NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Siapa Anda ?


__ADS_3

Setelah acara selasai keluarga Cahaya berfoto bersama, tak ketingalan Yulia juga ikut disesi foto bersama. Sesak didada yang dirasakan oleh Tini ibunya Ridwan, harusnya ia yang disana bersama cucunya. Berkali-kali Narayan bilang bangga pada Oma dan Papanya.


"Wah keluarga Narayan bener-bener keluarga yang harmonis, kita jadi iri lihat kebersamaan mereka.Papa, Mama dan Omanya selalu ada disetiap kesempatan" celetuk salah seorang wali murid.


"Apa lagi sekarang Narayan sudah sah jadi cucu Ibu Yulia, tambah sayang aja itu Ibu Yulia. Dulu aja, sewaktu Bu Aya dan Pak Arman belum menikah setiap kesempatan bu Yulia selalu menemani Narayan, apalagi sekarang bak lem dan perangko Ibu Yulia dan Narayan" celetuk yang lainya.


"Harusnya itu aku yang ada disitu, kenapa jadi perempuan itu menyebalkan sekali. Semua orang memuja mereka bikin kuping panas saja" batin Ibunya Ridwan


Setelah acara selesai orang tua dan wali murid sudah pulang namun Ridwan dan Ibunya belum bisa pulang mereka harus menyelesaikan tugasnya dulu.Berkali-kali Ibunya Ridwan mengeluh karena capek, sontak membuat sesama tim kebersihan muak.


"Hei...kamu dari tadi duduk-duduk aja, kerjaan masih banyak. Kamu pikir kamu ini siapa? Kita disini kerja cari duit dan kerjanya kerja tim jadi jangan seenaknya sendiri"maki salah satu petugas kebersihan.


"Aku disini juga terpaksa, aku cuma pingin lihat cucuku aja" ucap Ibunya Ridwan.


"Hei...nenek-nenek, disini tidak ada anak-anak dan anak-anak disini sudah pulang dengan keluarga masing-masing,dan satu lagi kalau mimpi jangan ketingian. Ini sekolah mahal jadi nggak mungkin kalau cucumu itu sekolah disini" ucap yang lainya.


"Huu...uuu, halu kalau mimpi jangan ketingian ntar jatuh sakittttt" ledek yang lainya.


"Ada apa ini rame-rame?" tanya security


"Ini pak, dia dari tadi kerjanya malas-malasan aja" Adu seorang petugas kebersihan.


"Ibu tadi kan yang maksa agar bisa masuk kesini untuk jadi petugas kebersihan, sekarang kerja yang bener! Tadi aja maksa-maksa" ucap Security.


"Kan saya tadi bilang cuma pingin liat cucu saya Narayan aja, dan dia sekarang sudah pulang jadi buat apa aku kerja" ucap Ibunya Ridwan.


"Buahahhaahhaha....hahaha" spontan security tertawa terbahak-bahak.


"Ibu jangan bikin guyonan disini, Narayan itu cucunya Ibu Yulia. Sepanjang saya kerja disini aku baru liat Ibu, jadi jangan bikin alasan untuk tidak mau bekerja. Segera selesaikan perkerjaan dan setelah itu baru boleh pulang" ucap security lalu meninggalkan Ibunya Ridwan dan teman-temanya.


Dengan setengah hati Ibunya Ridwan menyelesaikan pekerjaanya.Setelah ia bersiap untuk pulang kampung dan memulai hidup baru disana.


☆☆☆☆☆


Sementara itu kebahagiaan tengah menyelimuti keluarga kecil Cahaya.Mereka tinggal diperumahan elit bertiga.Yulia sesekali datang untuk menginap.


"Mama...." ucap Narayan tiba-tiba.

__ADS_1


Cahaya celingukan mencari siapa yang dipanggil Narayan.Dirumah itu hanya ada Aya, suaminya dan art.


"Kok Mama binun? Aku pangil Ibu, Mama sekalang. Kata temen-temen kalau Papa itu sama Mama, katanya Aneh kalau Papa sama Ibu" ucap Narayan.


"Ya, nggak begitu juga kali nak, kamu panggil Ibu seperti biasa aja itu lebih baik" ucap Cahaya.


"Ah....Mama nggak selu," Narayan merajuk.


"Kenapa lagi jagoan papa, kok manyun begitu?" tanya Arman.Namun Narayan masoh mode ngambek dia diam saja.


"Ada apa sih sayang? Sepertinya ada yang ngambek" tanya Arman.


"Itu Narayan, mau panggil aku Mama segala biasanya juga panggil Ibu pakai panggil Mama" ucap Cahaya.


"Ya biarkan saja, nggak ada masalahkan mau panggil emak, nyak, mommy, mama, mami toh artinya sama ngapain kamu ribut sama anak kecil" ucap Arman.


"Ya, aku ngerasa nggak pantes aja mas dipanggil Mama. Panggilan itu terlalu bagus untuk aku" ucap Cahaya yang merasa rendah diri.


"Udahlah....kasian anak kita, mungkin dia mau seperti teman-temanya Mama-Papa, Ayah-bunda, Mommy- Dady " ucap Arman.


"Ho oh Papa benal, kata temen-temen aneh Ibu cama Ayah" ucap Narayan semangat dapat pembelaan dari Arman.


"Ok kalau begitu kamu boleh panggil Ibu Mama tapi, harus janji sekolah yang rajin" ucap Cahaya.


"Hole ...telima kasih Papa" ucap Narayan.


"Kok terima kasihnya ke Papa?" ucap Cahaya tidak terima.


"Habisnya Mama pakai acala tidak mau segala, Nalayan kan BT" ucap Narayan sambil menjulurka lidahnya.


"Kamu kalau sudah ada Papamu, sudah lupa dengan yang lain" ucap Cahaya pura -pura ngambek.


"Oh ya Ma, Besuk ada undangan kawinan temenya Papa. Mama temeni Papa yah" ucap Arman.


"Ih...Mas Arman kok ikut-ikutan Narayan panggil Mama sih" protes Cahaya.


"Nggak apa-apa biar tambah romantis, kamu jangan panggil mas lagi kaya masih pacaran aja mulai sekarang panggil Papa sepeti Narayan memanggilku" icap Arman.

__ADS_1


"Hmmm" Cahaya mencebikkan bibirnya.


"Gimana bisa nggak nemeni Papa besuk malam?" tanya Arman


"Mas, maksud aku Pah....aku takut bikin kamu malu disana, disana tempatnya orang gede-gede dan berpendidikan semua" ucap Cahaya minder.


"Banyak temen-temen Papa yang kecil kaya kamu, jadi kamu tenang aja nanti banyak teman" goda Arman.


"Bukan kecil badanya pah,....maksudku aku hanya orang kampung yang bodoh, dimata mereka aku sangat kecil" ucap Cahaya semakin rendah diri.


"Kamu tenang aja, Papa akan selalu disamping kamu. Jangan pikir macam-macam" ucap Arman menenangkan Istrinya.


"Jagoan Papa besuk menginap dirumah oma dulu atau mau dirumah sama bibi, soalnya Papa dan Mama mau kepesta orang dewasa jadi disana tidak ada anak kecil" ucap Arman.


"Dilumah Oma aja, bibik nggak asik diajak main.Dia kalau dilumah nonton dlakol telus Nalayan bocan" curhat Narayan


"Ya sudah, kalau begitu besuk Narayan ikut Oma saja" ucap Arman.


Malam yang sudah ditunggupun tiba Cahaya sangat angun mengunakan dres warna peach dengan pasmina yang senada begitupun dengan Arman laki-laki ini terlihat sangat gagah dan tampan dengan mengunakan jas yang senada dengan Cahaya.


"Tampan sekali suamiku malam ini" batin Cahaya


"Kok bengong sayang," ucap Arman yang melihat Cahaya terpesona melihatnya.


"Ah...enggak Pah" ucap Cahaya menutupi kegugupanya.


"Kagum ya? Punya suami sekeren aku" ucap Arman penuh percaya diri.


"Pede sekali anda Pak dosen" ucap Aya.


"Kamu juga cantik banget malam ini sayang, andai kita tidak lagi mau keacara undangan sudah kukurung kamu dalam kamar" ucap Arman.


"Ih maunya, dasar Omes!" ucap Aya tersipu malu.


Kemudian pasangan ini segera ke ballroom sebuah hotel bintang lima untuk menghadiri pesta pernikahan temanya Arman.Semua pasang mata menatap pasangan ini tak terkecuali Shella. Ia sangat membenci pemandangan ini.


"Lihat saja Aya apa yang bakal aku lakukan padamu" batin Shella sambil mengepalkan tanganya

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2