NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Dita mendapat pekerjaan baru


__ADS_3

Setelah berbasa basi sebentar Heru dan istrinya segera pamit undur diri.


"Mas keliatanya, Heru dan istrinya orang baik ya? Mudah-mudahan ia bisa mendidik Dinda dengan baik" ucap Cahaya.


"Aku sependapat denganmu, Kalau Papanya Narayan orang baik nggak?" goda Arman.


"Mulai deh," ucap Cahaya.


"Mulai apa?" tanya Arman.


"Mulai Alay" ucap Cahaya.


"Tapi kamu suka kan?" goda Arman.


"Aduh kalau udah gini, nanti nggak selesai-selesai dan kita bakal terlambat kerja gara-gara mas arman minta yang aneh-aneh mending aku kabur aja" batin Cahaya


"Kamu mau kemana?" tanya Arman saat mengetahui arah pergerakan Cahaya. Secepat kilat Arman menangkap Cahaya dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.


Sementara itu kebahagiaan Cahaya berbanding terbalik dengan keadaan Dita saat ini, Wanita ini hari-harinya dihabiskan untuk melamun dan meratapi Dinda si buah hatinya.


"Kamu sedang apa sayang? Apakah Ayah kamu memperlakukanmu dengan baik?" batin Dita.


Tatapannya nerawang jauh, Ibunya Dita sebenarnya kasian melihat Dita namun, bagaimana lagi kalau terus-terusan memaksa merawat Dinda ia tidak mampu secara lahir dan batin.kondisi ekonomi keluarga Dita sedang terpuruk, karena sejak kejadian Ibunya Ridwan melabrak Dita warungnya tidak ada pengunjung sama sekali dan terpaksa harus ditutup. Bapak dan Ibunya terpaksa bekerja serabutan untuk menyambung hidup.


"Dita! , Bapak itu heran sama kamu. Tiapa hari kerjanya melamun terus apa nggak bosen kamu?" tanya Bapaknya Dita.


"Iya Dit, coba kamu cari kerjaan sana supaya pikiran kamu biar teralihkan, kamu juga tau sendiri kehidupan kita bagaimana. Satu persatu barang kita jual untuk menutupi kebutuhan hidup" ucap Ibunya.


"Ibu....Dita mau kerja apa? Dita nggak punya keahlian apapun" ucap Dita.


"Keahlian itu bisa diasah kalau kamu ada niat" ucap Ibunya.


"Kerja sana jangan hanya melamun sepanjang hari, kamu pikir dengan kamu melamun bisa beli beras?" Cecar Bapaknya Dita.


"Sekarang Dita mau tanya? Diumur Dita sekarang ini kerja apa yang bisa Dita lakukan?" tanya Dita.


"Banyak asal kamu mau, kerja dipabrik, Art, atau buruh gosok cuci dirumah tetangga, kamu tinggal pilih mana yang cocok buat kamu" ucap Bapaknya Dita.


"Idih Art, tukang cuci gosok ogah banget" ucap Dita.

__ADS_1


"Ya udah, kerja dipabrik aja!" ibunya Dita memberi solusi.


"Kerja dipabrik itu capek pak, Dita maunya kerja kantoran atau punya kantor sendiri kaya mbak Aya" ucap Dita.


"Ngimpi kamu!, udah sekarang kamu mandi dan cari kerjaan sana. Bapak udah neg liat kamu, setiap hari cuma melamun aja.Satu persatu elektronik kita jual karena Bapak nggak sangup bayar listrik bahkan magicom aja kita udah jual, kamu mikir dikit kek" ucap Bapaknya Dita.


"Nduk kalau kamu kerja dan nanti sudah sukses kamu bisa jemput Dinda, apa kamu nggak pingin jemput Dinda lagi" ucap Ibunya Dita.


"Iya....Dita kangen anak itu, dengan segala tingkahnya yang mengemaskan, Ok mulai sekarang Dita akan cari pekerjaan demi Dinda" ucap Dita penuh semangat.


"Mengemaskan apaan? Menjengkelkan iya, anak liar kaya gitu dibilang mengemaskan, ah sudahlah, yang penting dia mau kerja nggak melamun terus dirumah" batin Ibunya Dita.


Dengan semangat empat lima Dita mencari pekerjaan kesana-kemari namun hingga dua minggu tak membuahkan hasil.


"Ah...ternyata cari kerja susah juga, aku laper banget lagi. Mampir ke warung mie ayam bentar untuk menganjal perut habis itu cari kerjaan lagi" guman Dita.


Sesampainya di warung Mie ayam ia langsung memesan mie dan memakanya dengan lahab dari sebelah meja nampak seorang laki-laki memperhatikan Dita sejak tadi, kemudian laki-laki itu mendekati Dita.


"Mbak sendirian aja?" tanya laki-laki tersebut.


"Udah tau, nanya" sewot Dita


Laki-laki tersebut terus mengajak Dita ngobrol hingga membuat Dita jengah lalu meninggalkan kedai mie Ayam, namun naas ditengah perjalanan Dita kecopetan.


"Makasih ya mas, atas pertolonganya"ucap Dita pada pria tadi.


"Sama-sama, oh ya nama kamu siapa?" tanyanya.


"Dita" ucap Dita


"Aku perhatiin dari tadi kamu sibuk bawa map, apakah kamu mau cari kerja? Tanya laki-lakk tadi.


"Iya maunya sih begitu, tapi ternyata sulit sekali cari pekerjaan" ucap Dita jujur.


"Kebetulan sekali aku lagi nyari orang buat kerja dengan aku" kata laki-laki tadi.


"Tapi maaf sebelumnya ya mas, kalau Art saya tidak mau" ucap Dinda tanpa basa-basi.


"Enggaklah mana mungkin wanita secantik kamu aku jadiin Art" ucap laki-laki tadi.

__ADS_1


"Wah benarkah? Lalu aku kerja apa disana" tanya Dita penasaran.


"Nanti aku training dulu kamu, baru aku tempatkan diposisi yang pas untuk wanita secantik kamu" ucap laki-laki tadi.


"Tapi mas, aku harus ijin dulu sama orang tuaku takutnya dia nyari aku" ucap Dita.


"Nggak masalah kalau gitu aku antar kamu kerumahmu sekalian ketemu orang tua kamu untuk meminta ijin kamu bekerja dengan aku, oh ya kenalkan namaku Reynaldi" ucap laki-laki tersebut.


Tak menunggu waktu lama Dita dan Reynaldi bertemu dengan orang tua Dita, lalu mengajaknya ke kota untuk memberi pekerjaan pada Dita.kedua orang tua Dita menyetujui Dita kerja bersama Reynaldi meskipun baru kenal tapi mereka langsung percaya begitu saja dengan Reynaldi.


Setelah sampai dikota Dita tidak langsung bekerja, dia melakukan serangkaian perawatan wajah dan tubuh.Ia sangat menyukai perubahan pada dirinya kini.


"Wah...aku berubah cantik begini, tak ada lagi wajahku yang buluk"guman Dita sambil berkaca.Tak lama kemudian Reynaldi datang ke kost milik Dita.


"Gimana Dit, kamu senang nggak disini" tanya Reynaldi.


"Wah aku seneng banget Rey, wajahku jadi kinclong" ucap Dita.


"Kamu harus lebih semangat berolah raga dan diet ketat untuk menyempurnakan penampilanmu" ucap Reynaldi.


"Rey.....aku mau tanya sebenarnya pekerjaanku nanti itu apa kok kamu repot-repot banget bikin aku cantik gini" tanya Dita.


"Nanti setelah kamu siap dan turunkan berat badanmu dua kilo lagi, kamu akan langsung aku terjunkan ke pekerjaan kamu yang sebenarnya" ucap Reynaldy.


"Rey, apakah nanti kalau aku sudah kerja aku masih bisa perawatan seperti ini?, aku nggak mau jadi jelek lagi" ucap Dita.


"Oh...tentu Dita, kamu bisa melakukan perawatan sendiri setelah kau punya penghasilan" ucap Reynaldi.


"Memangnya gajiku berapa, hingga aku bisa perawatan kaya gini, karena aku yakin biaya perawatan wajah dan tubuhku tidaklah sedikit" ujar Dita.


"Kamu tenang aja, gaji kamu sehari bisa satu juta bahkan lebih" ujar Reynaldi.


"Wah...benarkah? Aku jadi tidak sabar ingin segera bekerja" ujar Dita.


"Makanya kamu olah raga yang rajin dan diet ketat agar lekas bekerja" ucap Reynaldi.


Tbc.....


Ada yang penasaran pekerjaan Dita itu apa tunggu di next part ya.

__ADS_1


Satu lagi yang pingin liat Visual Dinda yang mengemaskan ini otor kasih



__ADS_2