat untuk membicarakan masalah yang membelit putra kesyanganya.Diskusi berjalan alot, setelah melewati debat yang alot akhirnya Arman diijinkan pulang kerumah Cahaya dengan pengawasan warga.


Hingga malam hari, Ilham tidak dapat dihubungi tengah malam Ilham mengabarkan bahwa ia belum bisa pulang karena ada masalah Urgent yang harus ditanganinya.


"Bagaimana ini Ma, Ilham belum bisa pulang warga mendesak untuk segera menikahkan kami" ucap Aya panik.


"Tidak ada jalan lain kalian harus segera menikah sekarang juga! Soal Bapak kamu biar Mama yang bicara, besuk pagi biar dia kemari" ucap Yulia lembut namunnpenub ketegasan.Cahaya hanya bisa menganguk pasrah.


Pagi harinya kedua orang tua Cahaya datang bersama Binar. Mereka sudah tau permasalahan yang sedang menimpa Cahaya. Binar langsung duduk bersimpuh memohon maaf pada Cahaya.


"Mbak maafkan aku, semua ini terjadi karena kecerobohanku. Hiks...hikss....hikss, Ampuni aku mbak" ucap Binar sambil menangis dan bersimpuh didepan Cahaya.


"Binar....lain kali otak itu ditaruh diatas jangan ditaruh didengkul" Ucap Bapaknya Cahaya Emosi.


"Maafkan Binar Pak, hiks...hikss.." ucap Binar sambil terisak.


"Sudahlah Pak, tidak ada yang perlu disalahkan disini. Semua tinggal menjalani takdirnya masing-masing begitupun dengan aku" ucap Cahaya.


"Mbak...kalau mbak keberatan menikah dengan mas Arman biar aku saja yang mengantikan mbak?" ucap Binar tanpa dosa.


"Maksud kamu apa?" tanya Cahaya.


"Dasar anak tidak tau diuntung!, kerjaanya bikin masalah terus, kamu kira Arman mau menikah dengan perempuan tengil kaya kamu" ucap Bapaknya Cahaya ketus.


"Sudahlah Pak, sebentar lagi penghulu datang. Tidak perlu lagi saling menyalahkan toh Aya dan Arman juga sudah saling cinta" ucap Yulia. Mencoba meredam situasi yang semakin panas.


Tak lama kemudian Penghulu datang, Meskipun pernikahan Cahaya dan Arman bisa dibilang dadakan, namun Yulia tetap mengunakan jasa seorang MUA untuk merias Cahaya. Perempuan muda itu tampak angun dengan balutan kebaya putih, riasan natural diwajahnya semakin memperlihatkan pancaran kecantikan Cahaya.Semua mata terpesona memandang kearah Cahaya dua kata yang mewakili untuk penampilan Cahaya saat ini yaitu Cantik dan angun.

__ADS_1


Arman melirik sekilas, jantungnya berdetak berkali kali lebih cepat dari biasanya wanita ia yang ia puja siang dan malam sebentar lagi akan menjadi Istrinya.


"Calon istriku cantik sekali," batin Arman


Penghulu mulai menjabat tangan Arman dan siap untuk menikahkan Aya dan Arman.


" Saudara Arman Wijayanto" ucap Penghulu


"Ya, Saya Arman Wijayanto" ucap Arma.


"Brakk....,Prang...,klontang...." Suara kegaduha terdengar diluar


Belum sempat pengulu menikahkan Aya dan Arman terdengar keributan dari luar rumah.


"Permisi...Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, diluar ada keributan juragan sukirman dan para preman pasar mengamuk mereka tidak terima mbak Aya menikah" ucap Salah seorang warga.


"Bagaimana ini pak,?" Ibunya Cahaya panik.


"Hei....keluar kalian semua, Aya nggak boleh menikah dengan orang lain kalaupun menikah ia harus menikah dengan aku" teriak Sukirman dari luar rumah.


"Bagaimana ini, nikahnya dilanjutin tidak?" tanya Pengulu.


"Lanjutin" kata Arman.


"Ditunda dulu, juragan bisa mengamuk kampung kita ini bisa diratakan dengan tanah oleh preman-preman yang di sewa juragan Sukirman" ucap Ketua RT.


"Pak lapor ada anak kecil yang terluka karena ulah juragan sukirman" ucap salah seorang warga.


"Saya juga tidak mau mati konyol, saya juga takut dengan preman-preman itu. Sebaiknya pernikahan ini ditunda dahulu." ucap penghulu yang gemetaran mendengar teriakan diluar.


"Prang..." kaca dirumah Cahaya pecah serpihanya mengenai wajah ibunya Cahaya darah segar mengalir dari muka dan pelipis Ibunya Cahaya.


"Ibu...." teriak Cahaya.


Ibunya Cahaya meraba pelipisnya berdarah dia kaget dan "brugh...." pingsan


Tbc ...

__ADS_1


Jangan lupa like comment dan fav ya...biar otor semangat updatesnya


__ADS_2