NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Pesta


__ADS_3

"Arman! Kamu ini jahat baget sih kawin kok nggak ngomong-omong, sudah nggak anggap kita teman lagi?" sewot teman Arman.


"Aku memang belum ngadain resepsi, nanti kalian semua pasti aku undang" ucap Arman.


"Cantik sekali Istrimu Man!, pantesan betah njomblo ternyata udah ada incaran" goda yang lainya.


Sepasang mata nampak geram menyaksikan pemandangan ini, dengan langkah penuh percaya diri Shella menghampiri Arman dan Cahaya.


"Tak...tak..tak..tak" hentakan sepatu shella menjadi pusat perhatian. Parasnya yang cantik bodynya yang aduhai serta penampilannya yang sexy nan gelamour menambah kesan tersendiri untuk gadis cantik ini.


"Wuihhh...ini dia bintang tamu kita, dia selalu saja menjadi magnet disetiap acara" ucap teman-teman Arman dan Shella yang memuji penampilan Shella malam ini.


"Hallo semua..." ucap Shella ramah, sengaja ingin menunjukan siapa dia dihadapan Cahaya.Dengan menenteng tas mewahnya Shella berlenggak-lenggok menyapa teman-temanya.


"Dulu aku pikir kalian itu pacaran, karena deket banget dan tampak serasi" ucap salah seorang teman Shella yang membuat muka Cahaya berubah masam.


"Arman aja yang buta, dengan memilih cewek kampung ini. Dia nggak ada apa-apanya bila dibanding denganku" batin Shella


Arman menyadari perubahan wajah Cahaya lalu mendekatinya dan merangkulnya.


"Aku sudah lama menambatkan hatiku pada belahan jiwaku ini dan baru sekarang kesampaian" ujar Arman yang membuat pipi Cahaya merona.


"Sialan si Arman, bikin kupingku panas aja" batin Shella


Dengan perlahan dan pasti Shella mengandeng tangan Aya.lalu tersenyum manis padanya.


"Aya...mari aku kenalkan kamu pada temen-temenku dan temen-temenya Arman yang lain" ucap Shella yang sok ramah.Aya merasa tidak enak hati lalu mengikuti Shella. Arman mengikuti dari belakang ia tidak ingin istrinya kenapa-napa.


"Hai...guys! Tebak siapa yang aku ajak kesini" ucap Shella pada teman-temanya.


"Dia siapa Shella?, jangan main tebak-tabakan gini" ucap salah seorang teman Shella.


"Ini Istrinya Arman" ucap Shella.


"Wah....Arman sudah menikah, kukira ia menikah denganmu karena dia deket banget sama kamu" ucap teman Shella.

__ADS_1


"Namanya juga jodoh, banyak tikungan tajam" ucap Shella.


"Hai...Aku Mita"


"Aku...Yuli"


"Aku...Rindu"


"Aku...Gina"


Ucap temen- teman Shella mengenalkan diri mereka satu persatu.


"Ini Aya istrinya Arman. Dia janda anak satu profesianya penjual kue" ucap Shella dengan nada mengejek.


"Shella!" bentak Arman yang merasa tidak nyaman dengan cara Shella mengenalkan Aya pada teman-temanya.


"Nggak apa-apa Sayang!, kamu jangan khawatir aku bisa atasi ini" bisik Aya pada Arman.


"Iya, yang dikatakan Mbak Shella benar, aku memang janda anak satu dan aku memang penjual kue, semua yang dikatakan mbak Aya benar. Namun aku bangga bisa menjadi seorang penjual kue, setidaknya aku bisa berdiri diatas kakiku sendiri dan tidak tergantung pada kedua orang tuaku" ucap Aya.


Shella tidak menyangka Aya akan berani berkata seperti ini dalam bayanganya, setelah ia mempermalukan Aya dia akan malu lalu menangis dan meninggalkan pesta ini tapi nyatanya, dengan begitu bangganya ia berkata bahwa ia seorang penjual kue.


Arman menatap penuh kekaguman pada Istrinya.Biasanya Istrinya hanya diam saja bila dihina orang tapi kali ini ia mampu melawan.


"Dan asal kalian tahu, si cewek kue ini sudah jebak Arman agar nikahin dia, inilah alasan mereka nikah duluan tanpa pesta" ucap Shella yang membuat situasi semakin panas.


"Mbak Shella ada bukti, kalau aku jebak Mas Arman? Ingat kalau nggak ada bukti itu namanya pencemaran Nama baik" sanggah Cahaya. Yang membuat mati kutu Shella.


"Bagus Sayang, I'm so pround of you" ucap Arman.


"Kalian boleh tanya pada suamiku, siapa yang mendekatiku duluan dan berapa lama Mas Arman bisa meyakinkan diriku untuk menikah dengan dia, Silahkan tanya orangnya ada disini" ucap Aya.Yang membuat Shella mati kutu.


"Apa yang istriku katakan itu benar, aku yang mendekati dia duluan butuh hampir tiga tahun aku menunggu istriku dan meyakinkanya" ucap Arman kemudian menarik pinggang ramping Aya dan memeluknya posesif. Mengingat perjuangan dan penantianya selama ini.


"Wah...kalian bener-bener pasangan yang romantis, kami jadi iri" ucap salah seorang teman Shella.

__ADS_1


"Kalian bisa mampir ke toko kueku, aku kasih discount kalian sebagai salam perkenalan dan asal kalian tahu kue-kue yang ada di kafe Mama Yulia suppliernya dari tempatku, pasti kalian sudah pernah merasakan kue-kue buatanku di kafe Mama Yulia" ucap Cahaya lembut namum membuat Shella seperti tertusuk sembilu.


Dengan menghentakan kakinya Shella meninggalkan tempat itu, niatnya untuk mempermalukan Cahaya gagal sudah.


"Sialan...., tunggu pembalasanku perempuan udik"batin Shella


Pesta semakin malam semakin meriah, Shella mendekati Mc dan membisikkan sesuatu.


"Acara selanjutnya adalah pesta dansa, silahkan berdansa dengan pasangan kalian masing-masing" ucap Mc


"Mampus loe, Aya seumur-umur loe nggak pernah dansa aku akan bikin kamu nggak punya muka disini" batin Shella sambil tersenyum smirik


"Aya...kamu mau dansa? Tanya Arman


"Nggak usah mas, Aku nggak bisa dansa nanti yang ada aku malah bikin kamu malu" ucap Cahaya.


"Aya...aku pingin sekali dansa Ayolah Aya" pinta Arman.


"Enggak mas, aku nggak ingin bikin kamu malu.Aku ijinkan kamu berdansa dengan orang lain aku tidak akan cemburu" ucap Aya.


"Beneran kamu nggak akan marah?" tanya Arman. Cahaya hanya menganguk


Kemudian Arman turun kelantai bawah lalu ia berdansa dengan Mita awalnya.Cahaya yang menyaksikan itu hanya tersenyum dan mengacungkan jempol lalu kemudian Mc mengatakan untuk berganti pasangan.Tiba-tiba Shella mendekat dan berdansa dengan Arman .Cahaya yang tadinya tenang-tenang saja hatinya mendadak merasa tidak nyaman melihat Arman berdansa dengan Shella.Sedangkan Shella dilantai dansa melirik Aya dengan senyum penuh kemenangan.


"Kamu kenapa tidak berdansa?" tanya Seorang cowok berkulit putih, hidung mancung dan berpenampilan sangat macho.


"Kamu nggak usah takut sama aku, Aku temen kuliah Arman dulu. Kenalin Namau Niko" ucap priya tadi mengenalakan dirinya pada Aya.


Sesaat kemudian mereka berbincang-bincang dan langsung akrab ternyata Niko orangya menyenangkan menurut Cahaya.


"Niko ternyata kamu seru juga" ucap Aya.


"Jelas dong, Oh ya Aya kenapa kamu tidak mencoba dansa?" tanya Niko


"Aku itu kampungan Niko, jadi mana bisa aku dansa" ucap Cahaya.

__ADS_1


"Kamu lucu juga Aya, bagaimana kalau aku mengajari kamu dansa?" Niko menawari Cahaya dansa.


"Niko yang ada nanti kamu bakal diketawain orang karena kakimu aku injek-injek, atau mungkin aku terjatuh membentur lantai dan kamu ketarik oleh tanganku dan kita jatuh bersama-sama dan jadi tontonan gratis" ucap Cahaya lalu keduanya tertawa bersama. Dari lantai bawah Shella terus mengompori Arman melihat kedekatan Niko dan Aya.


__ADS_2